Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA PASIEN ODGJ DI YAYASAN PANTI KESEHATAN JIWA AS SHIFA Sulaihah, Sitti; Nufila Hamzah, Ida; Devi Pratiwi, Eka; Nisa, Khoirun; Buhori, Moh; Maulana, Ferdi; Puji Rahayu, Atik; Amir, Faisal; Suhron, M.
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i3.2510

Abstract

Mental disorders are the way of thinking (cognitive), will (volition), emotions (affective), actions (psychomotor). This can cause changes in the quality of life of a person with mental disorders (ODGJ). ODGJ patients can be said to be independent if they are able to carry out daily activities without family assistance and are able to take the initiative and do things on their own. One of the treatments to assist in the recovery of ODGJ patients is occupational therapy. Occupational therapy can be done by making crafts. which is related to a product produced through hand skills. the purpose of this study is to determine the effectiveness of making handicrafts in helping to improve the skills of patients with mental disorders. This study used an experimental design method with a sample of 19 ODGJ patients. This activity consists of 3 stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity show that making handicrafts can increase the effectiveness and skills of patients with mental disorders ODGJ in work.
Terapi Okupasi dalam Upaya Peningkatan Activity Daily Living (ADL) Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa Sulaihah, Sitti; Hamzah, Ida Nufila; Suhron, M.; Suryaningsih, Merlyna; Amir, Faisal; Rahayu, Atik Puji
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6647

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengalami penurunan fungsi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berdampak pada ketidakmampuan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Observasi di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa menunjukkan masih rendahnya tingkat kemandirian ADL pasien ODGJ, serta terbatasnya petugas dalam membina aktivitas pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ADL melalui terapi okupasi. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa identifikasi masalah, analisis kebutuhan, penyusunan materi edukasi dan terapi okupasi, serta koordinasi dengan pihak yayasan. Pelaksanaan dilakukan melalui edukasi dan praktik terapi okupasi kepada 16 pasien, dengan pendekatan bertahap sesuai kemampuan pasien, mencakup kebersihan diri, berpakaian, makan, dan aktivitas sederhana lainnya. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi pasien dan pengukuran tingkat ADL sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan ADL kategori "baik" setelah dilaksanakan terapi okupasi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi okupasi dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien ODGJ.
Peningkatan Harga Diri melalui Terapi Okupasi Kerajinan Tangan pada Pasien ODGJ Sulaihah, Sitti; Buhori, Moh; Suhron, M.; Amir, Faisal; Rahayu, Atik Puji
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6643

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan kesehatan mental dimana keadaan seseorang dalam kesehatan fisik dan emosional yang baik, kemampuan mereka untuk menghadapi rintangan hidup dan menerima orang lain apa adanya, dan pandangan positif mereka terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Panti Kesehatan Jiwa As Shifa melalui observasi kepada pasien ODGJ didapatkan bahwa masih ada pasien ODGJ yang memiliki harga diri dengan kategori rendah. Kegiatan pasien ODGJ di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi kerajinan tangan. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan melalui observasi tingkat harga diri. Populasi yang digunakan yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Panti Kesehatan Jiwa As Shifa jumlah sampel 3 dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independent adalah terapi okupasi dan variabel dependent adalah harga diri pasien ODGJ. Sumber data dikumpulkan melalui observasi tingkat harga diri sebelum dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh ditelaah melalui proses reduksi, penyajian, dan analisis deskriptif, dengan membandingkan kondisi harga diri pasien sebelum dan setelah terapi. Hasil penelitian didapatkan terdapat peningkatan harga diri pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi sebesar 83% menunjukkan bahwa adanya perbedaan harga diri pada pasien ODGJ sebelum dan setelah diberikan terapi okupasi.