Articles
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi pada Penyandang Disabilitas Fisik:: Literature Review
Wisesa, I Made Narendra Nanta;
Valentina, Tience Debora
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i4.1442
Resiliensi erat kaitannya dengan penyandang disabilitas fisik karena penyandang disabilitas fisik mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sering mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar sehingga penyandang disabilitas fisik lebih memilih untuk menarik diri. Penyandang disabilitas fisik cenderung mengalami gejala depresi dibandingkan dengan individu normal. Melihat permasalahan tersebut, muncul pertanyaan hal apa yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik sehingga tulisan ini dibuat bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Artikel yang digunakan dalam penulisan kajian literatur berasal dari ScienceDirect dan Google Scholar dengan kriteria inklusi (1) memaparkan artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, (2) dipublikasikan pada tahun 2017 - 2022, (3) membahas tentang faktor - faktor yang mempengaruhi resiliensi penyandang disabilitas fisik, (4) membahas tentang resiliensi disabilitas fisik bawaan dan/atau non bawaan, dan (5) dapat diunduh sehingga ditemukan hasil yaitu terdapat empat faktor internal yang berpengaruh yaitu regulasi emosi, self-efficacy, coping skills, dan fleksibilitas kognitif dan dua faktor eksternal yang berpengaruh yaitu dukungan orangtua dan dukungan teman sebaya. Resiliensi pada penyandang disabilitas fisik tidak ditentukan dari satu faktor saja melainkan banyak faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Diharapkan individu penyandang disabilitas fisik dapat memperhatikan faktor internal dan eksternal dalam membantu mencapai resiliensi.
Kesejahteraan Psikologis Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus : Literature Review
Chandra Astiti, I Gusti Ayu Agung Sri Laksmi;
Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8781
Penelitian ini mengkaji pada orangtua yang khususnya memiliki anak berkebutuhan khusus, yang memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Membesarkan anak berkebutuhan khusus tersebut dapat membuat perubahan besar pada kehidupan orangtua, khususnya ibu. Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus awalnya mengalami masa berduka, menolak, dan berlanjut hingga mencapai suatu tahap menerima kenyataan bahwa ia memiliki anak yang berbeda dengan anak normal. Ketika orangtua mengalami tahap-tahap tersebut, akan berpengaruh pada kesejahteraan psikologisnya. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan kajian literatur deskriptif. Proses penggalian literatur dilakukan pada platform Google Scholar. Dari hasil pencarian ditemukan 1.180 hasil jurnal, namun yang memasuki kriteria hanya 11 jurnal saja, dan 2 skripsi, maka dari itu kajian literatur review hanya berfokus pada 10 jurnal saja yang memenuhi sesuai kriteria yang membahas mengenai kesejahteraan psikologis orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan rentang publikasi dari 2017-2022. Berdasarkan kajian literatur didapatkan hasil penelitianyaitu terdapat beberapa aspek yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu koping stres, dukungan keluarga, kebersyukuran, dukungan sosial suami dan parenting self-efficacy dan optimisme, penerimaan diri dan dukungan sosial lingkungan sekitar.
Faktor Internal Psikologis Terhadap Ide Bunuh Diri Remaja Di Indonesia
Pradipta, I Made Rendi;
Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9966
Masalah bunuh diri di kalangan remaja marak terjadi sekarang, dimana hampir setiap bulannya selalu muncul berita remaja yang mengakhiri hidupnya sendiri di berbagai tempat di Indonesia. Ide bunuh diri remaja muncul karena pada tahap ini perkembangan emosi yang terjadi masih labil. Banyak faktor seperti trauma dan pengalaman peristiwa negatif yang dapat mendorong munculnya gangguan mental dan ide bunuh diri remaja. Ide dan upaya melalukan bunuh diri sering terjadi secara impulsif, perilaku bunuh diri dapat terjadi hanya dengan sedikit dorongan dari ide bunuh diri. Ide bunuh diri akan menjadi awalan yang mendahului sebuah upaya tindakan bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal lebih dalam faktor psikologis sebagai faktor risiko internal pada remaja Indonesia karena dengan diketahuinya faktor – faktor ini dapat membantu dalam melakukan intervensi dan pencegahan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur deskriptif terhadap 9 penelitian dengan jumlah responden beragam dan kriteria responden adalah remaja. Hasil kajian literature mendapatkan faktor – faktor psikologis internal yang berpengaruh terhadap ide bunuh diri remaja di Indonesia meliputi perasaan tertekanan, keputusasaan, bullying, harga diri rendah, kepribadian neuroticism, kecemasan, tingkat depresi, stress, kesepian (loneliness) dan ketidakberdayaan. Kajian literature dilakukan mengingat pentingnya menyadari kemunculan ide bunuh diri pada remaja karena dapat menentukan intervensi dan pencegahan yang tepat.
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Baru
Citrawati, Ayu Komang;
Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10619
Pada masa pandemi Covid-19, self regulated learning sangat dibutuhkan karena pembelajaran sebelumnya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, sehingga mahasiswa memiliki kecenderungan untuk belajar sesuai arahan dosen, aktivitas maupun praktek langsung, namun berbeda dengan mahasiswa baru saat ini yang diharuskan melakukan pembelajaran dari awal secara daring, dimulai dari Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan juga melakukan pembelajaran secara mandiri sampai keadaan kembali normal. Sehingga diharapkan dengan adanya Self Regulated learning mahasiswa baru dapat mengatur dan mengarahkan dirinya sendiri, menyesuaikan dan mengendalikan diri, terutama dalam menghadapi tugas yang sulit.
Kekerasan dalam Pacaran yang Dialami oleh Perempuan : Sebuah Kajian Literatur
Tisyara, Made Kirana Amaradellia;
Valentina, Tience Debora
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/pib.v5i1.25696
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dalam berpacaran dan keputusan perempuan untuk mempertahankan hubungan berpacaran meskipun mengalami kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian sistematik literatur. Kriteria inklusi dalam pencarian literatur yang digunakan yaitu 1) artikel diterbitkan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir yaitu 2013-2022; 2) subjek penelitian pada literatur berjenis kelamin perempuan yang sedang atau pernah mengalami kekerasan dalam pacaran; 3) subjek penelitian tergolong remaja awal hingga dewasa awal berusia 10-25 tahun; 4) membahas mengenai bentuk kekerasan dalam pacaran, alasan bertahan atau alasan mengakhiri hubungan dengan kekerasan di dalam satu artikel. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat beberapa bentuk kekerasan yang dialami perempuan saat berpacaran, yaitu bentuk fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Perempuan yang telah mengalami kekerasan memilih untuk bertahan karena alasan cinta, rendahnya self-esteem, kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, dan kurangnya pengetahuin terkait bentuk kekerasan. Perempuan yang memilih untuk keluar dari hubungan dengan kekerasan dikarenakan perasaan tertekan, tingginya self-esteem, usia di bawah umur, dan terdapat dukungan dari lingkungan.
Sumber kecemasan dan strategi koping remaja pada masa pandemi COVID-19
Valentina, Tience Debora;
Nurcahyo, Firmanto Adi;
Astiti, Dewi Puri
Mediapsi Vol 9 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2023.009.01.874
This research was conducted to explore the source of anxiety and coping strategy of youth during the COVID-19 pandemic in Indonesia. A qualitative survey was conducted online with 365 young people aged 15-23 year. Six themes arise in this study that show sources of anxiety of young people, namely: a) fear of being infected with the COVID-19, b) uncertainty about the future, c) social relation problems, d) academic-related anxiety, e) family economic problems, f) exposure to information on cases of COVID-19 infection. We also found eight coping strategies to deal with anxiety, namely religious coping, active coping, making meaning, seeking emotional support, optimism, avoidance, emotional regulation, and exercises. The findings implied that young people develop religiosity and in combination with other coping strategies to endure the unprecedented outbreak of COVID-19. This finding implies that psychological interventions should address religious coping to help young people to cope with various sources of anxiety during stressful life events such as the COVID-19 pandemic.
Hubungan Regulasi Diri Dengan Status Gizi pada Remaja Akhir di Kota Denpasar
A.A. Istri Mira Pramitya;
Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p05
One of the nutritional problem in adolescent is about health which it’s also major concern in the health sector. Obesity and anemia are two things that vulnerable adolescents facing problem related to nutritional problem. Proliferation of fast food restaurant are very contradictory to the widespread phenomenon of obesity which it’s been a global epidemiology and body image distortion is concerned with anemia which it’s related with losing body weight. Nutrition fulfillment can be seen through optimal nutrition status as related to the ability of people to control their behavior, emotion and mind (drives). The purpose of this research is to explore the relationship between self-regulation with nutritional status of fulfillment. This research used quantitative methods. The subject of this research are 280 late adolescents in Denpasar. Data was gathered by using self-regulation scale (r=0,936; ?=0,273-0,625) Physical measurement with Body Mass Index (BMI) is used to measure nutritional status. Data analysis is performed by Spearman analysis. The result shows that there is correlation coefficient score (p) is 0,822. It means there is no significant relationship between self-regulation and nutritional status of late adolescents in Denpasar. Therefore, alternative hypothesis is rejected, it can caused by the theory that used in this research hasn’t been much tested in other studies, the sampling technique is less representative and there are internal and external factor which are more related with nutritional status and it will be discussed later. Key words: self-regulation, nutritional status, late adolescent.
Hubungan Kelekatan Orangtua-Remaja dengan Kemandirian pada Remaja di Smkn 1 Denpasar
Audy Ayu Arisha Dewi;
Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p18
In adolescence, there are several developmental tasks that must be faced, one of which is the development of autonomy. Role of parents can’t be separated on the formation of adolescent autonomy because of an emotional connection between parents and adolescence. Emotional connection that persists for long periods is called attachment. This study aimed to determine the relationship between parent-adolescent attachment with adolescent autonomy in SMKN 1 Denpasar. The sampling technique used in this study is simple random sampling. Subjects of this research are 330 students in SMKN 1 Denpasar, from age 15-18 years old. Researcher deploy two scales, the parent-adolescent attachment scale adapted from the Inventory Parent and Peer Attachment (Armsden & Greenberg, 1987) and autonomy scale is based on aspects that proposed by Steinberg (2009). The data obtained in this study were analyzed by simple regression analysis to examine the relationship between parent-adolescent attachment and autonomy. Regression analysis results t value 3,652 and P = 0.000 (P < 0.05). It means attachment to parents and adolescent autonomy are significantly and positively correlated, when parent-adolescent’s attachment is high they will have a high score on autonomy too. Coefficient of determination equal to 0.039 indicates the attachment contribution to the autonomy is 3,9%, and 96,1% was contributed by other factors such as gender, birth order, school activities and community activities. Keywords: attachment, autonomy, adolescence.
PENGARUH MENARI TARI BALIH-BALIHAN TERHADAP HARGA DIRI REMAJA TUNARUNGU DI SLB B BALI
Ni Luh Indah Desira Swandi;
Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Umum (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
Deaf adolescent has different characteristics in speech and language (Effendi, 2009). These differences cause difficulties in interacting and dealing with adolescent developmental tasks so that adolescent feels isolated and has low self-esteem (Halimah & Elcamila, 2010). One way to improve self-esteem is by dancing, as a form of self-expression and development of confidence in the self competence (Branden, 2005). This study aimed to determine the effect of dancing Balih-balihan toward self esteem of deaf adolescent in Bali. The sampling technique used in this study is two stages cluster sampling. Subjects of this research are 40 deaf students of SLB B in Bali, from age 11-24 years old. The research method that used is ex post facto. Data is collected by using scale of self-esteem based on aspects by Coopersmith. The dance variable is divided into two groups named the control and the experimental group, in this case the experimental group has been doing dance activity as a compulsory activity in schools. Data were analyzed by using Independent Sample T-Test. The validity test shows there are 20 valid items with a reliability coefficient of 0.384. The result of data analysis shows data distribution is normal and homogeneous. Independent Sample T-Test results t values 1.542 with a probability value 0.131 (p> 0.05). It means there is no significant effect of dancing Balih-balihan toward self-esteem of deaf adolescent in Bali. Keywords: Dancing Balih-balihan, self-esteem, deaf adolescent
KUALITAS HIDUP MANTAN PECANDU NARKOBA YANG SEDANG MENJALANI TERAPI METADON
Gede Indra Surya Lasmawan;
Tience Debora Valentina
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p01
Over time, drugs abuse in various parts of the world increase widely. Similarly in Indonesia, the results of a survey conducted by the National Narcotics Agency revealed that there are 3.8 million people in Indonesia are drugs user in 2013. Various cases showed that the impact of drugs abuse seen in the loss of materials and non-materials, and can even cause death. Therefore, people who addicted to drugs should immediately stop consuming and required to undergo a recovery process. Therapeutic method with medical approaches recognized until now are diversion programs to substitute drugs or other substance called methadone therapy (Puspita, 2008). Although there are many positive benefits that make the patient to function normally, but methadone therapy also cause side effects and dependence that can psychologically affect the quality of life of patients (Maeyer, 2011). This makes the researcher interested in studying the quality of life of former drugs addicts undergo methadone treatment. This study used a qualitative method with a phenomenological design with interview and observation as data collection techniques. Respondents were four patients who involve in methadone therapy. Results of the study shows that methadone helps individuals in various aspects of quality of life such as physical health aspect, where the individual can return to normal activities. In the psychological aspects, the individual has motivation to reach higher accomplishment and not mired in regret. Relate to aspects of social relations, family members give support and motivation. Furthermore, environmental aspect showed that individuals have their own work to fulfill their necessary. Keywords: quality of life, former drugs addicts, methadone therapy