I Ketut Adi Sugita
Program Studi Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh temperatur penuangan terhadap fluiditas dan struktur mikro logam Kuningan pada metode evaporative casting I.G.N Priambadi; I Ketut Gede Sugita; Ida Bagus Giri Asmara; A.A.I.A.S. Komala Dewi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 10 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.682 KB)

Abstract

Abstrak Banyak penggunaan logam kuningan di industri pengerajin sebagai bahan pembuatan perhiasan dan interior ruangan yang berbentuk besar dan rumit, maka seringnya terjadi cacat coran ( fluiditas ) pada hasil pengecoran sehingga tidak sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka dicari alternatif metode pengecoran lain. Salah satu alternatif adalah pengecoran evaporative (lost foam). Evaporative casting adalah metode pengecoran yang menggunakan pola cetakan dari polystyrene foam yang memiliki ketelitian karena pola cetak yang mudah dibentuk sesuai benda yang diinginkan. Pengujian fluiditas digunakan cetakan bentuk spiral dengan variasi temperatur penuangan 900,950 dan 1000°C. Pengujian struktur mikro untuk mengetahui sifat mekanik material kuningan 60% Cu-40% Zn . Temperatur penuangan sangat berpengaruh terhadap fluiditas, dimana semakin tinggi suhu penungan maka semakin panjang laju alir fluiditasnya. Skema struktur mikro logam kuningan (60% Cu- 40% Zn) terlihat fase a ( terlihat terang ) dan fase ß ( terlihat gelap ) lebih mendomonasi. Jenis kuningan ini sering disebut dengan nama alpha plus beta brass yang memiliki sifat keras dan getas. Kata Kunci : Kuningan, Evaporative casting, Fluiditas, Struktur mikro Abstract Much use of metal brass craftsmen in the industry for the manufacture of jewellery and interior room in the shape of a large and complicated, then often occur defect castings (fluidity) in casting so that the results do not correspond to the desired shape, then look for an alternative method of casting the other. One alternative is the evaporative casting (lost foam). Evaporative casting is a casting method using polystyrene foam mold of the pattern that has a precision due to the easy print pattern is formed according to the desired object. Testing the fluidity is used spiral mold temperature variation with pouring 900.950 and 1000 ° c. Microstructure of testing to know the mechanical properties of the material brass 60% Cu-40% Zn. Pouring temperature very influential towards the fluidity, in which the higher the temperature of the penungan the long fluiditasnya flow rate. The scheme of the microstructure of metals brass (60% Cu-40% Zn) visible phase ? (visible light) and ? phase (visible dark) more mendomonasi. Types of brass is often called by the name of alpha plus beta brass that has the nature of hard and brittle. Keywords: brass casting, Evaporative, Fluidity, microstructure
UJI EKSPERIMENTAL MATERIAL KAWAT BAJA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI DAWAI ALAT MUSIK SASANDO Damianus Manesi; I Ketut Gede Sugita; I Nyoman Budiarsa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.597 KB)

Abstract

Penggunaan serat kawat baja dari kabel katup throtlle sepeda motor sebagai dawai alat musik sasando bukan merupakan hal baru. Masalahnya adalah beberapa pembuat dan pemain sasando tetap menggunakan kawat baja sebagai dawai. Penelitian ini bertujuan menguji apakah kawat baja pantas digunakan sebagai dawai alternatif alat musik sasando? sebagai pembandingnya penelitian ini juga meneliti sifat dan model mekanik dawai gitar akustik. Sebagai langkah awal dilakukan uji eksperimen untuk mengetahui komposisi kimia dan kemampuan mekanis kedua material dawai. Uji eksperimen menggunakan kawat baja dan dawai gitar dengan dimensi yang sama yaitu panjang 600mm dan diameter 1.2mm. Hasil uji eksperimen akan digunakan untuk pemodelan dengan software ABAQUS. Berdasarkan hasil pengujian eksperimen diketahui bahwa jumlah unsur pembentuk kawat baja lebih banyak dibanding unsur pembentuk kawat gitar, dimana unsur besi (Fe) merupakan unsur yang paling dominan. Prosentase karbon (C) menunjukkan bahwa kedua jenis dawai tergolong baja lunak karena memiliki nilai karbon dibawah 0,2%. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan kekuatan luluh material kawat baja lebih baik dibanding dawai gitar. Dari hasil uji numerikal diketahui bahwa model yang dihasilkan adalah valid dan mendekati sifat material asli. Hasil numerikal juga menunjukkan terjadi peningkatan distribusi tegangan pada dawai hingga putus pada bagian ujung. Hasil ini sama dengan hasil uji eksperimen yang juga diketahui kedua jenis dawai mengalami putus pada bagian ujung. Berdasarkan hasil uji eksperimen dan numerikal disimpulkan bahwa kawat baja secara mekanik layak digunakan sebagai dawai alternatif sasando.
Pengaruh Perbandingan Fraksi Volume Getah Pinus Dan Epoxy Terhadap Biodegradasi Material Akustik Putu Deta Yoga Pramana; Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati; I Ketut Gede Sugita
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2022.v08.i02.p07

Abstract

Pemanfaatan serat alam sebagai bahan penyusun suatu material baru telah banyak dikembangkan salah satunya yaitu material akustik, serat alam bersifat yang ramah lingkungan, harga lebih murah, sumber daya melimpah. Material akustik merupakan material yang difungsikan untuk meminimalisir tingkat kebisingan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume getah pinus (90%, 87%, 84%, 81%) dan epoxy (0%, 3%, 6%, 9%) terhadap hasil uji biodegradasi material akustik menggunakan serat pelepah pisang (10%). Pengujian dilakukan dengan metode soil burial test (spesimen ditanam dalam tanah) selama 60 hari, pengamatan dilakukan setiap 7 hari sekali dan pemberian 20 mL air setiap 3 hari sekali. Dari empat sampel uji dengan total 12 spesimen uji yang dibuat memiliki rata-rata pengurangan massa yang berbeda. Sampel A rata-rata pengurangan massa sebesar 0,924%, sampel B 0,863%, sampel C 0,838%, dan sampel D 0,807%. Penurunan nilai pengurangan massa spesimen uji dikarenakan fraksi volume resin yang tinggi membuat serat terlindungi dari mikroorganisme pendegradasi dalam tanah, butuh waktu lama bagi mikroorganisme untuk menembus lapisan resin yang menempel pada serat, hal ini mengakibatkan mikroorganisme sulit berkembang karena kurangnya nutrisi dalam tanah, sehingga degradasi yang terjadi pada spesimen uji relatif rendah. Rendahnya pengurangan massa spesimen uji juga dipengaruhi oleh beberapa faktor kelembaban, cahaya, ph tanah dan banyaknya mikroorganisme yang terkandung dalam tanah. Perbedaan massa awal spesimen uji menyebabkan nilai pengurangan massa tidak linier pada penelitian ini. Utilization of natural fiber as a building material for a new material has been widely developed, one of which is acoustic material, natural fiber is environmentally friendly, cheaper prices, abundant resources. Acoustic material is a material that is used to minimize noise levels. This study was focused on knowing the effect of the volume fraction ratio of pine resin (90,87,84.81%) and epoxy (0.3,6,9%) on the results of the acoustic material biodegradation test using banana midrib fiber (10%). The test was carried out using the soil burial test method (specimens planted in the soil) for 60 days, observations were made every 7 days and 20 mL of water was given every 3 days. Of the four test samples with a total of 12 test specimens made have a different average mass reduction. Sample A averaged mass reduction of 0.0086%/day, sample B 0.0083%/day, sample C 0.0080%/day, and sample D 0.0076%/day. The decrease in the mass reduction value of the test specimen is due to the high volume fraction of the resin making the fiber protected from degrading microorganisms in the soil, it takes a long time for microorganisms to penetrate the resin layer attached to the fiber, this makes it difficult for microorganisms to grow due to lack of nutrients in the soil, resulting in poor degradation. occurs in the test specimen is relatively low. The low reduction in the mass of the test specimen is also influenced by several factors of humidity, light, soil pH and the number of microorganisms contained in the soil. The difference in the initial mass of the test specimen causes the mass reduction value to be non-linear in this study.
MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA I.K.G. Wirawan; I.K.G. Sugita; M. Suarda; K. Astawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 2 (2024): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2024.v23.i02.p03

Abstract

Kuta Utara is a district in Badung Regency, Bali, Indonesia, which consists of six villages, one of which is Kerobokan Kaja. The use of yards as land for ornamental plants in Kerobokan Kaja is very high, reaching up to 65%. The consequence of this large number of ornamental plants is the amount of leaf waste produced by plants in each house. This leaf litter can be used as a basic material for compost. These leaves need to be chopped in order to expand the contact area so that the decomposition process will be faster. Therefore it is necessary to make a household scale organic waste chopper machine. Aside from speeding up the decomposition process, this chopper machine also reduces the volume of organic waste, especially leaves by up to 60%. With this organic waste chopper, it is expected to reduce the volume of waste that burdens the Final Processing Site. Keywords: decomposition, chopping machines, volume reduction, organic waste, household scale
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Sebagai Penguat Pada Matriks Getah Pinus-Epoxy Dan Dengan Dan Tanpa Perlakukan NaOH putri kusuma kencanawati; NPG Suardana; I Ketut Gede Sugita
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 01 (2023): April 2023
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2023.v16.i01.p02

Abstract

The use of wood as the main material for making furniture is one of the causes of the increasing amount of sawdust waste. Efforts that can be made to reduce the amount of wood waste is to use it as a raw material for the manufacture of particleboard/composite material. The manufacture of particleboard is currently still using synthetic materials that are difficult to degrade by nature (non-biodegradable). Therefore, in this study using materials that can be naturally degraded (biodegradable), namely using sawdust waste which is treated with immersion with variations of NaOH (5%, 7.5% and 10%) for 1 hour first to remove dirt on the soil. powder, then mixed with pine resin/epoxy matrix with a composition of wood powder (10%, 15%, and 20%). Furthermore, physical tests will be carried out, namely density and water absorption as well as bending tests in accordance with ASTM D790-03. Manufacture of composite wood powder/pine sap/epoxy hand lay up method in the process. The results of the bending test showed that the highest bending stress was in the composition of sawdust: matrix (15:85) immersed in 5% NaOH, which was 79.22 MPa. The highest strain value in the composition of sawdust: matrix (20:80) without NaOH immersion was 0.088 and the highest modulus of elasticity was in the composition 15:85 with 5% NaOH immersion which was 744 MPa. Density test showed that the highest density value was found in the composition of 20;80 5% NaOH immersion with a density value of 1.088 gr/cm3, the smallest density value was in the composition of 10;90 10% NaOH immersion of 1.021 gr/cm3. In the water absorption test, the highest value was shown in the composition of 20:80 immersion in 10% NaOH with a value of 17.59% and the lowest value was shown in the composition of 10:90 without immersion in NaOH with a value of 6.81%. The results of this study indicate that the increase in the value of stress, strain and modulus of elasticity from the bending test is influenced by the concentration of alkaline solution, where the more concentrated the NaOH content, the bending strength and density will decrease but inversely proportional to water absorption.
Sistem Notifikasi Kepangkatan Dosen Secara Realtime Berbasiskan Telegram Bot API I Ketut Gede Sugita; Kadek Suar Wibawa; I Wayan Wahyu Ivan Mahendrajaya; Rey Bernard; I Putu Abdi Purnawan; I Gede Nyoman Ambara Yasa
TEMATIK Vol 9 No 2 (2022): Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal) - Desember 2022
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/tematik.v9i2.1061

Abstract

Karier individu tenaga pendidik atau kependidikan di institusi dijadikan indikator tingkat keberhasilan tenaga pendidik atau kependidikan selama menjalani karier. Sebagian besar tenaga pendidik memiliki kesibukan hingga membuat kurangnya kepedulian akan pentingnya urusan kenaikan jabatan atau kepangkatan. Permasalahan yang diperoleh adalah tertundanya kenaikan jabatan yang semestinya telah diperoleh oleh tenaga pendidik dalam jenjang waktu tertentu, serta manajemen data Dosen yang sudah berjalan baik namun manajemen kepangkatan Dosen masih dilakukan secara manual. Sistem Notifikasi Kepangkatan Dosen secara Realtime Berbasiskan Telegram Bot API dapat dijadikan salah satu solusi untuk memberikan notifikasi kepangkatan secara realtime melalui Telegram Bot, serta memudahkan dalam melakukan manajemen data dan kepangkatan Dosen berbasis web. Sistem diharapkan dapat memberikan notifikasi kepangkatan melalui Telegram, serta mampu melakukan manajemen data Dosen dan kepangkatan berbasis web. Sistem dibangun dengan menerapkan model Research and Development. Pengujian dilakukan dengan Pengujian dilakukan dengan standar dari ISO 9126 yang terdiri dari 4 aspek yaitu reliability, functionality, usability, dan efficiency.
IMPLEMENTASI MEMBRANE HOLLOW FIBER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS VCO PADA PENGERAJIN VCO I.K.G. SUGITA; K. Astawa; A.A.I.A. Sri Komaladewi; I.G.N. Priambadi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 4 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i04.p12

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) is one of the processed coconut oil products. The manufacturing process, especially the filtering process, uses a very simple system. The coconut milk filtering process uses by tissue paper that it arranged in layers. Tissue filtering certainly has a weakness because tissue is produced by a chemical process. This is very possible chemical particles will dissolve in the VCO during the filtering process. The tissue that used also does not have standardization on health. The "membrane hollow fiber" tool is designed as one way to reduce tissue deprivation as a vco filter. The object of this service was the craftsmen of VCO in the Selumbung village The implementation of VCO filtering is using a "hollow fiber membrane" which has a very good filter quality. The test results in the Analytical laboratory Udayana University, showed that there was a decrease in the water content in the VCO by 11%. The filtering process speed is 10 times faster than the manual system filtering speed. Keywords: Virgin coconut oil, productivity, membrane hollow fiber
APLIKASI MESIN PEMERAS SENTRIFUGAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PEMBUTAN VCO SUGITA, i KETUT GEDE
Buletin Udayana Mengabdi Vol 23 No 5 (2024): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan kelapa yang masih menggunakan cara tradisional tentunya hal ini kurang efisien mengingat lamanya pemerasan dan juga membutuhkan banyak tenaga untuk pemerasan. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan mesin pemeras tenaga sentrifugal pada pengerajin VCO (virgin coconut oil) di Desa Selumbung. Mesin pemeras ini merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeras santan kelapa dengan menggunakan proses putar pada penyaring yang menerapkan gaya sentrifugal. Prinsip kerja mesin ini yaitu memanfaatkan putaran yang dihasilkan oleh motor listrik yang dihubungkan pada drum penyaring santan. Di dalam tabung penyaring ini diletakkan parutan kelapa dan penyaring akan berputar bila poros penghubung berputar, akibat proses ini santan kelapa akan terpisah dengan parutan kelapa. Mesin ini merupakan salah satu alternative sebagai pengganti tenaga pemeras yang menggunakan tenaga manusai menjadi tenaga mesin Implementasi mesin ini diharapkan mampu meningkatkan produktifitas VCO yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Implementasi mesin pemeras santan sentrifugal mampu menurunkan waktu produksi sebesar 40% dengan kualitas dan jumlah santan yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan jumlah santan hasil hasil produksi secara kovensional.
Tension-Pleasure and Education Values of the Meta-Figurative of Indonesian Contemporary Paintings Adnyana, I Wayan Kun; Totton, Mary Louise; Remawa, Anak Agung Gede Rai; Muka, I Ketut; Ruta, I Made; Wirakesuma, I Nengah; Kondra, I Wayan; Suardana, I Wayan; Sugita, I Ketut Adi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 23, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v23i1.41296

Abstract

Meta-figurative is a physical aesthetic discourse that reaches beyond the physical beauty of ideal bodies (skeletal construction, muscles, and skins). The interpretation approaches used new criticism, according to Culler (2001), that goal to identify what the works repress or illuminate by concealing and portraying society and social attitudes. Meta-figurative encompasses exploration pertaining to the interchangeable position and condition between tensions and pleasures of bodies in the social space. Fifteen Indonesian contemporary artists are: Mangu Putra, Entang Wiharso, Chusin Setiadikara, Agus Suwage, FX Harsono, Ivan Sagito, Heri Dono, Ronald Manulang, Nyoman Masriadi, Nyoman Erawan, Putu Sutawijaya, Laksmi Sitaresmi, Made Djirna, Ugo Untoro, and Bob Sick Yuditha have been conducting creative efforts and questioning about matters of the bodies’ position in the public space, conducting current interpretation through personal artistic and aesthetical language. There are five representation tendencies of meta-figurative paintings thematically, artistic images, and visual meanings: marginalized bodies, fictionalized bodies, bodies of expression, autobiographical bodies, and beyond famous portraits. Indonesian contemporary artists have made figurative subjects in their paintings to make statements, self-reflections, and moral voices of their country’s socio-political conditions, which are educational values of Indonesian Contemporary Paintings in social meaning. Poverty, corruption, and anti-democracy practices still part of Indonesian daily realities are area protests for contemporary artists.