Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Guided Imagery terhadap Tingkat Kecemasan dan Depresi Ibu Hamil Selama Pandemi Covid 19 di Puskesmas Koni Kota Jambi Herinawati Herinawati; Diniyati Diniyati; Iksaruddin Iksaruddin; Melyana Nurul Widyawati
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i1.532

Abstract

One of the most vulnerable groups during the coronavirus-19 outbreak is pregnant women. Pregnant women are more prone to anxiety because they see about vertical spread to the fetus. Disturbance during mental health is a common morbidity of pregnancy, about 12% of women experience depression and up to 22% experience high levels of anxiety in late pregnancy. Another study related to anxiety and depression during the pandemic in Turkey in 2019 stated that the Covid-19 outbreak negatively affected the mental health of pregnant women which in turn could harm pregnant women. Problems during pregnancy can be overcome by using non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological techniques is Guided Imagery. Guided imagery or guided imagination technique is the development of mental functions that are expressed dynamically through psychophysiological processes involving all senses and leading to changes in behavior, perception, or physiological responses with someone's guidance or through the media. Methods The research conducted at the Koni Health Center in Jambi City, will be carried out from January to November 2021 with a total of 40 respondents. Quantitative research using a quasi-experimental design with One Group Pretest Posttest Design is to measure the effect (effect) of an intervention carried out on research subjects. Collecting data from primary data obtained from questionnaires. Research Results There is an effect of anxiety level and depression level of pregnant women before and after being given guided imagery. Hopefully, the results of this study will serve as another alternative in providing midwifery care in an effort to overcome anxiety and depression in pregnant women during the Covid-19 pandemi
Hubungan Faktor Risiko dengan Gangguan Kesehatan Ginjal pada Ibu Hamil Hana Nur Fa'izah; Melyana Nurul Widyawati; Rafika Fajrin
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/qm6jq508

Abstract

Kehamilan maupun penyakit ginjal dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh. Penyakit ginjal erat kaitannya dengan peningkatan faktor risiko pada kehamilan. Wanita hamil yang mengalami gangguan ginjal  mempunyai risiko yang signifikan untuk memberikan dampak buruk pada ibu dan janinnya. Beberapa faktor risiko yang berdampak buruk bagi kesehatan ginjal pada ibu hamil adalah hipertensi, preeklamsia, dan diabetes melitus. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 95 ibu hamil, dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis bivariat yang digunakan yaitu uji chi square dan uji odd rasio (OR). Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor risiko (hipertensi, preeklamsia, dan diabetes melitus) dengan gangguan kesehatan ginjal pada ibu hamil diperoleh masing – masing nilai p value-nya < 0,05 yaitu hipertensi (0,01), preeklamsia (0,000), dan diabetes melitus (0,001). Faktor risiko tertinggi adalah hipertensi (OR=4,4), kemudian preeklamsia (OR=2,2) dan diabetes melitus (OR=1,6). Berdasarkan penelitian ini diharapkan Ibu hamil mengetahui faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan ginjal pada ibu hamil seperti hipertensi, preeklamsia, dan diabetes melitus agar dapat meningkatkan pengetahuan dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan ginjal pada ibu hamil.