Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2) Ryan Pradinata; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap sangat dibutuhkan. Salah satu material yang mumpuni untuk digunakan adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan yang harus disediakan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar persetase perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan pemasangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada konstruksi rangka atap baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan rangka atap baja ringan sebesar Rp.320.317.004,84, sedangkan untuk pekerjaan rangka atap kayu adalah Rp.229.202.122,90 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya rangka atap baja ringan dengan kayu sebesar 72 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan rangka atap baja ringan dibutuhkan selama 47 hari, sedangkan waktu pelaksanaan rangka atap kayu selama 100 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara rangka atap baja ringan dengan kayu yaitu sebesar 53 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
Analisa Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Kuda-Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu Pembangunan Puskesmas Pintu Padang Rahmat Husein; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 September 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap salah satu adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda baja ringan dan kuda-kuda kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan AHSP 2016. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan sebesar Rp.402.626.600,00, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu adalah Rp. 260.232.400,00 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya kuda-kuda baja ringan dengan kayu sebesar 65 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan dibutuhkan selama 44 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu selama 102 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 58 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
ANALISA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN UPVC DENGAN KUSEN KONVENSIONAL KAYU (PEMBANGUNAN PUSKESMAS PINTU PADANG) Ryo Wanda; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1784

Abstract

Dunia konstruksi semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Salah satu perkembangan kontruksi seperti pada pekerjaan pemasangan kusen yang umum dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC apalagi pada gedung perkantoran. Tahap pengerjaan kusen juga menjadi bagian pertimbangan terlebih sekarang beredar beberapa macam jenis kusen yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pekerjaan kusen memang sebagian kecil dari keseluruhan pekerjaan bangunan, namun pekerjaan kusen memiliki bagian estetika dari suatu gedung dan tetap perlu diperhatikan metode pengerjaan paling efisien serta memakan biaya yang tidak banyak mengingat masa pelaksanaan sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC adalah analisa harga satuan pekerjaan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk kusen UVPC sebesar Rp. 1.483.825.431,99 sedangkan kusen kayu sebesar Rp.687.355.401,82 serta selisih biaya antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar Rp.796.470.030,00 atau persetase perbandingan sebesar 46,32 %. Waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen UPVC dibutuhkan selama 68 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kusen kayu selama 63 hari dengan jumlah tukang yang sama antara kedua kusen yaitu sebanyak 15 orang serta selisih waktu pelaksanaan antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar 5 hari, dimana waktu pekerjaan kusen UVPC dan kusen kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN KAYU DENGAN KUSEN UPVC PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Awal Ramadhan Hasibuan; Ahmad Rafii; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1786

Abstract

Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan dudukan daun pintu dan daun jendela. Salah satu contohnya pada pekerjaan pemasangan kusen, umumnya yang dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC. Pada kenyataanya, Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan masih menggunakan kayu sebagai material kusen. Namun untuk penambahan bangunan berikutnya, pihak para pemangku kepentingan Universitas berencana menggunakan kusen UPVC mengingat kualitas kayu yang bagus sudah mulai sulit diperoleh dan membuat harganya semakin melambung maka kusen kayu beralih ke aluminium dan UPVC. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC dengan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen kayu sebesar Rp.298.114.701,34 sedangkan untuk pekerjaan kusen UPVC sebesar Rp. 523.160.276,17. Selisih biaya antara kusen kayu dengan kusen UPVC sebesar Rp.225.045.574,83, sehingga biaya kusen UPVC lebih mahal dibandingkan dengan kusen kayu. Waktu pelaksanaan pekerjaan kusen kayu selama 49 hari sedangkan kusen UPVC dibutuhkan selama 43 hari dengan jumlah tukang yang sama antara kedua sama sebanyak 10 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kusen kayu dengan kusen UPVC selama 6 hari, dimana waktu pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’18,68 MPa Anri Mirwan Gea; Suryanti Suraja Pulungan; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1787

Abstract

Beton merupakan material yang paling banyak digunakan di dunia dalam bangunan kontruksi. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air serta dapat juga ditambah bahan tambahan yang lain dengan pembandingan tertentu. Selain itu, beton juga memiliki keistimewaan, antara lain mampu menahan daya tekan. ) Plastik yang mempunyai karakterik tahan lama, tahan korosi, isolator yang baik untuk dingin, panas, dan kedap suara, hemat energi, ekonomis, memiliki umur pakai yang panjang, dan ringan sangat berpotensi untuk digunakan dalam penggunaan agregat kasar pada beton. Pengujian kuat tekan beton dengan penambahan LDPE sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan variasi campuran 25% dan 50% dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekannya dengan kuat tekan beton normal. nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu beton dengan variasi 25% pada umur 7 hari sebesar 10,14 MPa, Variasi 50% pada umur 7 hari sebesar 10,77m Mpa. variasi 25% pada umur 14 hari sebesar 12,99 MPa, Variasi 50% pada umur 14 hari sebesar 12,40 MPa, dan umur 28 hari variasi 25% sebesar 13,33 Mpa, Variasi 50% pada umur 28 hari sebesar 12,91 Mpa.
ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN MANGARAJA IMBANG KEC. PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN Ali Ardiansyah Siregar; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1788

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan bahu jalan serta derainase. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Perkerasan lentur merupakan suatu perkerasan yang tidak tahan terhadap genangan air karena aspal bersifat getas, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan untuk peningkatan ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi ada 5 macam, yaitu: Retak Memanjang (340,002), Amblas (282,252), Retak Buaya (104,002), Lubang (815,252), dan Bergelombang sedangkan luas jalan keseluruhan = 10000 m2 serta yang rusak = 2550,50 m2. Jika di tinjau dari total total persentase kondisi jalan yang di peroleh yaitu sebesar 12, maka kriteria pemilihan penanganan yang kita gunakan adalah Pemeliharaan Rutin. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada Ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, yaitu : lapisan permukaan 13 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.
ANALISA PELAT LANTAI KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN PADA GEDUNG BERTINGKAT DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Faisal Aripin Siregar; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1789

Abstract

Prinsip dari perencanaan struktur adalah menghasilkan suatu bangunan yang efisien dan ekonomis serta mampu menahan beban dan gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi itu sendiri. Dalam perkembangan dunia konstruksi sekarang ini, sangat banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur maupun manajemen konstruksi. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan biaya serta waktu pelaksanaan pekerjaan pelat lantai konvensional dengan pelat lantai bondek. Jenis bangunan yang di analisa yaitu Gedung Ruang Kelas Baru SMP Bertingkat di Kota Padangsidimpuan di desain berdasarkan Petunjuk Teknis Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan, yaitu: biaya pekerjaan pelat konvensional sebesar Rp.365.511.115,35 dan pelat lantai bondek sebesar Rp.315.722.879,15 sehingga perbandingan biaya sebesar Rp.51.788.236,20 dengan luas lantai yang sama sebesar 223,09 m2. Untuk waktu pelaksanaan pelat konvensional selama 34 hari dan pelat bondek selama 32 hari sehingga diperoleh perbandingan waktu pelaksanaan selama 2 hari dengan luas lantai sebesar 223,09 m2. Jika ditinjau dari segi biaya maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional, tetapi pengadaan bahan material yang menjadi kendala harus dilakukan dengan partai besar. Jika ditinjau dari waktu pelaksanaannya, maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional. Akan tetapi, pengadaan bahan material yang menjadi kendala karena pembelian harus dilakukan dengan partai besar untuk mengimbangi biaya pengangkutan.
EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA SIMATOHIR BATU BOLA KEC. ANGKOLA JULU KOTA PADANGSIDIMPUAN Riswan Efendi; Amran Juniardi Nasution; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1792

Abstract

Ketersediaan air bersih sangat penting bagi kebutuhan hidup manusia. Produksi air bersih membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, fasilitas sosial dan ekonomi seiring dengan bertambahnya jumlah fasilitas dan jumlah penduduk. Ketersediaan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan belum maksimal. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kebutuhan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan pada tahun 2024 sampai 2034. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan metode analisa. Penentuan jumlah penduduk menggunakan pendekatan geometri, arithmatika, dan eksponensial. Sedangkan penentuan kebutuhan air bersih yang digunakan sesuai dengan standar PU dan SNI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Kebutuhan air bersih pada saat normal berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan adalah 0,835 L/detik. Sedangkan kebutuhan air bersih sesuai standar PU dan SNI berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 25.430,550 m3/tahun dan 38.145,825 m3/tahun. Kebutuhan air harian maksimum dan kebutuhan air pada saat jam puncak yang diperoleh 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 0,918 L/detik dan 1,252 L/detik. Dengan demikian, produksi air bersih di Desa Simatohir mencukupi untuk 10 tahun ke depan.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU KELAS JAUH SD NEGERI 200503 Aris Hanafi Harahap; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1794

Abstract

Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat di Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Kayu sudah menjadi material kuda-kuda sejak lama, dikarenakan kayu mempunyai daya dukung yang kuat, tahan lama dan juga tahan terhadap cuaca selama kayu tetap dijaga dalam kondisi kering. Kontruksi kuda-kuda yang terpasang di lapangan yaitu kontruksi kuda-kuda kayu karena material kayu masih ada di sekitar lokasi pekerjaan mengingat kualitas kayu yang ada pada spesifikasi pekerjaan adalah kayu sembarang keras. Akan tetapi kayu yang berkualitas sudah mulai langka diperoleh sehingga perlu alternatif kuda-kuda kayu salah satunya adalah baja ringan. Pemilihan bahan kuda-kuda kayu atau baja ringan jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu dan baja ringan pada atap Pembangunan Ruang Kelas Baru Kelas Jauh SD Negeri 200503. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu sebesar 50.106.748,34, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan adalah Rp. 126.250.610,36 sehingga diperoleh perbandingan biaya keduanya sebesar Rp.76.143.862,02. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu selama 33 hari sedangkan kuda-kuda baja ringan selama 19 hari, waktu pelaksanaan dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 14 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan
ANALISIS BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU PADA GEDUNG LABKESDA KOTA PADANGSIDIMPUAN M. Syahrizal Nasution; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1805

Abstract

Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap salah satu adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm. Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda baja ringan dan kuda-kuda kayu. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan sebesar Rp.335.995.162,61, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu adalah Rp.201.198.379,31 sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya kuda-kuda baja ringan dengan kayu sebesar 40 %. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan dibutuhkan selama 42 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu selama 97 hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 55 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.