Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HAKIKAT DAN POTENSI MANUSIA DALAM IMPLIKASINYA PADA PENDIDIKAN ISLAM (TINJAUAN AL QUR’AN DAN HADITS) Ulfah, Atiyah; Barni, Mahyuddin; Basir, Abdul; Khairuddin, Ahmad
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 8, No 1 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v8i01.711

Abstract

Human nature and its potential is one of the important themes in Islamic education. This theme discusses who humans really are and what potential they have. In the perspective of the Qur'an and hadith, humans are noble creatures and have extraordinary potential. These potentials include the mind, heart and soul. The intellect is the human potential to think and understand. The heart is the human potential to feel and live. The soul is the human potential for action and will. These three potentials must be developed optimally so that humans can achieve the perfection of their lives. An understanding of human nature and its potential is very important for Islamic educators. This understanding will help educators to understand the needs and characteristics of students. Thus, educators can provide education that is appropriate and in accordance with the potential of students.
Fitrah dan Perkembangan Manusia Dalam Al-Qur’an dan Hadis (Tinjauan Filsafat Pendidikan Eksistensialis) Assya'bani, Ridhatullah; Mahyuddin Barni; Abdul Basir; Ahmad Khairuddin
Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Vol. 25 No. 1 (2025): Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.v25i1.6366

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada—apa yang disebut oleh Ziauddin Sardar sebagai—global problematique, problem yang terintegrasi dengan berbagai peristiwa global. Situasi ini tanpa disadari telah melupakan fitrah dan bagaimana seharusnya manusia dalam perkembangannya yang kemudian mengakibatkan krisis eksistensial yang pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah yang diakibatkan manusia. Usaha untuk melakukan perubahan pada akhirnya menjadi utopis dan nyaris mustahil. Gagasan dalam Filsafat Pendidikan Eksistensialis dinantikan untuk menjadi tawaran alternatif bagi kemelut ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggali kembali fitrah dan perkembangan manusia yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis agar menumbuhkan eksistensi manusia sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah. Dengan menggunakan kajian pustaka (library research) bertujuan untuk mengkaji fitrah dan perkembangan manusia dalam al-Qur’an dan Hadis dalam bingkai Filsafat Pendidikan Eksistensialis. Dari kajian ini menghasilkan bahwa secara fitrah, manusia diposisikan dan menyadari bahwa dirinya sebagai khalifah dimuka bumi untuk selalu beribadah kepada Allah SWT dan menjaga kelangsungan kehidupan. Dalam perkembangannya, manusia harus membekali dirinya dengan pikiran yang jernih dan character building
The role of the family in facilitating innovation and change: Family communication in forming the identity of the alpha generation Rismayanti, Rismayanti; Mailin, Mailin; Rubino, Rubino; Khairuddin, Ahmad
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i2.1383

Abstract

The digital era creates a complex environment for Generation Alpha, immersed in technology from birth. This study aims to investigate how families, through communication patterns, facilitate innovation and healthy identity formation amidst the pressures of digital culture. Using a qualitative approach with a multi-family case study design with six subjects, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and analysis of communication artifacts. The results show that democratic and participatory communication patterns are significantly correlated with children's innovative capacity. Families that adopt a concept-oriented approach, emphasizing the exchange of ideas and the appreciation of differing opinions, are able to produce individuals with greater cognitive flexibility and resilience. Key findings identify psychological safety as a crucial mediator, enabling families to function as "identity laboratories" where children experiment with digital personas before consolidating authentic identities. The study concludes that transforming parents' roles into digital mentors is crucial for bridging the generation gap through active mediation. By integrating family values and digital influences, children can become thoughtful innovators and responsible digital citizens.
The Effectiveness of Students' Time Management in Aligning Academic Tasks and Al-Qur'an Memorization at Ma'had Aly Al-Mubarak Siddik, Ananda; Khairuddin, Ahmad
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.688

Abstract

Abstrak Penelitian tentang manajemen waktu dalam pendidikan tinggi telah berkembang cukup luas, tetapi kajian yang secara spesifik menelaah efektivitas pengelolaan waktu mahasantri dalam konteks pendidikan berbasis pesantren, khususnya dalam menyelaraskan tuntutan akademik dan hafalan Al-Qur’an, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas manajemen waktu mahasantri di Ma’had Aly Al-Mubarak dalam menyeimbangkan tugas akademik dan hafalan Al-Qur’an, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan mahasantri, musyrif, dan pengelola Ma’had. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen waktu tampak pada kemampuan mahasantri dalam menetapkan prioritas, mengalokasikan waktu secara proporsional antara kegiatan akademik dan muroja’ah, serta menjaga kedisiplinan dalam pelaksanaan jadwal harian. Temuan ini juga menunjukkan adanya keterkaitan erat antara manajemen waktu dan pembelajaran yang diregulasi diri, terutama dalam aspek perencanaan, pengendalian diri, dan evaluasi belajar. Faktor pendukung utama meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, pendampingan musyrif, dan motivasi intrinsik, sedangkan hambatan yang muncul mencakup kelelahan fisik, beban akademik, dan inkonsistensi dalam menjalankan jadwal. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian manajemen waktu dan self-regulated learning dalam konteks pendidikan Islam, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pembinaan mahasantri yang lebih efektif. Kata Kunci: Manajemen Waktu; Self-Regulated Learning; Hafalan Al-Qur’an; Pendidikan Berbasis Pesantren; Disiplin. Abstract Research on time management in higher education has developed considerably; however, st udies specifically examining the effectiveness of time management among mahasantri in Islamic boarding school education, particularly in balancing academic demands and Qur’an memorization, remain limited. This study aims to analyze the effectiveness of time management among mahasantri at Ma’had Aly Al-Mubarak in balancing academic tasks and Qur’an memorization, while also identifying its supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving mahasantri, musyrif, and Ma’had administrators. The findings reveal that effective time management is reflected in the ability of mahasantri to set priorities, allocate time proportionally between academic activities and muroja’ah, and maintain discipline in implementing daily schedules. The study also indicates a close relationship between time management and self-regulated learning, particularly in the aspects of planning, self-control, and learning evaluation. The main supporting factors include a conducive pesantren environment, guidance from musyrif, and intrinsic motivation, while the primary obstacles include physical fatigue, academic workload, and inconsistency in following schedules. This study contributes to the enrichment of time management and self-regulated learning literature in the context of Islamic education and offers practical implications for developing more effective mahasantri guidance programs. Keywords: Time Management; Self-Regulated Learning; Qur’an Memorization; Islamic Boarding School Education; Discipline
The Role of the Muhammadiyah Student Associationin Forming Students' Morals At Mts Aisyiyah Binjai Dwi Andini; Ahmad Khairuddin
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.708

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berkontribusi terhadap pembentukan moral siswa di MTs Aisyiyah Binjai, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berfungsi sebagai ruang sosialisasi moral berbasis siswa melalui teladan, interaksi sesama siswa, dan kegiatan organisasi yang terstruktur, di mana siswa diberi otonomi dalam mengelola program dan terlibat dalam pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan seperti MABITCA, Muhadharah, dan Gerakan Anti-Sampah (GAS) menyediakan konteks untuk internalisasi nilai-nilai keagamaan, sosial, dan lingkungan dalam praktik kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembentukan moral terjadi melalui pola kepemimpinan teladan dan interaksi sesama siswa yang mendukung pengembangan disiplin, etika komunikasi, dan kesadaran keagamaan pada siswa, meskipun proses ini dipengaruhi oleh beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dan faktor eksternal seperti media sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian organisasi siswa sebagai mekanisme pembentukan moral dalam pendidikan Islam, khususnya melalui pendekatan berbasis teman sebaya dan praktik langsung. Keywords: Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Organisasi Pelajar, Pembentukan Moral, Pendidikan Islam Abstract This study aims to examine how the Muhammadiyah Student Association (IPM) contributes to the formation of students' moral character (akhlak) at MTs Aisyiyah Binjai, as well as to identify the supporting and constraining factors influencing its implementation. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings suggest that IPM operates as a student-led moral socialization space through role modeling, peer interaction, and structured organizational activities, where students are given autonomy to manage programs and engage in experiential learning. Activities such as MABITCA, Muhadharah, and the Anti-Waste Movement (GAS) provide contexts for the internalization of religious, social, and environmental values in everyday school practices. The study further indicates that moral formation is shaped through exemplary leadership and peer-based interaction, which supports the development of discipline, communication ethics, and religious awareness among students, although this process is influenced by constraints such as limited time and external factors including social media. This study contributes to the literature by positioning student organizations as mechanisms of moral formation in Islamic education through peer-based and practice-oriented approaches. Keywords: Muhammadiyah Student Association (IPM), Student Organization, Moral Formation, Islamic Education