Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS BIBLIOMETRIK: PERKEMBANGAN SOCIAL NETWORK ANALYSIS DALAM RISET KOMUNIKASI POLITIK PADA MEDIA SOSIAL DI INDONESIA Rizky Wulan Ramadhani; Desna Aryana Pratiwi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i1.16802

Abstract

Riset komunikasi politik di Indonesia dimulai pada tahun 2003 dengan melihat opini publik, penerimaan publik pada politisi, isi dan tema kampanye, program politik, serta media kampanye yang digunakan. Social Network Analysis (SNA) merupakan metode untuk memvisualisasikan jaringan komunikasi pengguna media sosial serta langkah untuk mengidentifikasi interaksi. Metode riset komunikasi politik dapat dikembangkan dengan SNA untuk melihat pergerakan isu politik dalam jaringan komunikasi online maupun offline. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren serta perkembangan riset komunikasi politik dengan menggunakan SNA. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik komputasi menggunakan software Publish or Perish untuk mengumpulkan data publikasi dari Google Scholar dengan kata kunci “Social Network Analysis” AND “Komunikasi Politik” OR “Media Sosial” periode 2020 - 2023. Aplikasi VOSViewer juga digunakan untuk memberikan visualisasi hasil analisis dari database yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait topik tersebut sebanyak 495 artikel, dengan jumlah publikasi terbanyak pada tahun 2023 dan publikasi terendah pada tahun 2020. Hasil visualisasi jaringan dijelaskan menjadi tiga bagian yaitu network visualization, overlay visualization dan density visualization. Hal ini menjadi informasi penting bagi para peneliti, untuk dapat melihat bagaimana tren dan juga peluang penelitian terkait topik tersebut dikemudian hari.
KEKERASAN SIMBOLIK PADA PEREMPUAN DENGAN POSTPARTUM DEPRESSION MELALUI SKRINING EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE (EPDS) Rizky Wulan Ramadhani; John R.S.P.K.M. Isa; Rajab Ritonga
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v15i2.18328

Abstract

Masyarakat menciptakan konstruksi sosial untuk mengkategorikan perempuan sebagai “perempuan dan ibu yang baik” yang dapat memicu postpartum atau baby blues pada ibu yang baru saja melahirkan. Postpartum blues bisa menjadi depresi pasca melahirkan jika berlangsung lebih dari dua minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan simbolik yang dialami perempuan yang mengalami postpartum blues melalui skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dengan menggunakan Masculine Dominance Theory milik Pierre Bordui. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada empat perempuan yang telah melakukan skrining dengan skor EPDS lebih dari 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan postpartum blues mengalami kekerasan simbolik sebelum, saat dan setelah menikah agar masuk dalam kategori “perempuan dan ibu yang baik”. Perempuan dikonstruksikan sebagai perempuan yang baik jika mampu melakukan pekerjaan rumah tangga, taat kepada orang tua dan suami, melahirkan secara normal, menyusui anak dan mengasuh anak dengan baik melalui praktik-praktik kekerasan simbolik yang dilakukan oleh suami, keluarga, mertua, masyarakat dan budaya di sekitarnya. Konstruksi sosial yang memaksa perempuan untuk mengurus pekerjaan domestik serta mengurus anak sendiri menjadi salah satu penyebab postpartum blues. Perempuan menjadi mudah menangis, letih dan gelisah, menarik diri, serta memberikan reaksi negatif terhadap bayi dan keluarga pada satu hingga dua minggu pasca melahirkan.