Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Teknik Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Melayu di Semendo Darat Ulu Kabupaten Muara Enim Fitria Hayani Effendi; Nyimas Umi Kalsum; Aulia Desita; Hizbullah Hizbullah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 8, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v8i3.2406

Abstract

Malay people have a tendency to choose traditional medicine as an alternative in treating diseases. Treatment is a process of healing by using tools. The types of traditional medicine in Indonesia broadly consist of traditional medicine with medicinal herbs derived from nature, while traditional kebatinan medicine consists of traditional medicine on the basis of belief, religion, and on the basis of magnetic vibrations. Traditional medicine used by people in several regions in Indonesia is very diverse, including traditional medicine practiced by one of the Malay tribes in South Sumatra Province, Muara Enim Regency, namely the Semendo tribe. This research aims to complement existing references regarding traditional medicine, this research focuses on traditional medicine techniques in the Semendo tribe community, Muara Enim Regency. This descriptive qualitative research aims to explore the sources of knowledge, types and practices of traditional medicine in the Semendo tribe. The results showed that traditional medicine techniques in the Semendo tribe are carried out in 3 ways, namely, drinking, smearing or sticking using plants from nature, and internally. Traditional medicine in the Semendo tribe, Muara Enim Regency is still preserved to this day. This is due to the very high level of public trust in the efficacy of traditional medicine.Keywords - Malay, Nature, Prayer, Semendo, Traditional medicine.
Piagem (Piagam) Rambang Naskah Kuno Tembaga Kesultanan Palembang Sebagai Sumber Ajaran Etika Masyarakat Marga Oskandar, Dudy; Kalsum, Nyimas Umi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8952

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai etika dan moral yang terkandung dalam salah satu naskah kuno Piagam atau Piagem Rambang di masa Kesultanan Palembang. Pemaknaan dan interpretasi atas naskah Piagem Rambang diharapkan mampu merelevansikannya dalam konteks modern sekarang ini. Melalui metode epigrafi dengan lima tahapan dan metode sejarah lima langkah studi berfokus pada naskah kuno dalam Piagem Rambang dapat menjadi sumber inspirasi untuk membentuk karakter dan moralitas masyarakat di masa kini. Hasil kajian menunjukan bahwa aturan yang dibuat dalam naskah Piagem Rambang oleh Sultan Muhammad Baha’uddin di tahun 1781 Masehi sangat relevan dengan kondisi masyarakat di masa kini. Ajaran moral dan etika dalam tatatan kehidupan masyarakat Marga Rambang di masa lalu tersebut memiliki nilai-nilai kuno sebagai legacy heritage yang dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan moral di era modern, antara lain dalam persoalan pinjaman online, pinjol atau perjudian online, judol di sekarang ini.
PENGARUH NASKAH KUNO TERHADAP PERKEMBANGAN BUDAYA LOKAL DAN TRADISI SASTRA DI NUSANTARA Amelia, Siti; Kalsum, Nyimas Umi; Berkah, Ahmad
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 1 (2025): Pembelajaran Sejarah, Sejarah, dan Kebudayaan Lokal
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i1.44381

Abstract

Artikel ini membahas peran penting naskah kuno sebagai sumber budaya dan pengetahuan dalam membentuk serta mempertahankan budaya lokal dan tradisi sastra di Nusantara. Melalui pendekatan kajian pustaka, penelitian ini menelusuri bagaimana naskah kuno tidak hanya mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga menjadi medium penting dalam pewarisan tradisi dan identitas kebudayaan. Pelestarian naskah kuno menjadi tantangan sekaligus kebutuhan mendesak di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Upaya pelestarian ini mencakup konservasi, restorasi, digitalisasi, dan katalogisasi, yang bertujuan menjaga keberlanjutan informasi dan fisik naskah sebagai warisan budaya bangsa. Hasil kajian menunjukkan bahwa naskah kuno berfungsi sebagai media dokumentasi budaya yang kaya nilai historis dan edukatif, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan tradisi sastra lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian yang terintegrasi agar naskah kuno tetap dapat diakses dan dipelajari oleh generasi masa kini dan mendatang.
When Preservation Threatens: Risks to the Integrity of Ancient Islamic Manuscripts in Indonesia Kalsum, Nyimas Umi; Rachmadini, Naffa; Amalina, Kayyisah Safira; Reza Aprianti
Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Vol. 14 No. 1 (2025): HERITAGE OF NUSANTARA
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/hn.v14i1.810

Abstract

This article examines efforts to preserve ancient Islamic manuscripts in Indonesia, with particular emphasis on the risks associated with current conservation practices. Using a qualitative approach, the study analyzes data sourced from social media platforms such as Facebook, Instagram, and relevant websites. The data collection follows a desk-review method, in which content is gathered and categorized based on predefined criteria. This information is then filtered and analyzed to map the threats emerging from preservation efforts. The findings reveal three primary risks in the implementation of manuscript conservation: (1) physical damage resulting from improper preservation methods; (2) the loss of contextual or historical identity of the manuscripts; and (3) the discontinuity or fragmentation of textual content. These risks underscore the need for a comprehensive review of existing government policies and Standard Operating Procedures (SOPs) for manuscript preservation. Such policies must be contextually adapted to Indonesia’s specific environmental and institutional conditions to guide preservation actors effectively.
Misteri dan Makna Simbol dalam Naskah Kuno Nusantara Sari, Anggun Permata; Kalsum, Nyimas Umi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20334

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna dan fungsi simbol dalam naskah kuno Nusantara melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Melalui analisis semiotik, hermeneutis, dan kontekstual-historis, penelitian mengidentifikasi lima kategori simbol—kosmologis, teologis-religius, sosial-politik, epistemologis, dan estetis yang mencerminkan kompleksitas pemikiran masyarakat Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai teknologi pengetahuan yang mengkodifikasi pemahaman metafisika dan kosmologi dalam bentuk visual. Proses akulturasi dan sinkretisme dalam tradisi simbolik mencerminkan strategi adaptasi kultural yang menegosiasikan identitas lokal dengan pengaruh global. Simbol-simbol ini juga mengalami transformasi semantik meskipun mempertahankan kontinuitas formal sepanjang perubahan konteks historis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka metodologis yang mengatasi bias tekstual dalam kajian filologi, sekaligus mengungkap relevansi simbol naskah kuno untuk revitalisasi kearifan lokal dalam konteks kontemporer.
Kitāb al-Tuḥfah al-Rāgibīn wa al-Radd ‘alā ‘Aqīdah al-Wujūdīyah bi Fālimbānj fi al-Qarn al-Thāmin ‘Ashar al-Mīlādī Kalsum, Nyimas Umi
Studia Islamika Vol. 11 No. 3 (2004): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v11i3.597

Abstract

This article tries to discuss one of religion waorks written by al-Palimbani, Tuhfah al-Ragibin, presented the discussion of the author's response towards wujudiyyah, a text that widely spread in Palembang at the time. In line with al-Raniri in Aceh, al-Palimbani divided wujudiyyah's doctrine into two categories: wujudiyyah mulhid and wujudiyyah muwahhid.DOI: 10.15408/sdi.v11i3.597
The Threat of Discontinuity Ancient Scripts in the Islamic-Malay Manuscript Kalsum, Nyimas Umi; Rachmadini, Naffa
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 May (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v7i1.7327

Abstract

The purpose of this writing is to prove that there is a threat of discontinuity of ancient scripts in Malay Islamic manuscripts. Preservation of cultural heritage in the form of ancient script tends to be ignored. Abandonment of ancient scripts in the form of discontinuity the inheritance of ancient scripts; discontinuity of ancient script writing and discontinuity due to myths. In fact, these three aspects have the effect of threatening the discontinuity of ancient script. Through direct and indirect observation of digital collections of ancient manuscripts and free interviews with informants consisting of government agencies, traditional leaders and communities of ancient script lovers. Three ancient scripts that are threatened with discontinuity were found: (1) Jawi script, (2) Ulu script and (3) Lontaraq script. To then do data analysis by means of descriptive, interpretive and reflective of the existing data. This research shows that the government's policy regarding the preservation of cultural heritage must be handed down by the local government in an effort to preserve ancient scripts with outreach, workshops/training as a condition for the sustainability of cultural heritage. In addition, recruitment of ancient script experts is needed to increase qualified human resources and ancient script experts so that local content subjects can be realized. This is important to increase the preservation of ancient scripts. 
APAKAH CAMPUR KODE BAHASA PADA BALITA BAGIAN DARI LINGUISTIC NEO IMPERIALISM? Barzan Faizin; Nyimas Umi Kalsum
Khazanah Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2024): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v5i2.33346

Abstract

Interaksi anak balita dengan game online dan tayangan YouTube akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku kebahasaan campur code dalam komunikasi sehari-hari dengan orang-orang di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi jenis campur kode yang dipakai oleh anak beserta konteks tuturannya, dan mengungkap hegemoni bahasa Inggris terhadap bahasa lokal dan Indonesia. Metode yang dipakai dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk mendalami tuturan anak balita yang mencampurkan dua kode, dan pendekatan kritis untuk mengungkap dominasi kultural yang direpresentasikan dalam satuan kebahasaan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode tipe Penyisipan menempati posisi teratas, yang diikuti campur kode tipe Pemanfaatan, Preferensi, Alternasi, dan terakhir Kongruen. Berdasarkan urutan pemakaian campur kode tersebut, paling tidak ada dua karakteristik pada aktivitas campur kode anak pertama, anak balita cenderung menyisipkan leksem bahasa asing dan gaul secara acak (manasuka) tanpa melihat konteks tuturan. Kedua, anak balita cenderung memilih leksem yang mudah diucapkan karena ia telah menghafalnya dari tontonan atau game yang berulang-ulang ia lihat di internet. Fenomena ini menegaskan berkembangnya neo-imperialsime bahasa karena dorongan yang kuat dari dalam masyarakat yang merasakan keuntungan ekonomis dari penguasaan bahasa Inggris dan rasa percaya diri penutur ketika mampu berbicara bahasa Inggris serta munculnya rasa rendah diri pada sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang rendah.
Transmisi Keilmuan dan Jaringan Ulama Tafsir Al-Qur’an Sumatera Selatan Abad 18-20 H Reli Sulyani; Muhajirin; Nyimas Umi Kalsum; M. Riyan Hidayat
Contemporary Quran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ttgvks03

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi tafsir Al-Qur’an di Sumatera Selatan dengan fokus pada pola transmisi keilmuan, manuskrip lokal, dan genealogi intelektual ulama tafsir dari abad ke-18 hingga abad ke-20 Masehi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola transmisi keilmuan tafsir dari ulama Timur Tengah ke ulama lokal Sumatera Selatan, bagaimana manuskrip tafsir lokal mencerminkan tradisi penafsiran yang adaptif terhadap konteks sosial-budaya, serta peran genealogi intelektual ulama dalam membentuk jaringan transmisi keilmuan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif historis-hermeneutik, memadukan analisis filologi dan studi jaringan intelektual. Data diperoleh dari manuskrip tafsir lokal, termasuk karya Masagus Muzammil, Ahmad al-Habsyi, dan KH. Fahrurrozi Seribandung, serta dokumen sejarah terkait ulama dan Kesultanan Palembang. Analisis menelusuri pola penyebaran tafsir, struktur jaringan guru-murid, serta karakteristik tekstual dan fisik manuskrip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi keilmuan berlangsung melalui jaringan guru-murid yang terstruktur antara ulama lokal dan ulama dari Aceh, Hadramaut, dan Haramain. Manuskrip lokal menggunakan bahasa Melayu Palembang dan aksara Jawi, menunjukkan adaptasi terhadap konteks lokal, sedangkan karya KH. Fahrurrozi mempertahankan bahasa Arab untuk menjaga otoritas klasik. Genealogi intelektual ulama membentuk jaringan luas yang memungkinkan pengetahuan tafsir ditransmisikan lintas generasi dan menjaga kontinuitas tradisi keilmuan, bahkan tanpa selalu menghasilkan karya tulis baru. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi tafsir Sumatera Selatan menampilkan perpaduan antara konservasi otoritas klasik dan adaptasi lokal, sekaligus memperlihatkan kapasitas ulama dalam membangun jaringan epistemik yang kokoh dan berkelanjutan.
Kajian Manuskrip Al-Tasrif Karya Al-Zahrawi Sopan Setiawan; Nyimas Umi Kalsum
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 25 No. 1 (2026): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v25i1.12520

Abstract

Philological studies are a branch of scholarship that examines ancient manuscripts as sources of historical, cultural, linguistic, and scientific information. One of the most significant manuscripts in the history of Islamic civilization is Al-Tasrif liman ‘Ajiza ‘an al-Ta’lif by Abu al-Qasim Al-Zahrawi. This manuscript is recognized as an influential encyclopedia of Islamic medicine that greatly contributed to the development of medical science in both the Eastern and Western worlds. This article discusses the identification of the manuscript as well as the main contents of Al-Tasrif. The study reveals that the manuscript possesses high scientific, historical, and philological value because it contains comprehensive discussions on surgery, medical instruments, pharmacy, and medical ethics. Furthermore, the manuscript reflects the intellectual advancement of Islamic civilization during the medieval period.