Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APPLICATION OF PROJECT CITIZEN LEARNING MODEL: DESCRIPTIVE ANALYSIS OF 21ST CENTURY SKILLS OF HIGH SVHOOL STUDENTS Ridayani Ridayani; Iwan Fajri; Rusli Yusuf
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i3.38548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan abad 21 siswa melalui penerapan model pembelajaran project citizen pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang menggunakan desain penelitian one shot case study. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 10 Fajar Harapan yang berjumlah 25 orang siswa yang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Selanjutnya untuk pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan angket (kuesioner) tentang keterampilan abad 21 yang telah dibagikan kepada siswa XI SMAN 10 Fajar Harapan yang menggunakan skala likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata secara keseluruhan bahwa learning and innovation skills siswa XI SMAN 10 Fajar Harapan sebesar 4,094 dari jumlah angket yang telah di analisis menggunakan program SPSS dengan menggunakan skala likert 1-5. Kemudian nilai tertinggi dan terendah masing-masing 4,925 dan 3,375. selanjutnya berdasarkan analisis distribusi data keterampilan abad 21 siswa maka didapatkan bahwa 60% siswa berada di kategori baik dari total 25 orang siswa di kelas XI IPA 3 XII SMAN 10 Fajar Harapan . Learning and innovation skills dari tiap-tiap indikator maka didapatkan persen yaitu keterampilan berpikir kritis 56%, keterampilan pemecahan masalah 52%, keterampilan berkomunikasi 48%, keterampilan berkolaborasi 44%, keterampilan berkreativitas 64% dan keterampilan berinovasi 60%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa learning and innovation skills siswa setelah diterapkannya model project citizen dalam pembelajaran PPKn berada dalam kategori baik.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS GENDER TERHADAP MOTIVASI DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI MA BABUN NAJAH KEC. ULEE KARENG Lasri Lasri; Ridayani Ridayani; Chairul Bariah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v10i1.44217

Abstract

Penelitian memiliki tujuan agar dapat memahami pengaruh penerapan model pembelajaran Think Pair Share berbasis gender pada materi system ekskresi manusia terhadap motivasi belajar dan penguasaan konsep, serta adanya hubungan antara motivasi belajar dengan penguasaan konsep siswa dalam materi system ekskresi manusia. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Metode yang diterapkan dalam penelitian yaitu metode desain factorial. Penelitian dilakukan pada 4 kelas terdiri dari kelas putri XI MA 1 dan kelas putra XI MA 4 sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas putri XI MA 3 dan kelas putra XI MA 2 sebagai kelas kontrol. Intrumen yang dipakai adalah tes untuk menilai penguasaan konsep siswa dan angket motivasi untuk memantau motivasi belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA) dengan taraf signifikan 0,05 dan hasil hubungan antara motivasi belajar dengan penguasaan konsep menggunakan rumus korelasi. Hasil dari analisis varians menentukan >   yaitu motivasi belajar dengan nilai 14,49 > 2,70 dan penguasaan konsep siswa dengan nilai 28,70 > 2,70, dan perkembangan hubungan antara motivasi belajar dengan penguasaan konsep siswa putri menentukan nilai r = 0,64 dan siswa putra menentukan nilai r = 0,480. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa cooperative learning tipe Think Pair Share sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar dan penguasaan konsep siswa serta adanya korelasi yang cukup besar antara siswa putra dan putri terhadap motivasi belajar dengan penguasaan konsep pada materi system ekskresi manusia di MA Babun Najah Banda Aceh Kec. Ulee Kareng.
The Value of responsibility character in animal friendship storybook Ridayani Ridayani; Demsy Jura; Shaumiwaty Shaumiwaty; Syanurdin Syanurdin; Nanda Saputra; Iwan Fajri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4246

Abstract

The value of responsibility is very important to be taught to early childhood because it will shape their character and attitude in the future. If young children lack character responsibility, they may not be able to own up to their mistakes, not apologize when they make mistakes, not take care of their own or others' mistakes, and may not enjoy assignments given to them by their parents or teachers.  The purpose of this research is to identify the values of responsibility. The method used in this research  was descriptive qualitative with data collection techniques, namely, reading techniques, note-taking techniques and classification techniques. From the results of research conducted by researchers, there are seven indicators that contain the value of responsibility, namely: (1) Admitting when making a mistake, (2) Apologizing when making a mistake, (3) Putting back the equipment/toys that have been used, (4) Keeping his own property, (5) Can keep other people's property, (6) Happy to carry out the tasks given by parenats or teachers, (7) Taking care of school toys. Of the 25 subtitles, there are 17 subtitles that contain the value of responsibility with direct and indirect delivery techniques. The implications of this study suggest that it is essential to teach and instill the value of responsibility to early childhood, as it can shape their character and attitude in the future 
Digital Legal Education and Cybersecurity Awareness: A Bibliometric Study on Student Behavior Sautunnida, Lia; Ridayani, Ridayani; Khairani, Khairani; Kurniasari, Eka; Utami, Anta Rini; Fajri, Iwan
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v8i2.9726

Abstract

This study analyzes current trends in the integration of digital technologies with legal education and their impact on cybersecurity awareness among students. Through a bibliometric approach, the research identifies challenges, opportunities, and future directions in digital legal education, emphasizing the importance of a holistic approach that encompasses technical, digital rights, and ethical dimensions. While technology is increasingly embedded in legal education, human-centeredness and ethical considerations remain underrepresented in cybersecurity curricula. The findings reveal that current cybersecurity education predominantly focuses on technical and legal aspects, thereby neglecting critical humanistic factors necessary for comprehensive training. This paper underscores the need for more interactive and innovative educational strategies, such as collaborative learning and virtual reality simulations, to bridge the skills gap and adequately prepare students for the digital challenges of the modern world. Future research should further explore these strategies to enhance the effectiveness of cybersecurity education within legal studies, equipping students to navigate the complexities of a digitally driven age.
DEVELOPING A SCHOOL-BASED FRAMEWORK FOR DIGITAL CITIZENSHIP IMPLEMENTATION IN CIVIC EDUCATION: INSIGHTS FROM TEACHERS AND EXPERTS IN BANDA ACEH Ridayani, Ridayani; Utami, Anta Rini; Fajri, Iwan; Bariah, Chairul; Sautunnida, Lia
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 3 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i3.1160

Abstract

In the digital era, Civic Education must evolve to address students’ online behaviors, responsibilities, and participation as digital citizens. However, many high school educators in Indonesia lack the guidance, confidence, and institutional support to meaningfully integrate digital citizenship into their teaching. This study aims to explore the challenges and needs experienced by Civic Education teachers and experts, and to develop a practical school-based framework for implementing digital citizenship in senior high schools in Banda Aceh. Employing a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews with seven Civic Education teachers and three national education experts. Thematic analysis was used to identify key patterns across participant narratives. The findings reveal major challenges, including uncertainty in curriculum integration, low teacher digital literacy, and limited stakeholder collaboration. Teachers expressed a need for structured training, contextualized teaching templates, and stronger institutional support. Based on these insights, the study proposes a three-phase implementation framework: (1) planning and stakeholder engagement, (2) curriculum-based integration using active learning, and (3) continuous evaluation and reflection. The study concludes that successful integration of digital citizenship requires systemic collaboration, professional development, and adaptive policy reforms. These findings contribute theoretically by advancing context-sensitive models of digital civic education grounded in empirical teacher perspectives, and practically by offering an actionable framework to guide schools, policymakers, and curriculum developers in fostering responsible and participatory digital citizens within the Indonesian education system.
PENERAPAN KEARIFAN LOKAL DALAM KONSERVASI EKOSISTEM DI ACEH: PERSPEKTIF PENDIDIKAN LINGKUNGAN Iwan Fajri; Rusli Yusuf; Ridayani; Lia Sautunnida
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5wkm3y39

Abstract

Kearifan lokal masyarakat Aceh telah lama menjadi faktor kunci dalam upaya konservasi alam dan mitigasi bencana di wilayah ini. Aceh, sebagai provinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati dan rentan terhadap bencana alam, telah mengandalkan pengetahuan dan nilai-nilai lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi untuk mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh perubahan alam dan bencana. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis berbagai aspek kearifan lokal masyarakat Aceh yang berkaitan dengan konservasi alam dan mitigasi bencana. Studi ini menemukan 7 kearifan lokal masyarakat Aceh yang berkontribusi pada konservasi alam dan mitigasi bencana, antara lain; Smong, Keuneunong, Peruweren, Dedesen, Kejruen Blang, Khanduri laot, Adat Pula U. Tinjauan literatur ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal masyarakat Aceh memiliki peran penting dalam upaya konservasi alam dan mitigasi bencana. Keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan implementasi inisiatif konservasi dan mitigasi akan semakin meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan upaya-upaya tersebut. Dalam menghadapi tantangan global dan perubahan iklim, mengenali dan melestarikan kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mencapai keberlanjutan alam dan kehidupan manusia di Aceh dan sekitarnya.