Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Pengaruh Tari Kudu Lempang Terhadap Nilai Gotong Royong Pada Siswa di Sekolah Dasar Siti Salisa Salwiyah; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5128

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengaruh pembelajaran seni tari dengan menggunakan tari tradisional "kudu leumpang" terhadap karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas 1.A dan 1.B SDN Cemerlang dengan total 60 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran seni tari dengan tari kudu leumpang mengalami peningkatan nilai gotong royong yang signifikan, sementara siswa yang tidak menggunakan tari kudu leumpang tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam nilai gotong royong. Dalam proses pembelajaran tari, siswa dibentuk dalam kelompok untuk menampilkan tarian secara berkelompok, yang memungkinkan interaksi sosial dan kerjasama yang lebih baik. Peningkatan karakter gotong royong juga dikaitkan dengan keberagaman fungsi tari dalam budaya dan identitas komunitas, serta pengenalan tradisi dan warisan budaya. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya pembelajaran seni tari dalam mengembangkan karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran seni tari dengan melibatkan unsur tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk karakter sosial siswa sejak dini.
Penggunaan Cangkang Telur Berbasis Wayang Sukuraga Untuk Meningkatkan Keterampilan Seni Rupa Siswa di Sekolah Dasar Sindi Sindi; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5290

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik dalam menggunakan media lain selain media konvensional pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Maka dari itu dibutuhkan media lain sebagai sarana alternatif untuk memberikan pengalaman serta  membantu mengembangkan keterampilan seni rupa pada pembelajaran SBdP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan cangkang telur terhadap keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu kelas V SDN Sriwidari 1 dengan 15 peserta didik di kelas eksperimen dan 15 peserta didik di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara sebagai studi pendahuluan dan lembar tes untuk mengukur keterampilan seni rupa peserta didik. Analisis data menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian terkait keterampilan seni rupa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan seni rupa dua dimensi dalam materi membuat karya seni rupa daerah di kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian, media cangkang telur memiliki pengaruh terhadap kemampuan seni rupa peserta didik.
Model Experiental Learning Dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Finansial Siswa Sekolah Dasar Muhamad Fajar Sidiq; Irna Khaleda Nurmeta; Luthfi Hamdani Maula
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5482

Abstract

Pendidikan literasi keuangan sangatlah penting agar anak memiliki kemampuan untuk memahami, menilai dan bertindak dalam kesejahteraan keuangannya. penlitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatkan pemahaman literasi finansial siswa sekolah dasar dengan menggunakan Model experiental Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dayeuhluhur CBM dengan melibatkan dua kelas siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model experiential learning, sementara kelas kontrol menggunakan model konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi siswa setelah perlakuan mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Perbandingan rata-rata tes menunjukkan bahwa pemahaman literasi finansial siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui Model Experiential Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar. Dengan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar.
Analisis Implementasi Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Sri Mulyani; Irna Khaleda Nurmeta; Luthfi Hamdani Maula
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5515

Abstract

Profil pelajar pancasila merupakan perwujudan dari pendidikan karakter didalam kelas, adapun enam dimensi profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan implementasi profil pelajar pancasila disekolah dasar. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, data yang digunakan berupa data primer hasil wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pelajar pancasila yang di terapkan di SD Cemerlang hanya lima dimensi untuk dimensi berkebinekaan global guru belum menerapkan dimensi tersebut dalam pembelajaran didalam kelas dikarenakan kurikulum merdeka memberikan kebebasan memilih kepada guru untuk mengoptimalkan pembelajaran. Dalam tahapan implementasi profil pelajar Pancasila ada empat tahap yang pertama tahap perencanaan, tahap kedua kegiatan pembuka, taham ketiga kegiatan inti dan tahap keempat yaitu kegiatan penutup.
Model Inquiry Learning Berbasis Literasi Digital Untuk Mingkatkan Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Noor Mim Fachmi; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5558

Abstract

Teknologi dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun penggunaannya yang tidak terbatas dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga penting Literasi digital dikuasai siswa. Pendidikan harus mengintegrasikan literasi disgital ke dalam kurikulum. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model inkuiri, yang mempromosikan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental Design. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model inquiry learning berbasis literasi digital, sementara kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data minat belajar siswa diukur dengan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model inquiry learning berbasis literasi digital memiliki minat belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Rata-rata minat belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari pretest (64,66) menjadi posttest (78,16), sementara kelas kontrol hanya mengalami peningkatan yang lebih kecil dari pretest (64) menjadi posttest (71,5).Penelitian ini menyimpulkan bahwa Model Inquiry Learning Berbasis Literasi Digital adalah pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Model ini juga memiliki dampak positif terhadap keterlibatan siswa, penggunaan teknologi, kemampuan pemecahan masalah, motivasi intrinsik, dan keterampilan literasi digital. Model ini efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa dan dapat menjadi alternatif yang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Dengan demikian, pendidikan dapat lebih efektif dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.  
Media Loose Parts Untuk Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di Sekolah Dasar Sindi Selpia Pebriana; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5656

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa. di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran di SD yang melatih kreativitas adalah Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Namun dari hasil observasi di SDN 1 Bojong Sukabumi, pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang dilakukan belum membantu siswa meningkatkan kreativitasnya. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media Loose Parts di SDN 1 Bojong. Dalam penelitian metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan  siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Loose Parts dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN 1 Bojong. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 17 siswa dari 36 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki kreativitas dalam membuat karya seni rupa, sedangkan 19 siswa lainnya belum memiliki kreativitas berkarya, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 48% dengan nilai rata-rata 55. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu  31 siswa dari 36 jumlah keseluruhan siswa memiliki peningkatan kreativitas dengan presentase 86% dan nilai rata-rata nya adalah 67.14. kesimpulan dari penelitian ini adalah media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar.
Media Engklek Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Eka Ratna Dewi; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5742

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada kelas rendah, siswa sedang mengembangkan kemampuan membaca permulaan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki kemampuan membaca siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan menggunakan media engklek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir. Untuk mengumpulkan data tentang kemampuan membaca siswa, digunakan instrumen tes yang telah dikembangkan berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 64% dengan tingkat kemampuan membaca yang tergolong sedang. Pada siklus II, kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan mencapai tingkat yang tergolong tinggi, dengan persentase ketuntasan mencapai 94%, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh peneliti yaitu 90%. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media engklek dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 1 Curughilir tahun pelajaran 2022/2023. Temuan ini menunjukkan bahwa media engklek efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca mereka. Media ini memberikan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media engklek dalam pembelajaran membaca pada kelas 1 sekolah dasar dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.