Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Guided Discovery Learning: Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP/Mts Mai, Maisarah; Susanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 9 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v9i2.12443

Abstract

Kemampuan siswa dalam mencapai hasil belajar menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika dengan model Guided Discovery Learning dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX MTsS Babun Najah dengan metode eksperimen kuantitatif. Instrumen utama berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang relevan. Berdasarkan hasil output uji hipotesis dengan menggunakan independent sample t-test SPSS versi 23 diketahui nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000. Hasil analisis data yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlihat bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan antara kedua kelompok. Hal ini karena menandakan bahwa penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning bersifat aktif, berpusat pada siswa, dan menekankan pada proses penemuan konsep secara mandiri mampu memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Guided Discovery Learning. Abstract Students' ability to achieve learning outcomes is an important indicator in assessing the success of a learning process. The purpose of this study was to determine the differences in mathematics learning outcomes between the Guided Discovery Learning model and conventional learning. This study was conducted on ninth-grade students of MTsS Babun Najah using a quantitative experimental method. The main instruments were pretests and posttests. Data analysis was carried out using relevant statistical tests. Based on the results of the hypothesis test output using independent sample t-test SPSS version 23, a significance value of 0.000 was obtained. The results of data analysis obtained from the pretest and posttest scores in the experimental and control classes showed that there was a significant difference in learning outcomes between the two groups. This indicates that the application of the Guided Discovery Learning model is active, student-centered, and emphasizes the process of independent concept discovery, which can have a positive influence on students' understanding and critical thinking skills. Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Guided Discovery Learning.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Pendekatan Problem Posing di Sekolah Menengah Pertama Azkia, Syarifah Putri; Susanti, Susanti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1965

Abstract

Studi berikut bertujuan untuk memahami peningkatan pembelajaran melalui pendekatan problem posing pada kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 6 Banda Aceh. Pendekatan problem posing diterapkan karena bisa mendorong siswa aktif dalam merumuskan, mengajukan, dan menyelesaikan permasalahan matematika sehingga harapannya bisa mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas VII. Sampel penelitian ini tersusun atas dua kelas dimana kelas VII-8 sebagai kelas eksperimen yang memakai pendekatan problem posing dan kelas VII-7 sebagai kelas kontrol yang memakai pembelajaran konvensional dengan teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentu pretest dan posttest. Tes ini disusun berdasarkan indikator komunikasi matematis secara umum, yaitu: (1) Menjelaskan ide, situasi dan relasi secara tulisan ke dalam bahasa matematika, (2) Menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan jelas dan tepat, (3) mampu menyampaikan kesimpulan pada jawaban pertanyaan. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah H0 peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing sama dengan peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan H1 peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian memaparkan bahwasanya pembelajaran dengan pendekatan problem posing secara signifikan mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa dibanding pembelajaran konvensional, ditunjukkan oleh nilai sig 0,002 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan problem posing lebih baik dibandingkan dengan siswa yang di belajarkan dengan pembelajaran konvensional.
Learning tools development based on Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) Susanti Susanti; Khusnul Safrina; Dwi Rizka Febriani; Rifaul Khairi
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i1.19911

Abstract

Research on the development of TPACK-based learning tools in this linear program aims to develop Lesson Plan (RPP), Learner Modules and Worksheets (LKPD). The lesson plans in this study were developed by following the steps of learning based on Discovery Learning and by adding the TPACK component. The module and LKPD in this study were developed by incorporating the TPACK element. The module in this study can be accessed in 2 ways, hardcopy and also an online module within play store. This study was designed using a 4D development design. The instrument used in this study was in form of validation sheet. The tools that have been developed in this study were validated by experts consisting of 2 lecturers of mathematics education study program, 1 mathematics teacher and 1 widiyaswara (Civil Servant Supervisor). The results showed that the Lesson Plan that had been developed had a legitimate level of validity, the Learner Module developed had a fairly valid level of validity and the Worksheet developed also had very good criteria.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA N.E. Randini; Susanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v15i1.6993

Abstract

Kecemasan matematika merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan takut, tegang, dan khawatir dalam menyelesaikan permasalahan matematika sehingga berdampak negatif terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry pada materi relasi dan fungsi fase D kelas VIII SMP/MTs yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mengurangi kecemasan matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft Word serta divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 91,67% dari ahli materi dan 85% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan oleh guru memperoleh persentase sebesar 98,21% dengan kategori sangat praktis. Hasil angket kecemasan menunjukkan adanya pergeseran distribusi tingkat kecemasan siswa, di mana persentase siswa dengan tingkat kecemasan rendah meningkat dari 16,13% menjadi 32,26%, kecemasan sedang dari 64,52% menjadi 67,74% dan kecemasan tinggi menurun dari 19,35% menjadi 0%. Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika.
Analysis of Students' Mathematical Literacy in Solving Problem-Solving Questions Based on Self-Regulated Learning M. Duskri; Afrizal; Susanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2180

Abstract

Sangat penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi matematika sehingga mereka dapat memanfaatkan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya memahami materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik siswa menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah yang telah ditinjau dari SRL. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Tiga anak dari kelas IX MTsN 3 Banda Aceh mereka yang memiliki kemampuan SRL tinggi, sedang, dan rendah menjadi subjek penelitian. Peneliti, soal tes untuk literasi matematika, kuesioner SRL, dan protokol wawancara berfungsi sebagai instrumen penelitian. pengumpulan data melalui wawancara dan penilaian tertulis. Tiga langkah prosedur analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan memberikan STKLM-1 dan STKLM-2 pada berbagai waktu, teknik pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi waktu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan SRL tinggi memenuhi ketiga kriteria literasi matematika: merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan. Hanya dua indikator literasi merumuskan dan menggunakan yang dipenuhi oleh subjek dengan SRL menengah; mereka tetap tidak mampu memahami hasil mengingat tingkat kesulitannya. Hanya indikator merumuskan yaitu, mengartikulasikan masalah matematika yang dapat dipenuhi oleh subjek dengan SRL rendah; mereka tetap tidak mampu memenuhi indikator menggunakan dan menginterpretasi.It is crucial that students develop mathematical literacy abilities so that they can utilize mathematics to solve problems in their daily lives and not just understand the subject matter. The purpose of this study is to evaluate how well students use mathematical literacy to solve problems that have been reviewed from SRL. This study employs a descriptive qualitative methodology. Three kids from class IX MTsN 3 Banda Aceh those with high, medium, and low SRL abilities were the study's subjects. Researchers, test questions for mathematical literacy, SRL questionnaires, and interview protocols served as the study's instruments. collecting data through interviews and written assessments. The three steps of data analysis procedures are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. By administering STKLM-1 and STKLM-2 at various times, the data validity checking technique employs time triangulation. The study's findings demonstrated that participants with high SRL satisfied all three criteria for mathematical literacy: formulate, employ, and interpret. Only two literacy indicators formulate and employ were met by subjects with intermediate SRL; they were nevertheless unable to understand the results in light of the difficulty. Only the formulate indikator that is, articulating mathematical problems could be met by subjects with low SRL; they were nevertheless unable to fulfill the employ and interpret indicators.