Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Intervensi Pada Individu yang Melakukan Self-Injury: Literature Review Susanto, Rachel Cittradewi; Valentina, Tience Debora
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-injury adalah perilaku menyakiti diri sendiri yang merupakan bentuk dari strategi penurunan emosi negatif. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan perilaku self-injury adalah dengan menerapkan intervensi-intervensi psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bagaimana keefektifan dari intervensi dalam menurunkan perilaku self-injury. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan teknik analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil analisis terhadap studi literatur yang telah dilakukan, ditemukan 8 model intervensi yaitu REBT, DBT, Konseling pendekatan CBT, Self-Talk Therapy, Expressive Writing Therapy, Art Therapy, Teknik Dispute Cognitive, dan Empathic Love Therapy yang semuanya terbukti efektif dalam menurunkan perilaku self-injury.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Resiliensi pada Penyandang Disabilitas Fisik:: Literature Review Wisesa, I Made Narendra Nanta; Valentina, Tience Debora
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1442

Abstract

Resiliensi erat kaitannya dengan penyandang disabilitas fisik karena penyandang disabilitas fisik mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sering mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar sehingga penyandang disabilitas fisik lebih memilih untuk menarik diri. Penyandang disabilitas fisik cenderung mengalami gejala depresi dibandingkan dengan individu normal. Melihat permasalahan tersebut, muncul pertanyaan hal apa yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik sehingga tulisan ini dibuat bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi resiliensi pada penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Artikel yang digunakan dalam penulisan kajian literatur berasal dari ScienceDirect dan Google Scholar dengan kriteria inklusi (1) memaparkan artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, (2) dipublikasikan pada tahun 2017 - 2022, (3) membahas tentang faktor - faktor yang mempengaruhi resiliensi penyandang disabilitas fisik, (4) membahas tentang resiliensi disabilitas fisik bawaan  dan/atau non bawaan, dan (5) dapat diunduh sehingga ditemukan hasil yaitu terdapat empat faktor internal yang berpengaruh yaitu regulasi emosi, self-efficacy, coping skills, dan fleksibilitas kognitif dan dua faktor eksternal yang berpengaruh yaitu dukungan orangtua dan dukungan teman sebaya. Resiliensi pada penyandang disabilitas fisik tidak ditentukan dari satu faktor saja melainkan banyak faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Diharapkan individu penyandang disabilitas fisik dapat memperhatikan faktor internal dan eksternal dalam membantu mencapai resiliensi.
Kesejahteraan Psikologis Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus : Literature Review Chandra Astiti, I Gusti Ayu Agung Sri Laksmi; Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8781

Abstract

Penelitian ini mengkaji pada orangtua yang khususnya memiliki anak berkebutuhan khusus, yang memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Membesarkan anak berkebutuhan khusus tersebut dapat membuat perubahan besar pada kehidupan orangtua, khususnya ibu. Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus awalnya mengalami masa berduka, menolak, dan berlanjut hingga mencapai suatu tahap menerima kenyataan bahwa ia memiliki anak yang berbeda dengan anak normal. Ketika orangtua mengalami tahap-tahap tersebut, akan berpengaruh pada kesejahteraan psikologisnya. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan kajian literatur deskriptif. Proses penggalian literatur dilakukan pada platform Google Scholar. Dari hasil pencarian ditemukan 1.180 hasil jurnal, namun yang memasuki kriteria hanya 11 jurnal saja, dan 2 skripsi, maka dari itu kajian literatur review hanya berfokus pada 10 jurnal saja yang memenuhi sesuai kriteria yang membahas mengenai kesejahteraan psikologis orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan rentang publikasi dari 2017-2022. Berdasarkan kajian literatur didapatkan hasil penelitianyaitu terdapat beberapa aspek yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu koping stres, dukungan keluarga, kebersyukuran, dukungan sosial suami dan parenting self-efficacy dan optimisme, penerimaan diri dan dukungan sosial lingkungan sekitar.
Faktor Internal Psikologis Terhadap Ide Bunuh Diri Remaja Di Indonesia Pradipta, I Made Rendi; Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9966

Abstract

Masalah bunuh diri di kalangan remaja marak terjadi sekarang, dimana hampir setiap bulannya selalu muncul berita remaja yang mengakhiri hidupnya sendiri di berbagai tempat di Indonesia. Ide bunuh diri remaja muncul karena pada tahap ini perkembangan emosi yang terjadi masih labil. Banyak faktor seperti trauma dan pengalaman peristiwa negatif yang dapat mendorong munculnya gangguan mental dan ide bunuh diri remaja. Ide dan upaya melalukan bunuh diri sering terjadi secara impulsif, perilaku bunuh diri dapat terjadi hanya dengan sedikit dorongan dari ide bunuh diri. Ide bunuh diri akan menjadi awalan yang mendahului sebuah upaya tindakan bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenal lebih dalam faktor psikologis sebagai faktor risiko internal pada remaja Indonesia karena dengan diketahuinya faktor – faktor ini dapat membantu dalam melakukan intervensi dan pencegahan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur deskriptif terhadap 9 penelitian dengan jumlah responden beragam dan kriteria responden adalah remaja. Hasil kajian literature mendapatkan faktor – faktor psikologis internal yang berpengaruh terhadap ide bunuh diri remaja di Indonesia meliputi perasaan tertekanan, keputusasaan, bullying, harga diri rendah, kepribadian neuroticism, kecemasan, tingkat depresi, stress, kesepian (loneliness) dan ketidakberdayaan. Kajian literature dilakukan mengingat pentingnya menyadari kemunculan ide bunuh diri pada remaja karena dapat menentukan intervensi dan pencegahan yang tepat.
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Baru Citrawati, Ayu Komang; Valentina, Tience Debora
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10619

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, self regulated learning sangat dibutuhkan karena pembelajaran sebelumnya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, sehingga mahasiswa memiliki kecenderungan untuk belajar sesuai arahan dosen, aktivitas maupun praktek langsung, namun berbeda dengan mahasiswa baru saat ini yang diharuskan melakukan pembelajaran dari awal secara daring, dimulai dari Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan juga melakukan pembelajaran secara mandiri sampai keadaan kembali normal. Sehingga diharapkan dengan adanya Self Regulated learning mahasiswa baru dapat mengatur dan mengarahkan dirinya sendiri, menyesuaikan dan mengendalikan diri, terutama dalam menghadapi tugas yang sulit.
Kekerasan dalam Pacaran yang Dialami oleh Perempuan : Sebuah Kajian Literatur Tisyara, Made Kirana Amaradellia; Valentina, Tience Debora
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.25696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dalam berpacaran dan keputusan perempuan untuk mempertahankan hubungan berpacaran meskipun mengalami kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian sistematik literatur. Kriteria inklusi dalam pencarian literatur yang digunakan yaitu 1) artikel diterbitkan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir yaitu 2013-2022; 2) subjek penelitian pada literatur berjenis kelamin perempuan yang sedang atau pernah mengalami kekerasan dalam pacaran; 3) subjek penelitian tergolong remaja awal hingga dewasa awal berusia 10-25 tahun; 4) membahas mengenai bentuk kekerasan dalam pacaran, alasan bertahan atau alasan mengakhiri hubungan dengan kekerasan di dalam satu artikel. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat beberapa bentuk kekerasan yang dialami perempuan saat berpacaran, yaitu bentuk fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Perempuan yang telah mengalami kekerasan memilih untuk bertahan karena alasan cinta, rendahnya self-esteem, kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, dan kurangnya pengetahuin terkait bentuk kekerasan. Perempuan yang memilih untuk keluar dari hubungan dengan kekerasan dikarenakan perasaan tertekan, tingginya self-esteem, usia di bawah umur, dan terdapat dukungan dari lingkungan. 
Sumber kecemasan dan strategi koping remaja pada masa pandemi COVID-19 Valentina, Tience Debora; Nurcahyo, Firmanto Adi; Astiti, Dewi Puri
Mediapsi Vol 9 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2023.009.01.874

Abstract

This research was conducted to explore the source of anxiety and coping strategy of youth during the COVID-19 pandemic in Indonesia. A qualitative survey was conducted online with 365 young people aged 15-23 year. Six themes arise in this study that show sources of anxiety of young people, namely: a) fear of being infected with the COVID-19, b) uncertainty about the future, c) social relation problems, d) academic-related anxiety, e) family economic problems, f) exposure to information on cases of COVID-19 infection. We also found eight coping strategies to deal with anxiety, namely religious coping, active coping, making meaning, seeking emotional support, optimism, avoidance, emotional regulation, and exercises. The findings implied that young people develop religiosity and in combination with other coping strategies to endure the unprecedented outbreak of COVID-19. This finding implies that psychological interventions should address religious coping to help young people to cope with various sources of anxiety during stressful life events such as the COVID-19 pandemic.