Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementation of Restructuring As a Step in Financing Management Problems at BANK KB Bukopin Syariah KC Surabaya Sulfah Sahratus Syabrinah; Sri Wigati
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v2i4.1373

Abstract

Restructuring is a step in overcoming financing problems that arise because debtors experience difficulties in fulfilling their obligations, which is known as default. The government, through the Financial Services Authority, asks banking institutions to identify debtors and provide financing restructuring policies with the aim of providing relief to the public, especially debtors, in financing payments. This research aims to find out how restructuring is implemented as an effort to manage problematic financing at KB Bank Syariah KC Surabaya. The research method used is a descriptive qualitative approach in the nature of library research, namely by using books and literature related to this research. The results of this research are that implementing restructuring of problematic financing in banks will benefit in the form of reducing Non-Performing Finance (NPF), which will ultimately have a positive impact on the overall health of the bank. Apart from that, from an economic perspective, the Bank will receive installment payments from debtors in accordance with the restructuring agreement that has been agreed between the bank and the debtor. The success of implementing financing restructuring depends on the intention and willingness of both parties, namely the debtor and financing, to work together in resolving financing problems that arise.
Implementasi Tujuan dan Prinsip Sistem Ekonomi Islam di Indonesia Rismanika Nurul Utami; Sri Wigati
AL-UJRAH Vol 2 No 01 (2023): Al-Ujrah: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Prodi Ekomoni Syariah STAI Al Akbar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62589/alujrah.v2i01.83

Abstract

Abstrak Sistem ekonomi di dunia masih didominasi oleh sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan campuran. Namun, sebagian masyarakat Indonesia mengapresiasi prinsip ekonomi Islam. Terlihat faktanya bahwa tidak sedikit umat Islam di Indonesia yang melakukan kegiatan ekonomi sejalan dengan norma dan ajaran Islam. Beberapa desa dan kecamatan di Indonesia yang dihuni oleh umat Islam, memiliki larangan tidak tertulis terkait penjualan barang haram seperti minuman keras, daging babi, darah, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi tujuan dan prinsip sistem ekonomi Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil pembahasan ditemui bahwa pengimplementasian tujuan sistem ekonomi Islam di Indonesia ini dinilai sudah cukup optimal dan terlaksana. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya badan lembaga ZISWAF di hampir seluruh wilayah Indonesia guna menjangkau pemerataan distribusi serta tujuan sistem ekonomi Islam yang terefleksi dalam UUD 1945. Namun, masih ada kekurangan terkait kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan tujuan sistem ekonomi Islam dalam aktivitas ekonomi yang mereka lakukan. Prinsip sistem ekonomi Islam terefleksi dalam sila-sila Pancasila yang didukung dengan beberapa fatwa DSN-MUI. Terutama sila pertama, kedua, dan kelima. Hal ini dikarenakan Pancasila merupakan rujukan, pandangan hidup, dan dasar negara Indonesia. Kata Kunci: Implementasi, Tujuan, Prinsip, Ekonomi Islam
Pertukaran Asset Riil ('Ayn) Dengan Financial Asset (Dayn) Dalam Akad Ijarah Rahmah Salsabila Al Maghfuri; Laura Ayu Wulandari; Sheva; Sri Wigati
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal At-Tamwil September 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v7i2.7324

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pertukaran antara asset riil ('ayn) dan financial asset (dayn) dalam akad ijarah serta mengidentifikasi prinsip-prinsip syariah yang harus dilakukan supaya transaksi sah menurut ekonomi Islam. Relevansi penelitian ini didasarkan pada maraknya penggunaan akad ijarah dalam berbagai produk keuangan syariah, namun masih banyak aspek yang memerlukan pendalaman, khususnya terkait keabsahan penggunaan ‘ayn dan dayn dalam hal kejelasan manfaat, sistem pembayaran dan potensi mengandung unsur gharar, riba dan maysir yang dapat menyalahi prinsip syariah. Metode – Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur. Data dikumpulkan melalui buku referensi, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan, baik dari sumber klasik maupun kontemporer yang membahas tentang ijarah, dayn dan 'ayn dalam perspektif ekonomi syariah. Studi literatur ini bertujuan memperoleh landasan teoritis yang mendalam untuk menganalisis keabsahan transaksi ijarah dalam pertukaran antara asset riil dan financial asset. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertukaran 'ayn dan dayn dalam akad ijarah diperbolehkan dalam ekonomi Islam dengan syarat memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti kejelasan manfaat, keadilan, kesepakatan kedua belah pihak, dan terbebas dari unsur riba, gharar serta maysir. Penelitian ini juga menemukan adanya potensi ketidakjelasan dalam praktik pembayaran yang dapat menimbulkan pelanggaran syariah jika tidak dikelola dengan transparan. Risiko ini mencakup kemungkinan penundaan pembayaran, ketidaksesuaian nilai ujrah, hingga ketimpangan hak antara pihak penyewa dan pemberi sewa. Keterbatasan – Keterbatasan penelitian terletak pada pendekatan yang hanya menggunakan studi literatur, sehingga belum melibatkan data empiris dari praktik lembaga keuangan syariah secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan kajian empiris guna melihat implementasi ijarah dalam pertukaran 'ayn dan dayn secara riil di lapangan. Orisinalitas/ Nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya literatur terkait keabsahan pertukaran 'ayn dan dayn dalam akad ijarah serta memberikan rekomendasi praktis agar transaksi ijarah tetap sesuai dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum Islam dalam praktik ekonomi Islam.
EKSPLOITASI PLATFORM DIGITAL DALAM PEMBAYARAN ZAKAT UNTUK KEMASLAHATAN MASYARAKAT Maharrani Wulansari Akbarillah; Reisa Medyna zahrah; Sri Wigati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.841

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis platform digital dalam optimalisasi pembayaran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Namun, potensi zakat yang besar belum sepenuhnya terealisasi karena keterbatasan sistem konvensional. Dengan perkembangan teknologi digital, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara daring melalui berbagai platform seperti marketplace, e-wallet, dan aplikasi lembaga zakat. Digitalisasi ini memudahkan muzaki dalam menunaikan zakat, meningkatkan transparansi, serta memperluas jangkauan lembaga amil zakat. Literasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai muzakki maupun mustahik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis keterkaitan antara digitalisasi zakat dan penurunan ketimpangan sosial.
EKSPLOITASI PLATFORM DIGITAL DALAM PEMBAYARAN ZAKAT UNTUK KEMASLAHATAN MASYARAKAT Maharrani Wulansari Akbarillah; Reisa Medyna zahrah; Sri Wigati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.841

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis platform digital dalam optimalisasi pembayaran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zakat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Namun, potensi zakat yang besar belum sepenuhnya terealisasi karena keterbatasan sistem konvensional. Dengan perkembangan teknologi digital, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara daring melalui berbagai platform seperti marketplace, e-wallet, dan aplikasi lembaga zakat. Digitalisasi ini memudahkan muzaki dalam menunaikan zakat, meningkatkan transparansi, serta memperluas jangkauan lembaga amil zakat. Literasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai muzakki maupun mustahik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis keterkaitan antara digitalisasi zakat dan penurunan ketimpangan sosial.
Analysis Comparison Sharia Economy System in Indonesia and Malaysia Ahmad Firmansyah, Masyekha; Ubaidillah Zubair; Sri Wigati
Muhasabatuna : Jurnal Akuntansi Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Juny
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/muhasabatuna.v6i1.2638

Abstract

The discussion in this journal covers the comparison of sharia economic systems found in Indonesia and Malaysia. The sharia economic system is a system that in its operations it is based on Islamic principles, which include the prohibition of usury (interest) and compliance with Islamic law. This study aims to identify differences and similarities in the implementation of the sharia economic system in the two countries, especially in the banking sphere. This study uses a comparative analysis method between policies and the sharia economic system in Indonesia and Malaysia. The results of this study show that although these two countries uses the same sharia economic system, but there are still differences in regulations And in financial institutions existing sharia on two that country.  
Relevansi dan Tantangan Penerapan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Era Ekonomi Digital M, Abdullah Aryasatya Putra; Sri Wigati; Akbar, Dilfikar; Wicaksana, Darel Hylmi
Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum Vol. 5 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : Laboratorium Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya (https://uinsa.ac.id/fsh/facility)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mal.v5i5.392

Abstract

Abstract: The rapid development of the digital economy has brought significant changes in global financial and business transactions. In this context, the sharia economy offers an alternative system based on justice, transparency, and social welfare. This article aims to analyze the relevance of sharia economics in the digital economy as well as identify the main challenges of its implementation. This study uses a qualitative-descriptive approach with literature studies from scientific journals, regulations, and related industry reports. An analysis was carried out on sharia economic principles such as the prohibition of usury, maysir, gharar, and social justice in the digital context. The results of the study show that sharia principles have the potential to form a more ethical and inclusive digital ecosystem, for example through sharia fintech, digital sharia capital markets, and sharia blockchains. However, there are challenges in the form of regulatory limitations, difficulties in ensuring compliance of digital products with sharia, and low digital sharia financial literacy. This study recommends strengthening regulations, innovation of sharia-based financial products, and increasing public education to optimize the role of the sharia economy in the digital era. It is hoped that various parties, including the government, industry, and academia, can collaborate in creating a fair and sustainable digital economy ecosystem in accordance with sharia principles.Keywords: Sharia Economics, Digital Economy, Sharia Fintech, Sharia Blockchain, Sharia Financial Regulation. Abstrak: Perkembangan pesat ekonomi digital telah membawa perubahan signifikan dalam transaksi keuangan dan bisnis global. Dalam konteks ini, ekonomi syariah menawarkan sistem alternatif berbasis keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ekonomi syariah dalam ekonomi digital serta mengidentifikasi tantangan utama penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi literatur dari jurnal ilmiah, regulasi, serta laporan industri terkait. Analisis dilakukan terhadap prinsip ekonomi syariah seperti larangan riba, maysir, gharar, dan keadilan sosial dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip syariah berpotensi membentuk ekosistem digital yang lebih etis dan inklusif, misalnya melalui fintech syariah, pasar modal syariah digital, dan blockchain syariah. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan regulasi, kesulitan dalam memastikan kepatuhan produk digital terhadap syariah, serta rendahnya literasi keuangan syariah digital. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi, inovasi produk keuangan berbasis syariah, serta peningkatan edukasi masyarakat untuk mengoptimalkan peran ekonomi syariah di era digital. Diharapkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan akademisi, dapat berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi digital yang adil dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah.Kata kunci: Ekonomi Syariah, Ekonomi Digital, Fintech Syariah, Blockchain Syariah, Regulasi Keuangan Syariah.
Distribusi Kekayaan pada Keuangan Syariah di Indonesia Perspektif Baqir Al-sadr Dzulqarnain; Nayla Nur Fadila; Sri Wigati
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v4i2.1027

Abstract

Dalam penelitian ini, pandangan Baqir al-Sadr, seorang pemikir ekonomi syariah terkenal, digunakan untuk membicarakan tentang bagaimana distribusi kekayaan dalam sistem ekonomi syariah di Indonesia. Baqir al-Sadr mengemukakan gagasan tentang distribusi kekayaan yang adil dalam masyarakat melalui sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah, yang menekankan pada keseimbangan antara hak individu dan kewajiban sosial. Menurut perspektif Baqir al-Sadr, distribusi kekayaan tidak hanya dilihat dari sudut pandang Studi ini menyelidiki bagaimana penerapan ekonomi syariah dalam pembagian kekayaan di Indonesia, dengan penekanan khusus pada bagaimana kebijakan zakat, wakaf, dan fiskal yang berbasis syariah berkontribusi pada penciptaan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi beberapa komponen ekonomi syariah, masih ada masalah dalam menerapkannya
Analisis Larangan Israf Dan Tabdzir Terhadapp Produksi Barang Limited Edition Sulthan, M. Naufal Azis Sulthan; Mila, Dwi Millata Syarifah; Hilda, Hilda Atikasari; Sri Wigati
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v7i2.4430

Abstract

Produksi barang limited edition telah menjadi strategi pemasaran yang umum digunakan untuk menciptakan kesan eksklusivitas dan meningkatkan nilai jual produk. Strategi ini sering memengaruhi perilaku konsumsi melalui dorongan psikologis seperti fear of missing out (fomo), kebutuhan akan status sosial, dan motivasi spekulatif. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik tersebut perlu dikaji secara mendalam karena dapat berpotensi mendorong perilaku konsumsi yang melampaui batas kewajaran. Islam menegaskan prinsip moderasi, keseimbangan (tawazun), serta kemaslahatan (maslahah), dan melarang tindakan israf (pengeluaran berlebihan) serta tabdzir (pemborosan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik produksi barang limited edition berdasarkan teori produksi Islam dan etika bisnis syariah, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip israf dan tabdzir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis literatur dari jurnal, laporan, dan sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi limited edition dapat diterima secara syariah apabila tidak mendorong konsumsi berlebihan, tidak menimbulkan pemborosan harta, dan tetap memperhatikan kemaslahatan sosial. Namun, produksi yang eksploitif dan memanfaatkan dorongan emosional konsumen berpotensi bertentangan dengan prinsip israf dan tabdzir. Karena itu, produsen dan konsumen memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika produksi dan konsumsi agar tetap sejalan dengan nilai moderasi dan keberlanjutan ekonomi dalam Islam