Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pengganti AB MIX Pada Perangkat Hidroponik Di SMA Kebangsaan Pondok Aren Yuni Astuti; Maryanti Setyaningsih; Suci Lestari; Devi Anugrah
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p6-11

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari UHAMKA yang dilaksanakan pada tanggal  26 Januari dan 9 Februari  2019 di SMA Kebangsaan Pondok Aren, Tangerang Selatan ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi warga sekolah tersebut. SMA Kebangsaan merupakan sekolah menengah yang terdapat di Kota Tangerang Selatan yang dijadikan mitra. Sekolah ini dinilai cukup strategis sebagai sasaran kegiatan pengabdian ini karena letaknya dekat dengan pasar tradisional Ceger, dimana bahan dasar pembuatan POC berupa limbah sayur dan buah sangat melimpah. SMA Kebangsaan mempunyai instalasi hidroponik yang digunakan untuk pengaplikasian POC sebagai nutrisi alternatif pengganti AB-MIX. Tujuan pengabdian ini untuk memanfaatkan limbah pasar di sekitar lingkungan sekolah sebagai nutrisi alternatif pegganti AB MIX pada perangkat hidroponik. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan yang terdiri dari penyuluhan tentang konsep POC sebagai nutrisi alternatif penanaman secara hidroponik, praktik pembuatan POC,  dan latihan pengoperasian alat penunjang pembuatan POC, seperti pH meter, TDS/EC meter, dan timbangan digital. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah 98% peserta dapat mengolah limbah sayur dan buah menjadi POC.  Kegiatan pelatihan ini  memberikan kemudahan kepada guru dalam menerapkan proses pembuatan POC sebagai media pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi guru sebesar 85%. Kendala yang dihadapi adalah aroma asam yang menyengat dari POC yang mengganggu kenyamanan warga sekolah dan adanya belatung (larva lalat) pada POC yang membuat sebagian siswa merasa tidak nyaman untuk menggunakan POC pada instalasi hidroponik di sekolah.
KONSEP ZERO WASTE DI SEKOLAH: PENGOLAHAN SISA ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI SUMBER PANGANAN ALTERNATIF Suci Lestari; Yuni Astuti; Rizkia Suciati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.306 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5270

Abstract

Abstrak: Gerakan zero waste semakin digalakkan untuk mendukung kelestarian lingkungan karena sampah sudah menjadi permasalahan global. Sekitar 60 % dari sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik rumah tangga yang masih bisa didaur ulang. Sekolah merupakan tempat yang paling banyak menghasilkan sampah setelah industri dan pasar. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dari permasalahan sampah organik adalah gaya hidup zero waste, yaitu dengan mengolah sisa organik rumah tangga menjadi panganan alternatif. Cara pengolahan sisa organik disesuaikan dengan jenis sisa organik di lapangan,bisa diolah menjadi bubuk sayur, keripik sayur,teh, dan panganan alternatif bergizi tinggi yang lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa pelatihan teknik pengolahan sisa organik. Menghasilkan panganan alternatif yang bergizi dan dapat dijadikan salah satu sumber ekonomi bagi siswa SMK Muhammadiyah Cariu (SMKMC)-Bogor. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket di akhir kegiatan untuk melihat efektivitas pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan rata-rata hasil angket sebesar 73.78%, maka efektivitas pelaksanaan kegiatan program pengabdian di SMKMC-Bogor tergolong baik.Abstract: The zero waste movement is increasingly being encouraged to support environmental sustainability because waste has become a global problem. About 60% of the waste generated is household organic waste that can still be recycled. Schools are the places that produce the most waste after industry and markets. Therefore, the solution offered from the problem of organic waste is a zero waste lifestyle, by processing household organic waste into alternative foods. The method of processing organic waste is adjusted to the type of organic waste in the field, it can be processed into vegetable powder, vegetable chips, tea, and other alternative foods. Community service activities are carried out with counseling in the form of training on organic waste processing techniques. Producing nutritious alternative foods and can be used as an economic source for students of SMK Muhammadiyah Cariu-Bogor. Evaluation by giving a questionnaire at the end to assess the effectiveness of the activity. Based on the average questionnaire result of 73.78%, the effectiveness of community service activities at SMKM Cariu-Bogor is good.
The Analisis Hubungan Metakognitif Siswa dengan Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi Yuni Astuti; Nurul Izzah
BIOEDUSCIENCE Vol 6 No 3 (2022): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.379 KB) | DOI: 10.22236/j.bes/629095

Abstract

Background: Problem Solving is one of the 21st century skills that must be mastered by students. In biology learning, the ability of students to solve problems using their metacognitive skills to process information and knowledge to solve problems. This study aims to describe the relationship between metacognitive skills and problem-solving abilities in biology learning in class XI science. Methods: method used in this research is descriptive correlation. The sampling technique used Cluster Random Sampling with 52 sample. The instrument used in this study was a questionnaire for metacognitive skills as many as 14 statement items with a Likert Scale and an essay test instrument for problem solving abilities as many as 6 questions. The data analysis technique was carried out with the help of the SPSS verse 24 program. Results: of the hypothesis test showed that the value of the correlation coefficient R was 0.123 > 0.05 which means there is no relationship, in the regression equation Y' = 43.6 + 0.245X indicates that the relationship is positive. . In the analysis of variance (F test) the calculated F value was 0.771 with a Significant of 0.384 > 0.05 which means that it is not significant. Conclusions :it can be said that Ha is rejected and Ho is accepted, there is no significant relationship between students' metacognitive skills and problem solving abilities in learning biology. This can be due to the distance learning process that is applied to students related to the outbreak of the Covid-19 virus.
LITERASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS ZERO WASTE Yuni Astuti; Andri Hutari; Siti Dahlia; Dhanti Cynthia Prameswari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14293

Abstract

Abstrak: Slogan Kota Tangerang “Sehat dan Berdaya Saing” perlu mendapat dukungan masyarakatnya. Kurangnya pengetahuan warga untuk mengelola sampah disinyalir menjadi masalah mitra. Demi terwujudnya slogan tersebut, .RT 001 Kampung Pulo bermitra dengan UHAMKA untuk meningkatkan kesadaran warga mengurangi sampah melalui pembekalan literasi pengelolaan sampah berbasis zero waste dalam bentuk penyuluhan kepada 46 warga. Penyampaian materi dan demonstrasi olah sampah seperti manisan kulit wortel dan kaldu bubuk kulit udang. Efektivitas kegiatan dengan pengisian angket dan monev. Sebelum penyuluhan, sampah dibuang ke tempat sampah tanpa diolah. Setelah mendapat informasi dampak positif pengelolaan sampah, warga memiliki pengetahuan dan intensi (niat) untuk mengolah sampah. Rata-rata produksi sampah menurun (2 kg menjadi 1,5 kg) dengan kondisi sampah terpisah sebagian. Warga mulai memberikan minyak jelantah ke bu Nita, warga yang memiliki usaha lilin hias. Berdasarkan hasil angket, warga memberikan tanggapan baik (67,52%) kegiatan literasi pengelolaan sampah. Walaupun jumlah sampah warga mengalami penurunan yang kurang signifikan, tapi kesadaran warga sudah terlihat dari pengiriman botol plastik, kardus, dan minyak jelantah kepada relawan sampah.Abstract: Tangerang City's slogan "Healthy and Competitive" needs the support of its people. The lack of knowledge of residents to manage waste is allegedly a partner problem. In order to realize this slogan, RT. 001 Kampung Pulo partnered with UHAMKA to increase residents' awareness of reducing waste through provision of zero waste-based waste management literacy in the form of counseling to 46 residents. Delivering material and demonstrating waste processing such as candied carrot skins and shrimp shell powder broth. The effectiveness of activities by filling out questionnaires and monitoring and evaluation. Before counseling, waste is thrown into the trash without being processed. After receiving information on the positive impact of waste management, residents have the knowledge and intention to process waste. The average waste production decreases (2 kg to 1.5 kg) when the waste is partially separated. Residents started giving used cooking oil to Mrs. Nita, a resident who owns a decorative candle business. Residents respond well (67.52%) to literacy activities in waste management. Even though the amount of residents' waste has decreased less significantly, residents' awareness has been seen from sending plastic bottles, cardboard and used cooking oil to waste volunteers.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Gufron Amirullah; Ani Marlina; Anggi Yuliyani Pramita; Rizkia Suciati; Yuni Astuti
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/3266-733636

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMAN 64 Jakarta Timur. Metode: Metode yang digunakan Quasy Experimental, desain Posttest-Only Control Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 10 soal yang terintegrasi dengan empat indikator kemampuan berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originality, dan Elaboration). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar85,97 lebih besar dari kelas kontrol sebesar 70,02. Uji hipotesis melalui uji t dengan taraf signifikansi 1% diperoleh nilai thitung (8,96) dan ttabel (2,38), karena thitung> ttabel maka H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang sangat signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMA Negeri 64 Jakarta Timur.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas Berdasarkan Tingkat Akreditas Sekolah Luthpi Safahi; Budhi Akbar; Anah Selvianah; Yuni Astuti; Devi Anugrah
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/32106-1113651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains (KPS) Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kausal kompratif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Swasta di Jakarta Barat Wilayah 1 Kecamatan Cengkareng tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah ±1.680 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling dan terpilih empat sekolah SMA Swasta dua Sekolah Akreditasi A (40 orang) dan dua Sekolah Akreditasi B (40 orang). Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2016. Instrumen penelitian menggunakan tes objektif KPS yang terdiri dari 34 soal. Data penelitian dianalisis menggunakan Uji-t. Hasilnya menunjukkan thit (4,60) > ttabel (0,975) (1,99), Hipotesis ditolak, sehingga ada perbedaan keterampilan proses sains Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B.
Kemampuan Berpikir Analisis Siswa melalui Strategi Pemberian Feedback Pembelajaran Sistem Ekskresi: - Yuni Astuti; Siti Aulia Febrianti; Budhi Akbar; Luthpi Safahi
BIOEDUSCIENCE Vol 5 No 3 (2021): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/537767

Abstract

Background: The ability to think analytically is one part of higher-order thinking skills, which should be owned by students according to the reference in the curriculum. Giving feedback is one of the efforts to support students' analytical thinking skills. Methods: The research used is Quasi-Experimental, with a Posttest-Only Control Design. The sampling technique used was Cluster Random Sampling. The research instrument was used through a test in the form of a description of 6 questions integrated into three indicators of analytical thinking ability (Differentiating, Attributing and Organizing). Results: showed that the average value of posttest analytical thinking ability in the experimental class was 63.67, which was greater than the control class, which was 56.63. Hypothesis testing through t-test at the 5% significance level obtained the value of tcount = 2.13 while ttable = 2.00, it is mean that tcount > ttable then H0 is rejected. Conclusions: The conclusion that can be formulated is that giving feedback has a significant effect on students' analytical thinking skills on the excretory system material, with the highest achievement indicator of analytical thinking ability achieved by indicators attributing.
The Analisis Hubungan Metakognitif Siswa dengan Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi Yuni Astuti; Nurul Izzah
BIOEDUSCIENCE Vol 6 No 3 (2022): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/629095

Abstract

Background: Problem Solving is one of the 21st century skills that must be mastered by students. In biology learning, the ability of students to solve problems using their metacognitive skills to process information and knowledge to solve problems. This study aims to describe the relationship between metacognitive skills and problem-solving abilities in biology learning in class XI science. Methods: method used in this research is descriptive correlation. The sampling technique used Cluster Random Sampling with 52 sample. The instrument used in this study was a questionnaire for metacognitive skills as many as 14 statement items with a Likert Scale and an essay test instrument for problem solving abilities as many as 6 questions. The data analysis technique was carried out with the help of the SPSS verse 24 program. Results: of the hypothesis test showed that the value of the correlation coefficient R was 0.123 > 0.05 which means there is no relationship, in the regression equation Y' = 43.6 + 0.245X indicates that the relationship is positive. . In the analysis of variance (F test) the calculated F value was 0.771 with a Significant of 0.384 > 0.05 which means that it is not significant. Conclusions :it can be said that Ha is rejected and Ho is accepted, there is no significant relationship between students' metacognitive skills and problem solving abilities in learning biology. This can be due to the distance learning process that is applied to students related to the outbreak of the Covid-19 virus.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Gufron Amirullah; Ani Marlina; Anggi Yuliyani Pramita; Rizkia Suciati; Yuni Astuti
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/3266-733636

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMAN 64 Jakarta Timur. Metode: Metode yang digunakan Quasy Experimental, desain Posttest-Only Control Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 10 soal yang terintegrasi dengan empat indikator kemampuan berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originality, dan Elaboration). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar85,97 lebih besar dari kelas kontrol sebesar 70,02. Uji hipotesis melalui uji t dengan taraf signifikansi 1% diperoleh nilai thitung (8,96) dan ttabel (2,38), karena thitung> ttabel maka H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang sangat signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMA Negeri 64 Jakarta Timur.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas Berdasarkan Tingkat Akreditas Sekolah Luthpi Safahi; Budhi Akbar; Anah Selvianah; Yuni Astuti; Devi Anugrah
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/32106-1113651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains (KPS) Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B. Metode yang digunakan adalah deskriptif kausal kompratif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Swasta di Jakarta Barat Wilayah 1 Kecamatan Cengkareng tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah ±1.680 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling dan terpilih empat sekolah SMA Swasta dua Sekolah Akreditasi A (40 orang) dan dua Sekolah Akreditasi B (40 orang). Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Juni 2016. Instrumen penelitian menggunakan tes objektif KPS yang terdiri dari 34 soal. Data penelitian dianalisis menggunakan Uji-t. Hasilnya menunjukkan thit (4,60) > ttabel (0,975) (1,99), Hipotesis ditolak, sehingga ada perbedaan keterampilan proses sains Biologi siswa sekolah menengah atas akreditasi A dengan siswa sekolah menengah atas akreditasi B.