Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

An Overview of Risk Factors and Comorbidities Patients of Tuberculosis at Sukatani Public Health Center Purwakarta Regency Period 2020-2023 Happyanto, Manda R; Ivone, July; Nurazizah, Sherly
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8232

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di dunia, terutama di Indonesia. Insidensi TB di Indonesia pada tahun 2021 adalah 354 per 100.000 penduduk dengan perkiraan angka kematian 52 per 100.000 penduduk. Indonesia masih menjadi peringkat ke-2 penderita TB terbanyak di dunia setelah India. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gambaran faktor risiko dan komorbiditas pada pasien TB di Puskesmas Sukatani tahun 2020-2023 berdasarkan jenis kelamin, merokok, TB-Diabetes Melitus (DM), dan TB-HIV. Desain penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien TB yang terdiagnosis klinis dan bakteriologis di Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta periode 2020-2023 dengan metode whole sampling. Distribusi tertinggi jenis kelamin adalah kelompok laki-laki sebesar 56,01%. Distribusi tertinggi dengan faktor risiko merokok adalah pasien tidak merokok sebesar 63,39%. Distribusi tertinggi berdasarkan dengan komorbiditas terhadap DM adalah pasien tidak disertai DM sebesar 98,28%. Distribusi tertinggi berdasarkan dengan komorbiditas terhadap HIV adalah pasien tidak disertai HIV sebesar 99,75%. Simpulan, jumlah total pasien TB Paru yang terdiagnosis di Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta periode 2020-2023 adalah 407 orang, dengan distribusi tertinggi pasien adalah jenis kelamin laki-laki, tidak merokok dan tidak disertai DM. TB-HIV hanya didapatkan 1 dari 407 pada penelitian ini.
Gambaran Kepuasan Pengguna Telemedicine pada Masa Pandemi COVID-19 Maulana, Rashyad F; Ivone, July; Hasianna, Stella T
Journal of Medicine and Health Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v7i1.8494

Abstract

World health organization (WHO) menetapkan status pandemi Coronavirus disease-2019 (COVID- 19) pada tanggal 11 Maret 2020. Jumlah kasus dan kematian yang sempat meningkat di tahun 2021menyebabkan masyarakat memilih untuk tidak pergi ke fasilitas layanan kesehatan. Penyesuaian pelayanan kesehatan dengan telemedicine masih dianggap baru di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kepuasan masyarakat terhadap layanan konsultasi telemedicine selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner kepuasan telemedicine versi Bahasa Indonesia. Populasi sampel berjumlah 63 pasien telemedicine Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Maranatha Bandung periode 2020-2022 dengan metode convenience sample. Hasil karakteristik usia terbanyak 35-44 tahun (23,8%), jenis kelamin perempuan (63,5%), tingkat pendidikan tinggi (77,7%), kelompok pekerjaan swasta (50,8%) dengan pendapatan sangat tinggi (71,4%), sudah menikah (69,9%), dan frekuensi penggunaan telemedicine jarang (63,5%). Gambaran kualitas telemedicine RSGM Maranatha Bandung periode 2020-2022 selama masa pandemi COVID-19 ditunjukkan oleh rasa puas responden (68,7%). Sebanyak 82,5% responden menyatakan bahwa gambaran kesamaan telemedicine dengan pertemuan tatap muka adalah sama dan 88,9% responden menyatakan nyaman dalam melakukan interaksi telemedicine. Simpulan penelitian ini telemedicine memberikan tingkat kepuasan yang baik di kalangan masyarakat dan merupakan cara yang dapat diterima dalam memperoleh pelayanan kesehatan di masa pandemi COVID-19.
Inventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional Niman, Susanti; Mercya, Yovita; Parulian, Tina Shinta; Sampurno, Lanang Eko; Maharina, Florentina Dian; Katarina, Yovita Tri; Sinaga, Friska; Witsqa Firmansyah, Yura; Gunawan, Decky; Ivone, July; Wati, Wenny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22026

Abstract

AbstrakPemeriksaan kesehatan dalam upaya preventif merupakan hal utama untuk dilakukan pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada mitra (SMA Santa Maria 2 dan Kecamatan Kiaracondong) adalah belum adanya praktik kolaborasi interprofesional dalam menginventerisasi penyakit pada warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional. Metode pemberdayaan dilakukan menggunakan demonstrasi. Pelayanan kesehatan diikuti 86 warga masyarakat di wilayah sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung pada Sabtu, 2 September 2023. Praktik kolaborasi interprofesional dilakukan oleh profesi dengan latar belakang keilmuan keperawatan, farmasi, rekam medis dan kedokteran. Hasil kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat didapatkan data demografik (rata-rata usia 49 tahun dan masyarakat berjenis kelamin perempuan 57%), tanda vital dan riwayat kesehatan, diagnosa medis dan obat (pre-hipertensi 38.4%; gula darah tidak normal 4,5%; asam urat 10%; dan kolestrol 45%). Praktik kolaborasi interprofesional berjalan dengan baik dapat terlihat dari perilaku kolaboratif berdasarkan hasil self reported tim. Penyakit terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan adalah hipertensi. Praktik kolaborasi interprofesional dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: asam urat; hipertensi; kolestrol; praktik kolaborasi interprofesional AbstractThe practice of interprofessional collaboration through the cooperation of health professionals can have a positive impact on health services. Effective interprofessional collaboration practices will provide safe and high-quality health care to patients. This community service activity aims to provide health services to the community through free health checks and medication based on interprofessional collaboration practices. The empowerment method was carried out using demonstrations. Health services were attended by 86 community members in the area around Santa Maria 2 Bandung High School on Saturday, September 2, 2023. Interprofessional collaboration practices are carried out by professionals with scientific backgrounds in nursing, pharmacy, medical records, and medicine. The results of health service activities in the community obtained demographic data (average age of 49 years and 57% female), vital signs and medical history, medical diagnoses, and drugs (pre-hypertension 38.4%; abnormal blood sugar 4.5%; uric acid 10%; and cholesterol 45%). The practice of interprofessional collaboration goes well can be seen from collaborative behavior based on the results of the self-reported team. The most common disease based on the results of the health examination is hypertension. Interprofessional collaboration practices can be carried out through community service activities such as community health services. Keywords: cholesterol; hypertension; the practice of interprofessional; urin acid