Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS STRUKTUR STATIS TERTENTU, KALKULUS DIFFERENSIAL, DAN MATA KULIAH STRUKTUR BETON MOHAMMAT HAMZAH; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25254

Abstract

AbstrakBuku Pedoman Unesa Fakultas Teknik tahun akademik 2016-2017 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dijelaskan bahwa mahasiswa angkatan 2016 dapat memprogram mata kuliah Struktur Beton dengan persyaratan, telah menempuh mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu pada semester 2 (3SKS) dan mata kuliah Kalkulus Differensial pada semester 1 (3SKS). Pemahaman mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan Kalkulus Differensial dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai mata kuliah Konstruksi Beton, karena materi Struktur Beton mempunyai hubungan dengan materi yang ada pada mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala yang mana terdapat hubungan kausal yang bersifat sebab akibat, jadi penelitian ini menggunakan tiga variabel. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian.Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 67.80, dengan nilai minimum 60.20, nilai maksimumnya 74.90, dan standar deviasinya (SD) sebesar 3.67. Mata kuliah Kalkulus Differensial memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 72.50, dengan nilai minimum 57.50, nilai maksimumnya 88.00, dan standar deviasinya sebesar 7.00. Sedangkan mata kuliah Struktur Beton memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 73.50, dengan nilai minimum 62.00, nilai maksimumnya 83.60, dan standar deviasinya sebesar 5.39. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.276. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.282. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial yaitu sebesar 0.207. Hubungan yang rendah ini disebabkan adanya variabel-variabel hasil belajar lainnya yang hubungannya lebih baik yang belum diteliti. Kata Kunci : Hubungan, Hasil Belajar, Mata Kuliah, Analisis Struktur Statis Tertentu, Kalkulus Differensial, Struktur Beton. AbstractUnesa Faculty of Engineering Guidebook 2016-2017 academic year Building Engineering Education S1 Program, explained that the 2016 students can program Concrete Structure courses with requirements, have taken the course of Certain Static Structure Analysis in semester 2 (3SKS) and Differential Calculus courses in semester 1 (3SKS). Understanding of courses on Analysis of Certain Static Structures and Differential Calculus can support students in mastering Concrete Construction courses, because the material of Concrete Structures has a relationship with the material in the course of Analysis of Certain Static Structures.The research approach used is associative research is research that aims to determine the relationship of two or more variables. In this research, a theory can be built that can function to explain, predict and control a phenomenon where there is a causal relationship that is causal, so this study uses three variables. The pattern of relations between the variables to be studied is then referred to as the research paradigm.Based on the data obtained from the results of the analysis and discussion, the conclusions that can be expressed in this study is that the learning outcomes of the Analysis of Certain Static Structure subjects have an average value of 67.80, with a minimum value of 60.20, the maximum value 74.90, and standard deviation (SD) of 3.67. The Differential Calculus subject has an average value (Mean) of 72.50, with a minimum value of 57.50, a maximum value of 88.00, and a standard deviation of 7.00. While the Concrete Structure subject has an average value (Mean) is 73.50, with a minimum value of 62.00, the maximum value is 83.60, and the standard deviation is 5.39. A low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Specific Static Structures and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is equal to 0.276. Low relationship between Learning Outcomes of Differential Calculus and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is 0.282. Low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Certain Static Structures and Learning Outcomes of Differential Calculus Courses is equal to 0.207. This low relationship is due to the existence of other learning outcomes variables that have better relationships that have not been studied. Keywords: Relationships, Learning Outcomes, Courses, Analysis of Specific Static Structures, Differential Calculus, Concrete Structures.
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PELAT LANTAI TIPE KNOCK DOWN PADA MATERI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) KELAS XI TGB DI SMKN 3 SURABAYA IKA NOVITA SARI; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.26597

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media maket pelat lantai tipe knock down (2) respon siswa setelah menerapkan media pembelajaran maket pelat lantai tipe knock down (3) hasil uji coba siswa setelah menerapkan media maket pelat lantai tipe knock down. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase kelayakan media oleh ahli media adalah 86% termasuk pada penilaian sangat layak (2) persentase kelayakan perangkat pembelajaran pada silabus, RPP dan soal masing-masing 82,50% ; 93% ; 92,50% termasuk pada penilaian sangat baik (3) persetase kelayakan respon siswa untuk pra-eksperimen 92,50% dan setelah eksperimen 95% termasuk pada penilaian sangat baik (4) hasil persentase repon siswa Kelas XI TGB 2 untuk pra-eksperimen 77,80% dan setelah eksperimen 79,80% dengan adanya peningkatan sebesar 2% dapat diketahui bahwa siswa Kelas XI TGB 2 lebih tertarik dan aktif dalam pembelajaran menggunakan media maket pelat lantai tipe knock down (5) hasil uji coba persentase ketuntasan tes pengetahuan XI TGB 1 75,50% dan XI TGB 2 75,25% ; tes keterampilan XI TGB 1 70% dan XI TGB 2 85%. Nilai rata-rata tes pengetahuan XI TGB 1 75,50 dan XI TGB 2 75,25 ; tes keterampilan XI TGB 1 76,7% dan 80,80% XI TGB 2. Demikian dapat diketahui bahwa media maket pelat lantai tipe knock down berpengaruh dalam pembelajaran gambar konstruksi bangunan materi rencana anggaran biaya (RAB). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan respon siswa dan perbedaan nilai tes keterampilan oleh kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Kata kunci : Hasil uji coba , media maket, tipe knock down Abstract The purpose of this study was to determine (1) the feasibility miniature media slab knock down type (2) student response after applying media instructional miniature types knock down the slab (3) students test results after applying miniature media mockup slab knock down type. The results of this study were (1) the percentage of the feasibility of the media by media experts is 86% included at a very decent ratings (2) the percentage of the feasibility of learning tools on the syllabus, lesson plans and about 82.50% respectively; 93%; 92.50% including the very good ratings (3) persetase students eligibility for pre-response experiment after experiment 92.50% and 95% including the very good ratings (4) the percentage of students of class XI repon TGB 2 for pre-experiment 77 , 80% and 79.80% after the experiment with an increase of 2% can be seen that the students of class XI TGB 2 more interested and active in learning using miniature media types knock down the slab (5) the percentage of completeness pilot knowledge test TGB first XI and XI TGB 75.50% 2 75.25%; TGB skills test XI 1 and XI TGB 70% 2 85%. The average value of the knowledge test XI and XI TGB TGB 1 75.50 2 75.25; TGB XI skill test 1 76.7% and 80.80% XI TGB 2.Thus it can be seen that the miniature media type slab knock down effect in the learning material building construction drawing budget plan (RAB). This is evidenced by an increase in student responses and differences in skills test scores by experimental class is higher than the control class. Keywords : The test results, media miniature , the type of knock down
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG XI DPIB SMK NEGERI 3 SURABAYA DURRATUL JANNAH; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i2.26598

Abstract

AbstrakModel pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran yang mengajarkan siswa untuk dapat aktif dalam mencari/mencocokkan kartu jawaban dan disiplin terhadap waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran konstruksi dan utilitas gedung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study dengan bentuk Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas XI DPIB 2 SMK Negeri 3 Surabaya dengan jumlah 31 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2018-2019. Hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata persentase 86,6% artinya, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan persentase rata-rata 83,17%, artinya kegiatan belajar siswa termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil angket respon siswa didapat dari 2 pihak yaitu, persentase rata-rata angket siswa 82,14% dengan nilai rata-rata dari observer 3,47, artinya nilai persentase rata-rata angket siswa dan observer termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil perhitungan Uji-t pada nilai post-test pada taraf signifikan ?=0,05 mendapatkan nilai 7,029 > nilai 1,697. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a match pada mata pelajaran konstruksi dan utilitas gedung dapat mengembangkan pemahaman siswa. Kata Kunci: Make a match, Penerapan, SMK. AbstractThe cooperative learning model type make a match is a learning model that teaches students to be active in finding / matching answer cards and disciplines with a predetermined time. This study aims to determine the feasibility of learning, student responses and student learning outcomes in construction subjects and building utilities using the cooperative learning model type make a match.The type of research used is the One Shot Case Study with Pre-Experimental Design. The research subjects were class XI DPIB 2 of SMK Negeri 3 Surabaya with a total of 31 students. The study was conducted in odd semester 2018-2019. The results of the learning device validation obtained an average percentage of 86.6%, meaning that learning devices meet the eligibility criteria.Based on the results of the observations obtained an average percentage of 83.17%, meaning that student learning activities are included in the criteria very well. The results of the student questionnaire responses were obtained from 2 parties, namely, the average percentage of student questionnaires was 82.14% with an average value of 3.47 observers, meaning that the average value of student and observer questionnaires was included in the criteria very well. The results of the t-test calculation on the post-test value at a significant level ? = 0.05 get the value 7,029> value 1,697. It can be concluded that the application of cooperative type learning models Make a match on construction subjects and building utilities can develop students understanding. Keywords: Make a match, Application, Vocational School
Penerapan Inquiry Based Learning dengan Pendekatan Open-Ended pada Kompetensi Dasar Menganalisis Gaya-gaya Batang Konstruksi Rangka Sederhana SELVIA PUTRI ROHMANIYAH; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v5i1.29560

Abstract

Model pembelajaran Inquiry based learning merupakan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk menemukan sesuatu dengan berbekal pengalaman sendiri. Pembelajaran ini menggunakan pendekatan open-ended untuk memperbaiki pemahaman kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, (2) respon siswa, dan (3) perbedaan hasil belajar setelah menerapkan pembelajaran inquiry based learning dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Single One Shot Case Study menggunakan 2 kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas X DPIB SMK Negeri 1 Kediri berjumlah 33 siswa/kelas, dengan perlakuan X DPIB 1 sebagai kelas kontrol dan X DPIB 2 sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018-2019. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata keterlaksanaan pembelajaran adalah 91,23% termasuk penilaian sangat layak (2) persentase respon siswa kelas X DPIB 2 (kelas eksperimen) adalah 83,52%, dan dapat diketahui bahwa siswa kelas X DPIB 2 lebih tertarik dan setuju menggunakan alat peraga rangka batang sederhana dalam pembelajaran (3) Hasil rata-rata tes belajar siswa kelas X DPIB 1 (kontrol) sebesar 71,3; kelas X DPIB 2 (eksperimen) sebesar 79,79. Hasil uji-t dua pihak untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan t hitung= 3,326>t tabel=2,246 (signifikan, ?=5%). Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan perlakuan menggunakan alat peraga rangka batang sederhana, dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan. Kata Kunci: Alat peraga, Hasil belajar, Inquiry based learning, Open-ended
PENGEMBANGAN MEDIA JOBSHEET PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI BETON DAN PRAKTIKUM UNTUK MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Nanang Dwi Cahyono; BAMBANG SABARIMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v6i1.35369

Abstract

Tujuan penelitian yang diharapkan adalah (1) mendapatkan hasil uji kelayakan pengembangan media jobsheet pada mata kuliah teknologi beton dan praktikum untuk mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya yang layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran secara praktikum, (2) mengetahui respon mahasiswa terhadap penggunaan jobsheet agregat halus pada mata kuliah teknologi beton dan praktikum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) sampai dengan tahap uji coba produk karena hasil penelitian tidak akan diproduksi secara masal. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah mahasiswa prodi D4 Transportasi 2019 jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah 37 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi instrumen lembar angket respon mahasiswa dan instrumen angket kelayakan jobsheet (validasi materi jobsheet dan validasi tampilan jobsheet). Jobsheet divalidasi oleh 3 (tiga) validator ahli, yaitu 2 (dua) dosen ahli dari jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya dan 1 (satu) ahli dari Laboratorium Beton PT. Merak Jaya Beton serta angket respon yang diisi oleh mahasiswa. Dari hasil penelitian pengembangan jobsheet menunjukkan bahwa, a) kelayakan pengembangan jobsheet teknologi beton pada materi agregat halus menunjukkan penilaian dengan kategori layak sebesar 89,36%, b) respon mahasiswa terhadap penggunaan jobsheet agregat halus pada mata kuliah teknologi beton dan praktikum adalah sebesar 74,31% termasuk kategori setuju. Kata Kunci: Jobsheet, Praktikum Bahan Agregat Halus, Teknologi Beton dan Praktikum
RESPON SISWA SMKN 3 JOMBANG TERHADAP PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK MENGGUNAKAN POWERPOINT ANIMASI Dilla Amalia Amalia; Bambang Sabariman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v6i2.36260

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana respon siswa kelas X BKP 1 terhadap pembelajaran mekanika teknik menggunakan powerpoint berbasis animasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X BKP 1 SMKN 3 Jombang, dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang. Penelitian ini memiliki satu permasalahan yang diselidiki yaitu, bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran mekanika teknik menggunakan powerpoint berbasis animasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan hasil respon siswa kelas X BKP1 SMKN 3 Jombang. Teknik pengumpulan data melalui angket respon siswa. Data yang terkumpul lalu dianalisis dengan menggunakan rumus statistik persentase yang mengacu pada skala Guttman. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa persentase angka secara deskriptif. Data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis untuk memperoleh jawaban dari permasalahan yang terdapat pada penelitian. Hasil uji media powerpoint berbasis animasi yang telah divalidasi oleh ahli media diperoleh tingkat pencapaian 97,14 % sehingga berada pada kualifikasi sangat valid. Hasil perhitungan angket respon siswa yang telah divalidasi oleh ahli media diperoleh tingkat pencapaian 85,60 % sehingga berada pada kualifikasi sangat valid. Hasil penelitian diketahui 74,85% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran mekanika teknik menggunakan powerpoint animasi. Hal ini menunjukkan siswa tertarik dan senang mengikuti kegiatan pembelajaran mekanika teknik menggunakan powerpoint animasi. Angket respon siswa disebar secara online setelah angket respon siswa dan media powerpoint berbasis animasi telah dilakukan validasi oleh validator. Kata Kunci: powerpoint, animasi, respon siswa, pembelajaran mekanika teknik, deskriptif.
PENERAPAN E-MODUL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMK NEGERI 3 SURABAYA. Haliyyatun Najwa; Bambang Sabariman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v7i2.41863

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat pendidikan di Indonesia mengalami kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga diperlukan penyusunan strategi dan metode pembelajaran yang tepat pada saat pembelajaran online saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tingkat efektivitas keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem based learning menggunakan media e-modul. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian Eksperiment Design dengan model penelitian Posttest Only Control Design yang didalamnya terdapat kelas kontrol dan kelas eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X DPIB SMK Negeri 3 Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar. Analisis hasil belajar menggunakan uji-t (perbedaan dua mean). Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran kelas X DPIB I rata-rata 78% dan untuk X DPIB II rata-rata 82,6% termasuk kategori baik. Hasil belajar kelas kontrol (tanpa e-modul) mendapatkan nilai rata-rata 61,72 dan hasil belajar kelas eksperimen (menggunakan e-modul) mendapatkan nilai rata-rata 77,10. Hasil uji-t (perbedaan dua mean) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan thitung=4,688 ? ttabel=2,003. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar siswa yang menggunakan e-modul lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran langsung.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA VIDEO YOUTUBE PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X DI SMK erika wanda puspita; Bambang Sabariman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v7i2.43034

Abstract

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN MEDIA VIDEO PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X BISNIS KONSTRUKSI DAN PROPERTI Rihesti Ayu Gita Amanda Yolanda; Bambang Sabariman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i1.48515

Abstract

Abstrak Pada pelaksanaan pembelajaran guru mekanika teknik menggunakan model pembelajaran dua arah, antara guru dengan siswa, dan memakai media power point. Namun, banyak siswa yang kurang semangat dalam pembelajaran mekanika teknik, karena merasa susah. Jika, terdapat kesalahan dalam mengerjakan soal, siswa malas untuk memperbaiki karena jawaban yang banyak, siswa juga merasa jenuh dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Maka, perlu adanya inovasi baru dalam pelaksanaan pembelajaran. Pada penelitian ini bertujuan mengetahui respon siswa dan menganalisis hasil belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) berbantuan media video. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Design True Eksperimental yaitu Posttest-Only Control Design, menggunakan dua sampel yaitu kelas X BKP A (kelas kontrol) dan kelas X BKP B (kelas eskperimen). Analisis data yang digunakan yaitu data hasil kelayakan perangkat, hasil belajar siswa dilakukan pengujian (uji-t) dan respon siswa menggunakan angket. Hasil kelayakan perangkat pembelajaran pada penelitian ini secara teoritis diperoleh rata-rata persentase 94,02% dengan kriteria sangat layak. Hasil belajar penelitian ini kelas X BKP A mendapatkan rata-rata 68,23 dan kelas X BKP B mendapatkan rata-rata 76,80, hasil uji hipotesis (uji-t) yaitu thitung = 4,967 > ttabel = 2,009 menggunakan ? (tingkat kesalahan) = 0,05. Sehingga, disimpulkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran dan media tersebut terdapat hasil belajar yang signifikan. Diperoleh hasil rata-rata respon terhadap 81,36% dengan kriteria sangat baik. Maka, model pembelajaran dan media video yang diterapkan cocok dan tepat digunakan pada pembelajaran mekanika teknik. Kata Kunci: Team Assisted Individualization, Media Video, Hasil Kelayakan Perangkat, Respon Siswa, Hasil Belajar
Peningkatan Kompetensi Desain Building Information Modelling (BIM) melalui Pelatihan Perangkat Lunak Autodesk Revit bagi Guru dan Siswa SMK PGRI 1 Ngawi Dlauissama Dlauissama; Bambang Sabariman; Krisna Dwi Handayani; Yogie Risdianto; Siti Talitha Rachma
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v2i1.1587

Abstract

SMK PGRI 1 Ngawi menghadapi tantangan dalam peningkatan keterampilan siswa khususnya dalam pemanfaatan perangkat lunak di bidang desain konstruksi. Terbatasnya fasilitas serta kurangnya pelatihan penggunaan perangkat berbasis digital, merupakan tantangan dalam mempersiapkan lulusan menghadapi industri konstruksi modern. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Pelatihan Desain Building Information Modelling (BIM) dengan Perangkat Lunak Autodesk Revit bagi Guru dan Siswa,” tim dosen Universitas Negeri Surabaya memberikan pelatihan intensif yang mencakup pembuatan gambar portal, pondasi, serta penulangannya. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung, pre-test, post-test, serta latihan mandiri berupa tugas desain sederhana untuk mengukur pemahaman peserta. Rata-rata nilai pre-test peserta adalah 64 dengan nilai tertinggi 68, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 84 dengan nilai tertinggi mencapai 100. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Peserta memberikan umpan balik positif pada setiap indikator penilaian yang mencakup relevansi materi, kejelasan penyampaian, kesesuaian durasi pelaksanaan, kemanfaatan pelatihan, kemudahan mengikuti kegiatan, penambahan pengetahuan/keterampilan, dan kepuasan kegiatan secara keseluruhan. Hasil ringkasan menunjukkan bahwa PKM dinilai berhasil dan relevan dengan kebutuhan peserta. Kata kunci: Pelatihan, Desain Bangunan, Desain Struktur, BIM, Autodesk Revit