Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemberian edukasi video dan diskusi interaktif terhadap peningkatan pengetahuan bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas pada remaja Muflih, Muflih; Asmarani, Fajarina Lathu; Suwarsi, Suwarsi; Erwanto, Rizky; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i02.746

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas pada remaja sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko. Pemberian edukasi melalui video dan diskusi interaktif dapat menjadi metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait masalah ini. Namun, masih perlu penelitian yang mengevaluasi sejauh mana pengaruh kombinasi metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap risiko yang terkait. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimen one group pre-post test. Data pengetahuan diambil dengan menggunakan kuesioner pada bulan Juni 2022. Intervensi pemaparan video dan diskusi interaktif dilakukan dalam satu kali pertemuan selama 60 menit. Jumlah sampel sebanyak 33 remaja berusia 15-20 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Lokasi penelitian di Dusun Krapyak, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Nilai pre test pengetahuan bahaya merokok adalah 85,0%, bahaya narkoba 87,0%, dan bahaya seks bebas 81,0%. Sedangkan hasil post test pengetahuan bahaya merokok adalah 96%, bahaya narkoba 96%, dan bahaya seks bebas sebanyak 93%. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan bahaya merokok, narkoba dan seks bebas pada remaja setelah diberikan edujaso dengan kombinasi metode pemaparan video dan diskusi interaktif. Saran: Promosi kesehatan tentang bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas perlu ditingkatkan dengan kombinasi video dan diskusi interaktif
Kombinasi pendidikan kesehatan ceramah dan puzzle meningkatkan pengetahuan tentang gunung meletus pada anak usia sekolah Asmarani, Fajarina Lathu; Syafitri, Endang Nurul; Suni, Nety Marsalina
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.983

Abstract

Latar Belakang: Yogyakarta memiliki potensi bencana gunung meletus. Meletusnya gunung Merapi menyebakan anak-anak sering menjadi korban utama. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman tentang gunung meletus. Untuk mengurangi risiko anak-anak menjadi korban gunung meletus dapat dilakukan dengan mengedukasi mereka tentang gunung meletus menggunakan kombinasi metode ceramah dengan game puzzle.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah Anak Usia Sekolah berusia 6-12 Tahun yang dipilih menggunakan Consecutive Sampling dengan jumlah 20. Pendidikan Kesehatan dilakukan sebanyak satu kali dengan kombinasi metode ceramah dengan game puzzle. Analisa penelitian ini menggunakan Wilcoxon karena sebaran data pengetahuan tidak Normal.Hasil: Menunjukkan jumlah laki-laki lebih sedikit dibanding perempuan. Paling banyak anak usia sekolah berada di kelas 2 dan 3. Semua anak usia sekolah tidak pernah mendapatkan informasi mengenai gunung meletus. Nilai rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 2.Kesimpulan: Pengetahuan meningkat 7,74 setalah diberikan pendidikan kesehatan. Secara statistic menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan.
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN MITIGASI STUNTING DAN PENGUKURAN DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) PADA ANAK BALITA Syafitri, Endang Nurul; Deny Krisnanto, Paulinus; Asmarani, Fajarina Lathu; Mindarsih, Eko; Tanjung, Sri
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1549

Abstract

Stunting is a serious public health problem in many countries, including in Indonesia. Based on prevalence data per 2021, the stunting rate of children under five in Sleman Regency is 6.92% or 3,445 children. This data was obtained based on the measurement of the nutritional status of 59,275 children. And in 2022 the stunting rate has decreased to 6.88%. Ngemplak District is one part of Sleman district. The purpose of this service is to find out the nutritional status of children, know the development of children and educate them so that there will be an increase. The method used in this service is to measure growth using a weight weighing device (Digital Scale), Microtoice, and Z Score. To measure child development, the Denver development screening test (DDST) is used. The results of the service were obtained by 29 child respondents, with the majority being female 55.2%, nutritional status with the stunting category as much as 10.34% and suspect child development 17.24%. Conclusion: There are children with stunted nutritional status and there are children with suspect development
The Mount Merapi Eruption Disaster Education Program Increases Community Knowledge in the Working Area of the Ngemplak II Sleman Community Health Center Asmarani, Fajarina Lathu; Syafitiri, Endang Nurul; Novika, Almira Gita; Ervindo, Ervindo
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is prone to volcanic eruptions, with Mount Merapi in Yogyakarta being one of the most active volcanoes in the country. Despite the risks, the community's preparedness for volcanic eruptions is still lacking. This study contributed to evaluate the effectiveness of an educational program in improving community preparedness for Mount Merapi eruption disasters in the Ngemplak II Puskesmas working area. A quasi-experimental design with a pretest-posttest one-group design was used, involving 66 respondents from Widodomartani Village. The educational program consisted of a lecture, discussion, poster installation, and booklet distribution. The results showed a significant increase in community knowledge after the educational program, with a Wilcoxon test value of 0.000. The study concludes that the educational program is effective in improving community preparedness for Mount Merapi eruption disasters. The findings suggest that a comprehensive educational program that combines different media can increase community knowledge and preparedness for volcanic eruptions. The study recommends the implementation of similar educational programs in disaster-prone areas to enhance community resilience.  
Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko Seks Bebas pada Remaja di Padukuhan Pondok 1 Widodomartani, Ngemplak, Sleman Endang Nurul Syafitri; Fajarina Lathu Asmarani; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan, di mana individu menghadapi banyak tantangan dan risiko perilaku, termasuk perilaku seksual pranikah. Di Indonesia, jumlah remaja yang besar menjadi perhatian, terutama dengan meningkatnya paparan terhadap pornografi dan tingginya angka hubungan seksual pranikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada Juli 2024 di Padukuhan Pondok I, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Subjek penelitian adalah remaja di wilayah tersebut yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi perilaku kesehatan yang berisiko terhadap seks bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak melakukan aktivitas seksual, namun terdapat perilaku berisiko seperti berciuman dan berpelukan. Paparan informasi terkait seks bebas cukup tinggi, namun perilaku berisiko tetap ada, sehingga menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan seksual yang lebih komprehensif. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap risiko dan membantu mereka membuat keputusan yang sehat.
Gambaran Stres Pada Ibu Postpartum di Puskesmas Tegalrejo Melania Wahyuningsih; Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu nifas dalam 24 jam pertama mengalami penurunan hormone estrogen dan progesterone hingga 90-95%, yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi meori, kognitif dan suasana hati, dan fungsi otak lainnya. Pada ibu nifas juga mengalami peningkatan hormone endorphin dan oksitoksin.Ketidak seimbangan hormone ini bisa menyebabkan mood swing dan stres pada ibu nifas. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres pada ibu nifas. Jenis penelitian adalah diskriptif, denganpopulasi ibu nifas hari ke 3 – 10 yang berjumlah 62 orang. Sampel sebanyak 57 orang, dengan teknik kuota sampling. Pengambilan data dengan kuesioner DASS. Hasil penelitian mayoritas ibu nifas usiareproduksi sehat 20-35 tahun 78,95%, berpendidikan menengah 66,67 %, tidak bekerja 80,70 %, multipara 56,14 %. Mayoritas ibu nifas stres ringan 57,9 %. Kesimpulan Sebagian besar ibu nifasmengalami stres ringan.
Efektivitas Intervensi Keperawatan Komunitas untuk Mengatasi Manajemen Kesehatan Tidak Efektif Pada Anak usia Sekolah dengan Masalah Penggunaan Gadget di Dusun Pondok I Widodomartani, Ngemplak, Sleman Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia sekolah terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologiyang pesat. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia menunjukkan lebih dari60% anak-anak di usia sekolah rutin menggunakan gadget, dengan durasi penggunaan yang seringkali melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization. Dampak dari penggunaan gadgetyang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak mencakup gangguan fisik, psikologis, dan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan komunitas dalammengatasi manajemen kesehatan tidak efektif pada anak usia sekolah dengan masalah penggunaangadget di Dusun Pondok I, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Metode yang digunakan adalahaction research dengan 34 anak sebagai subjek penelitian. Intervensi melibatkan pendidikankesehatan, skrining kesehatan mata, dan rujukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahamanmengenai dampak penggunaan gadget, penurunan durasi penggunaan gadget yang berlebihan, danperubahan perilaku anak dalam mengelola gadget. Saran dan rekomendasi meliputi pendidikankesehatan yang konsisten, pendekatan terpadu dengan orang tua, dan kolaborasi antara tenagakesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhkembang anak secara optimal.
Enhancing Non-Communicable Disease Management in Elderly Families: A Community Outreach Initiative Muflih; Suwarsi; Asmarani, Fajarina Lathu; Erwanto, Rizky; Amigo, Thomas Aquino Erinyuare
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v2i1.257

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a significant public health concern, particularly among elderly families. Limited access to healthcare resources and inadequate disease management exacerbation the impact of NCDs on this vulnerable population. This study aimed to implement a community outreach initiative focused on enhancing non-communicable disease management in elderly families. A comprehensive intervention was designed, including health education workshops, individualized health assessments, and the establishment of support networks. Pre- and post-intervention assessments were conducted to measure changes in knowledge levels, health status, health management practices, health behaviors, and family resilience among elderly families. Following the intervention, there was a substantial improvement in knowledge regarding NCDs and their management. Additionally, participants exhibited enhanced health status and more effective health management practices. Positive changes in health behaviors, such as regular exercise and balanced nutrition, were also observed. Moreover, family resilience significantly increased, strengthening their ability to cope with health challenges. The community outreach initiative demonstrated significant positive outcomes in non-communicable disease management among elderly families. Targeted interventions can play a role in empowering this demographic, improve their health and well-being, and encouraging community-based health services.
Differences in The Effectiveness of Dry and Wet Cupping to Reduce Dysmenorrhea among Teenager at Ngemplak Sleman Yogyakarta Asmarani, Fajarina Lathu; Fatmasari, Sindi Fazri; Lestiawati , Endang
proceedinginternational Vol. 3 (2023): Proceeding International Health Conference, 1th July 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jd.v3i.13

Abstract

The prevalence of dysmenorrhea worldwide ranges from 15.8 to 89.5% and Indonesia was 64.25%. Dysmenorrhea was experienced by young women aged 18 to 24. The teenagers at Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta reported that they experienced dysmenorrhea at 18 to 20 years old. Dysmenorrhea might affect daily activities. Pain can be managed using non-pharmacological methods such as dry and wet cupping therapies. The goal of this study is to find out the differences in the effectiveness of dry and wet cupping to reduce dysmenorrhea among teenagers at Wedomartai, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. This is quantitative quasi- experimental research with a pretest-posttest without control group design. This research used a random sampling technique. thirty teenagers became respondents. The research instruments were questionnaires, a numerical scale, a cupping set, and observation sheets. Data were analyzed using the paired t-test and independent t-test. The paired t-test on dry cupping therapy showed a p-value of 0.000. The pretest score was 4.67 then the post-test was 2.93. The analysis of wet cupping therapy showed a p-value of 0.000. A decrease in dysmenorrhea can be seen at the pretest score of 5.53 and the posttest of 3.20. The independent t-test showed a p-value of 0.704 after receiving dry and wet cupping therapies. So we can dry and wet cupping therapy is equally effective in reducing dysmenorrhea pain in adolescents in Wedomartai, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta dan Wet cupping is more effective than dry cupping. Teenagers can use wet cupping to relieve menstrual pain.