Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TRADISI PENYERAHAN ERANG-ERANG SEBAGAI SYARAT KELENGKAPAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Rijang Panua Kecamtan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang) Samad, Muh Rizal; Jumiyati; Wahyunisa, Hasmia; Nurzakiah; Anwar, Wirani Aisiyah; Mujahiddin; Mutmainnah; Nurhawa; abd. Hakim
El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 1 (2022): EL-AHLI : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/el-ahli.v3i1.836

Abstract

Abstract This study aims to 1). This study aims to find out the traditional practice of handing over Erang-erang as a condition for completeness of marriage in Rijang Panua Village, Kulo District, Sidenreng Rappang Regency. (2) To find out the sociological review of Islamic law on the traditional practice of surrendering Erang-erang as a condition for completeness of marriage in Rijang Panua Village, Kulo District, Sidenreng Rappang Regency. This study uses qualitative research methods with semiotic analysis of Charles S. Pierce. The data in this study were collected through in-depth interviews, observation, documentation. The subjects of this study were religious leaders, community leaders and traditional stakeholders in Rijang Panua Village. The results showed that (1) the submission of Erang-erang in the Bugis community in Rijang Panua village was almost the same as the Bugis community in other villages. The delivery of Erang-erang is carried out when the groom's entourage arrives at the bride's house a few moments before the marriage ceremony/ijab and Kabul. (2) The moaning of traditional marriages in Rijang Panua Village can be accepted by the sociology of Islamic law because it contains elements of livelihood for the welfare of living in a household. Meanwhile, Islamic teachings also prohibit the prevention of marriage because they want to get more in terms of worldly (wealth) which is viewed from the moral aspect of Islam, because that is excessive and burdensome for the groom. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1). Untuk mengetahui praktik tradisi penyerahan Erang-erang sebagai syarat kelengkapan perkawinan di Desa Rijang Panua Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. (2) Untuk mengetahui tinjauan sosiologi hukum Islam terhadap praktik tradisi penyerahan Erang-erang sebagai syarat kelengkapan perkawinan di Desa Rijang Panua Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Charles S. Pierce. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, Subjek penelitian ini yaitu tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemangku adat di Desa Rijang Panua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyerahan Erang-erang dalam masyarakat Bugis di desa Rijang Panua hampir sama dengan masyarakat Bugis di desa lain. Penyerahan Erang-erang dilaksanakan pada waktu rombongan mempelai pria tiba di rumah mempelai perempuan beberapa saat sebelum acara akad nikah/ijab dan Kabul. (2) Erang-erang pada perkawinan adat di Desa Rijang Panua dapat di terima oleh sosiologi hukum Islam karena di dalamnya mengandung unsur nafkah demi kesejahteraan hidup dalam berumah tangga. Sementara ajaran islam juga melarang pencegahan perkawinan karena ingin mendapatkan yang lebih dari segi keduniaan (harta benda) yang ditinjau dari segi moral Islam, karena yang demikian itu berlebihan dan memberatkan pihak mempelai laki-laki.
Analisis Elemen Ekuitas Merek Pada Platform E- Commerce Shopee Oktiani, Nurvi; Yuliantari, Kartika; Jumiyati; Revita, Maria Lapriska Dian Ela
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v5i2.9877

Abstract

Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi platform belanja online, pertumbuhan besar disektor e- Commerce ini menjadi fenomena mendominasi pasar indonesia secara komersial, berdasarkan nilai Gross Merchadise Value (GMV), Platform e- Commerce shopee merupakan e- Commerce yang mendominasi pasar e- Commerce sekarang ini dan memiliki nilai GMV tertinggi, namun terdapat kendala yang dihadapi oleh shopee dalam meempertahankan pasar, dimana terdapat dinamika persaingan yang cukup tinggi, berbagai upaya yng dilakukan diantaranya melalui memaksimalkan ekuitas merek, tujuan penelitian ini untuk menganalisa serta mengukur tingkat Ekuitas Merek(Brand Equity) untuk platform e- Commerce Shopee, metode penelitian berupa metode kuantitatif dan teknik analisa data yang digunakan berupa pengukuran elemen ekuitas merek yakni brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty, dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam brand awareness, platform shopee menempati top of Mind, untuk brand association , berdasarkan uji cohran dinyatakan semua sosiasi saling berhubungan, sedaangkan perceived quality masih perlu adanya perbaikan dari sisi performance guna memenuhi kepentingan konsumen, sedangkan brand loyalty nilai terendah terletak pada analisis switcher dan commited buyer, dan masukan bagi platform shopee sebaiknya meningkatkan kembali perceived quality dan juga commited buyer
Konsumsi Bahan Makanan Tanin dan Oksalat pada Remaja Putri Anemia di SMPN 04 Kota Bengkulu Wirasti, Anggun; Jumiyati; Krisnasary, Arie
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pubertas, anemia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang umum di kalangan remaja putri. Mengonsumsi makanan tinggi tanin dan oksalat dapat memperburuk anemia karena menghambat penyerapan zat besi. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melaporkan bahwa, dari semua sekolah setempat, SMPN 04 memiliki frekuensi anemia tertinggi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, 47 siswi kelas tujuh dengan diagnosis anemia menjadi subjek penelitian. Wawancara, tes kadar hemoglobin, dan pengisian Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) untuk mengukur asupan makanan tinggi tanin dan oksalat digunakan untuk mengumpulkan data. Tabel distribusi frekuensi dibuat setelah data dianalisis secara univariat. Mayoritas responden (89,4%) berusia antara 10 - 13 tahun. Sebanyak 25 siswa (53,2%) sering mengonsumsi makanan tinggi oksalat, sementara 24 siswa (51,1%) sering mengonsumsi makanan tinggi tanin. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri yang anemia berada pada rentang usia remaja awal. Oleh karena itu, untuk membantu mencegah anemia pada remaja, edukasi gizi tentang kebiasaan makan sehat yang meningkatkan penyerapan zat besi sangatlah penting.
PENGARUH MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATERI SOSIAL BUDAYA Priyono Tri Febrianto; Jumiyati; Inggrid Adithalia; Warosatul Amalia; Mohassin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43995

Abstract

This study aims to determine the effect of using instructional video media on students’ interest in learning social studies in elementary school. The background of this research is the low interest of students in social studies learning due to monotonous teaching methods. This research uses a quantitative approach with an experimental method. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation. The results show that the use of video learning media has a positive and significant effect on students' learning interest. Students become more active, enthusiastic, and able to understand the material better. Therefore, video-based learning media is effective in increasing students’ interest in learning social studies in elementary schools.
ANALYSIS OF INVENTORY AND RAW MATERIAL COST VALUATION USING FIFO, LIFO AND WEIGHTED AVERAGE METHODS Maria Lapriska Dian Ela Revita; Jumiyati
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i2.2807

Abstract

Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 14 explains inventory issues, including inventory valuation, methods used to record inventory, and inventory reporting. This study aims to calculate the valuation of raw material costs and the value of ending inventory of raw materials using the FIFO, LIFO, and Weighted Average methods. In this paper, the author uses a descriptive qualitative method and Literature Study. Based on the results of the calculation of the three methods in the Case Study of PT. "Perdana Paskalis" in April 2026, it shows that the cost of raw material usage is 5,000 kg, for the lowest value is indicated by using the FIFO method. Valuation using the LIFO method is 6.5% higher, while using the Average method is 20.20% higher than the FIFO method. In the calculation of raw material inventory, which is 900 kg, the LIFO method shows the largest inventory value. Valuation using FIFO is 3.06% higher, while the Average method is 1.2% higher than the LIFO method.