Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DESA LOBONG, DESA MUNTOI, DAN DESA INUAI KECAMATAN PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Mokoginta, Fachruddin; Halim, Fuad; Kawet, Lingkan; Jasin, Muhammad I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lobong, Desa Muntoi, dan Desa Inuai terletak di Barat Kecamatan Passi, Kabupaten Bolaang Mongondow. Desa Lobong memiliki masalah mengenai air bersih dikarenakan air tanah ditempat tersebut mengandung belerang sehingga air tidak memenuhi kualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Desa Muntoi memiliki pasokan air bersih dengan sistem sederhana yang buat oleh Pemerintah namun pelayanan air bersih tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan. Jumlah penduduk dihitung menggunakan analisa regresi aritmatika, analisa regresi geometrik, dan analisa regresi eksponensial. Kemudian dihitung kebutuhan air bersih yaitu kebutuhan domestik sebesar 90 l/jiwa/hari, kebutuhan non-domestik sebesar 5% dari kebutuhan domestik dan kebutuhan untuk menanggulangi kebocoran sebesar 15% dari kebutuhan domestik dan non-domestik. Dilakukan pengukuran debit menggunakan Volumetric Method. Total kebutuhan air untuk desa Lobong, desa Muntoi, dan desa Inuai sampai tahun 2030 masing-masing sebesar 3 l/det, 2.68 l/det, dan 0.98 l/det. Dari hasil studi diperoleh mata air Inuai dengan debit total 13 l/det berpotensi untuk dimanfaatkan. Perencanaan sistem penyediaan air bersih terdiri dari 1 unit bronkaptering, 1 unit BPT, 3 unit reservoar dan jaringan perpipaan.   Kata kunci: Passi Barat, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA AIR SUNGAI DEME UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA DEME 1 KECAMATAN SUMALATA GORONTALO UTARA Kalapati, Firmansyah; Kawet, Lingkan; Mananoma, Tiny; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Deme 1 yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara Kecamatan Sumalata, belum memiliki jaringan listrik yang memadai. Adanya Sungai Deme yang terletak di desa Deme 1, memungkinkan dimanfaatkannya sungai sebagai potensi sumber daya air untuk menghasilkan energi listrik. Oleh sebab itu diperlukan studi untuk mengetahui keandalan debit sungai sehingga ketersediaan kapasitas daya dan jenis pembangkit listrik dapat diketahui. Metode yang digunakan untuk menghitung debit adalah metode Mock, Nreca dan Sacramento sebagai metode pembanding. Data yang digunakan adalah data curah hujan daerah tahun 2003 - 2012, data evapotranspirasi tahun 2003 – 2012, dan peta DAS Sungai Deme. Dari data hasil perhitungan debit diambil debit andalan (Q 80%) yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik flow duration curve. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan daya terbangkit. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Sungai Deme memiliki potensi untuk dujadikan sebagai pembangkit listrik. Berdasarkan perhitungan diperoleh Debit andalan Q80% menggunakan metode Mock 0,25 m3/detik, metode Nreca 0,22m3/detik, metode Sacramento 0,23 m3/detik. Dan dari debit andalan metode Mock,daya yang dihasilkan sebesar 58,80 kW, dari debit andalan metode Nreca daya yang dihasilkan sebesar 51,74 kW, dan dari debit andalan metode Sacramento daya yang dihasilkan sebesar 54,10 KW. Dari hasil perhitungan daya tersebut, jenis pembangkit listrik diklasifikasikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kata kunci: Debit andalan, Metode Mock, Nreca, dan Sacramento, PLTMH.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI Pania, Hery Giovan; Tangkudung, Hanny; Kawet, Lingkan; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Sam Ratulangi merupakan salah satu universitas berkembang dan terbesar di Sulawesi Utara dengan visi menjadi excellent university di Indonesia. berdasarkan hasil observasi, dilapangan didapati bahwa sering terjadi genangan dan sedimentasi yang disebabkan kondisi sistem drainase eksisting tidak berfungsi dengan optimal. Setelah dianalisis, disusun rencana sistem jaringan baru yang bertolak dari kondisi eksisting dan permasalahan di lokasi penelitian. Dari fakta diatas dilakukan tinjauan terhadap masalah genangan dan sedimentasi di kawasan tersebut. Metode analisis yang diterapkan pada penulisan ini meliputi analisis hidrologi yang bertujuan menghitung debit rencana dengan menggunakan metode rasional dan analisa hidrolika untuk menghitung kapasitas debit saluran eksisting dan saluran baru. Kedua hasil ini dibandingkan (Qkaps>Qrencana) untuk melihat kemampuan dari setiap saluran. Berdasarkan hasil analisis, dari 50 ruas saluran dan 21 gorong-gorong eksisting, 35 ruas dan 11 gorong-gorong bisa dipertahankan, 15 ruas dan 10 gorong-gorong harus diperbesar dan perlu penambahan 11 saluran dan 4 gorong-gorong baru. Perencanaan sistem jaringan drainase yang baru menujukan bahwa permasalahan yang terjadi karena adanya sedimentasi dan berkurangnya kapasitas saluran akibat kondisi saluran drainase yang rusak. Perlu dilakukan pemeliharaan saluran berupa normalisasi saluran, pemasangan kisi-kisi penahan sampah, dan pembersihan saluran secara periodik. Kata kunci: Debit Rencana, Drainase Eksisting, Genangan
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERUMAHAN GRIYA PEMULA (WELONG ABADI) KECAMATAN PALDUA MANADO Hamid, Ismail Abdul; Kawet, Lingkan; Binilang, Alex; Jasin, M. I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Perumahan Griya Pemula (Welong Abadi) terletak di Kecamatan Paldua Kelurahan Malendeng. Saat ini sebagian wilayah di perumahan tersebut telah mendapat pelayanan air bersih dari PT. Air Manado namun pelayanan yang diberikan masih tergolong rendah, suplai air tidak berjalan lancar bahkan sering mati air yang disebabkan rendahnya tekanan air yang dikarenakan elevasi dan kehilangan air akibat kebocoran maupun pemasangan illegal. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber air dari PT. Air Manado. Pertama-tama dihitung pertumbuhan penduduk dengan regresi linier, logaritma dan eksponensial. Kemudian menghitung kebutuhan air bersih hingga tahun 2027. Setelah itu direncanakan sistem penyediaan air bersih perpipaan dengan menggunakan rumus Hazen Williams. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisa menggunakan regresi linier. Untuk tahun 2027 dengan jumlah penduduk 2613 jiwa kebutuhan air bersih mencapai 6,234 liter/detik. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdiri dari pipa transmisi Ø100 mm, Bak Penampung berukuran 13,5m x 13,5m x 2,7m, Reservoar Distribusi tipe ground reservoir berukuran 12m x 12m x 2,7m dan pipa distribusi Ø75 mm s/d Ø100 mm. Kata Kunci : Perumahan Griya Pemula, Sistem Penyediaan, Kebutuhan air
STUDI PERBANDINGAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI RANOYAPO Siby, Elza Patricia; Kawet, Lingkan; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Amurang merupakan suatu kawasan yang terletak di Kabupaten Minahasa Selatan yang adalah tempat bermuaranya Sungai Ranoyapo. Sungai Ranoyapo adalah sungai terpanjang di wilayah Minahasa. Daerah rawan banjir di wilayah perencanaan mencakup daerah muara sungai, dataran banjir dan dataran aluvial terutama di sepanjang Sungai Ranoyapo. Faktor-faktor penyebab banjir antara lain adalah curah hujan yang tinggi, penutupan lahan di daerah hulu berkurang dan kapasitas alur sungai terutama di daerah hilir berkurang karena sedimentasi dan topografis daerah. Untuk pengamanan bahaya banjir di sungai dapat diadakan perencanaan bangunan yang bertujuan untuk mengurangi kerusakan yang terjadi akibat banjir sampai pada tingkat yang paling minimum. Perencanaan pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan baik apabila data-data curah hujan disetiap stasiun hujan dapat diketahui dan dihitung debitnya dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik. Penelitian ini dibuat berdasarkan data yang diambil dari 2 (dua) stasiun hujan yang terletak di sekitar Daerah Aliran Sungai Ranoyapo. Analisis dimulai dengan mengumpulkan data curah hujan serta peta topografi. Metode analisis yang digunakan terdiri dari Analisis hidrograf satuan sintetik Gamma I, Snyder dan Nakayasu. Kemudian dilakukan perbandingan dari ketiga metode tersebut, metode mana yang cocok untuk digunakan dalam analisis debit banjir di daerah aliran sungai Ranoyapo yang memberikan debit banjir terbesar pada titik kontrol tertentu. Dari hasil analisis, Hidrograf Satuan Sintetik yang diterapkan untuk kepentingan perhitungan dan perancangan bangunan air di Daerah Aliran Sungai Ranoyapo adalah Hidrograf Satuan Sintetik Gamma I. Kata kunci : Analisis, Banjir, Hidrograf
ANALISIS POTENSI SUMBER DAYA AIR SUNGAI KAYUWATU WANGKO UNTUK PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA KAROR KEC. LEMBEAN TIMUR KAB. MINAHASA Rompies, Willy Candra; Kawet, Lingkan; Halim, Fuad; Mamoto, Jeffry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Rarumis merupakan dusun yang paling terpencil diantara beberapa dusun yang terletak di Desa Karor Kabupaten Minahasa. Dusun ini belum memiliki jaringan listrik yang memadai. Adanya sungai Kayuwatu Wangko yang terletak di dekat Dusun Rarumis, memungkinkan dimanfaatkannya sungai sebagai potensi sumber daya air untuk menghasilkan energi listrik. Oleh sebab itu diperlukan studi untuk mengetahui keandalan debit sungai sehingga ketersediaan kapasitas daya dan jenis pembangkit listrik dapat diketahui.Metode yang digunakan untuk menghitung debit adalah metode Mock dan NRECA. Data–data yang digunakan adalah data curah hujan daerah tahun 2002-2011, data evapotranspirasi tahun 2002–2011, dan peta DAS Sungai Kayuwatu Wangko. Dari data hasil perhitungan debit diambil debit andalan (Q80%) yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik flow duration curve. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan daya terbangkit serta kebutuhan listrik dari penduduk untuk beberapa tahun kedepan.Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi debit andalan dari sungai Kayuwatu Wangko yang mampu menghasilkan daya terbangkit sebesar 28,224 kW. Daya ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk Dusun Rarumis sampai tahun 2024 yaitu sebesar 26,1 kW. Berdasarkan hasil perhitungan daya tersebut maka dapat direncanakan pembangkit listrik dengan klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro.Kata kunci: Debit andalan, metode Mock dan NRECA, PLTMH