Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Informasi

Kolaborasi Perpustakaan, Arsip, dan Museum dalam penyediaan akses ilmu pengetahuan dan informasi pada masa pandemi Fitriana Tjiptasari
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4018

Abstract

Perpustakaan, arsip, dan museum merupakan tiga lembaga penyedia informasi yang bagi masyarakat mempunyai visi misi yang berbeda-beda. Namun sejatinya, ada benang merah yang bisa ditarik untuk menghubungkan visi misi yang berbeda yakni dengan mengadakan kolaborasi antar tiga lembaga tersebut. Kolaborasi dapat diciptakan dalam rangka mendistribusikan informasi yang tersimpan di dalam ketiga lembaga tersebut secara lebih luas kepada masyarakat. Terlebih pada masa kemajuan teknologi dan informasi digital saat ini, di mana terbentuk satuan-satuan baru masyarakat di luar komunitas nyata seperti adanya cyber-society, cyber-community, cyber-culture dan lain sebagainya. Di sisi lain kapitalis ekonomi menguasai layanan alternatif penyediaan ilmu pengetahuan dan informasi. Hal ini membuat PAM mengubah paradigma layanan kepada pengguna dari layanan pada koleksi nyata menjadi koleksi virtual.
Perkembangan Perpustakaan Tradisional Menuju Digital Fitriana Tjiptasari
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.97 KB) | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4575

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi secara bertahap mengubah model operasi kerja dan layanan di semua aspek. Dalam bidang perpustakaan dan informasi, evolusi teknologi telah menyebabkan pergeseran perpustakaan dari perpustakaan dengan konsep tradisional ke perpustakaan dengan konsep digital. Pergeseran tersebut sekaligus menyebabkan perubahan paradigma cara berfikir manusia, yaitu paradigma di mana orang dapat mengakses dan berinteraksi dengan layanan perpustakaan dan informasi dari manapun, kapanpun, dan di manapun. Peran perpustakaan mengalami tantangan, penambahan pesaing, tuntutan dan tentu saja harapan baru. Pergeseran perpustakaan memungkinkan perpustakaan mendesain ulang layanan dan produk informasinya untuk menambah nilai layanan, untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Pemustaka tidak hanya puas dengan bahan materi cetak, namun mereka juga mendapatkan layanan dan informasi dari sumber elektronik yang lebih dinamis.