Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA DI OBJEK WISATA WONO SRENI INDAH KOTA JEPARA Kaswinarni, Fibria; Ananda, Titania Triska; Rachmawati, Rivanna Citraning
(JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 9, No 2/Nov (2023): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v9i2/Nov.16773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis Lichenes di Objek Wisata Wono Sreni Indah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Sampling dilakukan di 2 stasiun pengamatan yaitu di Sreni dan di jalan menuju Sreni. Pengambilan sampel di jalan menuju Sreni dilakukan dengan cara teknik purposive sampling sedangkan pengambilan sampel di Sreni dilakukan dengan metode transek dalam plot. Hasil penelitian didapatkan 16 spesies Lichenes dari 7 family dengan tipe thalus foliose dan crustose. Dapat disimpulkan bahwa indeks keanekaragaman di Sreni tergolong tingkat sedang, sedangkan indeks keanekaragaman di jalan menuju Sreni tergolong rendah. Indeks keanekaragaman Lichenes tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan meliputi suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya.
Pengaruh Berbagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan Microgreen Bunga Matahari (Helianthus annuus) Arimah, Sinta; Kaswinarni, Fibria; Rachmawati, Rivanna Citraning
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v5i4.667

Abstract

Microgreens are young plants harvested when they are 7–14 days old after planting (DAP) with a nutrient content 40 times higher than mature plants, especially vitamins and phytonutrients. This study aims to determine the effectiveness of various growing media on the growth of sunflower microgreens. The study used a Randomized Block Design (RBD) with one factor of growing media (M1: sandy soil, M2: charcoal husk, M3: cocopeat, M4: rockwool) and three replicates, then the sampling process on each thinwall was 10 plants. The observation data were analyzed using a one-way Analysis of Variance (ANOVA) test to determine the differences between treatments. If the ANOVA results showed significance (< 0.05), then a further Honest Significant Difference (HSD) test was conducted at a significance level of 5% to identify treatments that were significantly different. Comparisons between treatments were presented in bar graphs. The results showed that cocopeat growing media provided the best growth response with an average plant height of 13.53 cm and wet weight of 32.8 g, which was significantly superior to other media. The superiority of cocopeat is supported by its physical and chemical properties, which are able to retain moisture, provide nutrients, and support root development. Thus, cocopeat is recommended as an effective growing medium for sunflower microgreen production.
PKM : PENDAMPINGAN BUDIDAYA MICROGREENS DAN HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DAN WIRAUSAHA MASYARAKAT PERUM SINAR SURYA RW 01 RT 10 KELURAHAN KEDUNGMUNDU KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Minarti, Ipah Budi; Kaswinarni, Fibria; R, Rivanna Citraning; Nurwahyunani, Atip
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26336

Abstract

Berkurangnya lahan pertanian dan padatnya perumahan penduduk mendorong munculnya konsep baru berkebun di lahan terbatas. Konsep tersebut semakin berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat perkotaan dan kalangan milenial yang disebut sebagai urban farming. Konsep urban farming ini semakin diminati oleh masyarakat, selain terbatasnya lahan pertanian di perkotaan juga selaras dengan kebutuhan akan gaya hidup sehat. Memastikan bahwa sayuran yang dimakan bergizi dan bebas pestisida menjadi salah satu gaya hidup sehat yang sangat dianjurkan. Sejalan dengan hal tersebut Program Studi Pendidikan Biologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat akan berkolaborasi dengan PKK Perum Sinar Surya Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang dalam melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat melalui program PKM yakni : a) Penyuluhan tentang edukasi urban farming, b) Penyuluhan, pelatihan dan praktik microgreens, c) Penyuluhan, pelatihan dan praktik hidroponik, d) Penyuluhan, pelatihan kewirausahaan dari hasil budidaya microgreens dan hidroponik.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Perum Sinar Surya RW 01 RT 10 Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang selama 2 bulan (25 November-16 Desember 2023). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini yakni ceramah, simulasi atau peragaan serta praktek langsung tentang urban farming microgreen, hidroponik, dan kewirausahaan terkait microgreen dan hidroponik. Hasil dari PKM ini adalah pendampingan budidaya microgreens dan hidroponik telah memperoleh respon positif dari masyarakat, serta terdapat peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam menerapkan budidaya microgreens, hidroponik, serta entrepreneurship.