Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TUTURAN PERSUASIF DALAM VIDEO BLOG KECANTIKAN: KAJIAN PRAGMASTILISTIKA Dwi Novitasari; Budinuryanta Yohanes; Suhartono Suhartono
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i2.10028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk persuasif dalam kumpulan video blog kecantikan. Data dalam penelitian ini adalah tuturan dari tiga naravlog kecantikan dalam satu konteks pembahasan yang sama. Data dianalisis menggunakan metode analisis pragmatik fungsional. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan adanya konsistensi, otoritas, dan pembuktian dari penutur untuk memersuasi penonton. (1) Bentuk tuturan konsistensi terlihat pada saat penutur menunjukkan keadaan sebenarnya tentang sesuatu. Konsistensi adalah sarana utama memperoleh tujuan bertutur. (2) Bentuk kedua adalah otoritas yakni wewenang penutur membuat aturan. Aturan tersebut dibuat untuk mendapatkan kepatuhan terhadap sasaran persuasi. (3) Bentuk ketiga adalah pembuktian, yakni cara menimbulkan kesan yang dilakukan penutur kepada lawan tutur. Cara tersebut menimbulkan kesan bahwa produk yang ditawarkan banyak peminatnya.
SEXIST LANGUAGE IN THE SPEECH OF MOSLEM FEMALE PREACHERS (CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS) Risha Iffatur Rahmah; Budinuryanta Yohanes; Suhartono Suhartono
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 48, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.472 KB) | DOI: 10.17977/um015v48i12020p1

Abstract

SEXIST LANGUAGE IN THE SPEECH OF MOSLEM FEMALE PREACHERS (CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS)Abstract: This study aims to find sexist language in the speech of female preachers through representation, interpretation, and forms of discrimination in the text. This study used a qualitative phenomenological research method and used critical discourse analysis by Faircloughn as supporting the data. The data shows that females speak more sexist if they talk to the same gender than a different gender. From this phenomenon, the impact on the use of vocabularies that license gender identity by using the terms marked, unmarked, and semantic derogation. There are other relationships with grammar using declarative, imperative, and interrogative sentence types in intentionality modalities; epistemic; deontic; dynamic. This relationship also discussed the uses of mentioning text in a text structures by convection of relationships, structuring, and ordering a text.Keywords: Sexist language, Gender discrimination, Representation, Gender identity, PrejudiceBAHASA SEKSIS PADA PEREMPUAN PENCERAMAH AGAMA ISLAM (ANALISIS WACANA KRITIS)Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bahasa seksis pada tuturan perempuan penceramah melalui representasi, intepretasi, dan bentuk diskriminasi dalam analisis teks. Temuan tersebut diproses dari metode analisis wacana kritis Fairclough dengan jenis penelitian kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan penceramah bertutur seksis terhadap perempuan dibandingkan laki-laki, meskipun keduanya juga sama-sama terseksiskan. Representasi tuturanya mengarah pada hubungan budaya di antara peranan suami, istri, dan mertua.Sedangkan, intepretasi keseksisannya ada pada pelemahan identitas gender baik laki-laki maupun perempuan.  Hal ini berdampak pada penggunaan kosakata yang melemahkan identitas gender dengan menggunakan istilah bertanda, tidak bertanda, dan derograsi semantik. Adapun hubungan lainnya terdapat pada tata bahasa dengan menggunakan jenis kalimat deklaratif, imperatif, dan introgatif dalam modalitas intensionalitas; epistemik; deontik; dinamik. Hubungan ini juga disertai penggunaan penyebutan pronominal di struktur teks dengan konveksi interaksi, penataan, dan pengurutan teks.Kata kunci: Bahasa seksis, Diskriminasi gender, Representasi, Identitas gender, Prasangka
THE PRESUPPOSITION IN CONFIRMATION UTTERANCE OF THE MATA NAJWA PROGRAMME Agustina Ria Santiningtyas; Budinuryanta Yohanes; Suhartono .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2787.709 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praanggapan dalam Acara Najwa. Fokus penelitiannya meliputi proposisi praanggapan dan determinasi praanggapan tuturan konfirmasi dalam acara Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa tuturan konfirmasi dari pembawa acara acara Mata Najwa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode hermeneutika objektif dan metode analisis tujuan-cara. Untuk menentukan kesahihan data dilakukan triangulasi data dan diskusi dengan ahli dan teman sejawat. Temuan hasil penelitian ini dapat disebutkan sebagai berikut. Pertama, pada tuturan konfirmasi dalam acara Mata Najwa, penutur memiliki praanggapan berupa (1) proposisi yang diyakini benar oleh penutur, (2) proposisi yang diyakini petutur juga benar, (3) proposisi yang diyakini penutur bahwa petutur pasti tahu P, dan (4) proposisi yang diyakini benar oleh keduanya (penutur maupun petutur). Kedua, determinasi praanggapan pada tuturan konfirmasi dalam acara Mata Najwa berupa pemanfaatan: (1) hubungan anaforis, dan (2) hubungan kataforis
THE PERSUASION STRATEGY IN ELECTION DEBATE OF DKI JAKARTA GOVERNOR AND DEPUTY GOVERNOR Mariance Palit; Suhartono .; Budinuryanta Yohanes
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi persuasi dalam debat pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang dituturkan oleh tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Penelitian ini merupakan jenis penilitian kualitatif. Data penelitian ini berupa strategi persuasi yang muncul dalam debat pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Data tersebut bersumber tayangan debat yang disiarkan di stasiun televisi nasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Adapun teknik analisis data yagn digunakan adalah teknik agih dan metode pragmatik fungsional. Untuk menentukan keahlian data dilakukan triangulasi data dan diskusi teman sejawat.Temuan hasil penelitian ini dapat disebutkan sebagai berikut. Terdapat empat jenis strategi penggunaan bukti dalam debat, yakni (1) bukti kredibel, (2) bukti baru, (3) bukti spesifik, dan (4) bukti kisah
Modalitas Epistemik sebagai Wujud Lingual Tuturan Berpagar Mahasiswa Multikultural di Surabaya Luluk Isani Kulup; Bambang Yulianto; Budinuryanta Yohanes
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4044

Abstract

The use of hedges in student speech varies greatly depending on the situation and conditions of use, both in casual situations and in formal situations, it is stated that the use of adequate hedges must take into account the context. The purpose of this study was to determine the epistemik modality as a form of lingual speech by multicultural students in Surabaya. Hedges are a group of words whose function is to communicate, the communication function of language cannot be used properly without context. One group of words in question is in the form of an epistemik modality. This study aims to describe the epistemik modality as a form of hedges in multicultural students. The approach used is qualitative. This approach is considered relevant because it emphasizes the natural role, uses descriptive data, and uses inductive means because it does not test hypotheses. The data in this study is the verbal speech of multicultural students. The data sources of this research are multicultural students from four universities in Surabaya. The data retrieval technique used is the listening, recording, engaging, proficient, and note-taking technique. Analysis of the data used is the technique of sorting, turning, and connecting. The results of this study indicate that the epistemik modalities used as a form of hedges by multicultural students are the modality of predictability, modality of possibility, and modality of necessity. AbstrakPenggunaan hedges dalam tuturan mahasiswa sangat bervariasi tergantung situasi dan kondisi penggunaannya, baik itu dalam situasi santai maupun dalam situasi resmi dinyatakan bahwa penggunaan hedges yang memadai harus mempertimbangkan konteks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modalitas epistemik sebagai wujud lingual tuturan berpagar mahasiswa multikultural di Surabaya. Hedges adalah sekelompok kata yang fungsinya untuk melakukan komunikasi, fungsi komunikasi bahasa tidak dapat digunakan dengan semestinya tanpa konteks. Sekelompok kata yang dimaksud salah satunya berupa modalitas epistemik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan modalitas epistemik sebagai wujud hedges pada mahasiswa multikultur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Pendekatan ini dianggap relevan karena menonjolkan peran alami, menggunakan data deskriptif, dan menggunakan sarana induktif karena tidak menguji hipotesis. Data dalam penelitian adalah tuturan verbal mahasiswa multikultural. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa multikultural dari empat perguruan tinggi di Surabaya. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik simak, rekam, libat, cakap, dan catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik pilah, balik, dan hubung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modalitas epistemik digunakan sebagai wujud hedges oleh mahasiswa multikultural adalah modalitas keteramalan, modalitas kemungkinan, dan modalitas keharusan.
Resistensi dalam Wacana Dhagelan Youtube Cak Silo Cs Puspita Indriani; Darni Darni; Udjang Pairin; Budinuryanta Yohanes
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.631

Abstract

This research aims to reveal resistance strategies to form humor in Cak Silo Cs' Dhagelan YouTube content. The research data source is the YouTube content of Cak Silo Cs episode Cak Silo Jualan Pentol which was uploaded on March 22 2020. The object of research is lingual units which indicate resistance. Next, listening and interpreting were carried out and explained descriptively qualitatively and analyzed using the functional pragmatic method. The research results show that the resistance used only includes three forms of the four existing forms. 1) reactance by mocking with reasons that are not commonly used, and saying clearly "no" or "don't" accompanied by reasons that are not commonly used. 2) distrust expressed by "don't want" accompanied by reasons that are not commonplace/ 3) supervision expressed by giving suggestions, asking and agreeing accompanied by an explanation of the refusal.
Deskripsi Deskripsi Ecosemantik pada Karya Puisi D. Zamawi Imron Ismatul Izzah; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.15816

Abstract

Natural factors can encourage a work of poetry that taps humans' consciences so that they are aware of what they have done to the environment. The purpose of this study is to describe the basic study aspects of ontology from the work of D. Zamawi Imron, the axiology of cultural elements, and the linguistic epistemology contained in a poem produced. Qualitative research here also describes the results of the research, so it is not used to draw broader conclusions. In addition, comparative research is based on cause and effect or comparing something. The subject of this research is a poem by D. Zamawi Imron with an environmental or ecosemantic theme, which has been published in several books that can be downloaded on googlebookstore.com in 2022-2023. The results of the research from the semantic, ecosemantic, and ecological studies show a complex and layered representation of nature and its ecology, the integration of knowledge, and the analysis of the aspects of knowledge sources from the three elements of the poetry work of D. Zawawi Imron on its axiological, epistemological, and ecosemantic values.
Diskursif Tokoh Kabul dalam Novel Orang-Orang Proyek melalui Pendekatan Studi Wacana Kritis Bourdieu Sahrul Romadhon; Anas Ahmadi; Budinuryanta Yohanes; Faizal Hadi Nugroho
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find anticorruption values in the novel Orang-Orang Proyek (OOP) by Ahmad Tohari. The anti-corruption values analyzed refer to three main elements of anti-corruption attitudes, namely (a) core: honesty, discipline, and responsibility; (b) attitude: fairness, courage, and caring; and (c) work ethic: hard work, simplicity, and independence. These three elements are reflected through the character of the main character in the novel, Kabul, who faces various moral dilemmas and pressures in the world of construnction projects full of corrupt practices. The research method used is qualitative with a grounded theory approach. This approach allows the generalization of postmodern critical discourse theory and Pierre Bourdieu's cultural sociology to understand the power relations and social structures that shape the anti-corruption narrative in the novel. The results show that anti-corruption values in the novel Orang-Orang Proyek are reflected through the behavior and life principles of the main character who consistently rejects involvement in corrupt practices, despite facing great personal risks. The findings also emphasize the importance of moral education through literature, especially to instill an anti-corruption culture from an early age. Thus, the results of this study can be a practical recommendation in the development of character education curriculum among students. The introduction of anti-corruption values through literature is expected to build a generation with integrity and critical awareness of the dangers of corruption in everyday life.