Wulan P.J. Kaunang
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Unsrat

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : KESMAS

DETERMINAN MEROKOK DI INDONESIA ANALISIS SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2012 Timban, Inri; Langi, Fima F.L.G.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsusmsi rokok di Indonesia masih relatif tinggi dengan jumlah perokok hampir 150 juta yang menempatkan Indonesia berada pada urutan ketiga se- Asia Tenggara tahun 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah perokok tersebut masih simpangsiur, terutama karena perbedaan metodologi dan terbatasnya jumlah sampel pada penelitian-penelitian sebelumnya. Penggunaan data besar yang dikumpulkan melalui instrument terstandarisasi seperti data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dapat menjadi alternatif tepat untuk menjawab permasalahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan status merokok di Indonesia menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012. Survey ini menggunakan studi potong lintang terhadap 54895 responden usia 15-54 tahun. Determinan status merokok ditentukan melalui uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 14,1% responden merokok. Umur (OR 0,216, 95% CI 0,211-0,222), jenis kelamin (OR 0,027, 95% CI 0,025-0,028), tingkat pendidikan (OR 0,095, 95% CI 0,088-0,103), status perkawinan (OR 0,072, 95% CI 0,161-0,185) dan tingkat kekayaan (OR 0,129, 95% CI 0,124-0,135) didapati berhubungan dengan status merokok. Disimpulkan bahwa faktor-faktor demografi meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan dan tingkat kekayaan merupakan determinan status merokok di Indonesia. Kata Kunci :  Merokok, Determinan ABSTRACT Cigararette consumption in Indonesia is relatively high with the smokers amount 150 million which put Indonesia as the third in Southeast Asia in 2011. Associated factor with the number of smokers still confusing mainly due to differences of methodology and the limited samples on previous studies. Large data usage that has been collected through standardized instrument such as Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) might be the appropriate alternative to answer existing problems. This study aimed to analyze the determinants of smoking in Indonesia. It involved the use of data from the Indonesia Demographic and Health Survey 2012. Cross sectional study was conducted on 54895 respondents aged 15-54. The determinants of smoking were analyzed bivariatly with binary logistic regression. Study showed about 14,1% responden were smoking. Age (OR 0,216, 95% CI 0,211-0,222), gender (OR 0,027, 95% CI 0,025-0,028), education (OR 0,095, 95% CI 0,088-0,103), marital status (OR 0,072, 95% CI 0,161-0,185) and wealth index (OR 0,129, 95% CI 0,124-0,135) correlated with smoking status. It was concluded that demographic factors includes age, gender, education, marital status and wealth index were the determinans of smoking status in Indonesia.  Keywords:  Smoking, Determinants 
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KARUMENGA KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Sari, Ita Erlyta; Kaunang, Wulan P.J.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipkasa memompa darah lebih keras keseluruh tubuh, sehingga bisa mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal janutung. beberapa penyebab terjadinya hipertensi antara lain kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan kurang melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di Desa Karumenga Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2019. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  penduduk laki-laki usia dewasa > 18 tahun dengan jumlah sampel 202 responden. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dan alat ukur tekanan darah dengan analisis univariat dan bivariat. Untuk membuktikan apakah ada hubungan antara kedua variabel yang diteliti maka yang digunakan yaitu uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hail uji chi square menunjukan bahwa nilai p = 0,001 dan 0,005  <α = 0,05 artinya terdapat hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperetensi di Desa Karumenga Kecatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Kata Kunci : Minuman Beralkohol, Aktivitas Fisik, Hipertensi  ABSTRACTHypertension, high blood pressure. This condition can be dangerous, because the heart is pumped to pump blood harder throughout the body, so it can cause some diseases, such as kidney failure, stroke, and failed Janutung. Some causes of hypertension include the habit of consuming alcohol and lack of physical activity. The purpose of this research is to know the relationship between the habits of consuming beverages containing alcohol and physical activity with the incidence of hypertension in the village Karumenga district of North Langowan Minahasa District. The study was conducted in January 2019. The type of research used is an analytical observational with cross sectional research draft. The population in this study was the population of adults aged > 18 years with a sample number of 202 respondents. The instruments used are questionnaires and blood pressure measuring instruments with the analysis of Univariate and bivariate. To prove whether there is a relationship between the two variables studied then the one used is the Chi square test with a confidence level of 95% (α = 0.05). The test results of the Chi square indicate that the value p = 0.001 and 0.005 < α = 0.05 means there is a relationship between the habit of consuming beverages containing alcohol and physical activity with the incidence of hyperobention in Karumenga Kecatan North Langowan District Minahasa. Keywords : Alcoholic Bevarages, Physical Activity, Hipertension
HUBUNGAN ANTARA VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BITUNG TAHUN 2015-2017 Gandawari, Valentina Terescova; Kaunang, Wulan P.J.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu masalah kesehatan yang ada di dunia yang di sebabkan oleh nyamuk aedes agypti dan dapat mengakibatkan kematian Kasus DBD di.Kota Bitung merupakan KLB Karena dari tahun 2015-2017 terdapat kematian.Data dari Dinas Kesehatan Kota Bitung menunjukkan bahwa pada tahun 2015 kasus DBD sebanyak 124 kasus dengan 2 kematian dan di tahun 2016 sebanyak 109 dengan 1 kematian sementara di tahun 2017 sebanyak 116 kasus dengan 5 kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabilitas iklim dengan kejadian DBD di Kota Bitung tahun 2015-2017.Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian studi ekologi. Penelitian ini menggunakan analisis data yaitu analisis univariat dan anlisis bivariat dengan uji korelasi.Hasil uji korelasi antara suhu dengan DBD tahun 2015-2017 p=0,895, kelembaban dengan DBD  tahun 2015-2017 p=0,808, Curah hujan dengan DBD p=0,058, dan kecepatan angin dengan DBD tahun 2015-2017 p=0,722. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara suhu dengan DBD, kelembaban dengan DBD, curah hujan dengan DBD dan kecepatan angin dengan DBD tahun 2015-2017. Kata Kunci: DBD,Suhu, Kelembaban, Curah Hujan, dan Kecepatan Angin ABSTRACTDengue hemorrhagic fever (DHF) is one of the health problems in the world that is caused by aedes agypti mosquitoes and can lead to dengue cases deaths in. Bitung City is an outbreak because from 2015-2017 there were deaths. that in 2015 DHF cases were 124 cases with 2 deaths and in 2016 109 were recorded with 1 death while in 2017 there were 116 cases with 5 deaths. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between climate variability and the incidence of DHF in the City of Bitung in 2015-2017. The method of research used was observational analytics with the design of ecological studies. This study uses data analysis, namely univariate analysis and bivariate analysis with a correlation test. The correlation test results between temperature and DHF in 2015-2017 p = 0.895, humidity with DHF in 2015-2017 p = 0.808, rainfall with DBD p = 0.058, and wind speed with DHF in 2015-2017 p = 0.722. The conclusion is that there is no relationship between temperature and DHF, humidity with DHF, rainfall with DHF and wind speed with DHF in 2015-2017. Keywords: Temperature, humidity, rainfall, wind velocity
KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI UNIT HEMODIALISIS RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Prof. Dr. R.D. KANDOU MANADO Wua, Tessa C.M.; Langi, Fima L.F.G.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup menjadi bagian penting dalam acuan keberhasilan intervensi pelayanan kesehatan karena dari kualitas hidup dapat menggambarkan kondisi kesehatan seseorang meliputi fisik, psikologi, sosial dan lingkungan terutama pada penyakit kronis. Chronic kidney disease (CKD) salah satu penyakit tidak menular yang berdampak besar terhadap morbiditas, mortalitas dan sosial ekonomi masyarakat dan secara terus-menerus akan bergantung pada hemodialisis dalam mempertahankan hidupnya serta terdapat faktor-faktor yang turut mempengaruhi sehingga kualitas hidup akan lebih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan distribusi kualitas hidup dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup antara lain umur, jenis kelamin, pendidikan, lama hemodialisis, hipertensi, diabetes mellitus dan anemia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner kualitas hidup dari WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji multivariat regresi linear berganda. Sampel penelitian sebanyak 93 responden yang memenuhi kriteria inklusi di Unit Hemodialisis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur (p=0,000), pendidikan (p=0,000) dan anemia (p=0,16) berhubungan dengan kualitas hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor seperti umur, pendidikan dan anemia memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisis.  Kata Kunci: Hemodialisis, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor Yang Berhubungan ABSTRACTQuality of life becomes an important part in the reference to the success of health care interventions because of the quality of life can describe a person's health conditions include physical, psychological, social and environmental especially in chronic diseases. Chronic Kidney disease (CKD) one of the uncontagious diseases that has a major impact on morbidity, mortality and socio-economic society and will continually depend on hemodialysis in sustaining its life as well as there are Factors that also affect so that the quality of life will be worse. The research aims to obtain quality of life distribution and to know the factors related to quality of life, among others age, gender, education, prolonged hemodialysis, hypertension, diabetes mellitus and anemia. The study uses a cross sectional approach. Data retrieval instruments using the WHOQOL-BREF Life Quality questionnaire. Data analysis using a multivariate test of multiple linear regression. Sample research of 93 respondents who meet the criteria of inclusion in hemodialysis Unit in RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The results showed that the age factor (p = 0,000), education (p = 0,000) and anemia (p = 0.16) are related to quality of life. The conclusion of this study are factors such as age, education and anemia have a connection with the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis. Keywords: Hemodialysis, Quality Of Life, Related Factor
ANALISIS SPASIAL DISTRIBUSI TUBERKULOSIS PARU BASIL TAHAN ASAM (BTA) POSITIF DI KOTA MANADO TAHUN 2015 – 2017 Tabilantang, Desy Elsaputri; Nelwan, Jeini E.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia salah satunya yaitu Tuberkulosis Paru. Menurut WHO India merupakan negara dengan kasus TB paru tertinggi di dunia dan yang kedua yaitu Indonesia.. Analisis spasial adalah suatu analisis secara geografis tentang data penyakit.. Tujuan penelitian untuk mengetahui distibusi tuberkulosis paru BTA positif dengan kepadatan penduduk dan jumlah keluarga miskin di Kota Manado tahun 2015-2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3186 kasus TB paru BTA positif dari tahun 2015 – 2017. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2015 dan 2017 jumlah kasus TB paru tertinggi terdapat dikecamatan Wanea dan kecamatan Tuminting. Pada tahun 2016 terjadi penurunan jumlah kasus di kecamatan Tuminting dari tinggi ke sedang. Kecamatan Tuminting memiliki jumlah kasus TB paru tinggi pada tahun 2015 dan 2017 dengan kepadatan penduduk tinggi. Kecamatan Wanea memiliki jumlah kasus TB paru tinggi dengan kepadatan penduduk sedang. Gambaran spasial TB paru BTA positif berdasarkan jumlah keluarga miskin menunjukkan bahwa kecamatan wanea memiliki jumlah keluarga miskin tinggi dengan kasus TB paru BTA positif yang tinggi pada tahun 2015-2017. Pada tahun 2015 kecamatan Tuminting memiliki jumlah kasus TB paru BTA positif tinggi dengan jumlah keluarga miskin yang sedang. Dapat disimpulkan bahwa kepadatan penduduk berpengaruh terhadap jumlah kasus TB paru BTA positif di kecamatan Tuminting dan jumlah keluarga miskin berpengaruh terhadap jumlah kasus TB paru BTA positif di kecamatan Wanea.Kata Kunci : Analisis Spasial, TB Paru, Kepadatan Penduduk, Keluarga MiskinABSTRACTInfectious diseases remain one of the world’s problems, namely Pulmonary Tuberculosis. According to WHO, according to WHO, India is the country with highest pulmonary TB cases in the world and the second is Indonesia.. spatial analysis is ananalysis of disease data geographically. The purpose of this research is to know of the distribution of pulmonary tuberculosis BTA positive with population density and the number of poor families. This research is observational research. The subject in the study of pulmonary TB cases totaled 3186 BTA positif year 2015-2017. The data used are secondary data from the city health office in Manado. The results showed that in the year 2015 and 2017 to the highest number of pulmonary TB cases occur in Wanea subdistrict and subdistrict Tuminting. In the year 2016 going decline in the number of cases in district Tuminting from high to medium. Tuminting subdistrict has a population of high pulmonary TB cases in the year 2015 and 2017 with a high population density. Wanea subdistrict has a population of high pulmonary TB cases with a medium population density. Spatial overview of pulmonary TB based on the number of poor families shows that Wanea subdistrict has a high number of poor families with high pulmonary TB cases in 2015-2017. In the year 2015, Tuminting subdistrict has a population of high pulmonary TB cases with a medium number of poor families. It can be inferred that the population density effect on the number of cases of pulmonary TB in district Tuminting and the number of poor families have an effect on the number of cases of pulmonary TB in district Wanea.Keywords : Spatial Analysis, Pulmonary Tuberculosis, Population Density, Poor Family
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KETERSEDIAAN RUANG LAKTASI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU PEKERJA DI KECAMATAN TUMINTING MANADO Essa, Artika L.; Doda, Diana V.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah. Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2015 terdapat cakupan ASI Eksklusif sebanyak 26,3% dan mengalami penurunan pada tahun 2016 menjadi 19,7%. Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain umur ibu, pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman menyusui, dukungan petugas kesehatan, beban kerja, ketersediaan ruang laktasi dan dukungan suami. Namun masih sedikit penelitian tentang faktor pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan ketersediaan ruang laktasi dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu pekerja di Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang bekerja mempunyai bayi umur 6 – 12 bulan yang berjumlah 100 ibu. Hasil penelitian terdapat 29% ibu pekerja yang memberikan ASI Eksklusif , terdapat 45% yang memiliki beban kerja sedang dan terdapat 47% yang menyediakan ruang pojok laktasi pada ibu pekerja di Kecamatan Tuminting Manado. Kesimpulan terdapat hubungan antara beban kerja dan ketersediaan ruang laktasi terhadap pemberian asi eksklusif pada ibu pekerja di Kecamatan Tuminting Manado. Saran bagi ibu pekerja untuk lebih dapat mengutamakan pemberian ASI Eksklusif meskipun sibuk dalam pekerjaan. Kata Kunci: beban Kerja, Ketersediaan Ruang Laktasi, Pemberian Asi Eksklusif ABSTRACTThe percentage of working mother experience exclusive breastfeeding is still low. In the Province North Sulawesi  the rate of exclusive breastfeeding decrease from 26.3% in 2015, to 19.7%, in 2016. Exclusive breastfeeding is influenced by many factors including maternal age, occupation, education, and breastfeeding experience, support from health workers, workload, and husband's support. But there is only few research, evaluate the association on maternal employment  factors of with exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to determine the relationship of workload and availability of lactation room with exclusive breastfeeding on working mothers in Tuminting District, Manado. This research method was an analytic survey research with cross sectional study approach. The sample in this study were working mothers who have babies aged 6-12 months. The results of the study showed that 29% (N=100) of working mothers gave exclusive breastfeeding, 45% had moderate workloads and 47% participant reported that their employer provided lactation corner for working mothers. There were significant relationship between exclusive breastfeeding with workload (p value=.000) and the provision of lactation corner (p value=0.005). The conclusion is that there is a relationship between workload and the availability of lactation space with exclusive breastfeeding for working mothers in Tuminting District, Manado. Suggestions for working mothers to be able to prioritize exclusive breastfeeding despite being busy at work. Keywords: Workload, Availability of Lactation Space, Exclusive breastfeeding
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) YANG BEROBAT DI PUSKESMAS TIKALA BARU KOTA MANADO Mantali, Arief; Kaunang, Wulan P.J.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus ( HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome AIDS adalah  salah satu masalah kesehatan yang serius di abad ini, dimana pada akhir tahun 2017 sekitar 36,9 juta orang hidup dengan HIV dan 1,8 juta orang diantaranya merupakan kasus baru tercatat sekitar 940 kasus kematian di dunia disebabkan oleh penyakit HIV dan AIDS pada tahun 2017.  Departemen  kesehatan RI melaporkan jumlah kasus baru HIV di Indonesia pada bulan desember Tahun 2017  sebanyak 280.623  kasus  yang tersebar di 34 provinsi.  Kualitas hidup ODHA merupakan berfungsinya keadaan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan Kesehatan Umum Sehingga dapat hidup produktif seperti orang sehat dalam menjalankan kehidupannya. Dukungan sosial adalah kenyamanan, perhatian, penghargaan, maupun bantuan dalam bentuk lainya yang diterimanya individu orang lain ataupun dari kelompok. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan september 2019 di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 responden dengan metode accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat yang menggunakan uji chi square denga tingkat kepercayaan  95% dan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 87,7% Dukungan Sosial ODHA baik dan 56,9% kualitas hidup ODHA baik. Hasil uji statistic yang diperoleh yaitu  terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang berobat di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado, dengan nilai p= 0,001, lebih kecil dari α = 0,05.                                                                                                                      Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, ODHA ABSTRACTHuman Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome AIDS are one of the serious health problems in this century. where at the end of 2017 around 36.9 million people were living with HIV and 1.8 million of them were new cases recorded around 940 deaths in the world were caused by HIV and AIDS in 2017. The Indonesian Ministry of Health reported the number of new cases of HIV in Indonesia in December 2017 amounted to 280,623 cases spread in 34 provinces. Quality of life of PLWHA is the functioning of physical, psychological, social, spiritual, and public health so that they can live productively like healthy people in carrying out their lives. Social support is comfort, attention, appreciation, and assistance in the form of other individuals or groups. This analytical survey method with a cross-sectional study approach conducted in September 2019 at the Tikala Baru Public health center in manado city. The number of samples in this study were 65 respondents with accidental sampling method. Univariate and bivariate analysis was condited using chi square test with a confidence level of 95% and α = 0.05. The results was 87.7% PLWHA has good social support and 56.9% Quality of Life. The statistical test results obtained are that there is a significant relationship between Social Support and Quality of Life of People with HIV / AIDS (PLWHA) who seek treatment at the Tikala Baru Public health center in manado city, with a value of p = 0.001, smaller than α = 0.05. Keywords: Social Support, Quality of Life, PLWHA
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN GIRIAN PERMAI KOTA BITUNG Kantohe, Jenny Ristiwaty; Kaunang, Wulan P.J.; Sekeon, Sekplin A.S.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di dunia karena dapat menyerang semua golongan umur. Beberapa tahun terakhir insiden DBD di seluruh dunia menunjukkan adanya peningkatan secara dramatis serta bertambah luasnya wilayah yang terjangkit. Laporan terbaru DBD di Kota Bitung pada tahun 2016, DBD tertinggi di wilayah kerja puskesmas Girian Weru Kecamatan Girian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Aedes aegypti di Kelurahan Girian Permai Kota Bitung. Metode Penelitian menggunakan metode observasional analitik yang menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional study). Populasi adalah seluruh Rumah Tangga yang ada di Kelurahan Girian Permai sebanyak 1527 KK. Sampel penelitian berjumlah 104 responden yang diwakili oleh bapak/ibu yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, sedangkan teknik pengambilan sampel yaitu secara gugus bertahap (Multistage Sampling). Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner dan data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square (?=0,05). Hasil analisis uji hubungan antara pengetahuan dengan tindakan PSN diperoleh nilai p=0,782 dan hubungan antara sikap dengan tindakan PSN yaitu p=0,013. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan PSN Aedes aegypti dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan PSN Aedes aegypti.Kata Kunci : Tindakan PSN, Pengetahuan, SikapABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease is one of the main public health problems in the world because it can attack all age groups. In recent years, DHF incidence worldwide has increased and spread dramatically. Recent DHF report in Bitung in 2016, the highest DHF occurred in the working area of the Girian Weru Community Health Center Girian District. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge and attitude towards community action in the eradication of Aedes aegypti mosquito nest in Girian Permai District, Bitung. The research used an analytic observational method with the use of cross sectional study design. The population were the entire households in Girian Permai district which were amounted to 1527 families. The sample of the research were 104 respondents, represented by the father or the mother who fulfilled the inclusion and exclusion criteria, while the sampling technique used was Multistage Sampling. The research instrument used for data collection was questionnaire and the data were analyzed univariately and bivariately by using chi-square test (? = 0,05). The result of test analysis on the relationship between knowledge with the action of musquito nest eradication obtained the p value = 0,782 and the relationship between attitude with action of musquito nest eradication obtained the p = 0,013. Based on these results, it can be concluded that there was no relationship between knowledge with the action of musquito nest eradication and there was a significant relationship between attitude with the action of musquito nest eradication.Keywords : Musquito Nest Eradication, Knowledge, Attitude
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KELUARGA DAN PERAN JURU PEMANTAU JENTIK (JUMANTIK) DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN MALALAYANG I KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Mullo, Debora P.; Mantjoro, Eva M.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang menjadi faktor masalah kesehatan sampai sekarang yang mengakibatkan kematian.. Untuk menurunkan angka kasus kejadian DBD, maka harus diperlukan peran jumantik dalam menerapkan kegiatan upaya pencegahan DBD terhadap perilaku keluarga di Kelurahan Malalayang I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku keluarga dan peran juru pemantau jentik (Jumantik) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional study atau potong lintang di Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado pada bulan Juli – Oktober 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di lingkungan 1 sampai 11 Lingkungan. Jumlah sampel 344 responden  namun yang didapatkan pada saat penelitian 200 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas, lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji statisti chi square. Hasil penelitian melalui uji statistik perilaku keluarga mengenai pengetahuan diperoleh nilai p value sebesar 0,021 (>0,05) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian DBD. Sedangkan uji statistic perilaku keluarga mengenai sikap diperoleh nilai p value sebesar 0,821 (>0,05) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian DBD, dan uji statistic perilaku keluarga mengenai tindakan diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (<0,05) menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap dengan kejadian DBD. Uji statistik peran Jumantik diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (<0,05) hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan antara peran Jumantik dengan kejadian DBD.  Kata Kunci: Perilaku Keluarga, Juru Pemantau Jentik, Demam Berdarah Dengue ABSTRACTDengue Fever (DBD) is a disease that is a factor of health problems until now that resulted in death. To lower the number of cases of DBD events, the role must be required in applying the activities of the DBD prevention efforts to the family behavior in the village Malalayang I. This research aims to know the relationship between family behavior and the role of the criminal flick monitoring with the occurrence of Dengue fever in the village Malalayang I District Malalayang Manado. This study used quantitative analytical survey research with the research draft of cross sectional study or cut latitude in Malalayang I village of Malalayang City of Manado in July – October 2019. The population in this research is a whole community living in an environment of 1 to 11 wards. The sample number of 344 respondents but obtained at the time of research was 200 respondents. This research uses questionnaires that have been in the validity test, and the results are analyzed using the Chi Square statistical test. The results of the study through a statistical test of family behaviour regarding knowledge obtained the value of p value 0.021 (> 0.05) showed that there is no relationship between knowledge and the events of DF. While the test statistic family behaviour about the attitude gained a p value value of 0.821 (> 0.05) indicates that there is no relationship between the attitude with the DF incident, and the test statistic the family behavior of the action obtained a p value of 0.000 (< 0.05) indicates that there is a relationship between attitudes with DF events. The role of flick monitoring statistical test obtained a p value of 0.000 (< 0.05) that results showed that there is a relationship between flick monitoring role and DF event.  Keywords: family conduct, flick monitoring, Dengue fever
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KELURAHAN KOLONGAN KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON PADA TAHUN 2017 Gonibala, Rika S; Kaunang, Wulan P.J.; Sekeon, Sekplin A.S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup merupakan tingkatan untuk mengukur tingkat kesejahteraan hidup individu yang paling banyak dimana seseorang bisa melihat dalam berbagai konteks seperti tingkat kesejahteraan fisik, materi sosial, dan emosional dalam menjalani kehidupan sosial dan lingkungan. Hipertensi juga penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberculsosis. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup di kelurahan kolongan kecamatan tomohon tengah kota tomohon. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pada penduduk lansia 60 tahun keatas dengan responden yang diambil sebanyak 57 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data primer yang di peroleh melalui kuesioner dan pengukuran tekanan darah serta wawancara. Data yang diperoleh akan di tabulasi proses editing, coding, entry, cleaning dan analisis dengan perhitungan uji statistik menggunakan chi square (α = 0,05) dengan memperhatikan CI= 95%. dengan bantuan program spps melalui komputer untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup pada lansia di kelurahan kolongan kecamatan tomohon tengah kota tomohon p = 0,545 (α = 0,05) Tidak terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon.Kata Kunci : hipertensi, kualitas hidup, lansiaABSTRACTQuality of life is a level to measure the level of life welfare of individual life where people can see in various contexts such as physically welfare, social material, emotional in living the social and environmental life. Hypertension is the leading causes of death which it’s the third after stroke and tuberculosis. The purpose of this study was to know the correlation between hypertension and the quality of life at kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon. This study use the analytical survey with the approach of cross sectional method. Populations of this study are the elderly in 60 years old and above and take 57 respondents based on inclusion and exclusion criteria. Primary data that obtained by using the questionnaire and the measurement of blood pressure and also interview. The data that have been obtained will go through the process like tabulated, editing, coding, entry, cleaning and data analysis with the calculation of statistical tests using chi square (α=0,05) with regard to the value of CI= 95%. With the help of the SPSS program using computer to know the correlation between hypertension and the quality of life of the elderly at Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon p= 0,054 (α=0,05) . there is no correlation between hypertension and the quality of life of the elderly at Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon.Keywords: hypertension, quality of life, elderly