Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Psychology Science

Pengaruh Psychological Capital terhadap Work Engagement pada Karyawan Generasi Milenial di Perusahaan Startup Digital Kota Bandung Nida Najmaputri Avianti; Eneng Nurlaili Wangi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9927

Abstract

Abstract. Challenges in the workplace will always exist, so in order for employees to be engaged in their work, it needs to be balanced with high resources ((Bakker & Demerouti, 2008)). Psychological capital is a personal resource that can increase work engagement, because it can be more flexible and adaptive when overcoming challenges, thus providing a competitive advantage (Erum et al., 2020). This research aims to find out how much influence psychological capital has on work engagement among millennial employees in digital startup companies in Bandung City. This research uses quantitative methods with a causality research design. The subjects in this research were 106 respondents who were millennial employees at digital startup companies in Bandung City. The measuring tool used is the Psychological Capital Questionnaire (PCQ) from Luthans et al. (2007) and the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) from Schaufeli & Bakker (2003). Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The research results show that there is a positive and significant influence of psychological capital on work engagement with a large influence of 69.9% (R Square = .699). Partially, the Resilience aspect is the aspect that has the greatest influence. Abstrak. Tantangan di tempat kerja akan selalu ada, maka agar karyawan dapat engaged terhadap pekerjaannya, perlu di imbangi dengan sumber daya yang tinggi (Bakker & Demerouti, 2008). Psychological capital merupakan sumber daya pribadi yang dapat meningkatkan work engagement, karena dapat lebih fleksibel dan adaptif ketika mengatasi tantangan, sehingga memberikan keunggulan yang kompetitif (Erum et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh psychological capital terhadap work engagement pada karyawan mielnial di perusahaan startup digital Kota Bandung. Penelitian ini memggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 responden yang berstatus sebagai karyawan milenial pada perusahaan startup digital di Kota bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire (PCQ) dari Luthans et al. (2007) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker (2003). Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari psychological capital terhadap work engagement dengan besar pengaruh sebesar 69.9% (R Square = .699). Secara parsial aspek Resilience merupakan aspek yang memberikan pengaruh paling besar.
Studi Deskriptif Kecemasan Berkompetitif pada Atlet Mahasiswa yang Mengikuti UKM Bulutangkis di STKIP Pasundan Cimahi Muhammad Lidzikri Khairul Anshor; Wangi, Eneng Nurlaili
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12984

Abstract

Abstract. The achievement of badminton athletes in Indonesia has decreased due to psychological factors and deficiencies in mental aspects. Competitive anxiety is one of the various psychological factors that significantly affect athlete performance. Competitive anxiety is believed to cause negative emotional reactions and will affect the ability of student athletes and cause a decrease in achievement. The purpose of this study was to determine how the competitive anxiety of student athletes in badminton UKM STKIP Pasundan Cimahi. The research method in this study is a quantitative approach by utilizing a questionnaire as a tool in collecting data. Saturated sampling was utilized in this study with a sample size of 107 badminton student athletes. The measuring instrument used in this study is the Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) from Marten et al., (1990) to measure competitive anxiety variables. The results of this study showed that 72 students or 67.3% were categorized as having moderate anxiety, 21 students or 19.6% were categorized as having low anxiety, and the remaining 14 students or 13.1% were categorized as having high anxiety. Abstrak. Prestasi atlet bulutangkis di Indonesia mengalami penurunan karena faktor psikologis dan kekurangan dalam aspek mental. Kecemasan kompetitif menjadi satu di antara berbagai faktor psikologis yang secara signifikan mempengaruhi prestasi atlet. Kecemasan kompetitif dipercaya dapat menyebabkan reaksi emosional yang negatif dan akan mempengaruhi kemampuan atlet mahasiswa serta menyebabkan penurunan prestasi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana gambaran kecemasan berkompetitif atlet mahasiswa di UKM bulutangkis STKIP Pasundan Cimahi. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan kuesioner sebagai alat dalam mengumpulkan data. Sampling Jenuh dimanfaatkan dalam studi ini dengan jumlah sampel 107 atlet mahasiswa bulutangkis. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) dari Marten et al., (1990) untuk mengukur variabel kecemasan berkompetitif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 72 mahasiswa atau 67,3% dikategorikan memiliki kecemasan sedang, 21 mahasiswa atau 19,6% dikategorikan memiliki kecemasan rendah, dan sisanya 14 mahasiswa atau 13,1% dikategorikan memiliki kecemasan tinggi.
Studi Deskriptif Beban Pengasuh pada Ibu yang Memiliki Anak Penderita Kanker Alifia Sarah Azzahra; Wangi, Eneng Nurlaili
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12993

Abstract

Abstract. This study aims to examine the level of caregiver burden among mothers caring for children with cancer at Rumah Singgah in Bandung City. The complex and intricate nature of pediatric cancer care positions mothers as the primary caregivers for their ill children, as they are perceived to provide extensive care. They assist with daily activities, offer emotional support, manage healthcare, coordinate care, and participate in decision-making. A review of the literature indicates that caregivers generally experience psychological, social, physical, and financial challenges due to caregiving responsibilities. This research employs a quantitative approach with accidental sampling techniques, involving 110 mothers who are serving as caregivers for their children and residing at Rumah Singgah in Bandung City. The measurement tool used is the Zarit Burden Interview 22-Item. The results show that 39 mothers are at a minimal/no burden level, 49 mothers are at a mild-to-moderate burden level, 19 mothers are at a moderate-to-severe burden level, and 3 mothers are at a severe burden level. These findings provide insights into the levels of burden experienced by mothers within the family caregiver population, specifically mothers as primary caregivers for their ill children. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat beban pengasuh (caregiver burden) pada ibu yang merawat anak penderita kanker di Rumah Singgah Kota Bandung. Kompleks serta rumitnya proses perawatan kanker pada anak menjadikan ibu sebagai primarly caregiver atau pengasuh utama bagi anak mereka yang sakit karena dipandang dapat melakukan perawatan secara ekstensif. Mereka membantu dalam aktivitas sehari-hari, memberikan dukungan emosional, mengelola perawatan kesehatan, mengoordinasikan perawatan, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan tinjauan literatur, ditemukan bahwa caregivers pada umumnya mengalami permasalahan terkait psikologis, sosial, fisik serta finansial akibat pemberian perawatan atau pengasuhan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling yaitu accidental sampling, melibatkan 110 ibu yang sedang berperan sebagai caregiver anak mereka dan tinggal di Rumah Singgah Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Zarit Burden Interview 22-Item Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39 ibu berada pada tingkat sedikit/tidak memiliki beban, sementara 49 ibu berada pada tingkat beban ringan-sedang, 19 ibu berapa pada tingkat sedang-parah dan 3 ibu berada pada tingkat beban parah. Temuan ini memberikan wawasan mengenai tingkat beban ibu pada populasi family caregiver khususnya ibu sebagai pengasuh utama bagi anak mereka yang sakit.
Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja Natasya Pramesti Alfadiyah; Eneng Nurlaili Wangi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.13003

Abstract

Abstract. Cases of dating violence in Bandung City are currently the highest after domestic violence and have been increasing every year. The attachment style theory can be used to explain the risks associated with dating violence. Attachment is one of the factors that contribute greatly to dating violence. The purpose of this study is to examine the vulnerability of adolescents who experience psychological violence in dating, as seen from insecure attachment, which consists of preoccupied, dismissive, and fearful avoidant styles. Observing insecure attachment will influence adolescents to become victims of psychological violence in dating. This study employs a quantitative correlational research method. The subjects of this study consisted of 150 adolescents in Bandung City. Insecure attachment significantly affects the behavior of victims of violence in dating relationships among adolescents, accounting for approximately 55.1% of the variation in violent victim behavior. These findings indicate that adolescents with insecure attachment tend to be more prone to experiencing victimization behavior of violence in their dating relationships. Abstrak. Kasus kekerasan berpacaran di Kota Bandung pada saat ini menjadi kasus tertinggi pertama setelah kekerasan terhadap rumah tangga dan meningkat setiap tahunnya. Teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan resiko terkait kekerasan dalam pacaran ini ialah teori attachment style. Attachment merupakan salah satu faktor yang berkontribusi besar dalam kekerasan berpacaran. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerentanan remaja yang mengalami kekerasan psikologis dalam berpacaran dilihat dari insecure attachment yang terdiri atas preeocupied, dismissive, dan fearful avoidant. Melihat dari insecure attachment akan mempengaruhi remaja untuk menjadi korban pada kekerasan psikologis dalam pacaran. Metode ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini terdiri dari 150 remaja di kota Bandung. Insecure Attachment secara signifikan mempengaruhi perilaku korban kekerasan dalam hubungan pacaran pada remaja sekitar 55,1% variasi dalam perilaku korban kekerasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja dengan insecure attachment cenderung lebih rentan mengalami perilaku sebagai korban kekerasan dalam hubungan pacaran mereka.