Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Tujuan dan Prinsip Sistem Ekonomi Islam di Indonesia Rismanika Nurul Utami; Sri Wigati
AL-UJRAH Vol 2 No 01 (2023): Al-Ujrah: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekomoni Syariah STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/alujrah.v2i01.83

Abstract

Abstrak Sistem ekonomi di dunia masih didominasi oleh sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan campuran. Namun, sebagian masyarakat Indonesia mengapresiasi prinsip ekonomi Islam. Terlihat faktanya bahwa tidak sedikit umat Islam di Indonesia yang melakukan kegiatan ekonomi sejalan dengan norma dan ajaran Islam. Beberapa desa dan kecamatan di Indonesia yang dihuni oleh umat Islam, memiliki larangan tidak tertulis terkait penjualan barang haram seperti minuman keras, daging babi, darah, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi tujuan dan prinsip sistem ekonomi Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil pembahasan ditemui bahwa pengimplementasian tujuan sistem ekonomi Islam di Indonesia ini dinilai sudah cukup optimal dan terlaksana. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya badan lembaga ZISWAF di hampir seluruh wilayah Indonesia guna menjangkau pemerataan distribusi serta tujuan sistem ekonomi Islam yang terefleksi dalam UUD 1945. Namun, masih ada kekurangan terkait kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan tujuan sistem ekonomi Islam dalam aktivitas ekonomi yang mereka lakukan. Prinsip sistem ekonomi Islam terefleksi dalam sila-sila Pancasila yang didukung dengan beberapa fatwa DSN-MUI. Terutama sila pertama, kedua, dan kelima. Hal ini dikarenakan Pancasila merupakan rujukan, pandangan hidup, dan dasar negara Indonesia. Kata Kunci: Implementasi, Tujuan, Prinsip, Ekonomi Islam
Pertukaran Asset Riil ('Ayn) Dengan Financial Asset (Dayn) Dalam Akad Ijarah Rahmah Salsabila Al Maghfuri; Laura Ayu Wulandari; Sheva; Sri Wigati
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal At-Tamwil September 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v7i2.7324

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pertukaran antara asset riil ('ayn) dan financial asset (dayn) dalam akad ijarah serta mengidentifikasi prinsip-prinsip syariah yang harus dilakukan supaya transaksi sah menurut ekonomi Islam. Relevansi penelitian ini didasarkan pada maraknya penggunaan akad ijarah dalam berbagai produk keuangan syariah, namun masih banyak aspek yang memerlukan pendalaman, khususnya terkait keabsahan penggunaan ‘ayn dan dayn dalam hal kejelasan manfaat, sistem pembayaran dan potensi mengandung unsur gharar, riba dan maysir yang dapat menyalahi prinsip syariah. Metode – Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur. Data dikumpulkan melalui buku referensi, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan, baik dari sumber klasik maupun kontemporer yang membahas tentang ijarah, dayn dan 'ayn dalam perspektif ekonomi syariah. Studi literatur ini bertujuan memperoleh landasan teoritis yang mendalam untuk menganalisis keabsahan transaksi ijarah dalam pertukaran antara asset riil dan financial asset. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertukaran 'ayn dan dayn dalam akad ijarah diperbolehkan dalam ekonomi Islam dengan syarat memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti kejelasan manfaat, keadilan, kesepakatan kedua belah pihak, dan terbebas dari unsur riba, gharar serta maysir. Penelitian ini juga menemukan adanya potensi ketidakjelasan dalam praktik pembayaran yang dapat menimbulkan pelanggaran syariah jika tidak dikelola dengan transparan. Risiko ini mencakup kemungkinan penundaan pembayaran, ketidaksesuaian nilai ujrah, hingga ketimpangan hak antara pihak penyewa dan pemberi sewa. Keterbatasan – Keterbatasan penelitian terletak pada pendekatan yang hanya menggunakan studi literatur, sehingga belum melibatkan data empiris dari praktik lembaga keuangan syariah secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan kajian empiris guna melihat implementasi ijarah dalam pertukaran 'ayn dan dayn secara riil di lapangan. Orisinalitas/ Nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya literatur terkait keabsahan pertukaran 'ayn dan dayn dalam akad ijarah serta memberikan rekomendasi praktis agar transaksi ijarah tetap sesuai dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum Islam dalam praktik ekonomi Islam.
EKSPLOITASI PLATFORM DIGITAL DALAM PEMBAYARAN ZAKAT UNTUK KEMASLAHATAN MASYARAKAT Maharrani Wulansari Akbarillah; Reisa Medyna zahrah; Sri Wigati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.841

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis platform digital dalam optimalisasi pembayaran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Namun, potensi zakat yang besar belum sepenuhnya terealisasi karena keterbatasan sistem konvensional. Dengan perkembangan teknologi digital, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara daring melalui berbagai platform seperti marketplace, e-wallet, dan aplikasi lembaga zakat. Digitalisasi ini memudahkan muzaki dalam menunaikan zakat, meningkatkan transparansi, serta memperluas jangkauan lembaga amil zakat. Literasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai muzakki maupun mustahik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis keterkaitan antara digitalisasi zakat dan penurunan ketimpangan sosial.
Analysis Comparison Sharia Economy System in Indonesia and Malaysia Ahmad Firmansyah, Masyekha; Ubaidillah Zubair; Sri Wigati
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Juny
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/muhasabatuna.v6i1.2638

Abstract

The discussion in this journal covers the comparison of sharia economic systems found in Indonesia and Malaysia. The sharia economic system is a system that in its operations it is based on Islamic principles, which include the prohibition of usury (interest) and compliance with Islamic law. This study aims to identify differences and similarities in the implementation of the sharia economic system in the two countries, especially in the banking sphere. This study uses a comparative analysis method between policies and the sharia economic system in Indonesia and Malaysia. The results of this study show that although these two countries uses the same sharia economic system, but there are still differences in regulations And in financial institutions existing sharia on two that country.  
Relevansi dan Tantangan Penerapan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Era Ekonomi Digital M, Abdullah Aryasatya Putra; Sri Wigati; Akbar, Dilfikar; Wicaksana, Darel Hylmi
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i5.392

Abstract

Abstract: The rapid development of the digital economy has brought significant changes in global financial and business transactions. In this context, the sharia economy offers an alternative system based on justice, transparency, and social welfare. This article aims to analyze the relevance of sharia economics in the digital economy as well as identify the main challenges of its implementation. This study uses a qualitative-descriptive approach with literature studies from scientific journals, regulations, and related industry reports. An analysis was carried out on sharia economic principles such as the prohibition of usury, maysir, gharar, and social justice in the digital context. The results of the study show that sharia principles have the potential to form a more ethical and inclusive digital ecosystem, for example through sharia fintech, digital sharia capital markets, and sharia blockchains. However, there are challenges in the form of regulatory limitations, difficulties in ensuring compliance of digital products with sharia, and low digital sharia financial literacy. This study recommends strengthening regulations, innovation of sharia-based financial products, and increasing public education to optimize the role of the sharia economy in the digital era. It is hoped that various parties, including the government, industry, and academia, can collaborate in creating a fair and sustainable digital economy ecosystem in accordance with sharia principles.Keywords: Sharia Economics, Digital Economy, Sharia Fintech, Sharia Blockchain, Sharia Financial Regulation. Abstrak: Perkembangan pesat ekonomi digital telah membawa perubahan signifikan dalam transaksi keuangan dan bisnis global. Dalam konteks ini, ekonomi syariah menawarkan sistem alternatif berbasis keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ekonomi syariah dalam ekonomi digital serta mengidentifikasi tantangan utama penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur dari jurnal ilmiah, regulasi, serta laporan industri terkait. Analisis dilakukan terhadap prinsip ekonomi syariah seperti larangan riba, maysir, gharar, dan keadilan sosial dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip syariah berpotensi membentuk ekosistem digital yang lebih etis dan inklusif, misalnya melalui fintech syariah, pasar modal syariah digital, dan blockchain syariah. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan regulasi, kesulitan dalam memastikan kepatuhan produk digital terhadap syariah, serta rendahnya literasi keuangan syariah digital. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi, inovasi produk keuangan berbasis syariah, serta peningkatan edukasi masyarakat untuk mengoptimalkan peran ekonomi syariah di era digital. Diharapkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan akademisi, dapat berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang adil dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah.Kata kunci: Ekonomi Syariah, Ekonomi Digital, Fintech Syariah, Blockchain Syariah, Regulasi Keuangan Syariah.
Distribusi Kekayaan pada Keuangan Syariah di Indonesia Perspektif Baqir Al-sadr Dzulqarnain; Nayla Nur Fadila; Sri Wigati
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v4i2.1027

Abstract

Dalam penelitian ini, pandangan Baqir al-Sadr, seorang pemikir ekonomi syariah terkenal, digunakan untuk membicarakan tentang bagaimana distribusi kekayaan dalam sistem ekonomi syariah di Indonesia. Baqir al-Sadr mengemukakan gagasan tentang distribusi kekayaan yang adil dalam masyarakat melalui sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, yang menekankan pada keseimbangan antara hak individu dan kewajiban sosial. Menurut perspektif Baqir al-Sadr, distribusi kekayaan tidak hanya dilihat dari sudut pandang Studi ini menyelidiki bagaimana penerapan ekonomi syariah dalam pembagian kekayaan di Indonesia, dengan penekanan khusus pada bagaimana kebijakan zakat, wakaf, dan fiskal yang berbasis syariah berkontribusi pada penciptaan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi beberapa komponen ekonomi syariah, masih ada masalah dalam menerapkannya
Dinamika Teori Penawaran Dalam Menentukan Struktur Harga Dan Output Pasar ahmad azizul muttaqin; khoirun niswah; sri wigati
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 4 No 2 (2025): Desember, At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65778/atjebi.v4i2.61

Abstract

This study aims to comprehensively analyze and describe how the dynamics of supply theory influence the structure of market price and output level. The research method adopted is the descriptive-qualitative method, utilizing library research, which involves collecting secondary data from books, scientific journals, and economic reports. The results of this analysis indicate that supply dynamics occupy a central role in the formation of price and market output; therefore, understanding these dynamics can provide extremely valuable insights into how markets function. The key drivers are production costs, technology, government policies, and the resource base, which includes both natural resources and human resources. For producers, marginal cost is a very critical determinant in their supply strategy in an attempt to obtain maximum profit. However, different market structures exhibit different supply mechanisms. In perfect competition, supply is elastic and sensitive to price, whereas in a monopoly, supply tends to be more rigid and controlled by the producer's profit strategy. This change in supply has a direct effect: increasing supply tends to lower the price and increase output, while decreasing supply tends to raise the price and reduce output. With this in mind, it is expected that a more in-depth analysis of market mechanisms can be carried out, which allows for making forecasts of the changes taking place within them.
Perkembangan Perbankan Syariah di Dunia dan Kepatuhannya terhadap Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme Credo Prasetyoadi Pangestu; Mugiyati Mugiyati; Sri Wigati
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v7i2.6356

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran dan pentingnya perbankan syariah dalam sistem keuangan dunia, dengan fokus pada kepatuhannya terhadap standar internasional dalam melawan pencucian uang dan pendanaan teroris (AML /CFT). Jurnal ini menganalisis strategi dan langkah-langkah yang diadopsi oleh beberapa negara, Khususnya Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Malaysia, untuk memastikan transparansi dan keamanan dalam sistem keuangan lembaga keuangan Islam. Penelitian ini didasarkan pada tinjauan data dari laporan resmi, dan sumber informasi yang tersedia untuk umum. Peneitian ini memungkinkan penilaian efektivitas langkah-langkah AML / CFT dalam perbankan syariah dan identifikasi tantangan dan masalah utama yang dihadapi oleh lembaga keuangan di sektor ini.
SISTEM KEUANGAN TANPA RIBA DALAM PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM KONTEMPORER SOLUSI ATAS KRISIS UTANG DAN KETIMPANGAN PEMBIAYAAN DI INDONESIA Alya Nur Fadiyah Fahdatun Nabilah; Arian Farid As Sidik; Gebi Firyanti Nurusman; Sri Wigati
Jurnal Manajemen Perbankan Keuangan Nitro Vol. 2 No. 1 (2026): Special Volume for International Collaboration ASEAN Countries
Publisher : LP2M IBK Nitro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept of a riba-free financial system in contemporary Islamic economic thought and its relevance as a solution to Indonesia’s debt crisis and financing inequality. The research employs a qualitative-descriptive library method by examining the works of modern Islamic economic scholars and data related to national financing conditions. The findings show that a riba-free financial system, based on the principles of justice, profit-and-loss sharing, and transparency, offers a more stable and inclusive alternative compared to interest-based mechanisms. The application of these principles has the potential to reduce household debt burdens, expand financing access for MSMEs, and improve economic distribution. Therefore, the Islamic financial system provides a significant contribution to strengthening Indonesia’s financing structure.