Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berperan terhadap Terjadinya Kecemasan Orang Tua Anak Sekolah Dasar di Desa Maumbi pada Masa Pandemi Covid -19 Tangkuman, Kristinia M.; Dundu, Anita E.; Kaunang, Theresia M. D.
Medical Scope Journal Vol 3, No 1 (2021): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.3.1.2021.35045

Abstract

Abstract: The 2019 Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic has changed the learning pattern to distance learning, which is an online system. Besides their other activities, parents play a more important role in accompaning and guiding their children during online learning than that of the teachers. Therefore, the parents endure uncomfortable feelings such as anxiety due to increased burden. Moreover, there are various factors that can play a role in the occurrence of parental anxiety. During this pandemic, online learning has also penetrated into the countryside. Maumbi village is one of the areas affected by the COVID-19 pandemic. This study was aimed to analyze the factors that contribute to the anxiety of parents of elementary school children at Maumbi village during the COVID-19 pandemic. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. Data of this study were obtained by using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Samples of this study were 107 parents of elementary school children who met the inclusion and exclusion criteria. The multivariate analysis showed that the factors that contributed to the anxiety level of parents were economic stressors (p=0.021, t count=-2.347, and β=-0.224) and occupational stressors (p=0.042, t count=-2.055, and β=-0.197). In conclusion, factors contributing to the anxiety of parents of elementary school children at Maumbi village during the COVID-19 pandemic were economic stressors and occupational stressors.Keywords: parents’ anxiety; level of anxiety; online learning; COVID-19 pandemic  Abstrak: Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) membuat pola pembelajaran berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Disamping kesibukan lainnya, orang tua berperan untuk mendampingi dan membimbing anak ketika berlajar online yang jauh lebih besar daripada guru. Orang tua merasa tidak nyaman seperti kecemasan akibat beban yang bertambah. Berbagai macam faktor dapat berperan terhadap terjadinya kecemasan orang tua anak. Dalam masa pandemi ini untuk pembelajaran daring atau online juga sudah merambah sampai ke pedesaan. Desa Maumbi merupakan salah satu daerah yang tekena dampak pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya kecemasan orang tua anak sekolah dasar di Desa Maumbi pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Pengumpulan data penelitian diambil dengan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Sampel penelitian ini ialah 107 orang tua anak sekolah dasar yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya tingkat kecemasan orang tua anak SD di Desa Maumbi pada masa pandemi COVID-19 ialah stresor ekonomi (p=0,021, t hitung = -2.347, dan β=-0,224) dan stresor pekerjaan (p=0,042, t hitung =-2,055, dan β=-0,197). Simpulan penelitian ini ialah faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya kecemasan orang tua anak sekolah dasar di Desa Maumbi pada masa pandemi COVID-19 ialah stresor ekonomi dan stresor pekerjaan.Kata kunci: kecemasan orang tua; tingkat kecemasan; pembelajaran jarak jauh; pandemi COVID-19
Gambaran Depresi pada Siswa SMP di Kecamatan Malalayang yang Menyandang Obesitas Stephen Inkiriwang; Anita E. Dundu; Theresia M. D. Kaunang
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45115

Abstract

Abstract: Obesity is caused by various factors such as environment, socioculture, genetics, and others. This condition is found among adults and adolescents. Obesity can cause various types of health problems, one of which is depression. This study aimed to obtain the description of depression among obese junior high school students in Malalayang Sub-District. This was a quantitative descriptive study followed by a qualitative study in the form of in-depth interviews. The results obtained 73 obese students as respondents. Forty-seven students suffered from depression consisting of 40 students with mild depression and seven students with moderate depression. The causes of depression were diverse inter alia family problems, difficulties in learning, and bullying by peers. In conclusion, most obese junior high school students in Malalayang Sub-District suffered from depression especially mild depression with varied causes. Keywords: adolescent; obesity; depression; causes of depression   Abstrak: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti lingkungan, sosiokultural, genetik, dan lainnya. Kejadian obesitas ditemukan baik pada dewasa maupun remaja. Obesitas dapat menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan salah satunya ialah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran depresi pada siswa Sekolah Menengah Pertama yang mengalami obesitas di Kecamatan Malalayang. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif yang dilanjutkan dengan penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian mendapatkan 73 siswa obes sebagai responden penelitian. Terdapat 47 siswa obes yang mengalami depresi, dengan 40 siswa yang mengalami depresi ringan dan tujuh siswa yang mengalami depresi sedang. Penyebab depresi sangat beragam dimulai dari masalah keluarga, kesulitan dalam pelajaran hingga perundungan yang dilakukan oleh teman-teman sebaya. Simpulan penelitian ini ialah hampir sebagian besar siswa SMP penyandang obesitas di Kecamatan Malalayang mengalami depresi terutama depresi ringan, dengan penyebab beragam. Kata kunci: remaja; obesitas; depresi; penyebab depresi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI Grace Natalia Ruung; Suryadi N. N. Tatura; Theresia M. D. Kaunang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19215

Abstract

Asi eksklusif sangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena Asi mengandung banyak nutrisi yang baik untuk bayi. Asi eksklusif adalah program yang direkomendasikan sendiri oleh World Health Ognisation (WHOAsi eksklusif  juga merupakan pemberian air susu ibu saja, dan tidak di tambah dengan cairan lainnya seperti susu formula, air putih, madu, air teh, maupun makanan lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  analitik mempergunakan pendekatan Cross Sectional (Studi Potong Lintang). Penelitian ini dilaksanakan di poli rumah sakit siloam manado.Responden dalam penelitian ini sebanyak 96 responden. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden  yang bekerja 71.9%, yang memiliki penyakit covid 19 53.1%, persepsi positif dalam menyusui 59.4%, Dukungan suami yang positif (yang baik) 57.3% serta dukungan keluarga yang lainnya 58.3 % memiliki dukungan yang negatif). Hasil Analisa  bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan asi eksklusif adalah persepsi menyusui  (p=0,036), dukungan suami (p=0,00), dukungan keluarga yang lainnya (p=0,00), sedangkan faktor pekerjaan (p=0,218), Riwayat Covid19  (p=0.267)  tidak berhubungan dengan Asi eksklusif . Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor dukungan keluarga paling berpengaruh pada asi eksklusif dengan nilai yang di dapatkan  (QR=26.939) pada step 1 dan (QR=26.964) pada step ke 2. Kesimpulan faktor faktor yang berhubungan dengan Asi eksklusif adalah persepsi menyusui,dukungan keluarga,dukungan suami dan yang paling mempengaruhi pemberian asi eksklusif adalah dukungan dari keluarga.
Faktor-faktor yang Berperan terhadap Kecemasan pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Sthevanus N. Moe; Herdy Munayang; Theresia M. D. Kaunang
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i2.53509

Abstract

Abstract: Anxiety is a prevalent issue among medical students due to the demanding schedule, frequent module exams, OSCE, and tutorial activities. This study aimed to determine the relationships between factors contributing to anxiety among students at the medical faculty. This was an analytical observational study with a cross-sectional design, using primary data from questionnaires administered to the students. Respondents were students of third semester Faculty of Medicine of Universitas Sam Ratulangi. The results showed that majority of respondents experienced expected parenting model, first-born, come from outside the region, with severe academic stress, moderate stress in the learning process, moderate interpersonal stress, moderate social stressors, mild pressure from lacking motivation, and moderate stress in group activities. Respondents without anxiety were 41.8% of students, followed by mild anxiety in 28.2%, moderate anxiety in 17.3%, severe anxiety in 9.1%, and very severe anxiety in 3.6%. Factors related to anxiety were academic stressors (p=0.001), learning process stressors (p=0.001), interpersonal stressors (p=0.000), and group activity stressors (p=0.000). In conclusion, academic stressors, learning process stressors, interpersonal stressors, and group activity stressors are related to anxiety among the third-semester medical education students at Unioversitas Sam Ratulangi. Keywords: anxiety; stressor; medical students; academic demands    Abstrak: Kecemasan merupakan permasalahan pada mahasiswa fakultas kedokteran akibat jadwal pembelajaran yang padat, ujian modul yang sering, OSCE serta kegiatan tutorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berperan terhadap kecemasan pada mahasiswa fakultas kedokteran. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data primer dari kuesioner kepada mahasiswa. Responden penelitian ialah mahasiswa semester III Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat). Hasil penelitian mendapatkan mayoritas responden mendapatkan model pengasuhan yang diharapkan, anak non sulung, perantau, dengan stres akademik berat, stres proses pembelajaran sedang, stres interpersonal sedang, stresor sosial sedang, tekanan dari motivasi yang kurang secara ringan, dan stres aktivitas kelompok sedang. Responden tidak mengalami kecemasan sebanyak 41,8%, disusul oleh  kecemasan ringan sebanyak 28,2%, kecemasan sedang 17,3%, kecemasan berat 9,1%, dan kecemasan sangat berat 3,6%. Faktor-faktor yang memiliki hubungan korelasi dengan kecemasan ialah stresor akademik (p=0,001), stresor pembelajaran (p=0,001), stresor interpersonal ((p=0,000), dan stresor aktivitas berkelompok (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna stresor akademik, stresor pembelajaran, stresor interpersonal, dan stresor aktivitas berkelompok dengan ansietas pada mahasiswa Semester III Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: kecemasan; stresor; mahasiswa kedokteran; tuntutan akademik
Implementasi Promosi Kesehatan di Instalasi Rawat Jalan Berbasis PRECEDE-PROCEED Fase Lima dan Enam: Studi Kasus di RSUD ODSK Sulawesi Utara Zulha, Zulha; Kaunang, Theresia M. D.; Rombot, Dina V
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.2011

Abstract

Konsep Health Promoting Hospitals (HPH) yang diperkenalkan oleh WHO pada tahun 1988 menekankan promosi kesehatan sebagai bagian integral dari layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan promosi kesehatan di bagian rawat jalan RSUD ODSK, Sulawesi Utara, dengan menggunakan model PRECEDE-PROCEED fase lima dan enam. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama rumah sakit. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rumah sakit telah mengeluarkan kebijakan resmi yang mendukung promosi kesehatan, termasuk pembentukan unit khusus. Namun, tidak ada prosedur operasi standar (SOP). Pemberdayaan internal dan advokasi internal telah dimulai, tetapi tidak ada rencana formal untuk kemitraan atau advokasi eksternal. Sumber daya manusia untuk promosi kesehatan tidak memadai dan tidak memiliki pelatihan formal. Infrastruktur masih terbatas, menunggu alokasi anggaran di masa mendatang. Upaya pengembangan teknologi telah dimulai melalui platform digital. Dukungan dari manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan bertindak sebagai faktor pemungkin, sedangkan fasilitas yang terbatas, pendanaan yang tidak mencukupi, dan personel yang multitasking menimbulkan hambatan yang signifikan. Kesimpulannya, meskipun ada kebijakan yang mendukung, implementasi kegiatan promosi kesehatan di departemen rawat jalan masih belum optimal karena keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan pendanaan.
Pengaruh Media Video Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Tuberkulosis di Pulau Salibabu Taaropetan, Chrisna N.; Kaseke, Martha Marie; Kaunang, Theresia M. D.; Lampus, Harsali Fransiscus; Sapulete, ⁠Margareth R.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2293

Abstract

Tuberkulosis (TB) pada remaja merupakan masalah kesehatan yang penting karena kelompok ini memiliki interaksi sosial yang tinggi serta tingkat pengetahuan dan kesadaran yang relatif rendah terhadap pencegahan penyakit. Meskipun program nasional TB belum secara khusus memfokuskan intervensi pada remaja, kelompok ini berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat. Promosi kesehatan melalui media video dinilai efektif karena bersifat menarik, mudah diakses, dan mampu meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap positif terhadap pencegahan TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media video promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai tuberkulosis. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan sequential explanatory, dimulai dari penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi-experiment pretest–posttest, dilanjutkan dengan penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam untuk memperkuat temuan. Penelitian melibatkan 83 siswa SMA di Pulau Salibabu yang dipilih secara acak sederhana. Analisis data kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan adanya pengaruh signifikan media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap TB (p < 0,05). Hasil kualitatif mendukung temuan tersebut, menunjukkan bahwa media video dipersepsikan lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat diakses kembali secara mandiri. Disimpulkan bahwa media video promosi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai tuberkulosis.
Factors Affecting Patients' Repeat Visits To The Executive Polyclinic At The Prof. Hospital. dr. R.D Kandou Manado Salindeho, Reyne Miehelty; Mantjoro, Eva Mariane; Kaunang, Theresia M.D.
Best Journal of Administration and Management Vol 2 No 1 (2023): Best Journal of Administration and Management
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/bejam.v2i1.113

Abstract

The rapid development of science and technology, as well as the increasingly high level of public education, is a challenge for hospitals in providing quality health services. Interest in repeat visits is a behavior that appears in response to objects that indicate a customer's desire to make a repurchase. Consumer satisfaction is determined by consumer perceptions of product or service performance in meeting consumer expectations. Consumers are satisfied if their expectations are met or will be very satisfied if customer expectations are exceeded. Patient satisfaction will be fulfilled if the process of delivering health services to consumers is in accordance with what is perceived by the patient. Outpatient health services are the backbone of the health service system. The purpose of this research is to find out the factors that influence patient repeat visits to the health service system. The purpose of this research is to find out the factors that influence patient repeat visits to the executive polyclinic of Hospital RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. This study used a quantitative method, using an analytic survey research type with a cross sectional approach. Data obtained by using a questionnaire. The population is all patients who visit the executive polyclinic more than once. Sampling using purposive sampling technique totaling 228 outpatients. Data analysis performed was univariate, bivariate and multivariate, and categorical data using statistical analysis with the Chi-Square test was significant if p <0.05 and multivariate with logistic regression. The results showed that there was a relationship between the variables of infrastructure, speed and ease of service and personal service with factors that influenced repeat visits, while for the location variable there was no significant relationship. The speed and ease of service factors are most related to the factors that influence repeat visits. At the Executive Polyclinic of Prof. RSUP. Dr. R.D. Kandou Manado.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Pengobatan pada Pasien Gangguan Cemas Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. V.l. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara Tudus, Gabriella E.; Kaunang, Theresia M.D.; Langi, F.L.Frederik G.
LITERATUS Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v6i1.1616

Abstract

Anxiety is an emotion without an object or energy that cannot be observed directly and depends on a person's subjective experience. The study aims to determine what factors are associated with treatment regularity. Research Methods Mix Methods with a Sequential Explanatory approach. Quantitative research samples using total sampling, the number of respondents 192, qualitative samples 10 informants. The results of research using chi square have been obtained on the variable predisposing characteristics (age and gender) p-value = 0.637 and 0.0910 (p>?), education and occupation p-value = 0.076 & 0.161 (p>?), variable enabling characteristics (health insurance) p-value = 0.590 (p>?). logistic regression statistical test results (p>0.05) have no relationship. The results of qualitative research are the three informants have motivation when believing in the effectiveness of treatment naum economic limitations and experiencing obstacles to reach health access. The research conclusion is that there is an influence of motivation, affordability and achievement of access and effective communication on treatment regularity. The suggestion of this research is that hospital institutions can improve quality and facilities and quality in order to provide maximum service.