Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN BM. MUDA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Randa Bahreyn Lubis; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1806

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam mengemudi terutama berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Salah satu penyebab kerusakan jalan yaitu minimnya biaya pemeliharaan yang menyebabkan berkurannya kualitas dari pada pelaksanaan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan apa saja yang terjadi ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi diruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan terdiri dari 5 jenis yaitu : pelepasan lapisan permukaan, lubang, amblas, retak kulit buaya dan tambalan. Nilai persentasi kerusakan sebesar 20.70 % maka kategori kerusakan termasuk kategori rusak sedang serta penaganan pemeliharaannya yaitu Pemeliharaan Berkala. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.
ANALISIS PELAT LANTAI II PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL Makmur Gedek; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1807

Abstract

Pada dasarnya bangunan yang ditinjau adalah pembangunan gedung kuliah terpadu Sekolah Tinggi Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Gedung ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengimbangi jumlah mahasiswa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, moderat dan inovatif sesuai dengan visi STAIN Madina. Pembangunan gedung ini dibangun secara permanen dengan jumlah struktur tiga lantai sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan gedung yang sudah ditetapkan. Prinsip dari perencanaan struktur gedung ini adalah menghasilkan suatu bangunan yang aman, nyaman, kuat, efisien dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal pelat serta jarak penulangan pelat lantai sesuai pembebanan dan gambar kerja yang ada dilapangan. Metode yang digunakan berdasarkan Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang dan Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung serta pembebanan disesuaikan peraturan pembebanan untuk rumah dan gedung. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukan diambil kesimpulan yaitu tebal pelat lantai berdasarkan analisis dan kondisi dilapangan sebesar 12.5 cm dengan panjang 4,20 m dan lebar 3,60 m. Bentang balok terpanjang 8,40 m dan 7,20 m. Tebal pelat lantai berkurang akibat penambahan balok anak sehingga bentang pelat lebih pendek untuk mengurangi lendutan dan pembebanan. Jarak tulangan pelat lantai berdasarkan analisis yaitu untuk lapangan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100 sedangkan dilapangan untuk posisi tumpuan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-200. Jika kita lihat posisi lapangan arah-x dan arah y analisa Ø 10-100 sedangkan yang di pasangan dilpangan untuk posisi lapangann arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100. Jarak yang dianalisis lebih ekonomis dibandingkan dengan jarak yang ada dilapangan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN PERANCAH KAYU BULAT DENGAN SCAFFOLDING UNTUK PELAT LANTAI DAN BALOK PADA BANGUNAN BERTINGKAT Rafea Husni; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1808

Abstract

Perancah adalah konstruksi sementara yang menyangga beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah memiliki peranan penting terhadap hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan. Berdasarkan sifatnya, perancah terbagi dua, yaitu perancah kayu bulat dan scaffolding. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besar perbandingan biaya dan waktu penggunaan perancah kayu bulat dengan scaffolding untuk pelat lantai dan balok pada bangunan bertingkat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Lokasi dan tempat pengambilan data untuk kebutuhan penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Padangsidimpuan, dengan data yang dikumpulkan berupa gambar kerja, daftar upah, dan daftar harga bahan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp. 324.707.832,00 dan scaffolding sebesar Rp. 315.019.128,00. Sedangkan selisih perbandingan biaya antara perancah kayu bulat dengan scaffolding yaitu 3% sebesar Rp. 9.688.704,00. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan perancah kayu bulat selama 105 hari dan scaffolding selama 105 hari dengan jumlah tukang antara kedua perancah sama yaitu 10 orang. Waktu pengerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding dihitung dengan menggunakan AHSP dengan satuan OH
PENGARUH PENGGUNAAN BIJI POHON KARET SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Rossandi Syaputra; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan biji karet sebagai substitusi sebagian agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Penelitian dilakukan dengan tahapan awal berupa pengujian sifat fisik agregat kasar, agregat halus, serta biji karet meliputi berat isi, kadar air, dan gradasi. Selanjutnya dilakukan perencanaan campuran (mix design) beton dengan mutu K-225, menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, yang kemudian diuji kuat tekannya pada umur 7, 14, dan 28 hari. Variasi campuran yang digunakan adalah 0 % (beton normal), 5 %, dan 10 % biji karet terhadap berat agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji karet menyebabkan penurunan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari untuk beton normal sebesar 17,13 MPa, variasi 5 % sebesar 15,50 MPa, dan variasi 10% sebesar 12,24 MPa. Penurunan nilai kuat tekan ini disebabkan oleh permukaan biji karet yang halus dan kedap air, sehingga mengurangi daya ikat antara agregat dan pasta semen. Penurunan kuat tekan pada variasi 5 % sebesar 9,5 %, dan pada variasi 10 % sebesar 28,5 % dibandingkan beton normal. Beton dengan campuran biji karet 5% masih dapat dipertimbangkan untuk bangunan non-struktural, sementara variasi 10 % kurang direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan biji karet memiliki potensi sebagai bahan alternatif agregat, meskipun perlu pertimbangan dari segi kekuatan. .
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT BAMBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Salsa Fitri; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1861

Abstract

Penggunaan serat kulit bambu dalam campuran beton merupakan salah satu inovasi untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan. Serat kulit bambu dipilih karena berasal dari bahan alami yang mudah diperoleh dan dapat diperbarui, sehingga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada umur 28 hari dengan variasi 2,50 % dan 5,00 %, serta membandingkan hasil kuat tekan beton dengan beton normal tanpa penambahan serat kulit bambu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kulit bambu terhadap kuat tekan beton, apakah dapat meningkatkan atau justru menurunkan kekuatan beton yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan serat kulit bambu pada campuran beton di lapangan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada beton menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibanding beton normal. Pada umur 28 hari, kuat tekan beton dengan variasi 2,50 % adalah 8,27 N/mm² dan variasi 5,00 % adalah 7,10 N/mm², sedangkan beton normal mencapai 10,00 N/mm². Perbandingan penurunan kuat tekan pada variasi 2,50% sebesar 17,30 % dan variasi 5,00 % sebesar 29,00 % dibanding beton normal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kulit bambu belum memberikan hasil yang baik, karena semakin tinggi persentasenya maka semakin besar penurunan kuat tekan beton yang terjadi.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN DINDING BATU BATA, BATAKO DAN BATA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KAB. PADANG LAWAS UTARA Rizky Fitrah Siregar; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1864

Abstract

Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung. Bahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini adalah batu bata. Bahan material ini, hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako, bata ringan dan sebagainya. Batako atau bata ringan adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : batako dan bata ringan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding batu bata, batako dan bata ringan Pembangunan Ruang Arsip Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kab. Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2022. Dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan, yaitu: biaya yang dibutuhkan Pembangunan Ruang Arsip dengan menggunakan batu bata sebesar Rp.45.125.745,10, batako sebesar Rp.56.672.974,93 dan Bata Ringan sebesar Rp.73.976.929,04 dengan luas dinding yang sama yaitu 89,64 m2. Adapun perbandingan biaya pelaksanaan menggunakan batu bata dengan batako sebesar 25.59 % dan batu bata dengan bata ringan sebesar 69.94 %. Sedangkan waktu pelaksanaan antara batu bata dengan batako sama selama 12 hari sedangkan pemasangan bata ringan selama 13 hari dengan jumlah tukang sebanyak 3 orang.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA MERAH DAN BATAKO LAB IPA SMP BERDASARKAN JUKNIS TAHUN 2024 DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Rofaldo; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1865

Abstract

Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung. Bahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini adalah batu bata. Bahan material ini hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako, bata hebel dan sebagainya. Batako atau bata hebel adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : beton atau batako.Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jumlah biaya dan waktu pelaksaan yang diperlukan pada pekerjaan pasangan dinding bata merah dan batako LAB IPA SMP berdasarkan Juknis Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2016. Dari hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan, yaitu : biaya pemasangan dinding bata merah sebesar Rp.91.316.522,72 sedangkan pemasangan dinding batako sebesar Rp.132.923.743,78 sehingga diperoleh perbandingan biaya antara keduanya sebesar Rp.41.616.221,06. Jika ditinjauu dari waktu pelaksanaan, pemasangan dinding bata merah di butuhkan selama 29 hari sedangkan pemasangan dinding batako selama 31 hari sehingga diperoleh perbandingan waktu pelaksanaan antara keduanya selama 2 hari dengan jumlah tukang yang sama yaitu 4 orang per hari.
Beton Ramah Lingkungan dengan Ampas Tebu sebagai Substitusi Parsial Semen Muhammad Rahman Rambe; Noni Paisah; Rizky Febriani Pohan; Alvi Sahrin Nasution
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.5925

Abstract

Excessive use of cement in construction projects can result in air pollution which can trigger health problems. For this reason, innovation is needed by using environmentally friendly organic materials such as sugarcane bagasse waste as a partial substitute for cement to make environmentally friendly concrete. The use of sugarcane bagasse waste as a partial substitute for cement can prevent environmental pollution due to dust produced by cement. This research aims to make maximum use of sugarcane bagasse waste as a concrete mixture. The method used in this research is an experimental method through the preparation stage, aggregate inspection, job mix design, slump test, making test objects, caring for test objects, testing concrete volume weight and testing concrete compressive strength. The sugarcane bagasse powder used is 0% composition; 2.5%; 5%; 7.5% and 10%. Based on the research results obtained, it can be concluded that the average concrete compressive strength values at variations of 0%; 2.5%; 5%; 7.5% and 10% are 24.08 MPa; 21.98 MPa; 17.67 MPa; 14.54 MPa and 11.66 MPa, respectively. Sugarcane bagasse powder can be used to make environmentally friendly concrete or as a partial replacement for cement. In order to make optimally environmentally friendly concrete, it is recommended that cement be mixed with 2.5% sugarcane bagasse powder.