Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Automotive Technology Vocational Education

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI HYDROCARBON CRACK SYSTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR HONDA MEGAPRO Purnomo, Bayu Gilang; Yulanto, Dwiki Muda; Yoanita, Yulia Venti
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i2.992

Abstract

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang jumlahnya semakin meningkat di Indonesia. Peningkatan jumlah sepeda motor berpengaruh terhadap peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar. Peningkatan konsumsi bahan bakar dapat diatasi dengan salah satu cara yaitu melakukan penghematan bahan bakar pada sepeda motor menggunakan teknologi Hidrokarbon Carbon Crack System (HCS). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penggunaan teknologi HCS terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda Megapro Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Megapro 150 cc tahun 2004. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sample. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur waktu yang diperlukan mesin untuk menghabiskan bahan bakar dalam volume tertentu pada putaran mesin 1500-6500 rpm dengan selisih setiap pengujian sebesar 500 rpm. Analisa data menggunakan metode deskriptif komparatif. Setelah semua data diperoleh, kemudian hasilnya dibandingkan antara data pengujian konsumsi bahan bakar sepeda motor standar dengan sepeda motor yang menggunakan teknologi HCS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada putaran mesin antara 1500-6500 rpm menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan satu tabung Pertamax dengan volume satu liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 40,21%. Pada putaran mesin yang sama menggunakan katalis ganda spiral HCS (panjang 500 mm) dengan dua tabung Pertamax dengan volume dua liter, konsumsi bahan bakar spesifik menurun sebesar 51,80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan katalis ganda pada HCS memiliki pengaruh yang baik terhadap konsumsi bahan bakar. Penggunaan HCS dengan katalis ganda dan menggunakan dua buah tabung bahan bakar dapat lebih meningkatan efisiensi bahan bakar.   Kata kunci: hidrocarbon crack system, konsumsi bahan bakar, otomotif.
IMPLEMENTASI VIDEO PADA KOMPETENSI TUNE UP MESIN EFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Joyo, Dhiran; Abdillah, Fuad; Suwignyo, Joko; Purnomo, Bayu Gilang
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i2.2067

Abstract

Siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran, minat mengikuti pelajaran teori kejuruan yang masih kurang selain itu kurang tepatnya model dan media pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil dari proses pembelajaran. (2) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio video pembelajaran kompetensi dasar tune-up mesin EFI kelas XII TKR. (3) Mengetahui seberapa besar keaktifan siswa setelah menggunakan media audio video pada kompetensi dasar tune-up mesin EFI siswa kelas XII TKR. (4) Mengetahui hasil observasi guru sebelum dan sesudah menggunakan media audio video. Penelitian ini termasuk dalam penelitian PTK, menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh keaktifan, hasil belajar siswa dan kinerja guru. Sample yang digunakan adalah siswa kelas XII TKR SMK Islam Pemalang sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai. Hasil keaktifan siswa siklus I kategori aktif (20%<75%). Pada siklus II keaktifan siswa kategori aktif (83.33% >75%). Hasil belajar siswa siklus I tuntas (33.33%), belum tuntas (66.67%). Pada siklus II siswa tuntas (83.33%), belum tuntas (16.67%). Kemudian hasil observasi guru yaitu siklus I sebesar (67.05%). kinerja guru sebesar (67.83%). Meningkat pada siklus II menjadi (83.53%) dan kinerja guru meningkat menjadi (83.48%) lebih dari klasikal yang ditetapkan yaitu 80%. Kata kunci: implementasi video pembelajaran, peningkatan keaktifan siswa, peningkatan hasil belajar