Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi Seorang Pembimbing Klub Studi Bahasa Inggris Tentang Implementasinya untuk Mendukung Kemampuan Berbicara Shinta Suyoto; Niko Fediyanto
Pubmedia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbi.v3i2.2622

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemakaian metode mengajar dalam Kelompok Belajar Bahasa Inggris guna meningkatkan latihan bicara siswa. Riset ini mengambil metode kualitatif melalui dialog mendalam, sambil menilik pelaksanaan kerangka kerja berorientasi hasil, meliputi kegiatan bertema seperti menyimak berita dan mendongeng. Temuan menyoroti bahwa Klub Studi Bahasa Inggris berfungsi melalui desain instruksional terstruktur yang memprioritaskan pendekatan konteks kehidupan nyata, memungkinkan siswa untuk menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari mereka. Studi ini juga mengungkapkan peran instruktur dalam menerapkan strategi umpan balik yang tidak menghakimi, yang menciptakan lingkungan yang fleksibel untuk keluaran linguistik yang berkelanjutan. Terlepas dari tantangan seperti ketidakkonsistenan kehadiran dan konflik penjadwalan, klub mempertahankan kontinuitas instruksionalnya melalui adaptasi metodologis strategis, seperti evaluasi berkala dan konfigurasi ulang jadwal. Hal ini menunjukkan peran penting kegiatan ekstrakurikuler sebagai tempat adaptif untuk praktik bahasa, menekankan potensi kerangka komunikasi fungsional dalam memberikan peluang yang konsisten bagi siswa untuk terlibat dalam interaksi berbicara alami.
Manusia dan Geguritan di Surabaya (Kajian Semiotik Disertai Telaah Subkultur) Joko Susilo; Niko Fediyanto
Jurnal Sosial Humaniora Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v10i1.2159

Abstract

The movement of geguritan (javanese poem) is not just a resistancemovement towards the general rule of Javanese literature. It providesconvenience for the community (in the same subculture) to understandJavanese culture easier. This movement refers to the 'whole way of life' or'maps of meaning' that makes this world understandable by its members.The word 'sub' connotes a specific, unique condition and different than thedominant society. Person who was born in arekan environmentor Suroboyoan often encounter difficulties when trying to comprehendMataraman Javanese. Geguritan is a manifestation of the ideas or creativitygenerated by penggurit (poet). In Surabaya, a group of geguritan authors isone subculture, that offers a new view, reinterpret the old view, andsometimes even break a single truth that have been taught long enough toJavanese community in Surabaya.