Made Suma Anthara
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELAYANAN KESEHATAN DAN VAKSINASI SE TERHADAP SAPI BALI DI DESA BELOK SIDAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG MADE SUMA ANTHARA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 – April 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.883 KB)

Abstract

ABSTRACT This community service aimed to improve the cattle health and immunity to protect them from Septicemia epizootica (SE) disease. Animal health service with anthelmintics and SE vaccination program on bali cattle were done at Belok Sidan village, county of Petang, Badung regency on Thursday, October 4th , 2007. The service is conducted by gathering farmers (cattle owner). There were 34 farmers with 66 cattles. Team examined animal's health, give treatment unhealth animal and free consultation about animal's health. The health animals were vaccinated with SE vaccines. From total 66 cattles, 33 cattles were given SE vaccine, 31 cattles were treated with vitamine B-complex, 5 cattles were orrally given anthelmintics and 5 cattles were treated with antibiotic. All of cattles were sprayed with insect repellent. All farmers were interest with this program and hope contiunue for next time.
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR A.A. G. O. Dharmayudha; Made Suma Anthara; I M. Sukada; I B. Komang Ardan; I W Nico Fajar Gunawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.713 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p20

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana. Kata Kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR A.A. G. O. Dharmayudha; Made Suma Anthara; I M. Sukada; I B. Komang Ardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.042 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p19

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana. Kata kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin.
Toksisitas Ekstrak Daun Sirih Merah pada Tikus Putih Penderita Diabetes Melitus (TOXICITY OF RED BETEL EXTRACT IN DIABETIC WHITE RAT ) Anak Agung Sagung Kendran; Ketut Tono Pasek Gelgel; Ni Wayan Linda Pertiwi; Made Suma Anthara; Anak Agung Gde Oka Dharmayuda; Luh Dewi Anggreni
Jurnal Veteriner Vol 14 No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.25 KB)

Abstract

The aim of this research was to study the toxicity of red betel  (Piper crocatum) extract in diabeticwhite rat based on ALT and AST activities. This research used 20 male white rats, which randomlydivided into five groups, P1: given only aqua; P2: given alloxan 120mg/kg bw; P3: given alloxan 120 mg/kgbw and red betel leaf extract 50 mg/kg bw; P4: given alloxan 120 mg/kg bw and red betel leaf extract 100mg/kg bw; P5: given alloxan 120 mg/kg bw and glibenclamide suspension 1 mg/kg bw. ALT and ASTactivities were measured by using reflovet plus Machine. The collected data were analyzed by usinganalysis of covariance. The result showed no significant  effect (P>0.05) was observed on giving red betelleaf extract in diabetic white rat for ALT and AST activities.  It can be concluded that red betel leaf extractis potential for diabetic treatment in white rat  and it is not toxic for the rat’s ALT and AST activities.
The Vermicidal Effectivity of Wudani Leaf Extract (Quisqualis indica Linn) in Treating Infection caused by Gastrointestinal Worms in Cattle Ida Bagus Komang Ardana; Made Suma Anthara; Dan Anak Agung Gde Oka Dharmayudha; DK Harya Putra
Journal of Global Pharma Technology .
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study was aimed to study whether application of 100% extract of wudani leaf (Quisqualis indica Linn) was able to kill gastrointestinal worms Strongylus Sp. (vermicidal effect). In order to make comparation with commercial drug commonly used, one group was treated with Rheindazol (100 ml of Rheindazol contain 10 gram of albendazol) at a single dose of 10 mg/kg of body weight (BW). The other 3 groups were subjected to a single treatment with 100% wudani leaf extract at 10 mg, 15 mg, and 20 mg/kg of BW, respectively. Assessment on its vermicidal effect was carried out by conducting fecal egg count reduction (FECR). The results showed that the vermicidal property of 100% wudani leaf extract given at 10mg/kg BW was 100% and this was significantly (P < 0.01) higher than that of dose of 15 kg/kg BW (92.4%), 20 mg/kg BW (96%) and even compared to that of albendazol treatment (96%). Thus, from the present in vivo study, it can be concluded that 100% wudani leaf extract due to its vermicidal property can be effectively used to cure gastrointestinal worm infection and, therefore, can be subsequently applied to overcome worm infection in cattle. Keywords: Gastrointestinal worm, Wudani leaf extract, Vermicidal property.