Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Resiliensi Keluarga pada Keluarga Penderita ISPA Nur Aulia; Aminatul Fitri; Sri Wahyuni; Anisa Yulvi Azni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1279

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan berdampak tidak hanya pada kondisi fisik anak, tetapi juga pada ketahanan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanganan ISPA, sehingga kemampuan keluarga untuk beradaptasi dan bertahan menghadapi tekanan kesehatan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan resiliensi keluarga pada keluarga penderita ISPA. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 keluarga penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas Karya Wanita yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Family Resilience Assessment Scale (FRAS).  Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa nilai factor loading berada pada rentang 0,42 hingga 0,82 dan uji reabilitas 0,96 (Sixbey,2005) dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan dan sebagian besar orang tua memiliki tingkat pendidikan menengah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan orang tua dan resiliensi keluarga (p= 0,019). Orang tua dengan pendidikan menengah hingga tinggi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola tekanan kesehatan, beradaptasi terhadap kondisi sakit anak, serta mempertahankan fungsi keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua berperan penting dalam memperkuat resiliensi keluarga.  
The Relationship Between Family Resilience and Efforts to Prevent Acute Respiratory Infection (ARI) Among Children in Wetlands Aminatul Fitri; Sri Wahyuni; Anisa Yulvi Azni; Nur Aulia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.1567

Abstract

Children living in wetlands are particularly susceptible to Acute Respiratory Infections (ARI), and family resilience plays a vital role in safeguarding their health. This study explored the association between family resilience and families’ efforts to prevent ARI in children aged 1–5 years. A quantitative descriptive correlational design was applied, involving 100 families in wetlands. Data were collected using the Family Resilience Assessment Scale (FRAS) and a validated ARI prevention questionnaire, both of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-square test. The findings revealed a significant relationship between family resilience and ARI prevention efforts (p = 0.012). Families with greater resilience were more consistent in maintaining hygiene, keeping their homes clean, and seeking timely medical care when respiratory symptoms appeared.
STRATEGI KELUARGA DALAM PEMBERIAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA Indryani Jovanka; Sri Wahyuni; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1111

Abstract

Kekambuhan pada penderita gangguan jiwa sering ditemukan karena putus obat. Keluarga merupakan pendukung utama dalam pemberian obat dirumah. Tujuan: Untuk mengetahui strategi keluarga dalam pemberian obat antipsikotik pada anggota keluarga dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berbentuk survei. Sampel sebanyak 100 orang merupakan perwakilan dari keluarga penderita gangguan jiwa dengan teknik accidental sampling. Kriteria inklusi yang diambil yaitu keluarga yang sedang menemani ODGJ kontrol ke RSJ yang sulit untuk makan obat. Kuesioner yang digunakan peneliti berdasarkan studi literatur. Distribusi frekuensi dilakukan untuk analisis dan penyajian data. Hasil: Hasil survei didapatkan strategi yang paling banyak pernah dilakukan adalah melibatkan penderita dalam keputusan mendapatkan obat (100%), paling sering berhasil dilakukan keluarga adalah memberikan pemahaman kepada penderita tentang pentingnya obat dan mengingatkan penderita ketika jadwal minum obat (93%), paling sering tidak berhasil dilakukan adalah melibatkan penderita dalam keputusan mendapatkan obat (16%) dan paling banyak tidak pernah dilakukan adalah mengganti obat minum menjadi obat injeksi (65%). Kesimpulan: Mengingatkan penderita ketika jadwal minum obat merupakan suatu tanggung jawab keluarga dalam meminimalisir angka kekambuhan.
Mekanisme Koping Mahasiswa Keperawatan Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Pada Masa Pandemi Covid-19 Atika Putri Tamiya; Sri Wahyuni; Yesi Hasneli
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i1.725

Abstract

Tugas akhir yang dikerjakan oleh mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemi covid-19 menjadi sumber stres tersendiri bagi mahasiswa yang mengerjakannya. Mekanisme koping adalah suatu cara untuk mengatasi stres yang sedang dihadapi. Mekanisme koping terbagi atas adaptif dan maladaptif serta memiliki dua strategi yaitu problem focused dan emotion focused. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mekanisme koping mahasiswa keperawatan dalam proses menyelesaikan tugas akhir pada masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Riau dengan jumlah sampel 169 responden menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Brieft Cope dengan analisa data yang digunakan adalah uji univariat. Hasil penelitian diperoleh 99,4% responden menggunakan mekanisme koping adaptif dengan strategi problem focused coping dominan adalah active coping (6,76) dan strategi emotion focused coping dominan adalah religion (7,51). Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan mekanisme koping adaptif dengan strategi dominan yaitu active coping dan religion. Gambaran mekanisme koping pada mahasiswa penting untuk diketahui sebagai pengetahuan dan menjadi masukan bagi peneliti berikutnya untuk menciptakan intervensi guna mempertahankan atau meningkatkan mekanisme koping mahasiswa.
THE EXPERIENCE OF HEALTHCARE WORKERS AND PATIENTS IN THE IMPLEMENTATION OF DISCHARGE PLANNING FOR HEART FAILURE PATIENTS Amoy Amelia Sanusi; Wan Nishfa Dewi; Bayhakki Bayhakki; Sri Wahyuni; Nurul Huda; Erika Erika
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v10i2.2283

Abstract

Ineffective discharge planning results in discontinuity of patient care at home. This condition worsens patient outcomes, leading to patients returning to health services with the same medical history or with new and more severe complications. This study aims to explore the experience of healthcare workers and patients in implementing discharge planning for heart failure patients. This study employed a phenomenological design with a qualitative, interpretative approach. The participants consisted of 17 individuals: ten health workers from a private hospital in Pekanbaru, two heart specialists, three nurses, two pharmacists, three nutritionists, and seven patients with heart failure who were planning to return home. Participant recruitment was conducted using a purposive sampling method. Data collection was through in-depth interviews, and data analysis used the Colaizzi analysis stages. Four themes are interrelated with the studied phenomena: the information received by patients regarding discharge planning, specific education for heart failure patients, the challenges faced by healthcare workers in completing the discharge planning form, and the important components of discharge planning for heart failure patients. The experiences of healthcare workers and patients in implementing discharge planning in this study reveal that there are still inadequacies that concern both healthcare workers and patients. The themes identified in this study can contribute to the development of discharge planning forms for heart failure patients. Therefore, this study on healthcare services suggests that it may reduce the recurrence rate of heart failure in patients.