Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Pasien dalam Tata Laksana Hipertensi Nanik Istyowati; Husnul Khotimah; Kholisotin Kholisotin
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.835

Abstract

Pengendalian hipertensi bertujuan untuk menghindari serta mengurangi probabilitas kesakitan, komplikasi, serta kematian. aspek yang pengaruhi ketidakpatuhan berobat pengidap hipertensi. Riset mengenai tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi yang sudah dicoba tadinya memperoleh hasil yang cenderung berbeda utamanya pada aspek pengetahuan. Riset bertujuan untuk menganalisa hubungan jenjang pengetahuan tentang hipertensi terhadap kepatuhan penderita dalam tata laksana hipertensi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Riset dicoba pada bulan september 2021. Kategori rancangan riset prosedur kuantitatif dengan metode studi cross- Sectional. Jumlah responden dalam riset sebanyak 83 dengan tehnik pengambilan sampling secara simple random sampling. Alat ukur dalam riset ini merupakan kuesioner baku untuk mengukur pengetahuan tentang hipertensi digunakan Hypertension Knowledge- Level Scale( HK- LS) serta kuesioner baku Morinsky Medication Adherence Scale( MMAS) untuk mengukur kepatuhan. Prosedur analisis yang digunakan dalam riset ini merupakan Univariat serta Bivariat dengan uji chi square dengan derajat keyakinan 95% sehingga bila nilai p≤ 0, 05. Didapatkan p value 0, 001 yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga, Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Pasien Dalam Tata Laksana Hipertensi Di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Dapat disimpulkan jika pengetahuan pengidap hipertensi dapat menjadi guru yang baik untuk dirinya, dengan pengetahuan yang dipunyai akan pengaruhi kepatuhan pengidap hipertensi tersebut dalam menjalani penyembuhan. Pengidap yang memiliki pengetahuan besar cenderung lebih patuh berobat daripada pengidap yang berpengetahuan rendah.
Hubungan Indeks Masa Tubuh dan Rasio Lingka Pinggang Panggul dengan Kadar Gula Darah dan Kolesterol pada Klien Diabetes Mellitus di Instalasi Rawat Jalan Ringga Aditya Dewi; Handono Fatkhur Rahman; Husnul Khotimah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.878

Abstract

Diabetes melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein yang dapat menyebabkan terganggunya kestabilan Indeks Massa Tubuh, Rasio Lingkar Pinggang Panggul, Kadar Gula Darah dan kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar gula darah dan kolesterol pada klien diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara indeks masa tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar gula darah dan kolesterol dengan nilai pearson correlation 0,64 dengan Sig. (2-tailed) 0,00 atau p value <0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi IMT dan RLPP klien Diabetes Mellitus maka semakin tinggi pula kadar gula darah dan kolesterol. Disarankan agar IMT dan RLPP dapat dijadikan sebagai alat atau cara yang sederhana untuk memantau gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan.
Teknik Proning Berpengaruh terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Corona Virus Disease (Covid- 19) Yayuk Puji Rahayu; Handono Fatkhur Rahman; Husnul Khotimah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1061

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit baru yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2,menyebar luas dan menimbulkan gejala ringan sampai berat, yang disebut dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Pada pasien dengan gejala berat, salah satu gejalanya adalah penurunan saturasi oksigen ≤ 92%, posisi pronasi diharapkan dapat membantu mengoptimalkan oksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik proning dengan saturasi oksigen pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain pre-experimental one group pretest – posttest dengan memberikan tindakan posisi Pronasi selama 30 menit. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah sampel adalah 30 pasien, instrumen yang digunakan pulseoxymetri untuk mengukur saturasi oksigen. Analisa bivariat menggunakan sample paired t test. Hasil uji statistik wilcoxon, perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah teknik proning dengan sampel 30 responden menunjukkan P Value = 0,00 < dari 0,05 dengan saturasi oksigen sebelum dilakukan teknik proning didapatkan rata-rata nilai 93,27% dan saturasi oksigen setelah proning pada responden didapatkan rata-rata 95,57%. Ada pengaruh teknik proning terhadap saturasi oksigen pada pasien COVID-19 di RS. dr. Abdoer Rahem Situbondo.
How does Self Efficacy of Tuberculosis Patients Correlate with the Implementation of Standard Operational Procedure of Treatment? Husnul khotimah; Fieka Aulia; Bagus Supriyadi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 1 No 1 (2019): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.412 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v1i1.34

Abstract

Tuberculosis (TBC) treatment should be consistently done by patients and be interrupted since it will: 1) have an impact on drug and bacterial resistance, 2) take longer treatment, 3) impact on saturation to patients, and 4) increase the doses of the drug. Given the complexities of the above fact, the present study was designed to uncover the correlation between self-efficacy and the implementation of standard operational procedure of treatment. A total sample of 100 respondents were recruited purposively. The instrument employed in this study was a set of questionnaire. The data were analyzed using Spearman Rank Analysis test. In this study, p-value 0,000<0,05 was obtained. The result of this study indicated that there was a relationship between self-efficacy and the implementation of standard operational procedure of treatment encountered by tuberculosis patients. Patients with pulmonary TBC who had high self-efficacy will be able to implement the standard operational procedure at home, including the ethics of coughing, environmental health, smoking prohibition, personal protective equipment, regular taking medicine and nutrition consumption. These are significant in the treatment and prevention of transmission processes. This study has set as a practical perspective in preventing transmission of Tuberculosis within families and communities. Keywords: Tuberculosis (TBC) treatment should be consistently done by patients and be interrupted since it will: 1) have an impact on drug and bacterial resistance, 2) take longer treatment, 3) impact on saturation to patients, and 4) increase the doses of the drug. Given the complexities of the above fact, the present study was designed to uncover the correlation between self-efficacy and the implementation of standard operational procedure of treatment. A total sample of 100 respondents were recruited purposively. The instrument employed in this study was a set of questionnaire. The data were analyzed using Spearman Rank Analysis test. In this study, p-value 0,000<0,05 was obtained. The result of this study indicated that there was a relationship between self-efficacy and the implementation of standard operational procedure of treatment encountered by tuberculosis patients. Patients with pulmonary TBC who had high self-efficacy will be able to implement the standard operational procedure at home, including the ethics of coughing, environmental health, smoking prohibition, personal protective equipment, regular taking medicine and nutrition consumption. These are significant in the treatment and prevention of transmission processes. This study has set as a practical perspective in preventing transmission of Tuberculosis within families and communities. Keywords: self-efficacy, knowledge level, treatment, tuberculosis patient
Reduce Anxiety Levels with the Cupping Method Husnul Khotimah; Putri Inni Khozaimah; Raudatul Jannah; Innani Kholidatul Jannah; Siti Qomariyatul Ulfa; Sumiati Aristi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i2.532

Abstract

The COVID-19 pandemic is a non-natural disaster that can have an impact on everyone's mental and psychosocial health conditions. According to WHO (2020), the emergence of a pandemic causes anxiety at various levels of society. Anxiety management consists of pharmacological and non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies that can be used is wet cupping. Cupping will stimulate the secretion of the hormone -endorphin which will have an anti-pain and anxiolytic (anti-anxiety) effect. The method used in the introduction of the cupping method as a decrease in anxiety levels is to conduct lectures and discussions which are attended by female students of the Nurul Jadid Islamic Boarding School, especially in the Az-Zainiyah Region. To respond to the COVID-19 pandemic, not a few of the community, especially in Islamic boarding schools, are experiencing concerns or feelings of anxiety, so counseling related to cupping therapy is carried out to students at Nurul Jadid Islamic Boarding School. This counseling aims to provide new knowledge to students that cupping is one way to reduce anxiety. There are 30 students from various institutions who are participants in this counseling who can understand and become new knowledge from the results of the reviews given. students were so enthusiastic to know about cupping therapy in reducing anxiety levels with some critical questions that were asked in counseling activities, with that the students had new knowledge in the health field.
Permintaan Donasi Bisnis Waralaba Dalam Etika Islam Husnul Khotimah; Nurul Huda
Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol 5 No 6 (2023): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Research and Strategic Studies Center (Pusat Riset dan Kajian Strategis) Fakultas Syariah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.209 KB) | DOI: 10.47467/alkharaj.v5i6.3724

Abstract

This paper examines the phenomena that occur in society, related to requests for donations to franchise businesses. What should have been change in the form of change was given to consumers, but in reality the cashier asked for the change to be donated, therefore this article was born so that people know and understand how to donate correctly according to Islamic law. This study uses a qualitative method of phenomenology. The research results show that; first, carrying out business activities must be in accordance with Islamic law guided by the Al-Qur'an and hadith. Second, in carrying out the activities of requesting donations, the franchise business lacks the application of Islamic ethical principles, the transaction actors also underestimate it because of the small nominal. Keywords: Islamic Business Ethics, Requests for Donations, Franchise Business
Hubungan Beban Kerja dengan Kejadian Burnout pada Perawat Ismiyanti Saputeri; Husnul Khotimah; Joko Prananto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1728

Abstract

Burnout merupakan masalah psikososial yang dapat terjadi pada berbagai macam profesi, salah satunya perawat. Burnout dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dengan kejadian burnout pada perawat di ruang covid-19 RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang covid-19 sejumlah 89 orang. Data dikumpulkan menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner NASA TLX, dan Maslach Burnout Inventory. Lembar kuesioner tidak dilakukan uji validitas dan reabilitas karena merupakan kuesioner yang sudah baku. Uji statistika yang digunakan yaitu Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa p value 0,048 yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu, . ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian burnout pada perawat covid-19 RSUD Dr. H. Koesnadi.
Senam Kegel yang Diawali dengan Do’a Terhadap Inkontinensia Urine pada Lansia Elderly Siti Raudatul Hasanah; Sri Astutik Andayani; Husnul Khotimah; Setyo Adi Nugroho; Abdul Hamid Wahid
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inkontinensia urin ialah kehilangan kontrol berkemih yang bersifat sementara atau menetap. Inkontinensia urin bukan merupakan penyakit, tetapi keluhan yang mempunyai dampak medik, psikososial dan ekonomi serta dapat menurunkan kualitas hidup lansia sehingga membutuhkan terapi non farmakologis seperti senam kegel. Tujuan penelitian ini, menganilisa adanya pengaruh senam kegel yang di awali do’a terhadap inkontinensia urine pada lansia elderly di UPT pelayanan sosial tresna werdha bondowoso. Metode penelitian menggunakan Pra Eksperiment dengan menggunakan rancangan one group pra post test design, dengan populasi 90 responden dan banyak sampel berjumlah 20 responden dengan teknik non probabillity sampling dengan pendekatan purposive sampling, dan menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik wilcoxon Signed Rank test. Menunjukkan nilai Sig 2 tailed 0,000. Kesimpulan berarti senam kegel yang diawali do’a memiliki pengaruh yang efektif dalam terapi inkontinensia urin.
PENGALAMAN REMAJA TENTANG PEMBERIAN VAKSINASI COVID -19 DI SMA TUNAS LUHUR KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO Husnul Khotimah; mifta hul jannah; S. Tauriana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3249

Abstract

Pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami, dijalani maupun dirasakan, baik sudah lama maupun yang baru saja terjadi. Imunisasi menggunakan vaksin adalah relatif aman tetapi bukan tanpa efek samping, karena sebagian orang dapat mengalami reaksi setelah imunisasi yang bersifat ringan sampai berat. Gejala KIPI disebabkan karena induksi vaksin seperti reaksi lokal (nyeri, bengkak didaerah suntikan) dan reaksi sistemik seperti demam sudah dapat perkirakan terlebih dahulu karena merupakan reaksi efek samping dan dilihat dari klinis biasanya ringan. Metode penelitian : Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan fenomonologi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tentang pemberian vaksin covid-19 di SMA Tunas Luhur Kecamatan Paiton. Sepuluh partisipan dipilih berdasarkan kriteria penelitian dan telah tersaturasi. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisa Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) di pergunakan dalam analisa data. Dua tema teridentifikasi dalam penelitian ini : (1) Respon Fisiologis setelah di vaksin (2) Respon psikologis setelah di vaksin. Respon fisiologis setelah di vaksin terdapat 3 sub tema : (1) Reaksi lokal : Nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan (2) Reaksi Sistemik : Demam, Nyeri otot seluruh tubuh, nyeri sendi, badan lemes sakit kepala. (3) Reaksi Lain. Respon psikologis terdapat 3 subtema yaitu : (1) Gejala reaksi stress akut: peningkatan detak jantung, nafas cepat, mulut kering, berkeringat, kesemutan. (2) Nasovagal : penurunan laju jantung, masalah penglihatan singkop. (3) Gejala disosiatif neurologis : kelemahan otot.  Hasil penelitian di dukung dengan fakta bahwa klien mengalami reaksi setelah di vaksin. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengalaman remaja tentang pemberian vaksin di SMA Tunas Luhur Paiton