Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Development of Teaching Modules to Enhance Secondary School Students’ Statistical Literacy Ibrahim , Lukman; Humaira, Humaira; Susanti, Susanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 8 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v8i2.8277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangankan dan menghasilkan modul ajar matematika untuk memperkuat literasi statistika siswa SMA yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian ini merupaakan penelitian pengembangan yang mengikuti langkah-langkah pengembangan 4D. Proses dan hasil pengembangan produk ajar tersebut divalidasi dengan menggunakan lembar validasi ahli dan lembar validasi praktis pembelajaran atau guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis penilaian validator yang mencapai rata-rata total kevalidan 98,3% masing-masing 89,9% untuk isi dan 97,7% untuk tampilan. Rata-rata kepraktisan adalah 87,6% masing-masing 92,2% untuk isi dan 83% untuk tampilan. Dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sudah dapat digunakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran materi statistika SMA.
Learning tools development based on Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) Susanti, Susanti; Safrina, Khusnul; Febriani, Dwi Rizka; Khairi, Rifaul
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v13i1.19911

Abstract

Research on the development of TPACK-based learning tools in this linear program aims to develop Lesson Plan (RPP), Learner Modules and Worksheets (LKPD). The lesson plans in this study were developed by following the steps of learning based on Discovery Learning and by adding the TPACK component. The module and LKPD in this study were developed by incorporating the TPACK element. The module in this study can be accessed in 2 ways, hardcopy and also an online module within play store. This study was designed using a 4D development design. The instrument used in this study was in form of validation sheet. The tools that have been developed in this study were validated by experts consisting of 2 lecturers of mathematics education study program, 1 mathematics teacher and 1 widiyaswara (Civil Servant Supervisor). The results showed that the Lesson Plan that had been developed had a legitimate level of validity, the Learner Module developed had a fairly valid level of validity and the Worksheet developed also had very good criteria.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP/MTs MELALUI PENERAPAN STRATEGI SCAFFOLDING ., Susanti; Abidin, Zainal; ., Mirda
Journal Mathematics Education Sigma [JMES] Vol 5, No 2 (2024): JOURNAL MATHEMATICS EDUCATION SIGMA
Publisher : Journal Mathematics Education Sigma [JMES]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmes.v5i2.19619

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir yang sangat dibutuhkan karena mendukung kreativitas melalui refleksi diri, serta memandu jalan hidup dan pengambilan keputusan. Namun pada kenyataannya, kemampuan matematika siswa masih sangat rendah khususnya kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga memerlukan bantuan dengan menggunakan scaffolding Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara siswa SMP/MTs menggunakan strategi scaffolding untuk berpikir kritis matematis. Subjek dalam penelitian ini merupakan salah satu siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis sangat rendah. Siswatersebut kemudian diberikan tes yang memerlukan kemampuan berpikir kritis dalam proses penyelesaiannya dan kemudian subjek diamati selama mengerjakan tugas dan diwawancarai secara mendalam untuk memperjelas kemampuan berpikir ktitis siswa, serta memberikan tiga strategi scaffolding sebagai alat bantu keterampilan berpikir kritis siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang berada dalam kategori kritis yang sangat rendah pada awalnya, dengan skor 18,75, telah meningkat menjadi skor 62,5 setelah diberikan scaffolding. Dengan kata lain, subjek telah naik satu tingkat dari kategori kritis yang sangat rendah ke kategori kritis yang rendah. Scaffolding dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis subjek MR, jadi scaffolding dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Analysis of Students' Mathematical Literacy in Solving Problem-Solving Questions Based on Self-Regulated Learning M. Duskri; Afrizal; Susanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2180

Abstract

Sangat penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi matematika sehingga mereka dapat memanfaatkan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya memahami materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik siswa menggunakan literasi matematika untuk memecahkan masalah yang telah ditinjau dari SRL. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Tiga anak dari kelas IX MTsN 3 Banda Aceh mereka yang memiliki kemampuan SRL tinggi, sedang, dan rendah menjadi subjek penelitian. Peneliti, soal tes untuk literasi matematika, kuesioner SRL, dan protokol wawancara berfungsi sebagai instrumen penelitian. pengumpulan data melalui wawancara dan penilaian tertulis. Tiga langkah prosedur analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan memberikan STKLM-1 dan STKLM-2 pada berbagai waktu, teknik pemeriksaan validitas data menggunakan triangulasi waktu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan SRL tinggi memenuhi ketiga kriteria literasi matematika: merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan. Hanya dua indikator literasi merumuskan dan menggunakan yang dipenuhi oleh subjek dengan SRL menengah; mereka tetap tidak mampu memahami hasil mengingat tingkat kesulitannya. Hanya indikator merumuskan yaitu, mengartikulasikan masalah matematika yang dapat dipenuhi oleh subjek dengan SRL rendah; mereka tetap tidak mampu memenuhi indikator menggunakan dan menginterpretasi.It is crucial that students develop mathematical literacy abilities so that they can utilize mathematics to solve problems in their daily lives and not just understand the subject matter. The purpose of this study is to evaluate how well students use mathematical literacy to solve problems that have been reviewed from SRL. This study employs a descriptive qualitative methodology. Three kids from class IX MTsN 3 Banda Aceh those with high, medium, and low SRL abilities were the study's subjects. Researchers, test questions for mathematical literacy, SRL questionnaires, and interview protocols served as the study's instruments. collecting data through interviews and written assessments. The three steps of data analysis procedures are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. By administering STKLM-1 and STKLM-2 at various times, the data validity checking technique employs time triangulation. The study's findings demonstrated that participants with high SRL satisfied all three criteria for mathematical literacy: formulate, employ, and interpret. Only two literacy indicators formulate and employ were met by subjects with intermediate SRL; they were nevertheless unable to understand the results in light of the difficulty. Only the formulate indikator that is, articulating mathematical problems could be met by subjects with low SRL; they were nevertheless unable to fulfill the employ and interpret indicators.
Development of Teaching Modules to Enhance Secondary School Students' Statistical Literacy Ibrahim , Lukman; Humaira, Humaira; Susanti, Susanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 8 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v8i2.8277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangankan dan menghasilkan modul ajar matematika untuk memperkuat literasi statistika siswa SMA yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian ini merupaakan penelitian pengembangan yang mengikuti langkah-langkah pengembangan 4D. Proses dan hasil pengembangan produk ajar tersebut divalidasi dengan menggunakan lembar validasi ahli dan lembar validasi praktis pembelajaran atau guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis penilaian validator yang mencapai rata-rata total kevalidan 98,3% masing-masing 89,9% untuk isi dan 97,7% untuk tampilan. Rata-rata kepraktisan adalah 87,6% masing-masing 92,2% untuk isi dan 83% untuk tampilan. Dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sudah dapat digunakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran materi statistika SMA.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Learning Cycle 5E untuk Memfasilitasi Perubahan Konseptual Siswa dalam Pembelajaran Matematika Gradini, Ega; Susanti, Susanti
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2022): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.484 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v12i02.16933

Abstract

This article describes the results of developing Learning Cycle 5E teaching tools that are valid, practical, and effective to facilitate students' conceptual changes in Statistics and Data Presentation material. The Four-D model was used to develop this research. The quality of the product is measured through the validity, practicality, and effectiveness of teaching tools. The device's validity is measured by its relevance and consistency using expert judgment. The device's practicality was measured using a practicality assessment questionnaire, distributed to 5 Mathematics teachers and 20 eighth-grader. Effectiveness was measured through a small group trial involving 1 Mathematics teacher and 28 eighth-grader students. The results showed that the teaching tools developed met the validity, practicality, and effectiveness criteria. Learning tools are declared valid, with the validity score for lesson plans being 0.89, student worksheets being 0.86, teacher book being 0.78, and student book being 0.80. Learning tools are declared practical with a practicality score where the teacher's response is 80.31% in the practical category, and the student's response is 79.19% in the practical category. Furthermore, teaching tools were declared effective with the criteria; the classical average of student learning outcomes reached 83.71, the Learning Completeness Criteria reached 82.14%, the level of teacher learning management was at a Good level, and student activity reached 72.5%.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Pendekatan Problem Posing di Sekolah Menengah Pertama Azkia, Syarifah Putri; Susanti, Susanti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1965

Abstract

Studi berikut bertujuan untuk memahami peningkatan pembelajaran melalui pendekatan problem posing pada kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 6 Banda Aceh. Pendekatan problem posing diterapkan karena bisa mendorong siswa aktif dalam merumuskan, mengajukan, dan menyelesaikan permasalahan matematika sehingga harapannya bisa mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini merupakan siswa kelas VII. Sampel penelitian ini tersusun atas dua kelas dimana kelas VII-8 sebagai kelas eksperimen yang memakai pendekatan problem posing dan kelas VII-7 sebagai kelas kontrol yang memakai pembelajaran konvensional dengan teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentu pretest dan posttest. Tes ini disusun berdasarkan indikator komunikasi matematis secara umum, yaitu: (1) Menjelaskan ide, situasi dan relasi secara tulisan ke dalam bahasa matematika, (2) Menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal dengan jelas dan tepat, (3) mampu menyampaikan kesimpulan pada jawaban pertanyaan. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah H0 kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing sama dengan kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan H1 kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan melalui pendekatan problem posing lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian memaparkan bahwasanya pembelajaran dengan pendekatan problem posing secara signifikan mengoptimalkan kemampuan komunikasi matematis siswa dibanding pembelajaran konvensional, ditunjukkan oleh nilai sig 0,02 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan problem posing lebih baik dibandingkan dengan siswa yang di belajarkan dengan pembelajaran konvensional.
Newman Procedure dalam Menganalisis Kesalahan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Setara PISA Susanti, Susanti
Edumatika Vol 2 No 1 (2019): Mei 2019, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.201 KB) | DOI: 10.32939/ejrpm.v2i1.283

Abstract

This study aims to identify students’ errors in solving problem equals to PISA’s based on Newman procedures. Qualitative-descriptive research was used in conducting this study and the subjects were third-grade students at SMP Unggul Sigli in year 2017/2018. Data was collected using tests and interviews. The instrument of this study was a sheet consisting of 5 (five) mathematical questions that composed equivalent to PISA’s problem. Analyzing students’ errors was guided by analyzing procedures developed by Newman which contain 5 (five) kinds of error, they are (1) reading error; (2) understanding error; (3) transformation error; (4) processing skill error; and (5) writing error. The result showed the percentage of each kind of errors made by students which detailed as follows, reading error comprised 37,1% of students; error in problem understanding made up 47%; 73% of subjects made error in transforming; 80% of students had error in processing; and error in writing final answer made up 78,1% of them. By analyzing the percentage, it is identified that the three most common mistakes are processing error, transformation error, and error in writing a final answer.
PENERAPAN MODEL CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MTs Safitri, Safitri; Ikhsan, M.; Susanti, Susanti
Al-Khawarizmi Vol 4 No 1 (2020): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v4i1.7366

Abstract

The purpose of this research was to find out the increase in the ability to understand mathematical concepts of students who were taught with better Conceptual Understanding Procedures (CUPs) models than students who were taught with convensional model on the material of flat side space in MTsS Dama Puteh. The CUPs models has three stages including: individual, triplets, and class discussions. The author uses an experimental research design with a quasi-experimental design. Sampling was done using population random sampling. In this study all students of class VIII MTsS Dama Puteh. In this study consisted of two classes, namely class VIIIB as an experimental class and class VIIIA as a control class. Data collection using the ability test mathematical concept understanding of the results showed that based one the t-test obtained tcount = 1,8 and ttable = 1,68. Because tcount > ttable so that it can be concluded that the increased ability of understanding mathematical concepts of students taught with more CUPs models better than students who were taught with convensional models on the material to build flat side spaces in MTsS Dama Puteh.
PROSES BERPIKIR SISWA TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL Mubarak, Muhammad Zaki; Anwar, Anwar; Susanti, Susanti
Al-Khawarizmi Vol 4 No 2 (2020): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v4i2.7998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa terhadap kemampuan representasi matematis ditinjau dari gaya belajar visual. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek pada penelitian ini adalah siswa yang cenderung memiliki gaya belajar visual pada kelas IX-5 di MTsN 1 Banda Aceh yang terdiri dari 3 orang siswa dengan kemampuan representasi matematis rendah, sedang dan tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket gaya belajar, soal tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Selanjutnya analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data, melakukan trianggulasi waktu dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses berpikir subjek dengan kemampuan representasi matematis rendah dapat dilihat dari proses akomodasi pada ketiga indikator representasi matematis yaitu representasi simbolik, representasi verbal dan representasi visual; (2) proses berpikir subjek dengan kemampuan representasi matematis sedang dapat dilihat dari proses asimilasi dan akomodasi pada ketiga indikator representasi matematis; (3) proses berpikir subjek dengan kemampuan representasi matematis tinggi dapat dilihat dari proses asimilasi pada ketiga indikator representasi matematis.Kata kunci: Proses Berpikir., Kemampuan Representasi Matematis., Gaya Belajar Visual.