Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Kajian Senyawa Metabolit Sekunder pada Mentimun (Cucumis sativus L.) Wiwit Yuni Astuti; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60886

Abstract

Senyawa metabolit sekunder merupakan produk yang terbentuk dari proses metabolisme secara insidental dan umumnya tidak terlalu berpengaruh penting terhadap kehidupan organisme. Mentimun mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, glikosida, steroid, saponin, tannin, flavonoid, terpenoid, resin, polifenol, fenol, glikosida sianogenik, dan antosianin. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada mentimun dipengaruhi oleh faktor internal (genetik dan fisiologis) dan lingkungan (suhu, salinitas, kekeringan, radiasi sinar UV). Senyawa metabolit sekunder pada mentimun berperan penting bagi kehidupan tanaman atau untuk kesehatan manusia. Senyawa metabolit sekunder pada mentimun berperan sebagai antraktan serta pertahanan tanaman terhadap herbivora, hama, dan patogen. Senyawa metabolit sekunder pada mentimun dalam dunia medis dapat mencegah berbagai macam penyakit seperti peradangan, infeksi bakteri, kanker, demam, diabetes, maupun gangguan pencernaan. Kandungan senyawa metabolit sekunder dapat ditentukan melalui analisis kualitatif (uji warna) dan kuantitatif (kromatografi dan spektrometri). Secara kuantitatif, kandungan senyawa metabolit sekunder harus melalui proses pemisahan melalui kromatografi (paper chromatography, thin layer chromatography, gas liquid chromatography, high performance liquid chromatography) dan diidentifikasi menggunakan detektor (spektrofotometer UV-vis, spektrofotometer IR, NMR spectroscopy, dan mass spectroscopy). Rasa pahit pada mentimun dapat diatasi dengan menggunakan varietas yang menghasilkan buah tidak pahit, menjaga suhu dan kelembaban tanah dengan menentukan periode tanam yang tepat disesuaikan data suhu bulanan, pengairan teratur, serta penggunaan mulsa organik
Kajian Pertumbuhan dan Hasil Lima Aksesi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Tahtihal Anhar; Dyah Weny Respatie; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.74390

Abstract

Produksi kacang hijau di Indonesia pada tahun 2008-2018 cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2018 produksi kacang hijau di Indonesia mencapai 241.334 ton, dan pada tahun 2018 produksi kacang hijau di Indonesia mengalami penurunan menjadi 234.718 ton. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi produktivitas kacang hijau yaitu keterbatasan varietas unggul baru, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai galur-galur kacang hijau baru sebagai calon varietas unggul baru. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil lima aksesi kacang hijau dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 – Desember 2020 di Kebun Percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu aksesi. Aksesi yang digunakan sebanyak lima (F2, F3.1, F3.2, F3.3, dan F3.4) dan (PK-H, VM-4, dan KTG) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetatif antara aksesi F2 hingga F3.4 tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding yaitu PK-H, VM-4, dan KTG. Pada parameter produktivitas dan indeks panen seluruh aksesi dengan varietas pembanding memiliki nilai yang sama yang menandakan bahwa aksesi F2 hingga F3.4 sudah sama dengan varietas yang sudah banyak dipasarkan dan perlu dikembangkan lebih lanjut.
Pengaruh Kombinasi Pupuk N-P-K dan Vinasse Diperkaya Mikroba terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill) Yuliani Wulandari; Dyah Weny Respatie; Taufan Alam
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78636

Abstract

Konsumsi kedelai Indonesia meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk tetapi produksi di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kedelai nasional. Salah satu faktor penyebab produksi kedelai di Indonesia rendah adalah pemupukan yang tidak berimbang. Solusi yang dapat diberikan dari permasalahan tersebut yaitu pemanfaatan vinasse sebagai pembenah tanah dan pengurangan dosis pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pupuk N-P-K dan vinasse diperkaya mikroba terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 di Kebun Tri Dharma, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa pupuk atau kontrol, vinasse diperkaya mikroba, N-P-K standar, 25% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, 50% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, dan 75% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran kombinasi vinasse diperkaya mikroba yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk N-P-K standar maupun pemberian vinasse diperkaya mikroba belum mencapai kriteria kelulusan uji efektivitas pupuk pada tanaman kedelai. Aplikasi vinasse diperkaya mikroba dapat mengurangi penggunaan pupuk N-P-K sebesar 25% pada tanaman kedelai.
Pengaruh Dosis Herbisida Pratumbuh Pendimethalin terhadap Gulma, Pertumbuhan, dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Ayuningtyas, Sekar; Respatie, Dyah Weny; Kastono, Dody
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81870

Abstract

Aplikasi herbisida pratumbuh pendimethalin digunakan untuk mengendalikan gulma rumputan dan daun lebar pada pertanaman kedelai. Herbisida ini bekerja dengan cara mematikan biji-biji gulma atau gulma yang baru berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, dosis dan dampak penggunaan herbisida  pendimethalin dalam mengendalikan gulma pada budidaya kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 di Kebun Tri Dharma Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal yaitu dosis herbisida yang terdiri dari enam aras yaitu 0 l/ha, 0,5 l/ha, 1 l/la, 2 l/ha, 3 l/ha dan 3,5 l/ha, diulang sebanyak tiga kali sebagai blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendimethalin efektif pada perlakuan 3 l/ha karena mampu menekan dominansi gulma rumputan selama periode penanaman kedelai. Aplikasi pendimethalin tidak berpengaruh nyata terhadap komponen hasil kedelai. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dosis pendhimetalin 1,9 l/ha mampu memberikan hasil biji paling tinggi. 
Pengaruh Aplikasi Paclobutrazol dan Dosis Pupuk P Terhadap Pembentukan Bunga dan Buah serta Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Hanifa, Yumna; Respatie, Dyah Weny; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78657

Abstract

Produktivitas mentimun di Indonesia masih rendah salah satunya disebabkan oleh dominasi bunga jantan dibandingkan bunga betina. Salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah aplikasi ZPT Paclobutrazol dengan konsentrasi 0,375 ml.L-1 . Masalah lain yang terjadi pada budidaya mentimun adalah bunga mentimun mudah gugur, hanya sedikit yang mampu berkembang menjadi buah. Untuk itu perlu adanya perbaikan budidaya tanaman mentimun, salah satunya dengan pemupukan P yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah pada tanaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 hingga Februari 2022 di Keboen Damai, Jl. Kaliurang km 8.5, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama aplikasi paclobutrazol (dengan paclobutrazol 0.375 ml.L-1 dan tanpa aplikasi paclobutrazol) dan faktor kedua dosis pupuk SP-36 0 g.tnm-1 , 10 g.tnm-1 , dan 20 g.tnm-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk P yang diberikan belum mampu meningkatkan persentase bunga betina menjadi buah. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan paclobutrazol dan aplikasi pupuk p yang berpengaruh terhadap variabel pembentukan bunga dan buah pada tanaman mentimun. Aplikasi paclobutrazol berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah bunga jantan, serta meningkatkan jumlah bunga betina, serta memberi pengaruh beda nyata terhadap persentase bunga betina menjadi buah, analisis pertumbuhan nisbah luas daun, dan laju asimilasi bersih tanaman mentimun.
Pengaruh Alelokimia Mulsa Jerami Padi (Oryza sativa L.) terhadap Intensitas Serangan Lalat Bibit pada Dua Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Setiawan, Fandi; Respatie, Dyah Weny; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81729

Abstract

Dalam budidaya kedelai (Glycine max L. Merrill) pertumbuhan dan hasilnya dapat dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik. Serangan lalat bibit (Ophiomyia phaseoli) dan perubahan iklim yang tidak sesuai dapat mengganggu budidaya kedelai. Penggunaan mulsa jerami padi bermanfaat untuk membuat iklim mikro pertumbuhan kedelai menjadi sesuai. Permasalahan muncul ketika jerami padi yang berpotensi menghasilkan senyawa alelokimia berupa fenol, sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan hasil kedelai. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk menentukan kultivar dan aplikasi mulsa jerami yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil kedelai optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021-Oktober 2022 di Kebun Percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Split Plot dengan tiga ulangan sebagai blok, Kultivar sebagai main plot dan aplikasi mulsa jerami padi sebagai sub plot. Kultivar yang digunakan adalah Anjasmoro dan Argomulyo. Aplikasi mulsa jerami padi yang dilakukan adalah tanpa aplikasi, aplikasi 0 hari setelah tanam, aplikasi 7 hari setelah tanam dan aplikasi 14 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan Argomulyo menjadi kultivar yang tahan serangan lalat bibit dan kultivar optimal dengan aplikasi mulsa jerami 7 dan 14 hari setelah tanam
Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Flavonoid Ciplukan (Physalis peruviana L.) Aidha Rusita Putri; Dyah Weny Respatie; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.82177

Abstract

Ciplukan (Physalis peruviana L.) merupakan salah satu tanaman liar yang memiliki banyak senyawa, salah satunya adalah flavonoid yang berguna bagi kesehatan. Hal ini membuat tanaman ciplukan berpotensi untuk dibudidayakan secara komersial. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam budidaya ciplukan adalah pemilihan jenis media tanam yang tepat sehingga tanaman ciplukan dapat memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid ciplukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2022 di Kebun Tri Dharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis media tanam menggunakan vinasse dapat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan flavonoid ciplukan. Sedangkan penggunaan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan vinasse memberikan pengaruh sama baiknya terhadap hasil tanaman ciplukan.