Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN REFRIGERANT HYDROCARBON TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENDINGIN TIPE AC SPLIT I Gede Andi Putra Wijaya; Gede Widayana; I Gede Wiratmaja
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i3.5703

Abstract

Kebutuhan akan refrigeran ramah lingkungan semakin meningkat seiring isu pemanasan global serta keterbatasan refrigeran hidrofluorocarbon (HFC) yang memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) tinggi. Salah satu alternatif potensial adalah refrigeran hidrokarbon R290, yang memiliki Ozone Depletion Potential (ODP) nol dan GWP sangat rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan R290 terhadap kinerja sistem pendingin tipe AC Split dibandingkan dengan R410a. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan AC Split berkapasitas 1 PK dalam ruang uji berbentuk kubus dengan dimensi 1,5 × 1,5 × 1,5 meter. Pengujian diulang sebanyak 10 kali untuk memperoleh data yang akurat dan reliabel. Variabel terikat yang dianalisis meliputi laju pendinginan ruangan dan capaian suhu kabin terendah. Data hasil eksperimen dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan kinerja mesin pendingin menggunakan dua jenis refrigeran, yaitu hydrocarbon dan hidrofluorocarbon . Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pendinginan ruangan meningkat sebesar 42,85%, capaian suhu terendah meningkat 8,44%. Temuan ini membuktikan bahwa R290 memiliki kinerja pendinginan lebih baik, efisiensi energi lebih tinggi, serta dampak lingkungan lebih rendah dibandingkan R410a. Dengan demikian, R290 layak dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti R410a pada AC Split, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan karena sifatnya yang mudah terbakar.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Budi Daya Pertanian Hortikultural Berteknologi Iot di Kawasan Geopark I Gede Adnyana; Ni Ketut Utami Nilawati; I Dewa Gede Aristana; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Widayana; Nia Erlina; Gede Arya Amerta
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103423

Abstract

Desa Terunyan merupakan desa Bali Aga di kawasan Geowisata Gunung Batur yang menghadapi permasalahan kekeringan dan kerentanan longsor. Program Kosabangsa 2024 diterapkan dengan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui dua mitra utama: Kelompok Tani “Taru Menyan” pada bidang pertanian dan Sekaha Teruna-Teruni “Yowana Kerti” pada mitigasi bencana. Metode pendekatan pelaksanaan yang digunakan bagi kelompok mitra pertama yaitu PALS (Participatory Action Learning System) berdasarkan teori Mayoux disajikan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, dengan indikator keberhasilan setiap tahap terukur. Inovasi yang diterapkan meliputi pompa air 25 HP, sistem irigasi IoT, early warning system longsor, dan pengembangan wisata geopark. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian 25%, efisiensi air 35%, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana. Program ini membentuk model smart eco-geopark village berbasis teknologi hijau dan kearifan lokal yang dapat direplikasi di desa rawan bencana lainnya. Implikasinya memperkuat arah riset dalam bidang pembangunan desa berbasis teknologi hijau (green technology) dan ketahanan iklim (climate resilience).
Pengaruh Variasi Jumlah Dan Konfigurasi Rangkaian Kelistrikan Peltier Pada Modul Termoelektrik Terhadap Performansi Cooling Box Putu Gede Widhi Mahendra; Gede Widayana; I Gede Wiratmaja
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.