Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT TALAS KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) MELALUI PROSES PENGOMPOSAN DENGAN PENAMBAHAN EM4 UNTUK TANAMAN SAWI ( Brassica juncea L. ) Diva Aprilia Afifah; Suhartini Suhartini; Lili Sugiyarto
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 5 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i5.7792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1pengaruh variasi konsentrasi EM4 terhadap kualitas hasil pengomposan kulit kimpul (Xanthosoma sagittifolium), 2perbedaan kandungan unsur hara pupuk kompos dengan perlakuan EM4 dan tanpa perlakuan EM4, 3pengaruh pupuk kompos kulit talas terhadap pertumbuhan tanaman sawi ( Brassica juncea L.).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, masing-masing dilakukan tiga ulangan yaitu P0 (kontrol tanpa penambahan EM4), P1 (penambahan EM4 4%), P2 (penambahan EM4 6%), P3 (penambahan EM4 8%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 berpengaruh terhadap kualitas hasil pengomposan dengan hasil terbaik terdapat pada perlakuan penambahan EM4 8%. Kandungan unsur hara pupuk kompos tanpa perlakuan EM4 dan dengan perlakuan EM4 terdapat perbedaan meskipun tidak terlalu signifikan. Pemberian pupuk kulit talas kimpul berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Hal ini dilihat dari hasil pengukuran jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar dan berat kering sawi  terbaik pada perlakuan EM4 8%, sedangkan secara statistik tidak menunjukkan hasil yang signifikan untuk semua parameter. Kata Kunci: EM4, kompos kulit talas kimpul, sawi
PENGARUH MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo) DALAM VARIASI KONSENTRASI SALINITAS Ika Nur Atamimi; Lili Sugiyarto
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v8i1.18235

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo) dalam beberapa variasi konsentrasi cekaman salinitas dan konsentrasi salinitas yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu mikoriza (tanpa mikoriza dan dengan mikoriza) dan variasi konsentrasi salinitas (0 ppm, 550 ppm, 1100 ppm, dan 2750 ppm). Data dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (DMRT) apabila data perlakuan mikoriza, salinitas, dan interaksi keduanya signifikan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza menghasilkan panjang akar lebih baik. Mikoriza tidak berpengaruh mengatasi tingkat salinitas untuk parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering karena karakteristik tanaman yang toleran terhadap cekaman salinitas. Berdasarkan grafik masing-masing parameter pertumbuhan, konsentrasi 0 ppm meningkatkan tinggi, daun, stomata, bobot segar, dan bobot kering. Konsentrasi 1100 ppm meningkatkan diameter, cabang, daun, dan stomata.Kata kunci: tanaman tomat; pertumbuhan; mikoriza; salinitas
Isolasi Dan Identifikasi Mikoriza Yang Berasosiasi Dengan Akar Acriopsis Javanica, Bulbophyllum Angustifolium, Dan Dendrobium Flafensen Di Kebun Raya Baturraden Ria Dewi Dili Hastuti Ria Dewi Dili Hastuti; Lili Sugiyarto Lili Sugiyarto; Anna Rakhmawati Anna Rahmawati
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Prodi biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i1.1011

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang banyak digemari pecinta tanaman, karena bentuk bunga dan daunnya unik.Kebun Raya Baturraden merupakan sarana konservasi tumbuhan hutan, salah satunya adalah konservasi anggrek hutan.Biji-biji anggrek hanya terdiri dari embrio dibungkus oleh lapisan testa dan tidak mengandung endosperm.Sehingga biji anggrek sulit atau bahkan tidak mampu untuk berkecambah. Oleh sebab itu dalam proses perkecambahan, perkembangan dan pertumbuhan anggrek memerlukan infeksi hifa fungi yang dikenal dengan  istilah mikoriza anggrek (orchid mycorrhiza). Tujuan penelitian untuk mengetahui genus jamur mikoriza yang berasosiasi pada akar anggrek Acriopsis javanica, Bulbophyllum angustifolium, dan Dendrobium flafensen di Kebun Raya Baturraden, mengetahui persentase kepadatan infeksi mikoriza pada akar anggrek epifit, mengetahui bagian jaringan akar yang umum ditempati jamur mikoriza, dan mengetahui faktor lingkungan dan ketinggian tempat terhadap keberadaan genus mikoriza.Metode yang digunakan yaitu pengambilan sampel akar anggrek epifit dengan metode transek, pengamatan fungi mikoriza menggunakan metode pemanasan akar dengan KOH dan freehand sections, isolasi dan identifikasi jamur mikoriza berdasarkan buku Identifications of Mikoriza dan INVAM.Hasil penelitian menunjukkan spora FMA pada akar tanaman anggrek di Kebun Raya Baturraden didominasi oleh genus Glomus sp, diikuti Rhizoctonia sp, Sclerocytis sp, dan Gigaspora  sp. Persentase kepadatan infeksi mikoriza tidak merata pada setiap jaringan akar. Bagian akar yang paling umum ditempati mikoriza adalah jaringan korteks.Faktor lingkungan berpengaruh terhadap keberadaan genus mikoriza, tetapi ketinggian tempat tidak berpengaruh terhadap keberadaan genus mikoriza pada jaringan akar anggrek. Kata Kunci : Anggrek Epifit, Mikoriza Anggrek, Kebun Raya Baturraden
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA, Trichoderma sp., TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (CROK KUNING) PADA CEKAMAN KEKERINGAN Putri Anjani Nawang Bulan; Nur Aeni Ariyanti; Suyitno Aloysius; Lili Sugiyarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.56022

Abstract

Kekurangan air menyebabkan lahan dalam kondisi cekaman kekeringan sehingga pertumbahan tanaman dapat terhambat. Mikoriza merupakan biostabilizer yang dapat ditambahkan untuk tanaman bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta ada tidaknya interaksi pemberian mikoriza dan Trichoderma sp., terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas Crok Kuning (Allium cepa L. Aggregatum group) pada berbagai variasi frekuensi penyiraman. Jenis penelitian merupakan eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu pemberian mikoriza (tanpa mikoriza, mikoriza, Trichoderma sp., kombinasi mikoriza + Trichoderma sp.) dan variasi frekuensi penyiraman (setiap hari, 3 hari sekali, dan 6 hari sekali). Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar berat segar dan kering daun, umbi, akar, dan persentase infeksi mikoriza. Analisis data menggunakan uji Two-Way ANOVA varian faktorial dilanjut uji Duncan apabila perlakuan mikoriza, frekuensi penyiraman, dan interaksi keduanya signifikan. Hasil menunjukkan bahwa tanpa pemberian Trichoderma sp., mampu meningkatkan berat segar daun, umbi, akar, dan berat kering akar, sedangkan perlakuan frekuensi penyiraman memberikan pengaruh terhadap berat segar dan berat kering akar. Adanya interaksi antara pemberian mikoriza dengan frekuensi penyiraman terhadap berat segar daun, berat segar umbi, berat segar akar, dan berat kering akar tanaman bawang merah.
Optimasi Induksi Tunas Aksiler Dendrobium nobile Melalui Kombinasi 2-iP dan 2,4-D In Vitro Sofiatul Milah; Lili Sugiyarto; Ratnawati; Suyitno Aloysius; Ixora Sartika Mercuriani
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 7 No. 1 (2023): MEI
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/agi.v7i1.613

Abstract

This research aims to determine optimum combination of addition 2-iP and 2,4-D with different concentration and the nodus position for induction Dendrobium Red Emperor ‘Prince’ axial shoots. The research employed a CFR design with two factors, namely: variation of combined concentration 2-iP and 2,4-D (A: 1 ppm 2-iP + 2 ppm 2,4-D; B: 2 ppm 2-iP + 1,5 ppm 2,4-D; C: 3 ppm 2-iP + 1 ppm 2,4-D; D: 4 ppm 2-iP + 0,5 ppm 2,4-D) each treatment was repeated 6 times and the nodal position (top, middle, bottom). The basic medium is NP+CW. The axillary bud growth is measured based on the time of bud emerge, shoot growth, explant percentage which form axillary bud, root growth, and plantlet wet weight. Data obtained were analyzed using ANOVA and continued with DMRT 5%. Results show that B treatment give fastest bud emerging time, and highest stem diameter, buds height, leaves length, leaves width, roots length. A treatment shows best results on shoots number, plantlet wet weight, number of leaves, and number of roots. The optimum combined concentration of 2-iP and 2,4-D to induce axillary shoots is 2 ppm 2-iP + 1,5 ppm 2,4-D, whilst best nodus position is the top one.
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA TERHADAP KUALITAS BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo) DALAM BEBERAPA VARIASI KONSENTRASI CEKAMAN SALINITAS Indrawati, Agnes Eri; Sugiyarto, Lili
Kingdom: The Journal of Biological Studies Vol 9, No 1 (2023): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v9i1.18287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikoriza terhadap kualitas buah tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo) pada beberapa konsentrasi salinitas. Lokasi penelitian bertempat di Green House Biologi, FMIPA, UNY pada bulan Desember 2020 – Mei 2021. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu mikoriza dan salinitas. Perlakuan mikoriza pada penelitian ini adalah tidak diberi mikoriza dan diberi mikoriza. Konsentrasi salinitas yang diberikan adalah 0 ppm, 550 ppm, 1100 ppm, dan 2750 ppm. Objek penelitian yang digunakan adalah tanaman tomat varietas Servo F1. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA (Univariate)dilanjutkan dengan uji DuncanMultiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza serta perlakuan salinitas tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah kuncup, jumlah buah, dan ketebalan daging buah, namun berpengaruh nyata terhadap kemanisan buah. Perlakuan salinitas berpengaruh nyata terhadap berat buah dan diameter buah.Kata kunci: Cekaman salinitas, kualitas buah, Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo, mikoriza This research aims to observe the effect of giving mycorrhiza on the fruit quality of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo) at several salinity concentrations. The research location was held at Green House Biology, FMIPA, UNY in December 2020 – May 2021. This research was an experimental study using complete randomized design (CRD) with two factors, namely mycorrhiza and salinity. Mycorrhizal treatment in this study were without mycorrhiza and with the addition of  mycorrhiza. The salinity concentrations treatment were 0 ppm, 550 ppm, 1100 ppm, and 2750 ppm. The object of this research was Servo F1 tomato plant. Quantitative data were analyzed using Two-Way ANOVA (Univariate) test followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that mycorrhizal and salinity treatments had no significant effect on the parameters of buds number, fruitnumber, and thickness of fruit flesh, but had significant effect on fruit sweetness. Salinity treatment had significant effect on fruit weight and fruit diameter.Keywords: fruit quality, Lycopersicum esculentum Mill. var. Servo, mycorrhizae, salinity stress
Antidiabetic Molecular Mechanisms of Active Compounds from Several Orchids Yulianti, Evy; Mercuriani, Ixora Sartika; Sugiyarto, Lili; Huang, Tzou-Chi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.3940

Abstract

Hyperglycemia condition that leads to diabetes causes various complications. Various active compounds from plants have been studied for their antidiabetic abilities. One of them is the orchid plant. Besides being used as decoration, orchids contain several active compounds that have been proven to be used in medicine, including diabetes. This article discusses the antidiabetic mechanism of several active compounds obtained from orchids. Publication regarding orchid plant for diabetes were found in databases such as PubMed, Google Scholar, Wiley, Science Direct, Medline, Scopus, and Springer. Keywords used in this study were “orchid”, “diabetes”, “hyperglycemia”, “compound” and “herbal”. Out of the 447 collected articles (published in the period between 2011 and 2022), 416 were excluded due to non-relevant studies. There were 31 eligible studies included in this article. In conclusion, the antidiabetic mechanisms of the orchid extracts were as antioxidant, anti-inflammatory and anti-glycation agents, increasing insulin action, influencing lipid metabolism, and inhibiting α‑amylase and α‑glucosidase activity.  
Characterization and Identification of Indol Acetic Acid Phytohormone-producing Bacteria from Corn Root (Zea mays L.) Putri Maharani, Rendha; Aeni Ariyanti, Nur; Aloysius, Suyitno; Sugiyarto, Lili
Jurnal Sains Dasar Vol. 14 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhizobacteria are endophytic bacteria that inhabit plant tissues and the rhizosphere, producing secondary metabolites that support plant growth. This study is an exploratory descriptive investigation aimed at characterizing and identifying IAA- and phytohormone-producing endophytic rhizobacteria isolated from the roots of corn plants (Zea mays L.). The rhizobacteria isolates producing IAA phytohormones were obtained by culturing bacteria in Yeast Peptone Broth (YPB) medium supplemented with L-tryptophan. Bacterial cultures (1 mL) were treated with Salkowski reagent, and absorbance was measured spectrophotometrically at a wavelength of 530 nm. From 14 isolates, five were identified as producing the highest levels of indole-3-acetic acid (IAA), ranging from 17 to 50 ppm. Identification was conducted using the profile matching method to determine the genus of each rhizobacterium by comparing its characteristics with reference genera. Based on 62 tested traits, the five isolates exhibited diverse features, including Gram-positive and Gram-negative bacteria, coccus-shaped morphology, circular and irregular colony configurations, lobate and undulate margins, convex, umbonate, and raised elevations, and colony colors ranging from white to yellowish, along with varied physiological (biochemical) test results. The identification results revealed bacteria with a similarity index of ≥70%, suggesting proximity to the genus Micrococcus (77.4%, isolate N), Rhizobium (80.6%, isolate D), and Shewanella (80.6%, isolate B; 87.1%, isolate V; and 91.9%, isolate E). This research provides an important contribution to the development of biofertilizers aimed at enhancing the growth and productivity of corn plants sustainably.
RESPON ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica L.Urban) TERHADAP KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA DI KULON PROGO Sugiyarto, Lili; Pradita, Deviayu Fajar
Jurnal Sains Dasar Vol. 12 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v12i2.60735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anatomi, fisiologi tanaman pegagan (Centella asiatica L. Urban) terhadap ketinggian tempat yang berbeda di Kulon Progo dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya.Penelitian observasi dengan metode purposive samplingini dilakukan di tiga tempat dengan ketinggian 0-400 mdpl, 400-800 mdpl dan 0-800 mdpl. Sampel penelitian ini adalah daun pegagan ke 3-4 dengan ukuran yang relatif sama dengan 3 kali ulangan setiap lokasi. Variabel yang diamati berupa penampang melintang daun, kerapatan stomata, kandungan klorofil (total, a, dan b) dan laju transpirasi pegagan serta faktor lingkungan(mikroklimatik dan edafik). Analisis data menggunakan IBM SPSS 26 dengan teknik varian satu jalur, uji lanjut dengan HSD Tukey, dan analisis korelasi, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi lokasi maka kerapatan sel pada jaringan palisade dan bunga karang (daun menipis), kerapatan stomata adaksial berkurang, kandungan klorofil (total, a, dan b) bertambah. Laju transpirasi pegagan tidak berbeda pada ketiga lokasi. Faktor lingkungan yang berpengaruh secaa signifikan adalah intensitas cahaya, suhu udara, kelembaban tanah, suhu tanah, kelembaban udara, pH dan kecepatan angin.