Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 38 NUSA INDAH KOTA BENGKULU Inggil kurnia; Apriza Fitriani; Rukiah Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 3 No. 1 (2023): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah dasar negeri 38 berlokasi di kelurahan nusa indah kecamatan selebar kota Bengkulu, Adapun masalah yang di hadapi masih kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah dan masih kurangnya fasilitas pendukung. Kegiatan yang dilakukan di SDN 38 yaitu sosialisai Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah, Kegiatan program kerja yang dilakukan dengan cara observasi wawancara, sosialisasi dan praktik. Tujuan diadakan program ini tentunya ada banyak manfaat yang bisa diraih oleh siswa, guru, hingga warga sekitar sekolah yaitu: 1). Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk giat menjalankan hidup bersih dan sehat. 2). Mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan di masyarakat. Menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 3).Membiasakan murid dan pihak sekolah menjalani pola hidup sehat di lingkungan belajar. 4). Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat agar proses belajar dan mengajar berjalan lancar, serta menjaga kesehatan murid dan warga sekolah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 13 dan 14 September 2022, adapun kegiatan dulaksanakan sebagai berikut: 1). Observasi melalui wawancara kepada kepala sekolah untuk mengetahui permasalahan dan kendala yang ada di lingkungan sekolah dan mengetahui kegiatan siswa/siswi setiap harinya 2). Melakukan kegiatan pertama yaitu sosialisasi dan menambah wawasan kepada siswa/siswi tentang Pentingnya penerapan perilaku bersih dan sehat dan apasaja penyakit yang dapat di timbulkan akibat tidak menjaga kebrsihan 3). Melakukan kegiatan kedua, praktek cara mencuci tangan menggunakan sabun kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak agar dapat mencegah infeksi virus pada diri sendiri dan orang lain. 4). Siswa dapat menjaga kebersihan diri sendiri dengan cara menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat baik di rumah dan di sekolah sehingga kualitab belajar menjadi lebih baik.  Kata Kunci: Sosialisasi, Perilaku, Lingkungan Sekolah, Siswa
Pemberdayaan Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Suro Lembak Tentang Resiko Diabetes Melitus (DM) Rukiah Lubis; Rusdi Hasan; Jayanti Syahfitri; Nurwiyoto Nurwiyoto
Setawar Abdimas Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v1i1.2794

Abstract

Pengabdian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 September  2019 di Desa Suro Lembak. Kegiatan ini bertujuan untuk : 1) Menjelaskan pengertian diabetes mellitus, 2) Menyebutkan tipe diabetes mellitus, 3)Menyebutkan penyebab diabetes mellitus, 4)  Menyebutkan faktor resiko diabetes mellitus, dan 5) Menyebutkan tanda dan gejala dari diabetes mellitus. Hasil darikegiatan ini adalah,masyarakatmenjaditahu tentang diabetes dan bagaimana pencegahanya.Kata kunci: Diabetes,Masyarakat, Resiko,Pencegahan
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TENGAH PADANG KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU Endang Sulaiman; Pariyanto; Rukiah Lubis; Siti Darwa Suryani; Nasral
Setawar Abdimas Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v2i2.5534

Abstract

Stunting (peraturan presiden republic Indonesia nomor 72 tahun 2021) adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting ditandai dengan kondisi dimana panjang atau tinggi badan seorang anak tidak sesuai dengan umurnya. Stunting dapat mengakibatkan anak tidak mampu mencapai potensi genetic secara maksimal. Salah satu penyebab utama terjadinya stunting diantaranya, adalah asupan gizi dan nutrisi yang diberikan ibu terhadap anaknya tidak seimbang dan kurang mencukupi kebutuhan anak, semua ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hasil observasi di wilayah kerja puskesmas pembantu tengah padang menunjukkan angka stunting pada balita tahun 2020 sebesar 21 % dan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang gizi seimbang dan stunting sebanyak 36%, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan stunting. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang pada masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki balita sehingga terhindar dari bahaya terjadinya stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemberian sosialisasi dan praktik pemberian makanan bayi dengan gizi seimbang dilanjutkan dengan evaluasi hasil penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai makanan dengan gizi seimbang dan stunting yang cukup signifikan pada ibu-ibu yang mempunyai balita. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor angket tentang gizi seimbang dan stunting yang diberikan. Sebelum penyuluhan rata-ratanya sebesar 40,25 dan setelah penyuluhan menjadi 82,50. Kesimpulan: pencegahan terjadinya stunting sangat perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan menu anak dengan gizi seimbang, selain itu untuk ibu-ibu yang mempunyai balita dianjurkan untuk selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya dengan rutin dating ke pusyandu.  Kata kunci: Gizi Seimbang; Pencegahan; Stunting; Tengah Padang.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI KECAMATAN KETAHUN KABUPATEN BENGKULU UTARA Mesi Afriana; Charles Darwin; Rukiah Lubis; Saparudin Saroni
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 1 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v1i1.2785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Febuari 2020 di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, yaitu Bukit Indah, Bukit Tinggi, Dusun Raja, Fajar Baru, Giri Kencana, Kualalangi, Lubuk Mindai, Melati Harjo, Pasar Ketahun, Talang Baru, dan Urai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey langsung ke lokasi penelitian. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan menjelajah (eksplorasi) lokasi penelitian. Identifikasi sampel tumbuhan paku (Pteridophyta) di laboratorium Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil dalam penelitian ini diperoleh 11 famili dan 19 spesies yaitu Famili Blechnaceae (Stenochlaena palustris), Famili Davalliaceae (Davallia divaricata), Famili Polypodiaceae (Drynaria quercifolia, Pyrrosia piloselloides, Pyrrosia nummularifolia, Pityrogramma sp), Famili Pteridaceae (Adiantum cuneatum, Acrostichum aureum, Ceratopteris thalictroides), Famili Aspleniaceae (Asplenium nidus, Asplenium adiantum-ningrum), Famili Athyriaceae (Diplazium esculentum), Famili Gleicheniaceae (Gleichenia linearis), Famili Cycadaceae (Cycas rumphii), Famili Lygodiaceae (Lygodium scandens), Famili Dryopteridaceae (Nephrolepis cordifolia, Nephrolepis falcata, Dryopteris filix-mas), Famili Lomariopsidaceae (Nephrolepis biserrata). Pada kawasan penelitian tumbuhan paku (Pteridophyta) yang paling banyak ditemukan adalah Famili Polypodiaceae. Dan Desa yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan paku yang paling banyak adalah Desa Urai. Dengan kondisi ekologi yaitu, Suhu Udara 33 – 36 ºC, Kelembapan Udara 72 % - 82 %, pH Tanah 5,8 – 6,8 dan Kelembapan tanah 35 % - 59 %.Kata Kunci : Keanekaragaman jenis, Pteridophyta, Kecaman Ketahun.
Analisis Kebutuhan Flipbook-Augmented Reality Berbasis Kearifan Lokal Apriza Fitriani; Rukiah Lubis
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v6i2.7684

Abstract

This research aims to analyze students' needs for augmented reality flipbooks based on local Bengkulu wisdom. This type of research is Research and Development (R&D) using the Plomp model, but this research is limited to the preliminary research stage. Data collection was carried out by giving questionnaires to lecturers and all active students in the biology education study program. The student needs analysis questionnaire includes four indicators, then the data obtained is analyzed through qualitative descriptions. The research results show, a) 94% of the lecture system uses a face-to-face (offline) system and 6% uses a hybrid learning system; b) learning resources used by students and lecturers in the lecture system, namely 40% and 47% using the internet, 39% and 35% printed books; c) the use of teaching media in the lecture process showed that 82% answered yes and 18% no; d) students' knowledge about local wisdom in Bengkulu, 35% answered the Rafflesia flower, 25% Kaba Hill and Waterfall; e) as many as 82-86% of students and lecturers do not know about augmented reality flipbooks based on local wisdom, 14-18% know about augmented reality flipbooks; f) 100% of lecturers and students responded that it was necessary to develop augmented reality flipbooks based on local wisdom in the hope that the lecture process would become more innovative. In conclusion, it is necessary to develop an augmented reality flipbook based on Bengkulu local wisdom as a learning resource for the lecture process, especially in the Biology education study program. Keywords: Analysis, Augmented Reality, Flipbook, Local Wisdom, Students