Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia Dadih Substitusi Susu Sapi dan Susu Kerbau Fadhal, Rakha Abyan; Dewi, Kurnia Harlina; Kasim, Fitriani
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.52

Abstract

Dadih merupakan salah satu makanan khas tradisional berasal dari Sumatra Barat dengan metode pembuatannya melalui fermentasi susu di dalam tabung bambu secara alami. Penggunaan susu sapi sebagai substitusi susu kerbau dapat menjadi alternatif dalam pembuatan dadih karena susu sapi mudah didapat dan terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menganalisis bagaimana pengaruh variasi rasio susu yang digunakan dalam proses pembuatan dadih terhadap karakteristik fisikokimianya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan A0 (susu sapi 0% : susu kerbau 100%), A1 (susu sapi 25% : susu kerbau 75%), A2 (susu sapi 50% : susu kerbau 50%), A3 (susu sapi 75% : susu kerbau 25%), A4 (susu sapi 100% : susu kerbau 0%). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji lanjutan DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio susu berpengaruh nyata terhadap pH, total asam, kadar air, total padatan, kadar protein dan kadar lemak. Variasi rasio susu dapat meningkatkan kadar air dan total asam dadih serta dapat menurunkan nilai pH, total padatan, kadar protein dan kadar lemak seiring meningkatnya variasi rasio susu sapi yang ditambahkan.
OPTIMASI BLEACHING AMPAS TEBU PADA VARIASI KONSENTRASI HIDROGEN PEROKSIDA DAN SUHU Wulandari, Mega; Permata, Deivy Andhika; Kasim, Fitriani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebu merupakan limbah padat dari agroindustri yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi diolah menjadi pulp dan kertas. Adanya lignin menyebabkan kualitas pulp menjadi tidak baik, untuk itu perlu dilakukan delignifikasi dan bleaching. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsentrasi H2O2 dan suhu bleaching yang optimal agar menghasilkan pulp dengan kualitas terbaik. Optimasi dilakukan menggunakan metode Central Composite Design (CCD) dalam pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan faktor konsentrasi H₂O₂ (15–40%) dan suhu bleaching (80–100°C). Respon yang diamati antara lain kadar air, kadar abu, rendemen, selulosa, holoselulosa, hemiselulosa, lignin, bilangan Kappa, dan derajat putih. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi H₂O₂ 30,13% dan suhu bleaching 98,26°C, yang menghasilkan pulp dengan kadar lignin dan bilangan Kappa yang lebih rendah, sedangkan kadar selulosa dan derajat putih yang tinggi. Hasil analisis gugus fungsi menujukan spektrum FTIR yang lebih sederhana setelah mengalami delignifikasi dan bleaching, karena berkurangnya struktur aromatik lignin pada pulp. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses bleaching dapat menghasilkan pulp berkualitas tinggi dari limbah biomasa ampas tebu.
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Isolasi Nanoselulosa dengan Perbedaan Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Waktu Ultrasonifikasi dalam Proses Pembuatannya Fitria, Devi; Kasim, Fitriani; Permata, Deivy Andhika
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber selulosa yang dapat diolah, salah satunya menjadi material nanoselulosa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta pengaplikasian yang luas di bidang industri seperti dalam pembuatan komposit, kemasan, biomedis, dan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi dalam proses pembuatan nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit serta mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi terbaik yang menghasilkan rendemen nanoselulosa tertinggi dan karakteristik nanoselulosa terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor A: konsentrasi asam sulfat (10%, 20%, dan 30%), dan faktor B: waktu ultrasonikasi (30, 60, dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi asam sulfat dan waktu ultrasonikasi berpengaruh terhadap rendemen nanoselulosa yang dihasilkan yaitu: 89,46; 89,51; 89,52; 84,20; 85,23; 87.84; 78,94; 79,80; dan 81, 83%, dan berpengaruh juga terhadap karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang didapatkan 268,5; 239,3; 275,0; 224,4; 310,7; 218,9; 170,8; 260,9; dan 380,7 nm. Konsentrasi asam sulfat 10% dengan waktu ultrasonikasi 90 menit menghasilkan rendemen nanoselulosa yang tertinggi yaitu 89,52%. Dan konsentrasi 30% dengan waktu ultrasonikasi 30 menit menghasilkan karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang relatif kecil yaitu 170,8 nm. Nanoselulosa yang dihasilkan cocok digunakan sebagai biokomposit, karena berada pada rentang 100-500 nm. Kata kunci—asam sulfat, nanoselulosa, tandan kosong kelapa sawit, ultrasonikasi