Paul A.T. Kawatu
Universitas Sam Ratulangi

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Antara Lama Paparan dengan Kapasitas Paru Tenaga Kerja Industri Mebel di CV. Sinar Mandiri Kota Bitung Kumendong, Donald J. W. M.; Rattu, Joy A.M; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The human lungs as an instrument of pulmonary ventilation in respiratory system in the human body’s. lungs function may decrease due to strikes in the process of physiological mechanisms, one of which is caused by exposure to dust. The continuosly dust exposure can cause problems in the lungs, it also cause chronic lung disease. The aim of research was know the relationship between the long duration of the exposure and lung capacity of workers in the furniture industry at CV. Sinar Mandiri Bitung City. This research was an analytic survey, with a cross-sectional approach. Sample of study was the workers of production, which amounts of 30 respondents and it was a population total study. The data were collected by interviews to know the characteristics of respondents and the measurement of workers lung capacity by using spirometer (peak flow meter). Data was analyzed with Fisher’s Exact Test and using program SPSS version 17.0.The result showed that of 30 respondents who have been checked there are 30 percets who have abnormal FEV1 values or the category of disability. According to the results of statistical test, the probability value was 1,000 (p>0,05).That there was no significant relationship between the long duration of exposure and lung capacity of workers. Recommendation to the chief of company, there was needed monitoring of workers physical condition and working environment. There also needed a prevention way by using mask, as well as needed a supervision and guidance to the companies about occupational health and safety by related department. ABSTRAKParu-paru sebagai alat ventilasi dalam sistem pernafasan bagi tubuh, fungsi kerja paru dapat menurun akibat adanya gangguan pada proses mekanisme faal yang salah satunya disebabkan oleh pemaparan debu. Pemaparan debu yang secara terus-menerus selain dapat menimbulkan gangguan fungsi paru juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit paru kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama paparan dengan kapasitas paru pekerja industri mebel di CV. Sinar Mandiri Kota Bitung.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja di bagian produksi yang berjumlah 30 orang dan merupakan studi total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui karakteristik responden dan pengukuran kapasitas paru pekerja dengan alat spirometer. Analisis data dilakukan dengan Fisher’s Exact Test dan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diperiksa terdapat 30% yang mempunyai nilai FEV1 tidak normal atau dikategorikan mengalami gangguan. Berdasarkan hasil uji statistik, nilai probabilitas sebesar 1,000 (p > 0,05)Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama paparan dengan kapasitas paru pekerja. Saran untuk pimpinan perusahaan perlu dilakukan pemantauan kondisi fisik pekerja dan lingkungan kerja, perlu dilakukan upaya pencegahan dengan penggunaan masker, serta perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja oleh dinas terkait.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN KULIT PADA NELAYAN DI KELURAHAN MAASING KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Langi, Juanita; Kawatu, Paul A.T.; Langi, Fima L.F.G.
KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit adalah salah satu organ tubuh yang berperan penting untuk pertahanan tubuh, mulai dari pengaturan suhu tubuh, reseptor sensoris, menjaga dari gangguan UV dan kekeringan. Gangguan kulit bisa saja menyerang siapapun di bagian tubuh manapun. Di tahun 2010 Kementrian Kesehatan mendapatkan Data Profil Kesehatan yang menjelaskan bahwa gangguan kulit berada pada peringkat ketiga berdasarkan sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan disemua rumah sakit yang ada di Indonesia. Nelayan merupakan pekerja informal yang bermata pencaharian dari hasil laut, tentunya memiliki kecenderungan besar terpapar gangguan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa adanya faktor apa saja yang berhubungan dengan gangguan kulit pada nelayan di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado. Penelitian kali ini memakai studi potong lintang dengan jumlah populasi 104 responden yang telah memenuhi kriteria menurut peneliti. Pengumpulan data diambil melalui wawancara langsung dan lewat pengisian kuesioner, dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Analisa menggunakan uji chi-square dengan α=0,05. Pekerja nelayan yang mengalami gangguan kulit sebanyak 51 (49 persen) nelayan dengan masa kerja <6 tahun  adalah 82 (78,8 persen) responden, ≥6 tahun berjumlah 22 (21,2 persen) responden. Personal hygiene baik dari nelayan berjumlah 60 (57,7 persen) resonden, sedangkan yang kurang sebanyak 44 (42,3 persen). Hasil p-value 0,001 dalam faktor usia dan masa kerja dengan gangguan kulit, p-value 0,003 pada faktor personal hygiene dengan gangguan kulit. Menurut hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara faktor usia, masa kerja, personal hygiene dengan gangguan kulit pada nelayan.  Kata Kunci : Usia, Masa Kerja, Personal Hygiene, Gangguan Kulit  ABSTRACTThe skin is one of the organs of the body that plays an important role in the body's defense, starting from regulating body temperature, sensory receptors, keeping from UV disturbances and dryness. Skin disorders can attack anyone in any part of the body. In 2010 the Ministry of Health obtained Health Profile Data which explained that skin disorders were ranked third based on the top ten diseases in outpatients in all hospitals in Indonesia. Fishermen are informal workers who earn a living from marine products, of course, have a big tendency to be exposed to skin disorders. This study aims to analyze the existence of any factors related to skin disorders in fishermen in Maasing Village, Tuminting District, Manado City. This study uses a cross sectional study with a population of 104 respondents who have met the criteria according to the researcher. Data collection was taken through direct interviews and through filling out questionnaires, carried out in December 2018 until January 2019. Analysis using the chi-square test with α = 0.05. Fishermen who experienced skin disorders as many as 51 (49 percent) fishermen with a working period of <6 years were 82 (78.8 percent) respondents, ≥6 years amounted to 22 (21.2 percent) respondents. Good personal hygiene from fishermen amounted to 60 (57.7 percent) respondents, while those lacking were 44 (42.3 percent). Results of p-value 0.001 in the age and work period with skin disorders, p-value 0.003 on personal hygiene factors with skin disorders. According to these results it can be concluded that this study shows there is a relationship between factors of age, years of service, personal hygiene with skin disorders in fishermen. Keywords: Age, Working Period, Personal Hygiene, Skin Disorders
ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tamboto, Christi Debora; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kesehatan dan keselamatan kerja dirumah sakit ini perlu karena berkaitan dengan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, akreditasi rumah sakit karena Kesehatan dan kesehatan kerja termasuk sebagai salah satu standar pelayanan yang dinilai di dalam akreditasi rumah sakit, disamping standar pelayanan lainnya. Hasil observasi dan wawancara awal menunjukan belum lengkapnya sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelaksanaan program Kesehatan dan keselamatan kerja belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan standar pelayanan kesehatan kerja di rumah sakit. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian berjumlah 5 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data melalui tahap reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil standar pelayanan kesehatan kerja yang sudah terlaksana tapi belum maksimal adalah pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala, khusus, peningkatan kesehatan badan dan kondisi mental, pendidikan/pelatihan tentang kesehatan kerja, evaluasi pencatatan dan pelaporan, dan kemampuan fisik sumber daya manusia, penanganan bagi sumber daya manusia yang sakit, sedangkan yang belum dilaksanakan yaitu koordinasi dengan tim panitia pencegahan pengendalian infeksi. pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, surveilans kesehatan kerja. Kesimpulan penerapan standar pelayanan kesehatan kerja belum terlaksana dengan maksimal sesuai dengan standart pelayanan yang berlaku. Disarankan untuk membuat kebijakan, sosialisasi, dan merencaakan anggaran dana untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja.Kata kunci: Standar Pelayanan, Kesehatan KerjaABSTRACTOccupational health and safety at the hospital implementation is necessary because it is related to the quality of health services in hospitals, hospital accreditation for Occupational health and safety is included as one of the service standards assessed in the hospital accreditation, in addition to other service standards. The result of observation and preliminary interviews shows that the facilities and infrastructure related to Occupational health and safety and implementation of Occupational health and safety program not maximal yet. Objective: The purpose of this study was to analyze the implementation of occupational health service standards in hospitals Method: This research uses qualitative research type. Informants in the study amounted to 5 persons. Data collection is obtained through in-depth interviews and has documents. Data analysis through reduction phase, data presentation and conclusion. Outcome: Standards of occupational health service standards are pre-employment health checks, occupational health education / training, evaluation of recording and reporting. periodic medical examinations, special, and improvement of body health, mental condition and physical ability of human resources, handling for sick human resources. Meanwhile, coordination with the infection prevention control committee team. monitoring of work environment and ergonomics, work health surveillance has not been implemented. Conclusion: The implementation of occupational health service standard has not been implemented maximally in accordance with the standard service. Suggestion: build a policy, make socialization and planning budget in order to the implementation of occupational health exercises.Keywords: Standard of Service, Occupational Health
HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUKULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA ALO UTARA KECAMATAN RAINIS KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Larenggam, Adi K.; Kawatu, Paul A.T.; Adam, Hilman
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan pada bagian-bagian otot rangka yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam waktu lama dan rasa sakit yang membuat seseorang sulit dalam pergerakan, akan dapat mengurangi produktifitas dalam bekerja, dan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligament dan tendom. Keluhan hingga kerusakan inilah yang biasanya diistilahkan dengan keluhan musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada Nelayan di Desa Alo Utara Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud.Penelitian ini dilaksanaka di Desa Alo Utara Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud pada bulan Agustus-Oktober 2018. Sampel penelitian ini adalah Nelayan di Desa Alo sebanyak 53 orang, penelitian ini menggunakan cross sectional study yang merupakan metode dari survey analitik. Penilaian posisi kerja dilakukan dengan menggunakan merote Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Keluhan Muskuloskeletal menggunakan Kuesioner Nordic Body Map (NBM). Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearman.Perhitungan uji Spearman pada Posisi Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal diperoleh p value= 0,409 dengan prevalensi berdasarkan keluhan musculoskeletal (79,2%) dan posisi kerja (50,9%).Terdapat hubungan antara posisi kerja berdiri dengan keluhan musculoskeletal pada Nelayan di Desa Alo Utara Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud.Kata Kunci: Posisi Kerja, Keluhan Muskoloskeletal, Nelayan.ABSTRACTMusculoskeletal disorders (MSDs) are complaints of parts of the skeletal muscles that are felt by a person ranging from very mild complaints to very painful. If the muscle receives repetitive static load for a long time and the pain that makes a person difficult in movement, will reduce productivity in work, and for a long time, can cause complaints in the form of damage to the joints, ligaments and tendons. Complaints to damage are usually termed musculoskeletal disorders. This study aims to determine the relationship between work position and musculoskeletal complaints in fishermen in Alo Utara Village, Rainis District, Talaud Islands Regency.This research was conducted in Alo Utara Village, Rainis Subdistrict, Talaud Islands Regency in August-October 2018. The sample of this research was 53 fishermen in Alo Village, this study used cross sectional study which was a method of analytic survey. Work position assessment is carried out by using the Remote Entire Body Assessment (REBA) and Musculoskeletal Complaints using the Nordic Body Map Questionnaire (NBM). The statistical test used was univariate and bivariate analysis using the Spearman test.Spearman's test calculation on work position with musculoskeletal complaints obtained p value = 0.409 with prevalence based on musculoskeletal complaints (79.2%) and work position (50.9%).There is a relationship between standing work position and musculoskeletal complaints in fishermen in Alo Utara Village, Rainis District, Talaud Islands Regency.Keyword: Word position, Musculoskeletal complaints, Fesherman
FAKTOR-FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN TIMBULNYA GANGGUAN KULIT PADA NELAYAN DI KELURAHAN POSOKAN KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Wibisono, Gloria N.; Kawatu, Paul A.T.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kulit yang disebabkan oleh penyakit atau gangguan yang mengenai kulit seperti jamur dan atau ruam, gangguan lain merupakan gejala penyakit yang mengenai kulit, Gangguan kulit di Indonesia menjadi permasalahan yang cukup berarti. Nelayan adalah individu yang aktif dalam melakukan penangkapan ikan dan binatang air lainnya oleh sebab itu nelayan memiliki peluang besar terkena gangguan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis factor apa saja yang berhubungan dengan gangguan kulit pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, dengan sampel berjumlah 75 nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung, data yang diambil pada nelayan sesuai keinginan dari peneliti yang menurut peneliti sesuai dengan penelitiannya, penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019. Nelayan di Kelurahan Poskan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yang mengalami gangguan kulit berjumlah 25 responden 33,3%. Nelayan dengan personal hygiene baik berjumlah 58,7% Nelayan dengan usia ³45 tahun 36,0% dan nelayan <45 tahun 64,0%. Nelayan dengan masa kerja ³6 tahun 81,3% sedangkan nelayan dengan masa kerja <6 tahunberjumlah 18,7%. Hasil  penelitian ini memperoleh nilai p=0,00 <0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor personal hygiene dengan gangguan kulit.  Hasil penelitian hubungan faktor usia dengan gangguan kulit bahwa tidak terdapat hubungan dengan nilai p= 0,173. Hasil penelitian hubungan faktor masa kerja dengan gangguan kulit memperoleh nilai p=0,84.Nelayan diharapkan lebih menjaga personal hygiene (kebersihan diri) untuk menjaga kesehatan, perbiasakan selalu mencuci tangan, sela-sela jari dan mencuci kaki, sela-sela jari kaki  mengunakan sabun pada air yang mengalir setelah selesai bekerja, serta perbiasakan mandi dan mengganti pakaian setelah melaut untuk mencegah timbulnya gangguan kulit. Kata kunci: Gangguan kulit, Personal hygiene, Usia, Masa kerja.  ABSTRACTSkin problems is a disease or problems on the skin that appear in form of molds and rashes, and those are also can be symptoms to skin disease. Skin problems is a critical health problem in Indonesia and therefore. Fishermen are individuals who are active in catching fish and other aquatic animals, therefore fishermen have the opportunity to be exposed to skin disorders due to seawater, because the concentration of salt attracts water from the skin, in this case seawater is the cause of chronic skin dermatitis with primary stimulating properties. But skin diseases may also be caused by fungi or sea animals. This thesis has the purpose of analyzing the factors that associated with skin problems to Fishermen in Kelurahan Pasokan Kecamatan Lembeh Utara Bitung City.This thesis use analytical survey for the design complemented by Cross sectional design. Sample collected by Purposive sampling technique with 75 respondents of fishermen in Kelurahan Posokan, Kecamatan Lembeh Utara Bitung city. The data taken by the researcher is suitable for the research. The research carried out from November to December 2018. The relationship test of this research used chi square test with significance level of a = 0.05. There were 25 fishermen 33,3% in Keluarahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Bitung city with skin problems, 58,7% of fishermen that have good personal hygiene and 41,3% of fishermen with deficient of personal hygiene. Fishermen aged ³45 years old 36,0% and Fishermen aged <45 years old 64,0%. Fishermen with ³6 years of labor period 81,3 and 18,7% fishermen with <6 years of labor period. The result of this research was acquired with value of p=0,00 that showed a significant relationship of personal hygiene factors and skin problems, there is no significant relationship between the fishermen?s age factor with skin disorder with value of p= 0,173.Fishermen are supposed to keep their personal hygiene to keep their health, by trying to always wash their fingers and toes interspaces with soap and flowing water, and always take shower and put on new chlothes after fishing to prevent skin problems. Keywords : Skin Problems, Personal Hygiene, Age, Labor period.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA NELAYAN DESA KALINAUN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoppo, Frando; Malonda, Nancy S.H.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal yang mengganggu fungsi otot, tendon, ligamen, saraf, dan tulang belakang. Aktivitas fisik yang dilakukan nelayan adalah aktivitas manual handling seperti mengangkat, menurunkan, mendorong, menahan, membawa atau memindahkan ikan atau perahu dengan dan dengan pengerahan seluruh tubuh. Penelitian ini berjuan untuk menganalisis adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan Muskuloskeletal pada nelayan desa kalinaun likupang timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan desa Kalinaun Likupang Timur yang berjumlah 94 orang. Analisi bivariate dengan menggunakan uji spearman. Aktivitas Fisik seperti mengangkat, menahan dan memindahkan beban berada pada aktivitas berat sebanyak 74 orang (78.7%) dan aktivitas normal sebanyak 20 orang (21.3%). Tingkat keluhan muskuloskeletal berada pada keluhan rendah sebanyak 4 orang (4.3%), keluhan sedang sebanyak 75 orang (79,8%) dan keluhan tinggi sebanyak 15 orang (16,0%). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan muskuloskeletal dengan p-value = 0,001 ( p-value < 0,05).Kata Kunci : Aktifitas Fisik, Keluhan MusculoskeletalABSTRACT Musculoskeletal disorders are complaints that affect the human bodys movement or musculoskeletal system with interferes the function of muscles, tendons, ligaments, nerves, and spine. Physical activity is usually performed as manual workers handling, to lifting , lowering , pushing, pulling , holding , or moving a fish or boat with hands and with the deployment of the entire body. The aims of this research is was to determine relationship between physical activity with musculoskeletal disorders on fisherman in Kalinaun Village East Likupang Subdistrict. This study is an analytic observational research using cross sectional design. samples in this study were all fisherman in Kalinaun Village East Likupang Subdistrict totaling 94 people. Bivariate analysis with Spearman test. Statistical results showed physical activity such as lifting , hold and move the load on strenuous activities as much as 74 people (78.7%) and normal activity as many as 20 people (21.3%) . The level of musculoskeletal disorders at a low level musculoskeletal complaints as many as 4 people (4.3%) , moderate as 75 people (79.8%) and higher by 15 people (16.0%). There is a relationship between physical activity with musculoskeletal complaints with p value = 0,001 (p value < 0,05)Keyword: Physical Activity, Musculoskeletal Complaints
GAMBARAN PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKIT ADVENT MANADO Bando, Jeane Julianingsih; Kawatu, Paul A.T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dasar Kesehatan dan Keselamatan Rumah Sakit (K3RS) adalah upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit untuk menciptakan lingkungan kerja, tempat kerja rumah sakit yang sehat, aman dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar rumah sakit. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), dari 35 juta pekerja kesehatan terdapat 3 juta terpajan patogen darah (2 juta terpajan virus HBV, 0,9 juta terpajan virus HBC dan 170,000 terpajan virus HIV/AIDS). Di Amerika Serikat, setiap tahun terdapat 5000 petugas kesehatan terinfeksi Hepatitis B 47 positif HIV dan setiap tahun 600.000–1.000.000 luka tusuk jarum dilaporkan (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 432 Tahun 2007). Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit Advent Manado. Waktu penelitian dilakukan dari Desember 2019 – Februari 2020. Informan penelitian ini berjumlah 7 orang.. Hasil penelitian menunjukkan penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit yang dilakukan Rumah Sakit Advent Manado sudah berjalan dengan baik tetapi belum sesuai standar karena beberapa program seperti pembinaan dan pengawasan terhadap peralatan keselamatan kerja, pembinaan dan pengawasan manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan pemeriksaan kesehatan secara berkala belum terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Penerapan Program K3RS ABSTRACTThe basic concept of Hospital Health and Safety is an integrated effort of all hospital workers, patients, visitors / introductory people to create a work environment, a healthy, safe and comfortable hospital workplace for both hospital workers, patients, visitors / introduction to the sick as well as to the community and the environment around the hospital. Based on data from the World Health Organization (WHO), out of 35 million health workers, 3 million were exposed to blood pathogens (2 million were exposed to the HBV virus, 0.9 million were exposed to the HBC virus and 170,000 were exposed to the HIV / AIDS virus). In the United States, every year there are 5000 health workers infected with HIV positive 47 Hepatitis B and every year 600,000-1,000,000 needling injuries are reported (RI Minister of Health Decree No. 432 of 2007). This type of research is qualitative to illustrate the application of occupational health and safety programs at Manado Adventist Hospital. When the research was conducted from December 2019 - February 2020. The informants of this study amounted to 7 people. The results showed that the implementation of the occupational safety and health program at the Advent Manado Hospital had been going well but was not yet up to standard because several programs such as guidance and supervision for occupational safety equipment, guidance and supervision of fire prevention and management system management, health checks before work and periodic health checks have not been carried out optimally. Keywords: Application of hospital health and safety program
GAMBARAN PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKIT ADVENT MANADO Bando, Jeane Julianingsih; Kawatu, Paul A.T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dasar Kesehatan dan Keselamatan Rumah Sakit (K3RS) adalah upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit untuk menciptakan lingkungan kerja, tempat kerja rumah sakit yang sehat, aman dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar rumah sakit. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), dari 35 juta pekerja kesehatan terdapat 3 juta terpajan patogen darah (2 juta terpajan virus HBV, 0,9 juta terpajan virus HBC dan 170,000 terpajan virus HIV/AIDS). Di Amerika Serikat, setiap tahun terdapat 5000 petugas kesehatan terinfeksi Hepatitis B 47 positif HIV dan setiap tahun 600.000–1.000.000 luka tusuk jarum dilaporkan (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 432 Tahun 2007). Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit Advent Manado. Waktu penelitian dilakukan dari Desember 2019 – Februari 2020. Informan penelitian ini berjumlah 7 orang.. Hasil penelitian menunjukkan penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit yang dilakukan Rumah Sakit Advent Manado sudah berjalan dengan baik tetapi belum sesuai standar karena beberapa program seperti pembinaan dan pengawasan terhadap peralatan keselamatan kerja, pembinaan dan pengawasan manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan pemeriksaan kesehatan secara berkala belum terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Penerapan Program K3RS ABSTRACTThe basic concept of Hospital Health and Safety is an integrated effort of all hospital workers, patients, visitors / introductory people to create a work environment, a healthy, safe and comfortable hospital workplace for both hospital workers, patients, visitors / introduction to the sick as well as to the community and the environment around the hospital. Based on data from the World Health Organization (WHO), out of 35 million health workers, 3 million were exposed to blood pathogens (2 million were exposed to the HBV virus, 0.9 million were exposed to the HBC virus and 170,000 were exposed to the HIV / AIDS virus). In the United States, every year there are 5000 health workers infected with HIV positive 47 Hepatitis B and every year 600,000-1,000,000 needling injuries are reported (RI Minister of Health Decree No. 432 of 2007). This type of research is qualitative to illustrate the application of occupational health and safety programs at Manado Adventist Hospital. When the research was conducted from December 2019 - February 2020. The informants of this study amounted to 7 people. The results showed that the implementation of the occupational safety and health program at the Advent Manado Hospital had been going well but was not yet up to standard because several programs such as guidance and supervision for occupational safety equipment, guidance and supervision of fire prevention and management system management, health checks before work and periodic health checks have not been carried out optimally. Keywords: Application of hospital health and safety program
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSLKELETAL PADA BURUH TANI DI DESA PINABETENGAN SELATAN KECAMATAN TOMPASO BARAT Seroy, Meywinsy; Kawatu, Paul A.T.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Oleh karena itu ada beberapa Penyakit Akibat Kerja (PAK) salah satunya adalah Penyakit yang disebabkan oleh sikap dan beban kerja yaitu, musculoskeletal. Keluhan musculoskeletal atau biasa disebut musculoskeletal disorder adalah menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dapat menyebabkan keluhan seperti kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. banyak petani yang melakukan gerakan statis atau secara berulang dan memiliki beban kerja berlebih oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang penelitian ini. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Pinabetengan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan dengan penggukuran menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pengukuran Nadi, dan NBM (Nordic Body Map). Hasil analisis data menggunakan uji spearman di dapatkan bahwa nilai sikap kerja (p= 0,001) dan beban kerja (p= 0,001) berhubungan dengan keluhan Muscloskeletal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara beban kerja dan sikap kerja dengan keluhan musculoskeletal pada buruh tani di Desa Pinabetengan Selatan Kecamatan Tompaso Barat. Seta ada beberapa saran yang terlebih khusus untuk para petani yaitu diharapkan bagi para petani untuk menjadi kondisi fisik, dan perlu memerhatikan posisi kerja yang benar serta perlu adanya pengadaan alat bantu bekerja seperti traktor. Kata kunci: Sikap Kerja, Beban Kerja, Keluhan Musculoskeletal, Desa Pinabetengan Selatan ABSTRACTOccupational Health and Safety cannot be separated from the production process, both service and industry. Therefore there are several Occupational Diseases, one of which is a disease caused by attitude and workload, namely, musculoskeletal. Musculoskeletal complaints or so-called musculoskeletal disorders are receiving static loads repeatedly and continuously for a long time and can cause complaints such as damage to the joints, ligaments and tendons. many farmers who carry out static or repetitive movements and have excessive workloads are therefore interested researchers to examine more deeply about this research. The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes and workload with musculoskeletal disorder in farmers in the South Pinabetengan Village. This research is a quantitative study using an observational analytic method with a cross sectional study approach. Based on the results of research conducted by shaving using REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pulse Measurements, and NBM (Nordic Body Map). The results of data analysis using the Spearman test found that the value of work attitude (p = 0.001) and work load (p = 0.001) are associated with Muscloskeletal disorders. The conclusion of this study is that there is a relationship between workload and work attitude with musculosceletal complaints on farm laborers in South Pinabetengan Village, West Tompaso District. Then, there are some suggestions especially for farmers, which are expected for farmers to be in physical condition, and need to pay attention to their correct work position and the need for procurement of working aids such as tractors. Keywords: Work Attitude, Workload, Musculoskeletal Disorders, South Pinabetengan Village
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III MANADO Kumayas, Putri Elshadai; Kawatu, Paul A.T.; Warouw, Finny
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit adalah segala bentuk upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung atau pengantar orang sakit untuk menciptakan lingkungan kerja dan tempat kerja rumah sakit yang sehat, aman, dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung maupun masyarakat yang terdapat dalam lingkungan rumah sakit. Salah satu faktor kesehatan dan keselamatan kerja yaitu pengetahuan dan sikap sangat berpengaruh pada kesehatan keselamatan kerja bagi perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan survey analitk. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 responden dan sampel yang digunakan merupakan total dari populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai probablitas pada pengetahuan dan penerapan K3 yaitu 0,019 dan nilai probabilitas sikap dan penarapan K3 adalah 0,000. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) pada perawat di rumah sakit Bhayangkara Tk III Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan Penerapan K3 ABSTRACTHealth and occupational safety in the hospital we got all sorts of an integrated effort all hospital workers, patients, visitors or preface a sick person to work creates an environment and working space by the hospitals that healthy, safe, and comfortable better for hospital workers, patients , visitors and the community that was found in the hospital environment. One of the factors health and occupational safety namely knowledge and affect the attitude health occupational safety for the nurses at the hospital. The methodology it uses analitk survey. Population in this study were 111 respondents and those used are total of the population. The result of this research shows probablitas on knowledge and application of k3 namely 0,019 and the probability attitudes and penarapan k3 is 0,000. That is the conclusion is knowledge and attitude by the application of health and occupational safety ( k3 ) in nurses in hospital bhayangkara Tk III Manado. Keywords : Knowledge , attitudes and the application of K3