Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA PASIEN ODGJ DI YAYASAN PANTI KESEHATAN JIWA AS SHIFA Sulaihah, Sitti; Nufila Hamzah, Ida; Devi Pratiwi, Eka; Nisa, Khoirun; Buhori, Moh; Maulana, Ferdi; Puji Rahayu, Atik; Amir, Faisal; Suhron, M.
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2510

Abstract

Mental disorders are the way of thinking (cognitive), will (volition), emotions (affective), actions (psychomotor). This can cause changes in the quality of life of a person with mental disorders (ODGJ). ODGJ patients can be said to be independent if they are able to carry out daily activities without family assistance and are able to take the initiative and do things on their own. One of the treatments to assist in the recovery of ODGJ patients is occupational therapy. Occupational therapy can be done by making crafts. which is related to a product produced through hand skills. the purpose of this study is to determine the effectiveness of making handicrafts in helping to improve the skills of patients with mental disorders. This study used an experimental design method with a sample of 19 ODGJ patients. This activity consists of 3 stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity show that making handicrafts can increase the effectiveness and skills of patients with mental disorders ODGJ in work.
Terapi Okupasi dalam Upaya Peningkatan Activity Daily Living (ADL) Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa Sulaihah, Sitti; Hamzah, Ida Nufila; Suhron, M.; Suryaningsih, Merlyna; Amir, Faisal; Rahayu, Atik Puji
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6647

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami penurunan fungsi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berdampak pada ketidakmampuan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Observasi di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa menunjukkan masih rendahnya tingkat kemandirian ADL pasien ODGJ, serta terbatasnya petugas dalam membina aktivitas pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ADL melalui terapi okupasi. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa identifikasi masalah, analisis kebutuhan, penyusunan materi edukasi dan terapi okupasi, serta koordinasi dengan pihak yayasan. Pelaksanaan dilakukan melalui edukasi dan praktik terapi okupasi kepada 16 pasien, dengan pendekatan bertahap sesuai kemampuan pasien, mencakup kebersihan diri, berpakaian, makan, dan aktivitas sederhana lainnya. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi pasien dan pengukuran tingkat ADL sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan ADL kategori "baik" setelah dilaksanakan terapi okupasi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi okupasi dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien ODGJ.
Peningkatan Harga Diri melalui Terapi Okupasi Kerajinan Tangan pada Pasien ODGJ Sulaihah, Sitti; Buhori, Moh; Suhron, M.; Amir, Faisal; Rahayu, Atik Puji
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6643

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan kesehatan mental dimana keadaan seseorang dalam kesehatan fisik dan emosional yang baik, kemampuan mereka untuk menghadapi rintangan hidup dan menerima orang lain apa adanya, dan pandangan positif mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Panti Kesehatan Jiwa As Shifa melalui observasi kepada pasien ODGJ didapatkan bahwa masih ada pasien ODGJ yang memiliki harga diri dengan kategori rendah. Kegiatan pasien ODGJ di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi kerajinan tangan. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan melalui observasi tingkat harga diri. Populasi yang digunakan yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa jumlah sampel 3 dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independent adalah terapi okupasi dan variabel dependent adalah harga diri pasien ODGJ. Sumber data dikumpulkan melalui observasi tingkat harga diri sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh ditelaah melalui proses reduksi, penyajian, dan analisis deskriptif, dengan membandingkan kondisi harga diri pasien sebelum dan setelah terapi. Hasil penelitian didapatkan terdapat peningkatan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi sebesar 83% menunjukkan bahwa adanya perbedaan harga diri pada pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi.
Strategic Model of Mental Health Nurse Competence and Caregiver in Preventing Relapse Risk in Schizophrenia Patients M. Suhron; Sitti Sulaihah; Faisal Amir
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.998

Abstract

Background: The competences under consideration include clinical knowledge, clinical skills, communication competence, crisis and safety management, professional growth, management of care, and recommendations. Purpose: Analyzing the Strategic Model of Mental Health Nurse Competence and Caregiver in Preventing Relapse Risk in Schizophrenia Patients. Methods: The study used a quantitative design with a cross-sectional methodology and included 110 participants, including nurses and caregivers from five community health clinics in East Java Province. The data were obtained using a Likert-scale instrument that was previously validated and reliable. The data was analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) approach using the SmartPLS tool. Results: All competency characteristics of psychiatric nurses and caregivers have a substantial and essential relationship to the prevention of relapse risk in schizophrenia patients, with a very high model commitment in producing variations in variables which are dependent variables. Conclusion: Thoroughly enhancing the competence of psychiatric nurses and caregivers is an effective method for lowering relapse rates among schizophrenia patients. Suggestions include enhancing the psychiatric nurse education curriculum, providing competency-based continuing training, and incorporating collaborative care models into health care organizations.
THE IMPACT OF SELF-MANAGEMENT ON RESILIENCE, STRESS, AND MEANARTERIAL PRESSURE IN HYPERTENSION PATIENTS Faisal Amir; Lantin Sulistyorini; Suraying; Mohamad Nur; Sitti Sulaihah; Mohammad Lutfi
NurseLine Journal Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v10i2.60272

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease that requires self-management skills to enhance resilience, reduce psychological distress, maintain optimal blood pressure control. Objective: To investigate relationship between self-management, resilience, psychological stress, mean arterial pressure in patients with hypertension. Methods: A cross-sectional correlational design. 62 respondents were selected using a random sampling from a population of 89 patients. The instruments used Hypertension Self-Management Behaviour Questionnaire, the Connor-Davidson Resilience Scale, and Perceived Psychological Stress Scale, while MAP was measured using a calibrated digital sphygmomanometer. Data were analyzed using ordinal logistic regression with a significance level (Alfa) of 0.05. Results: Selfmanagement, resilience, psychological stress simultaneously influenced blood pressure of hypertensive patients (p 0.006, <0.05). Parameter estimation analysis revealed that self-management (Beta -0.850; p 0.005), resilience (Beta -1.420; p 0.002), stress (Beta 0.520; p 0.004). All independent variables significantly influence dependent variable, although variance explained 19.6% (R² = 0.196), indicates a relatively low contribution. Conclusion: Improved self-management, resilience, stress management are significantly associated with blood pressure stability in hypertensive patients.These components can serve as a strategic complement to care, both at home and in community.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Pemahaman dan Tata Laksana Keperawatan Mandiri Pasien Gangguan Jiwa Faisal Amir; M Suhron; Sitti Sulaihah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.299

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat mulai dari tingkatan yang ringan, sedang hingga berat. Gangguan jiwa berat kronis dengan penyebab dan dampak yang kompleks salah saatunya adalah skizofrenia. Permasalahan yang dihadapi oleh maysrakat dan keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) antara lain minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang perawatan yang berdampak pada tidak teraturnya manajemen perawatan, sikap yang masih tabu akan gangguan jiwa, perilaku yang kurang adaptif dalam perawatan Skizofrenia. Tujuan secara umum dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan tugas anggota keluarga dan meminimalkan hambatan yang dialami dalam upaya perawatan pasien skizofrenia dimasa pandemi Covid-19. Hal ini dinilai penting mengingat keluarga merupakan faktor yang paling memungkinkan dalam pemberian pelayanan terbaik dan memberikan nilai tambah dalam peningkatan kesehatan jiwa pasien skizofrenia. Kegiatan bertujuan untuk dapat memandirikan keluarga dan membantu permasalahan ketika merawata pasien skizofrenia dirumah. Manfaat tersebut antara lain adalah : (1) Penyuluhan dan pendampingan membuat keluarga memiliki perspektif yang baik dan terjadi peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang tugas keluarga; (2) menumbuhkan sikap adaptif dan supportif terhadap hambatan yang dialami dalam merawat pasien skizofrenia ; (3) mengubah perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik dalam upaya penyembuhan penyakit skizofrenia. Hasil pengabdian masyarakat ini ternyata mampu memberikan peningkatan wawasan, sikap positif dan perilaku adaptif dalam upaya merawat pasien dengan skizofrenia. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini adalah psikoedukasi dan kemitraan antara perawat dan keluarga akan membantu dalam kesembuhan pasien skizofrenia yang dirawat dirumah