Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERILAKU MEKANIK TARIK BAMBU DAN POTENSI APLIKASINYA SEBAGAI PERKUATAN TANAH PADA TIMBUNAN Suwartanti Suwartanti
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1, No 1 (2005): Maret
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v1i1.8233

Abstract

ABSTRACTThe main obstacle in building a construction in soft soil is the big settlementwhich occurs in such soil. One of the techniques to solve this problem is tohamper geosynthetics on this soft soil and create a compacted embankmentfrom good soil above the soft soil. The application of this technique is quiteeffective, but due to economic problem and environmental awareness, the useof another material which is cheaper and comes from nature is in urgent need.In the past our ancestors have used bamboo as soil reinforcement. Unfortunatelythe publications and researches concerning this matter are still very few.This study is aimed to investigate the tensile strength of woven bambooand its potential application for soil reinforcement in an embankment. Threevariants of bamboos are used in the experiment. The samples are taken fromthe outer parts (skin) and inner parts, with and without nodes. The shape anddimension of the samples are designed to represent the actual shape anddimension of woven bamboo.From the experiment, the maximum tensile strength obtained from tensilestrength and strain analysis is 395.533 kN/m'. The outer part of bamboo iscategorized as brittle material while the inner part is ductile. Based on thesefindings and considering bamboo's rough surface and its lifetime, bamboo ispotential for soil reinforcement in an embankment to replace a particular functionof geosynthetics.Keywords: bamboo, soil reinforcement, embankment
Pembangunan Mushola sebagai Sarana Pendukung Tempat Wisata Taman Goa Jetis-Jatinom, Kabupaten Klaten Fajarwati, Yuli; Suwartanti, Suwartanti; Dewata, Hendra; Nugroho, Maris Setyo; Widodo, Slamet; Batuna, Nerizza Cheryl Salma; Nugraheni, Risa
Civil Engineering for Community Development (CECD) Vol 3, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/cecd.v3i2.29312

Abstract

Desa Wisata Jetis terletak di Kelurahan Jatinom yang memiliki upacara adat bernama Yaa Qowiyyu dan diselenggarakan setiap bulan Sapar. Taman Goa Jetis berada di Kawasan Makam Ki Ageng Gribig yang menjadi tempat berkembangnya Islam di Tanah Jawa. Goa yang terletak diantara dua taman tersebut saat ini dibuka untuk umum dan digunakan sebagai tempat berziarah. Dengan dibangunnya tempat wisata ini, dibutuhkan adanya sarana pendukung salah satunya tempat ibadah. Tujuan PKM ini yaitu pembangunan Mushola sebagai sarana pendukung dari Taman Goa Jetis ini. Pembangunan Mushola ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu melakukan analisis masalah dengan mengobservasi lokasi pembangunan Mushola, melakukan perencanaan desain berdasarkan data observasi yang didapatkan, melakukan pendataan material dari desain yang dibuat, dan melaksanakan pembangunan. Pembangunan Mushola ini dilaksanakan oleh keterlibatan masyarakat setempat dan tim PKM. Kendala yang dihadapi selama pembangunan Mushola antara lain mobilisasi material, faktor alam, pengerjaan secara manual, dan keterbatasan alat.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkunan (ARKL) Paparan CO dan NOx terhadap Pelajar Pengguna Trans Jogja (Studi Kasus Halte Cik Di Tiro 1) Novia Suryadwanti; Rheza Tri Nugroho; Suwartanti Suwartanti; Dewi Prathita Rachmi
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.68

Abstract

Karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx) adalah polutan utama yang dihasilkan kendaraan bermotor. Paparan terhadap gas ini dapat berdampak buruk pada kesehatan, terutama bagi penderita asma dan anak-anak. Pengguna transportasi umum, seperti Trans Jogja, berisiko tinggi terpapar polusi udara karena halte bus umumnya terletak di tepi jalan dengan tingkat polusi yang tinggi. Berdasarkan survei tahun 2023, mayoritas pengguna Trans Jogja adalah mahasiswa, sehingga penelitian ini berfokus pada dampak polusi udara terhadap kelompok ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Environmental Health Risk Analysis untuk mengukur risiko kesehatan akibat antrian lalu lintas dan waktu paparan polusi saat menunggu di halte Cik Di Tiro 1. Hasil analisis menunjukkan nilai intake polutan CO sebesar 0,00034103 (mg/kg/hari) dan NOx sebesar 0,00003307 (mg/kg/hari). Nilai RQ untuk CO adalah 0,00034103 dan untuk nitrogen dioksida adalah 0,0044, yang menunjukkan bahwa kedua polutan tersebut aman. Karakterisasi risiko menunjukkan bahwa paparan CO dan NOx di halte Cik Di Tiro 1 tidak berisiko signifikan terhadap kesehatan pengguna. Rendahnya tingkat risiko ini disebabkan oleh layanan Trans Jogja yang baik, sehingga waktu tunggu pengguna relatif singkat.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo Elviana; Suwartanti; Nayono, Satoto Endar; Fajriani, Qonaah Rizqi; Oktafiani, Pradyta Galuh; Pratiwi, Anik Nurul; Andriyan, Okta Dwi; Putri, Avia Rahma
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.607

Abstract

Permasalahan sampah yang belum terkelola dengan baik di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo, telah berkontribusi pada penurunan kualitas kebersihan lingkungan. Akar masalah utama adalah rendahnya kesadaran dan belum terbentuknya aksi kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) dan mendorong terwujudnya aksi nyata (real action) dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukasi berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif warga. Rangkaian kegiatan meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi dan pemetaan masalah partisipatif untuk mengidentifikasi persepsi dan kebiasaan warga; (2) Edukasi dan pelatihan intensif mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah dari sumbernya, dan teknik pengomposan sederhana; serta (3) Pendampingan dan inisiasi aksi nyata berupa pembentukan [contoh: Bank Sampah/Kelompok Swakelola Sampah] di tingkat dusun. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta perbandingan pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pengetahuan peserta. Dampak utamanya adalah tumbuhnya kesadaran kolektif yang diwujudkan dalam aksi nyata, seperti dimulainya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan terbentuknya inisiatif pengelolaan sampah mandiri oleh warga. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat Dusun Serut untuk secara proaktif dan berkelanjutan mengelola lingkungan mereka sendiri.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo Elviana; Suwartanti; Nayono, Satoto Endar; Fajriani, Qonaah Rizqi; Oktafiani, Pradyta Galuh; Pratiwi, Anik Nurul; Andriyan, Okta Dwi; Putri, Avia Rahma
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.607

Abstract

Permasalahan sampah yang belum terkelola dengan baik di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo, telah berkontribusi pada penurunan kualitas kebersihan lingkungan. Akar masalah utama adalah rendahnya kesadaran dan belum terbentuknya aksi kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) dan mendorong terwujudnya aksi nyata (real action) dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukasi berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif warga. Rangkaian kegiatan meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi dan pemetaan masalah partisipatif untuk mengidentifikasi persepsi dan kebiasaan warga; (2) Edukasi dan pelatihan intensif mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah dari sumbernya, dan teknik pengomposan sederhana; serta (3) Pendampingan dan inisiasi aksi nyata berupa pembentukan [contoh: Bank Sampah/Kelompok Swakelola Sampah] di tingkat dusun. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta perbandingan pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pengetahuan peserta. Dampak utamanya adalah tumbuhnya kesadaran kolektif yang diwujudkan dalam aksi nyata, seperti dimulainya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan terbentuknya inisiatif pengelolaan sampah mandiri oleh warga. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat Dusun Serut untuk secara proaktif dan berkelanjutan mengelola lingkungan mereka sendiri.