Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Role of Insect Pests in Minapadi Systems as Natural Feed for Catfish and Their Impact on Pest Control Tien Aminatun; Budiwati; Suhartini; Rizka Apriani Putri; Arsyad Sujangka; Fardan Yusuf Ibrahim; Hasna Kamila Hanum; Genius Abid Karunia; Syfa Trinandita
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.16.1.105

Abstract

Minapadi is a term for the integrated cultivation of rice and fish. This study aimed to: (1) determine the potential of insect pests from the rice field ecosystem as a natural feed source for catfish in a Minapadi system; and (2) analyze the system's effectiveness in naturally controlling insect pest populations in rice. Three experimental plots were established: Plot A combined a rice field with acatfish pond equipped with a light trap; Plot B combined a rice field with a catfish pond without a light trap; and Plot C was a rice field alone, serving as a control. The methodology encompassed land preparation and plot layout, maintenance of rice and catfish, insect sampling, measurement of rice plant growth parameters, assessment of catfish weight and protein content, and statistical data analysis. The potential of insects as feed was indicated by the significant abundance of captured insects, categorized as either pests or natural enemies. Insect abundance across all plots increased weekly during observations. The insect pest diversity index was moderate in the integrated plots (A and B) and low in the control plot (C). The diversity index for natural enemies was moderate acrossall three plots. Statistical analysis revealed that the variation in insect pest abundance and diversity did not significantly influence the protein content levels measured in the catfish. Over all, Minapadi framework demonstrates promise as a component of integrated pest management however supplemental strategies such as light traps may be necessary to enhance control of specific pestpopulations.
Pengenalan Keragaman Vertebrata Endemik Indonesia Serta Metode Pembelajarannya Bagi Siswa dan Guru Sekolah Indonesia Bangkok Putri, Rizka Apriani; Aminatun, Tien; Suhartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v10i1.91452

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan biodiversitas yang sangat tinggi, termasuk dalam hal fauna, khususnya vertebrata. Berdasarkan hasil audiensi dengan pimpinan sekolah Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), diketahui bahwa pembelajaran biologi terutama untuk pengenalan keanekaragaman hayati Indonesia masih terbilang minim. Para guru juga mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran terkait keanekaragaman hayati terutama hewan karena kurangnya dasar keilmuan dan juga pengalaman dalam menjelaskan materi tersebut termasuk mengenai keanekaragaman fauna endemik Indonesia salah satunya kelompok vertebrata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan diversitas vertebrata endemik Indonesia kepada siswa dan guru di sekolah, sekaligus memberikan pelatihan metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pengajaran mengenai konservasi keanekaragaman hayati di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru memperoleh pengetahuan baru tentang vertebrata endemik Indonesia, guru IPA mendapatkan metode pembelajaran yang inovatif untuk diterapkan di sekolah dan pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian vertebrata endemik di kalangan siswa dan guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2025 di Sekolah Indonesia Bangkok, dihadiri oleh 18 siswa SD dan SMP serta 7 guru pendamping. Secara umum kegiatan diikuti dengan antusiasme tinggi oleh peserta terutama siswa-siswa SD dan SMP di SIB. Hasil survey menunjukkan bahwa peserta menilai positif kegiatan ini dan menginginkan adanya kegiatan lain yang serupa terutama dalam memperkaya khasanah keilmuan yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati dan konservasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi, pelatihan ini telah berhasil dalam (1) memberikan pengayaan ilmu bagi siswa dan guru tentang kenaekaragaman vertebrata endemik Indonesia (2) mendemonstrasikan metode pembelajaran untuk materi keanekaragaman hayati bagi guru dan (3) menumbuhkan kesadaran pelestarian fauna endemik Indonesia bagi siswa dan guru.
Diversity of the Cave-Dwelling Bat (Chiroptera) in the Ngobaran Coastal Area, Karst of Gunung Sewu Tatag Bagus Putra Prakarsa; Rizka Apriani Putri; Yunita Fera Rahmawati; Abdullah Dolah Dalee
Jurnal Biodjati Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v7i2.20163

Abstract

Bats (Chiroptera) are divided into two suborders (Yinpterochiroptera and Yangochiroptera). More than 50% of species of bats use caves as their roosting sites. Thus, they play a crucial role in the cave ecosystem. For that reason, they also exist as keystone species in the karst area. Gunung Sewu is one of the karst areas in Indonesia that best exemplifies tropical karst. Furthermore, Gunung Sewu is still at risk of habitat loss despite being designated as a Geopark. This study aimed to understand the diversity of bats that live in caves in the karst region of Gunung Sewu, specifically in four caves near Ngobaran Beach between April and June 2020. A harp net and misnet placed at the cave’s entrance were used to capture bats for data collection. After they were captured, the bats were identified using Morphometry and the Shannon-Wiener index. Through another index, Margalef index, the bat diversity in the four cave habitats was expressed, with a discovery that there are many different species. Based on the Jaccard similarity index, bats were categorized again using cluster analysis and the unweighted pair-group method using arithmetic averages (UPGMA). A total of nine species across five families were identified. The diversity of existing species variety was also recognized by analyzing the composition of the four cavern inhabitants. The four cave ecosystems’ bat diversity was divided into three categories: moderate variety, low similarity, and high species diversity. Except for Cekelan 1 Cave and Gebyog Cave (P=0.015), other variations did not demonstrate a meaningful difference (P0.05). This demonstrates how different each ecosystem is. Therefore, they could be classified as potentially spoiled habitats, demanding additional conservation efforts.
Pelatihan dan Pendampingan Petani dalam Budidaya Pertanian Organik dan Digital Marketing Sebagai Solusi Permasalahan Biaya Produksi dan Pemasaran Hasil Pertanian Di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo Tien Aminatun; Rizka Apriani Putri; Ponty Sya'banto Putra Hutama; Rahmatul Irfan; Suhartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo merupakan wilayah agraris, sehingga mayoritas matapencaharian masyarakat Bugel adalah sebagai petani. Berdasar hasil wawancara dengan perangkat desa, permasalahan yang dihadapi petani adalah adanya pengurangan subsidi bahan pertanian seperti pupuk dan pestisida oleh pemerintah sehingga harga bahan-bahan pertanian tersebut menjadi mahal. Permasalahan berikutnya yang diperoleh berdasarkan hasil survei dengan pengamatan di lapangan dan wawancara dengan perangkat desa adalah masalah pemasaran. Selama ini pemasaran hanya tergantung pada pedagang yang masuk ke Bugel (tengkulak) sehingga harga di tingkat petani seringkali sangat rendah. Berdasar analisis situasi di atas dan dengan dukungan referensi, maka tujuan dari kegiatan PkM Mbangun Desa ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani Kalurahan Bugel dalam hal; (1) teknologi pembuatan pupuk organik yang benar dan memenuhi standar sebagai substitusi pupuk kimia sintetik yang harganya semakin memberatkan petani; dan (2) strategi pemasaran hasil panen dengan digital marketing sehingga memperpendek alur distribusi dan semakin mendekatkan petani kepada konsumen. Kegiatan pematerian dan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari. Secara umum peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang diberikan. Hal ini juga didukung oleh survey kepuasan pelanggan dengan penilaian yang baik dari peserta. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos sudah menampakkan hasil yang cukup signifikan, dan petani telah mengaplikasikan ke lahan sawah mereka. Berdasarkan hasil laboratorium diketahui bahwa kompos yang dihasilkan dari kegiatan PkM ini memiliki kandungan zat hara yang penting untuk tanaman dan telah sesuai dengan standar SNI. Namun demikian, produk pupuk kompos organic tersebut masih perlu dioptimasikan terutama dalam mencapai kadar air dan kadar lengas yang diharapkan. Berdasar hasil yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berhasil; (1) Mengenalkan masyarakat pada teknik pembuatan kompos secara sederhana dengan memanfaatkan limbah pertanian di sekitar sawah dan ladang warga serta menghasilkan kompos yang sesuai dengan standar SNI dan (2) Melaksanakan pelatihan digital marketing yang dapat dimanfaatkan warga untuk penjualan hasil bumi dan pertanian warga di Kelurahan Bugel.