Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : yurispruden

MENGGALAKKAN DEKONSTRUKSI TERHADAP BIBIT-BIBIT TERORISME DI INDONESIA Fanny Tanuwijaya; Sunardi Sunardi
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 1, No 1 (2018): Yurispruden : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.897 KB) | DOI: 10.33474/yur.v1i1.738

Abstract

ABSTRACTTerrorism is one of extraordinary crimes. The extraordinary of this crime is not only because it can cause serious impacts on the community life in general, but it also because of its ability to establish regeneration. This terrorist organization is quite successful in recruiting new members. This effectively encourages the willingness and the commitment of their members in conducting serious crimes in relation to terrorists conducts. In this circumstance, it is quite reasonable that all parties are encouraged to respond critically by deconstructing those terrorists’ regenerations.  Keywords: Terrorism, Regeneration, Deconstruction, Society, Nation  ABSTRAKTeroris merupakan salah satu jenis kejahatan isimewa (extraordinary crime). Keistimewaan kejahatan ini bukan semata disebabkan dampaknya yang serius terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tetapi juga dari sepek kemampuannya dalam membangun regenerasi. Organisasi teroris ini tergolong sukses dalam melakukan pembimbitan kader, sehingga untuk menjalankan modus operandi yang tergolong mengerikan, ada saja kader yang mau melaksanakannya. Berdasarkan kondisi ini, logis jika semua pihak dituntut melakukan dekonstruksi terhadap kaderisasi teroris.Kata Kunci: Terorisme, Kaderisasi,  Dekonstruksi, Masyarakat, Negara.
MEMBANGUN NEGARA HUKUM YANG KUAT MELALUI PENYELENGGARAAN SISTEM PERADILAN PIDANA BERBASIS KONSTITUSIONALITAS Fanny Tanuwijaya
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 1, No 2 (2018): Yurispruden : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.502 KB) | DOI: 10.33474/yur.v1i2.959

Abstract

Negara ini (Indonesia) terus berupaya membangun dirinya supaya menjadi negara hukum yang kuat. Ada banyak dan beragam hambatan yang ditemui oleh setiap aparat penegak hukum dalam upaya membangun negara ini. Tidak sedikit aparat penegak hukum yang gagal menunjukkan dirinya sebagai aparat yang punya komitmen dalam salah satu cita dari “Nawa Cita” Presiden Joko Widodo itu. Penyelenggaraan sistem peradilan pidana merupakan bagian dari sistem hukum Indonesia  yang seringkali diposisikan belum berhasil mewujudkan cita-cita itu akibat  para penyelenggaranya yang belum menjalankan prinsip konstitusionalitas dalam kinerjanya.Kata Kunci: negara hukum, penyelenggaraan, sistem peradilan pidana, konstitusi
MENGGALAKKAN DEKONSTRUKSI TERHADAP BIBIT-BIBIT TERORISME DI INDONESIA Fanny Tanuwijaya; Sunardi Sunardi
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 1 No 1 (2018): Yurispruden : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v1i1.738

Abstract

ABSTRACTTerrorism is one of extraordinary crimes. The extraordinary of this crime is not only because it can cause serious impacts on the community life in general, but it also because of its ability to establish regeneration. This terrorist organization is quite successful in recruiting new members. This effectively encourages the willingness and the commitment of their members in conducting serious crimes in relation to terrorists conducts. In this circumstance, it is quite reasonable that all parties are encouraged to respond critically by deconstructing those terrorists’ regenerations.  Keywords: Terrorism, Regeneration, Deconstruction, Society, Nation  ABSTRAKTeroris merupakan salah satu jenis kejahatan isimewa (extraordinary crime). Keistimewaan kejahatan ini bukan semata disebabkan dampaknya yang serius terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tetapi juga dari sepek kemampuannya dalam membangun regenerasi. Organisasi teroris ini tergolong sukses dalam melakukan pembimbitan kader, sehingga untuk menjalankan modus operandi yang tergolong mengerikan, ada saja kader yang mau melaksanakannya. Berdasarkan kondisi ini, logis jika semua pihak dituntut melakukan dekonstruksi terhadap kaderisasi teroris.Kata Kunci: Terorisme, Kaderisasi,  Dekonstruksi, Masyarakat, Negara.