Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DI TAMAN HUTAN RAYA SEBATUNG KABUPATEN KOTABARU Arum, Saskia; Kadir, Syarifuddin; Badaruddin, Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17782

Abstract

Aktivitas alih fungsi lahan dapat mempercepat laju erosi, terutama di kawasan konservasi seperti TAHURA Sebatung, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengukur besarnya erosi dan mengidentifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai jenis tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE), dengan data diperoleh melalui purposive sampling di empat lokasi: Seratak, Mamake, Gunung Ulin, dan Meranti. Analisis mencakup faktor R, K, LS, C, dan P, dengan dukungan uji laboratorium terhadap tekstur, permeabilitas, dan bahan organik tanah. Hasil menunjukkan nilai erosi tertinggi terjadi pada kebun campuran (0,84 ton/ha/tahun), sedangkan terendah pada kebun karet (0,04 ton/ha/tahun). Seluruh unit lahan masuk dalam kategori TBE kelas II atau sedang. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan vegetasi dan konservasi lereng dalam mitigasi erosi untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis TAHURA Sebatung.
Pencegahan Kebakaran Berulang pada Lahan Gambut dengan Pendekatan Berbasis Tapak di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan: Preventing Recurrent Peatland Fires through a Site-Based Approach in Landasan Ulin Village, South Kalimantan Rianawati, Fonny; Kadir, Syarifuddin; Badaruddin, Badaruddin; Helmi, Muhammad; Asyisyifa, Asyisyifa; Mayawati, Sari; Hadi, Wirawan Noor
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.52633

Abstract

ABSTRACT Recurrent peatland fires in Banjarbaru threaten ecosystems, public health, and regional economies, demanding integrated, collaborative, and sustainable site-based fire management strategies. The present research goals. The objectives of this study are to identify the factors causing recurrent fires on peatlands, to assess community responsibility in preventing and controlling such incidents, and to examine site-based fire control practices implemented by local residents and related institutions. This research employs a site-based descriptive–analytical approach, in which primary data were collected through field observations (ground check), interviews, and questionnaires administered to 50 respondents using an incidental sampling method. Secondary data were obtained through Focus Group Discussions (FGDs) with the Village Government, the Banjarbaru Disaster Management Agency (BPBD), and local fire-awareness groups, selected using a purposive sampling technique. The results indicate that all recurrent fire events are associated with human activities, particularly land clearing and burning without controlled fire management, discarded cigarette butts, and the spread of fire through dry peat via underground layers. Quantitative data show that 76% of respondents stated that fires spread from other locations. Community practices in fire management remain dominated by reporting behavior (80%), while only 20% participate directly in suppression efforts during idle-land burning. This limited involvement reflects the lack of trained human resources and adequate equipment at the community level. Control measures have been implemented through the construction of firebreaks and water channels as part of peatland hydrological management. However, fires will continue to occur and recur if local residents and related institutions do not actively maintain these facilities. This study concludes that peatland fire control must be implemented in an integrated manner, involving local communities at the site level in collaboration with stakeholders and government institutions.   Keywords: preventing, peat fires, community participation   ABSTRAK Kebakaran lahan gambut berulang di Banjarbaru mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, ekonomi regional, serta menuntut pengendalian berbasis tapak berkelanjutan kolaboratif terpadu. Tujuan penelitian saat ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran berulang di lahan gambut, untuk menilai tanggung jawab masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian insiden, dan untuk membahas pengendalian kebakaran berbasis praktik penyadapan yang diterapkan oleh penduduk setempat dan lembaga terkait. Penelitian ini merupakan studi deskriptif-analitik berbasis site-tapping dimana pengumpulan data utama dilakukan di lapangan melalui ground check, wawancara, dan kuesioner terhadap 50 responden menggunakan metode incidental sampling. Data sekunder dikumpulkan melalui FGD dengan LURD, BPBD Banjarbaru, dan Amendemenselites yang diatur dengan metode purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kejadian kebakaran berulang semuanya terkait dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan dan pembakaran ulang tanpa api yang terkendali, puntung rokok, dan penyebaran api di gambut kering oleh lapisan bawah tanah. Berdasarkan data kuantitatif, 76% responden mengklaim bahwa kebakaran menyebar dari sumber lain. Praktik masyarakat dalam penanganan kebakaran tetap didominasi oleh pola pelaporan dengan 80%, dan 20% lainnya melalui bantuan selama pembakaran perkebunan yang menganggur, yang berlangsung pada tingkat minimum karena masyarakat tidak memiliki sumber daya dan sarana terlatih untuk membantu selama terjadinya kebakaran.  Kegiatan pengendalian dilakukan dengan pembuatan sekat bakar  dan saluran-saluran air sebagai bagian dari pengelolaan hidrologi) akan   tetapi kebakaran akan terjadi dan terjadi kembali jika penduduk setempat dan lembaga terkait tidak aktif memelihara fasilitas tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kebakaran lahan gambut harus selalu dilakukan secara terintegrasi baik oleh masyarakat ditingkat tapak, maupun stakeholgder dan pemerintah.   Kata kunci: pencegahan, kebakaran gambut, partisipasi masyarakat
ANALISIS INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS LERENG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SERATAK KABUPATEN KOTABARU Erwin Rif'at Nazari; Badaruddin Badaruddin; Syarifuddin Kadir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.16520

Abstract

Infiltrasi adalah proses dimana air masuk dari permukaan tanah ke dalam tanah melalui pori-pori tanah. Tingkat infiltrasi yang berbeda pada berbagai kemiringan lereng dapat memengaruhi jumlah air yang dapat meresap ke dalam tanah dan seberapa besar aliran permukaan yang terbentuk. DAS Seratak di Kalimantan Selatan dikenal memiliki tingkat infiltrasi tinggi yang dapat menyebabkan risiko banjir kecil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat infiltrasi; dan (2) menganalisis kapasitas serta volume infiltrasi pada berbagai kemiringan lereng, mulai dari yang datar hingga sangat curam. Penelitian dilakukan di DAS Seratak, Kotabaru. Metode Horton dengan 3 pengulangan dan interval waktu 5 menit digunakan dalam pengujian infiltrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan yang landai memiliki tingkat infiltrasi tertinggi, mencapai 103,27 cm/jam (cepat), sementara kemiringan yang sangat curam memiliki tingkat infiltrasi terendah, yaitu 23,77 cm/jam. Kapasitas dan volume infiltrasi tertinggi terdapat pada kemiringan yang landai (8-15%), sementara yang terendah terdapat pada kemiringan yang curam (25-40%). Kemiringan landai memiliki kapasitas sebesar 36,3 cm/jam dan volume infiltrasi sebesar 94,9 cm3, sedangkan kemiringan curam memiliki kapasitas sebesar 10,6 cm/jam dan volume infiltrasi sebesar 25,4 cm3. Peran kemiringan lereng mempengaruhi tingkat, kapasitas, dan volume infiltrasi dengan variasi yang signifikan.
KLASIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN PADA DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) SUB-SUB DAS RIAM KANAN SUB DAS MARTAPURA DAS BARITO Bella Joy Simanjuntak; Eko Rini Indrayatie; Syarifuddin Kadir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18939

Abstract

Kemampuan lahan ialah penilaian lahan dan pengelompokan ke dalam beberapa kategori berdasarkan sifat yang merupakan potensi serta penghambat dalam penggunaannya secara lestari. Kemampuan lahan perlu diketahui sehingga lahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan karakteristik lahan (2) Menentukan kelas kemampuan lahan. Penentuan unit lahan dilakukan dengan cara overlay peta kelerengan, peta tutupan lahan dan peta jenis tanah yang menghasilkan 11 Unit Lahan. Metode pengambilan sampel tanah dan pengamatan kondisi di lapangan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan DTA Sub-sub DAS Riam Kanan memiliki 4 kelas kemampuan lahan II terdapat pada UL 1 (PLLPK) dan UL 5 (PLLPLKC) dengan faktor pembatas erosi, perakaran tanaman, dan kelerengan (IIest), UL 6 (PKDPLKC) dengan faktor penghambat perakaran tanaman (IIs). Kelas III terdapat pada UL 10 (OHAMHT) dengan faktor pembatas kelerengan (IIIt). Kelas IV terdapat pada UL 3 (OKAMB) dan UL 11 (OHMHT) dengan faktor pembatas erosi (IVe). Kelas VII terdapat pada UL 2 (PLCB) dengan faktor pembatas kelerengan (VIIt) dan UL 4 (TEMB), UL 8 (TEMB), UL 7 (TEMB) dan UL 9 (TEMPT) dengan faktor pembatas erosi (VIIe).