Rini Iswari
Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian Wayang Di Kabupaten Tegal Melalui Sanggar Satria Laras Setiawan, Dedi Arif; Iswari, Rini; Alimi, Mohammad Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Satria Laras merupakan salah satu sanggar yang ada di Kabupaten Tegal yang memiliki perhatian terhadap kesenian wayang. Sanggar Satria Laras tidak hanya melakukan pementasan wayang saja, melainkan juga melakukan pengembangan wayang dan pementasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pelestarian wayang dan faktor pendorong pendorong dan penghambat yang dialami Sanggar Satria Laras dalam melestarikan wayang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep pelestarian dinamis milik Sedyawatu dan teori difusi inovasi milik Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Satria Laras diantaranya 1) produksi Wayang, 2) pengembangan wayang dan pementasannya, 3) pemanfaatan Sanggar Satria Laras dan Rumah Wayang 2, dan 4) perlindungan wayang oleh Sanggar Satria Laras. Sanggar Satria Laras (Satria Laras Studio) is one of studios in Tegal Regency which gets attention to the puppets, wheter leather puppets art. Sanggar Satria Laras is not only doing Puppets show, but also doing development to puppets and the show. The purpose of this reseaech is to find out the kinds of puppets preservation and the supportive and the obstacle factors happened to Sanggar Satria Laras in preserving puppets. The research method used is qualitative research method. The technique of collecting data used by observation, interview and documentation. The data analysis used the dinami preservation concept by Sedyawati and diffusion innovation theory by Rogers. The result of the research shows that the kind of preservation done by Sanggar Satria Laras as follow 1) puppets production, 2) puppets development, 3) the utilization of Sanggar Satria Laras and Rumah wayang 2, and 4) the puppets protection by Sanggar Satria Laras.
Kesehatan Rumah Tangga di Lingkungan Pesisir (Kajian Antropologi Kesehatan Lingkungan di Tambak Rejo Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang Hapsari, Frieda Nur; Husain, Fadly; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi lingkungan Tambak Rejo yang kumuh sehingga perlu adanya kajian tentang PHBS di Lingkungan Tambak Rejo sebagai salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) PHBS dalam rumah tangga di Lingkungan Tambak Rejo belum terlaksana sepenuhnya, karena masih banyak terdapat anggapan masyarakat bahwa lingkungan yang kumuh membuat manusia kebal terhadap berbagai penyakit sehingga PHBS dalam Rumah Tangga di Lingkungan Tambak Rejo kurang diperhatikan (2) Tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat sehubungan dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan di Lingkungan Tambak Rejo masih kurang karena budaya masyarakat yang menggunakan tumpukan sampah untuk bahan meninggikan rumah. The background of this research is done for the need of PHBS study at Tambak Rejo as an healthy increasement in that area conducted by the dirty enviromental conditions of Tambak Rejo. Qualitative method is used in this research. data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results are showing (1) PHBS of enviromental health at Tambak Rejo has not been fully applied because people still considered that dirty enviromental will make them immune to any disease, so it makes PHBS at Tambak Rejo less attention (2) the level of awareness of behaviour related to the enviromental health of household in Tambak Rejo is lacking because of the culture of the community who use the garbage for the material to make higher the house.
Fungsi Forum Ar-Robithoh Sebagai Pengelola Remitan Pada Keluarga Warteg Jakarta Di Desa Sidakaton Kecamatan Dukuh turi Kabupaten Tegal Tristanti, Nurma; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk 1) Mengetahui alasan masyarakat Desa Sidakaton bekerja sebagai pedagang warteg di Jakarta, 2) Mengetahui fungsi Forum Ar-Robithoh dalam penyaluran remitan ekonomi ke keluarga warteg di Desa Sidakaton. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yautu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Masyarakat Desa Sidakaton bekerja sebagai pedagang warteg di Jakarta karena lingkungan yang banyak menjadi pedagang warteg, salah satunya orang tua. Kebutuhan akan sekolah anak serta pendapatan yang kurang dari pekerjaan sebelumnya juga membuat masyarakat tertarik membuka usaha warteg di Jakarta, 2) Forum Ar-Robithoh sebagai lembaga sekunder membantu pedagang warteg mengirimkan remitan hanya dengan cara menghubungi agen penyalur remitan yang ada di desa melalui telepon. Jasa penyaluran remitan mempermudah pengiriman uang ke desa karena pedagang warteg tidak harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk mengirim. Biaya administrasi yang diterapkan forum tidak memengaruhi pedagang warteg dalam menggunakan jasa penyaluran remitan dari forum. This article aims to 1) to know the reason of the society of Sidakaton village to work as a warteg trader in Jakarta, 2) to know the function of Ar-Robithoh Forum in distributing economic remittance to warteg family in Sidakaton Village. The method in this research is qualitative. Technique of collecting data in this research yautu with observation, interview and documentation. The results of this study indicate that 1) Society of Sidakaton Village works as a warteg trader in Jakarta because of the many neighborhoods becoming warteg traders, one of them parents. The need for children's schools and less income from previous jobs also made people interested in establishing a warteg business in Jakarta, 2) Ar-Robithoh Forum as a secondary institution assisting warteg traders to send remittances by simply contacting the remittance dealer in the village by telephone. Remittance service makes it easy to send money to the village because the warteg traders do not have to spend money in advance to send. Administration fees applied by forums do not affect warteg traders in using remittance services from forums.
Bentuk Toleransi Umat Beragama Islam dan Konghucu di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Kurnianto, Rahadhion Dwi; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toleransi menjadi hal yang penting bagi masyarakat khususnya pada masyarakat yang bersifat multikultural. Keberanekaragaman yang ada di Indonesia rawan menyebabkan konflik horizontal di masyarakat, terutama potensi konflik antar agama. Perbedaan yang ada mampu untuk diterima dengan sikap toleransi oleh masyarakat Desa Karangturi, Lasem. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Konsep yang digunakan yaitu Multikultural H.A.R Tilaar dan Toleransi Djohan Effendi. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Desa Karangturi sebagai daerah multikultural yang terkenal dengan masyarakat keturunan Tionghoa mampu hidup rukun dan damai dengan masyarakat asli Jawa. 2) Berbagai bentuk toleransi yang ada di Desa Karangturi Lasem mencerminkan sikap masyarakat Lasem menerima etnis pendatang Tionghoa sehingga berdiri kawasan Pecinan. 3) Sikap toleransi yang ada di Desa Karangturi merupakan sikap turun termurun yang sudah ada sejak datang dan menetapnya keturunan Tionghoa. Penanaman nilai dan norma yang diberikan sejak kecil bertujuan untuk menjaga kerukunan yang ada di masyarakat.
Sewu Mergo Siji Pati Sebagai Pandangan Hidup Orang Kalang di Desa Tratemulyo Kecamatan Weleri Kendal Hayati, Nurmala; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalang sebagai bagian dari masyarakat yang mendiami wilayah Weleri, salah satunya di Desa Tratemulyo. Kalang memiliki kepercayaan sewu mergo siji pati dan digunakan sebagai pandangan hidup. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan sewu mergo siji pati sebagai pandangan hidup Orang Kalang di Desa Tratemulyo Kendal. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan konsep kepercayaan, pandangan hidup, dan sangkan paraning dumadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan sewu mergo siji pati memiliki ajaran-ajaran hidup yang bersumber dari leluhur dan juga terdapat nilai-nilai hidup. Keberadaan Orang Kalang tentunya juga menimbulkan pandangan yang berbeda dari masyarakat dilihat dari tiga aspek yakni kelahiran, perkawinan, dan kematian. Pandangan tersebut memunculkan adanya sikap ethok-ethok untuk menghargai kegiatan yang dilakukan oleh Orang Kalang.
Ethnobotanical Knowledge of Plant Ingredients Among Sellers of Jamu Ngadirgo Semarang Husain, Fadly; Sary, Dian Puspita; Fajar, Fajar; Iswari, Rini; Wahidah, Baiq Farhatul
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 12, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i2.25440

Abstract

Traditional medicine is a medical resource that can be accessed easily by communities. Utilization of plants as herbal concoction such as jamu is one of the medical resource. There are some variations of plants species utilized in herbal medicine of jamu. Therefore, it is necessary to do a lot of studies on knowledge of jamu types and the variety of plants used in it. The research was conducted in Ngadirgo, Semarang City, where many residents work as jamu seller. By using qualitative research method and applying interview and observation technique, this research examines the ethnobotanical knowledge of jamu as herbal medicine and identifies various of plant species used in the concoction. The findings of this research show that the ethnobotanical knowledge of jamu sellers is generally obtained from older family. There are 17 types of jamu usually produced which can be distinguished as daily jamu and special jamu made by adjusting to customer order. In producing various types of jamu, the sellers use about 50 plants species as ingredients in jamu concoction. They obtain the plants by buying from the local market, and taking from their house yard or garden. This research can contribute in the conservation of community knowledge on herbal jamu and the plants used in it, as a unique identity of Javanese traditional medicine.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Siaga (Studi Kasus Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus) Mulyaningrum, Ardyani; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 1 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang keberhasilan suatu program. Program Desa Siaga memiliki tujuan agar masyarakat Desa peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pelaksanaan program Desa Siaga pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, 2) Mengetahui partisipasi masyarakat dalam program Desa Siaga pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Metode penelitian ini adalah Kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan Desa Siaga dilaksanakan satu bulan sekali dengan tujuan pemeriksaan kesehatan secara dini mengenai tinggi badan, berat badan, lingkar perut, kadar lemak, asam urat, kolestrol dan gula darah, 2) Keikutsertaan Kader Kesehatan dalam program Desa dilibatkan ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam kegiatan Pos Pembinaan Terpadu. Saran bagi kepengurusan Forum Kesehatan Desa pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu perlu mengajak kerjsama dengan organisasi remaja yang terdapat di Desa Jepang untuk ikut mensosialisasikan mengenai adanya kegiatan Pos Pembinaan Terpadu dan mengajak keikutsertaan remaja untuk hadir pada pelaksanaan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu.
Sosialisasi Pembinaan Karakter dalam Program Generasi Berencana (GenRe) Melalui Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIK-MA) Sahabat Kota Pekalongan Fitriyanti, Dahlia; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 2 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Pembinaan karakter merupakan salah satu aspek penting bagi remaja dalam menemukan dan mengembangkan jati diri supaya tidak terburu-buru untuk melakukan pernikahan dini. Pemikiran remaja yang primisif perlu diimbangi dengan pikiran positif melalui PIK-MA Sahabat sebagai wadah yang menyalurkan informasi mengenai Program GenRe. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui PIK-MA Sahabat melakukan sosialisasi pembinaan karakter. 2) Mengetahui program Generasi Berencana diimplementasikan dalam kegiatan PIK-MA Sahabat. Metode penelitian ini adalah Kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) PIK-MA Sahabat memberikan pembinaan karakter melalui sosialisasi, adanya proses pentransferan nilai kebudayaan baru terharap remaja sehingga menghasilkan kebiasaan, sikap dan ide-ide baru dari remaja. Proses pembiasaan dari setiap tindakan yang yang sering diulangi pada akhirnya akan menjadi suatu pola, 2) Program GenRe dijadikan sebagai implementasi program kegiatan PIK-MA Sahabat karena fungsi dari PIK-MA sendiri adalah sebagai wadah penyaluran informasi dan ilmu dari program GenRe. Saranbagi Pengurus PIK-MA Sahabat, lebih meningkatkan potensi pada anggota divisi pendidik sebaya dan konselor sebaya, sehingga mudah dalam menyalurkan informasi Program GenRe untuk meminimalisir terjadinya pernikahan dini dan mempersiapkan remaja dalam merencanakan kehidupan berkeluarga.
Sekolah Ramah Anak: Kerja Sama Sekolah dan Orang Tua Siswa di SMP Negeri 26 Semarang Ramadanti Putri, Indah Mentari; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 26 Semarang merupakan sekolah di Semarang yang pertama kali mendeklarasikan sekolah ramah anak, serta mengajak orang tua siswa melakukan kerja sama dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kerja sama yang dilakukan sekolah dengan orang tua siswa dalam pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang, (2) Mengetahui pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualititatif non partisipatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumen. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 26 Semarang, jalan Mpu Sendok II, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Penelitian ini menggunakan konsep kerja sama dari Hendropuspito dan kerja sama dalam pendidikan dari Zuhdi, serta pedoman sekolah ramah anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 8 Tahun 2015. Hasil penelitian ini adalah: (1) kerja sama antara pihak SMP Negeri 26 Semarang dengan orang tua dilakukan melalui pertemuan tatap muka, pembentukan paguyuban orang tua siswa, dan membuat grup whatsapp sebagai media komunikasi sekolah dengan orang tua siswa. (2) pelaksanaan sekolah ramah anak di SMP Negeri 26 Semarang dilakukan dengan memperhatikan komponen-komponen sekolah ramah anak yang diberlakukan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2015, akan tetapi terdapat beberapa komponen yang belum terpenuhi.
HUBUNGAN KERJA PEMILIK SAPI DAN PENGGADOH DI DUSUN PILANGSARI POTRONAYAN KABUPATEN BOYOLALI Sawitri, Netik; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 4 No 2 (2015): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) bagaimana hubungan kerja pemilik sapi dan penggadoh di Dusun Pilangsari Potronayan Kabupaten Boyolali; (2) faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh di Dusun Pilangsari Potronayan Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah: (1) hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh terjadi tanpa adanya perjanjian tertulis, perjanjian dilakukan secara lisan antara pihak pemilik sapi dan penggadoh (2) faktor pendorong dalam hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh (a) kontinyuitas pekerjaan (b) jaminan sosial, faktor penghambat (a) klien mampu mandiri (b) klien menemukan patron yang baru yang memberikan jaminan yang lebih dari patron sebelumnya.