Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI ASAM LEMAK DARI EKSTRAK AMPAS KELAPA MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY MASS SPECTROMETRY (GC-MS) Ukhti Luthfiyah; Thorikul Huda
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 8 No. 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/1812016

Abstract

Makalah ini menyajikan identifikasi asam lemak pada limbah kelapa dengan metoda spektrometri massa kromatografi gas (GC-MS). Sampel limbah kelapa diambil dari toko produsen santan kelapa di Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini diperoleh dengan menggunakan pelarut n-heksana dalam tiga tahap, seperti ekstraksi soxhlet, distilasi dan asam lemak yang dianalisis dengan kromatografi spektrometri massa gas (CG-MS). Hasil analisis GC-MS menunjukkan dua puluh empat komponen. Kehadiran senyawa asam lemak ditandai dengan munculnya senyawa metil ester sebagai senyawa dominan. Asam lemak yang terkandung dalam limbah kelapa dari produksi santan sebagai yang paling dominan adalah asam laurat (19,59% / 11,464), asam oleat (18,50% / 17,979) dan asam palmitat (10,66% / 16.133). Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai sumber referensi dan informasi baru
Kajian Adsorpsi Methylene Blue Menggunakan Selulosa dari Alang-Alang Thorikul Huda; Tantri Kurnia Yulitaningtyas
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 1 No. 01 (2018): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol1.iss1.art2

Abstract

Telah dilakukan studi kajian adsorpsi methylene blue menggunakan selulosa dari alang-alang. Kajian ini memiliki tujuan untuk menentukan kapasitas adasorpsi dan mengetahui karakteristik penggunaan selulosa tanaman alang-alang sebagai adsorben pada degradasi zat warna methylene blueterhaap pH optimum dengan laju kinetika adsorpsi pada variasi waktu kontak, dan isoterm adsorpsi terhadap konsentrasi optimum, serta jenis interaksi yang terjadi.  Prinsip dari analisis ini yaitu didasarkan pada pengukuran absorbansi dari zat warana methylene blue sebelum adsorpsi dan setelah adsorpsi dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis single beam pada panjang gelombang 665 nm. Larutan standar dibuat dengan rentang konsentrasi 0, 1, 2, 3, 4, 5 ppm dan menghasilkan persamaan garis lurus y = 0,218x-0,001 dengan koefisien determinasi (R2) adalah 0,998. Hasil analisis menunjukan bahwa adsorben selulosa dari tanaman alang-alang mampu mengadsorpsi zat warna methylene blue dalam suasana basa pH 9 dengan laju kinetika pada orde dua dan cenderung interaksi multileyer atau prinsip isoterm adsorpsi freundlich.Interaksi adasorpsi yang terjadi karena adanya adsorpsi fisika. Kapasitas adsorpsi dari masing-masing metode secara berturut-turut sebsar 26,4472 mg/g dan 26,6758 mg/g. Adsorpsi alang-alang terhadap zat warna methylene blue tidak berpengaruh pada struktur selulosa dari alang-alang dan gugus yang terdapat pada alang-alang yaitu O-H, C-H, dan C-O.
Verifikasi Metode Penentuan Kadar Timbal (Pb) pada Sampel Udara Ambien Menggunakan Inductifely Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES) Zulfa Afifah; Kurniyawan Kurniyawan; Thorikul Huda
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol2.iss2.art5

Abstract

Telah dilakukan analisa uji logam timbal (Pb) pada udara ambien yang mengacu pada SNI 7119-4:2017 menggunakan Inductifely Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES). Verifikasi metode ini untuk mengetahui nilai linieritas, presisi, akurasi, dan limit deteksi, serta mengetahui kadar timbal (Pb) dalam udara ambien. Hasil pengujian kadar logam timbal (Pb) diperoleh  hasil yaitu 0,1840 µg/Nm3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa udara ambien aman untuk lingkungan, karena dibawah ambang batas yang ditetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999. Verifikasi metode udara ambien diperoleh hasil yang baik dengan linieritas 0,999; presisi low range 2,71% dan high range 7,32%; akurasi yang tinggi berdasarkan nilai %trueness low range 100,74% dan high range 104,95% serta limit deteksi IDL, MDL, dan LoQ yaitu 0,0001 µg/Nm3; 0,0012 µg/Nm3; dan 0,0042 µg/Nm3.
Pengaruh cooperative learning dan flipped classroom-cooperative learning matakuliah kimia analisis II terhadap motivasi belajar mahasiswa Yuli Rohyami; Thorikul Huda
Refleksi Pembelajaran Inovatif Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/rpi.vol1.iss2.art5

Abstract

Telah penerapan cooperative learning (CL) dan flipped classroom-cooperative learning (FCCL) pada matakuliah Kimia Analisis II. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh CL dan FCCL terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan desain penelitian eksperimental. Cooperative learning menggunakan pendekatan tipe student team achievement division (STAD) dan team game tournament (TGT). Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan pengelompokan yang terdiri dari 6 – 8 mahasiswa yang dipandu oleh tutor teman sebaya. Kegiatan cooperative learning dilakukan melalui 4 tahapan 1) penyampaian materi, 2) diskusi kelompok, 3) kuis dan game, dan 4) evaluasi dan refleksi. Penyampaian materi di kelas FCCL dilakukan dengan learning manajemen system menggunakan Google classroom dengan video dan media presentasi. Hasil uji t pada data dengan variansi yang homogen dan selang kepercayaan 95% ditunjukkan bahwa thitung =1,6219 < ttabel = 1,6683, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua metode tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam memberikan motivasi belajar mahasiswa. Rerata hasil penilaian motivasi belajar mahasiswa pada metode CL dan FCCL adalah 4,30 dan 4,55 (skala 1-5). Kedua metode yang digunakan juga dapat mendorong antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan skala penilaian 4,51 dan 4,56. Berdasarkan hasil uji rerata terhadap penilaian antusiasme mahasiswa diperoleh nilai thitung = 0,3445 < ttabel = 1,6683, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, baik menggunakan CL dan FCCL. Kedua metode ini juga dapat mendorong mahasiswa untuk memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat dengan penilaian rerata 4,29 dan 4,56. Hasil uji rerata menunjukkan bahwa thitung =1,5176 < ttabel = 1,5753, sehingga kedua metode tidak ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan flipped classroom dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa. Berdasarkan hasil uji rerata diperoleh thitung =1,8589 > ttabel = 1,6683, artinya metode FCCL dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa.
PENENTUAN KADAR NITRIT PADA KANGKUNG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Kuntari Kuntari; Popi Yuliana; Thorikul Huda
JEDCHEM (JOURNAL EDUCATION AND CHEMISTRY) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Pendidikan Kimia, dan Ilmu Kimia
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jedchem.v0i0.2453

Abstract

The method of determining the nitrite content of water spinach has been conducted using UV-Visible spectrophotometry. The purpose of this research is to determine nitrite level in water spinach and to test linearity, precision, limit of detection (LOD) and limit of quantification (LOQ) for uv-visible spectrophotometry. Based on the linearity test, the equation of the line y = 1.076x + 0.0201 is obtained with a coefficient of determination (R2) of 0.9995. In determining precision, the value of nitrite level is 0,0740 mg/Kg with % RPD value is 16.71%. The LOD value of 0,0485 mg/L NaNO2 and LOQ value of 0,1617 mg/L NaNO2. Based on these results, improvements need to be made so that the sample concentration is above the LOD so that the nitrite level can be measured accurately and pricise.
Chlorine Identification in Rice Samples through a Method Validation Approach using Cyclic Voltammetry with Platinum Electrodes Thorikul Huda; Riyanto Riyanto; Rini Rahayu
Jurnal Akademika Kimia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2022.v11.i3.pp190-196

Abstract

Determination of chlorine in rice samples with a method validation approach using cyclic voltammetry based on platinum electrodes has been conducted. This study aimed to determine whether the cyclic voltammetry method with platinum electrodes is acceptable and can be recommended for routine chlorine testing in the laboratory. The basis of the analysis is the reduction reaction of hypochlorite ions to chloride ions. The initial step taken by optimizing the electrolyte with the optimal electrolyte for testing is a pH 7 phosphate buffer solution. Method validation parameters consist of determining linearity, detection limit, quantitation limit, repeatability, recovery, and measurement uncertainty. The range of standard solutions used for testing was from 10 mg/L to 150 mg/L and analyzed at a rate of 0.1 V/s. Linearity is determined based on the calculation of the coefficient of determination (R2) of 0.998, while the limits for detection and quantization are 7.49 mg/L and 24.96 mg/L, respectively. Repeatability is determined by calculating the relative standard deviation with a result of 1.77% while for recovery it is obtained at 88.19%. The result of the chlorine content test for rice samples was 0.011% with a measurement uncertainty value of 0.0011%. The major contributor to uncertainty came from the concentration of the calibration curve plot of 87.91%.
Chlorine Identification in Rice Samples through a Method Validation Approach using Cyclic Voltammetry with Platinum Electrodes Thorikul Huda; Riyanto Riyanto; Rini Rahayu
Jurnal Akademika Kimia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2022.v11.i3.pp190-196

Abstract

Determination of chlorine in rice samples with a method validation approach using cyclic voltammetry based on platinum electrodes has been conducted. This study aimed to determine whether the cyclic voltammetry method with platinum electrodes is acceptable and can be recommended for routine chlorine testing in the laboratory. The basis of the analysis is the reduction reaction of hypochlorite ions to chloride ions. The initial step taken by optimizing the electrolyte with the optimal electrolyte for testing is a pH 7 phosphate buffer solution. Method validation parameters consist of determining linearity, detection limit, quantitation limit, repeatability, recovery, and measurement uncertainty. The range of standard solutions used for testing was from 10 mg/L to 150 mg/L and analyzed at a rate of 0.1 V/s. Linearity is determined based on the calculation of the coefficient of determination (R2) of 0.998, while the limits for detection and quantization are 7.49 mg/L and 24.96 mg/L, respectively. Repeatability is determined by calculating the relative standard deviation with a result of 1.77% while for recovery it is obtained at 88.19%. The result of the chlorine content test for rice samples was 0.011% with a measurement uncertainty value of 0.0011%. The major contributor to uncertainty came from the concentration of the calibration curve plot of 87.91%.
Optimalisasi Energi Angin Pada Pltb Sebagai Charging Station Berbasis Electrical Switch Widayat, Ifan Awang Riski; Filiana, Firilia; Huda, Thorikul; Aprillia, Happy; Nugraheni, Kartika
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16, No 3 (2025)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2025.v16i3.009

Abstract

Sumber energi terbarukan terus dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, yang menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi. Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik belum banyak digunakan dalam skala kecil untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti charging station untuk smartphone. Keberadaan angin yang selalu ada dapat menjadi potensi untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan menyuplai charging station. PLTB menggunakan turbin tipe helical savanius yang dapat berputar dalam kecepatan angin yang rendah. Sistem yang dibuat menggunakan tegangan DC sebesar 24v mulai dari generator hingga ke buck-boost converter, dan 12v mulai baterai hingga ke port output untuk meningkatkan efisiensi sistem dikarenakan output dari charging station adalah tegangan DC. Untuk mengantisipasi perubahan kecepatan angin yang tiba – tiba, PLTB akan memiliki baterai sehingga selain suplai dari generator langsung, beban juga dapat disuplai oleh baterai. Electrical switching akan ditempatkan sebelum beban untuk menentukan sumber yang akan menyuplai. Electrical switch akan memilih sumber yang tertinggi untuk disalurkan ke buck converter dan port charging. Setelah dilakukan pengujian diperoleh bahwa charging station mampu memberikan daya maksimal 40 watt selama 2 jam dengan kondisi angin yang berubah.