Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Thinking Process Analysis (Assimilation, Accommodation, Abstraction) Mathematics Ability of Junior High School Students in terms of Learning Style Susanti, Susanti; Utami, Fathia; Alkiram, Shaheb; Mubarrak, Muhammad Zaki
Al-Khawarizmi Vol 6 No 1 (2022): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v6i1.12329

Abstract

The purpose of this research is to know  the thinking processed of student’s  mathematical literacy abilities in terms of auditory, visual and kinesthetic learning styles. This research is an exploratory study with a qualitative approach. This research was conducted in Junior High Schools classified as Excellent in Meulaboh Regency. The subjects in this study were students of class IX MTsN 3 Aceh Barat  who had the high-level ability and were able to solve math literacy problems, besides the subject was also chosen based on learning styles. The results showed that there was no significant difference in students  mathematical literacy thinking processes based on visual learning styles is the process of assimilation and abtarksi thinking. Subjects with auditory learning styles, the thought processes of accommodation and abstraction  for the kinesthetic learning styles, the processes of thinking, assimilation and abstraction.
Guided Discovery Learning: Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP/Mts Mai, Maisarah; Susanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 9 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v9i2.12443

Abstract

Kemampuan siswa dalam mencapai hasil belajar menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan suatu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika dengan model Guided Discovery Learning dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX MTsS Babun Najah dengan metode eksperimen kuantitatif. Instrumen utama berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang relevan. Berdasarkan hasil output uji hipotesis dengan menggunakan independent sample t-test SPSS versi 23 diketahui nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000. Hasil analisis data yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlihat bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan antara kedua kelompok. Hal ini karena menandakan bahwa penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning bersifat aktif, berpusat pada siswa, dan menekankan pada proses penemuan konsep secara mandiri mampu memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Guided Discovery Learning. Abstract Students' ability to achieve learning outcomes is an important indicator in assessing the success of a learning process. The purpose of this study was to determine the differences in mathematics learning outcomes between the Guided Discovery Learning model and conventional learning. This study was conducted on ninth-grade students of MTsS Babun Najah using a quantitative experimental method. The main instruments were pretests and posttests. Data analysis was carried out using relevant statistical tests. Based on the results of the hypothesis test output using independent sample t-test SPSS version 23, a significance value of 0.000 was obtained. The results of data analysis obtained from the pretest and posttest scores in the experimental and control classes showed that there was a significant difference in learning outcomes between the two groups. This indicates that the application of the Guided Discovery Learning model is active, student-centered, and emphasizes the process of independent concept discovery, which can have a positive influence on students' understanding and critical thinking skills. Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Guided Discovery Learning.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Pendekatan Problem Posing di Sekolah Menengah Pertama Azkia, Syarifah Putri; Susanti, Susanti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1965

Abstract

Studi berikut bertujuan untuk memahami peningkatan pembelajaran melalui pendekatan problem posing pada kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 6 Banda Aceh. Pendekatan problem posing diterapkan karena bisa mendorong siswa aktif dalam merumuskan, mengajukan, dan menyelesaikan permasalahan matematika sehingga harapannya bisa mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas VII. Sampel penelitian ini tersusun atas dua kelas dimana kelas VII-8 sebagai kelas eksperimen yang memakai pendekatan problem posing dan kelas VII-7 sebagai kelas kontrol yang memakai pembelajaran konvensional dengan teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentu pretest dan posttest. Tes ini disusun berdasarkan indikator komunikasi matematis secara umum, yaitu: (1) Menjelaskan ide, situasi dan relasi secara tulisan ke dalam bahasa matematika, (2) Menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan jelas dan tepat, (3) mampu menyampaikan kesimpulan pada jawaban pertanyaan. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah H0 peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing sama dengan peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan H1 peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian memaparkan bahwasanya pembelajaran dengan pendekatan problem posing secara signifikan mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa dibanding pembelajaran konvensional, ditunjukkan oleh nilai sig 0,002 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan problem posing lebih baik dibandingkan dengan siswa yang di belajarkan dengan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA N.E. Randini; Susanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v15i1.6993

Abstract

Kecemasan matematika merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan takut, tegang, dan khawatir dalam menyelesaikan permasalahan matematika sehingga berdampak negatif terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry pada materi relasi dan fungsi fase D kelas VIII SMP/MTs yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam mengurangi kecemasan matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft Word serta divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 91,67% dari ahli materi dan 85% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan oleh guru memperoleh persentase sebesar 98,21% dengan kategori sangat praktis. Hasil angket kecemasan menunjukkan adanya pergeseran distribusi tingkat kecemasan siswa, di mana persentase siswa dengan tingkat kecemasan rendah meningkat dari 16,13% menjadi 32,26%, kecemasan sedang dari 64,52% menjadi 67,74% dan kecemasan tinggi menurun dari 19,35% menjadi 0%. Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa. Dengan demikian, perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika.