Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP KEPRIBADIAN SISWA SD Nadila Amalia; Febri Fajar Pratama; Deni Chandra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7284

Abstract

This study aims to analyze the impact of parental guidance on the personalityofstudent at SDN Balandongan, Tasikmalaya Regency. The issue raised is thedependence of children on their parents during the learning process, which canaffect their personality develovment. The methodology used is a desciptivequalitative approach, with data collection through observasion, interviews, anddocumentation. The research subjects consist of one second-grade student, theirparents, and the class teacher. The results indicate the intensive parentalguidance significantly influences the students personalities. Children who arealways accompanied then to be less confident, shy, and dependent one theirparentes. In contrast, students who do not receive intensive guidance show amore independent, cheerful personality and are active in interacting with theirpeers and teachers. Furthermore, appropriate guidance can enhance children’sindependence and discipline, while inadequate guidance petterns can hinder theirsocial and emotional development. This research emphasizes the importance ofparental roles in suppoting the development of student personalities, as well as theneed for synergy between parents and school to create a conducive learningenvironment.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DEBATE PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS V SDN 3 SUMELAP Rengganis; Febri Fajar Pratama; Rizki Hadiwijaya Zulkarnaen
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7595

Abstract

This study aims to enhance the emotional intelligence of fifth-grade students atSDN 3 Sumelap by implementing a debate learning model in Pancasila Education.Emotional intelligence is considered a crucial aspect of student characterdevelopment, encompassing self-awareness, self-control, motivation, empathy,and social skills. The research method used was Classroom Action Research(CAR), implemented in two cycles, each encompassing planning, implementation,observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews,and documentation, and analyzed qualitatively and quantitatively. The resultsshowed that the use of the debate model significantly improved studentsemotional intelligence, as indicated by increased active participation, ability toexpress opinions, and emotional control during the learning process. Therefore,the debate model can be used as an effective alternative learning strategy toimprove students emotional intelligence in Pancasila Education.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Whole Brain Teaching Pada Pembelajaran PPKn SD Lilis Lilis; Winarti Dwi Febriani; Febri Fajar Pratama
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22021/pacu.v3i1.341

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa pada pembelajaran PPKn materi keberagaman karakteristik individu kelas IV SDN Guha, dari jumlah 27 siswa hanya 10 siswa yang memiliki motivasi belajar dalam kategori baik (37,07%) dan 17 siswa (62,96%) memiliki motivasi belajar dalam kategori rendah. Alternatif penyelesaian masalah dengan menerapkan model pembelajaran whole brain teaching pada pembelajaran PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran whole brain teaching pada pembelajaran PPKN materi keberagaman karakteristik individu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas IV SDN Guha dengan jumlah siswa 27 siswa 16 laki-laki dan 11 orang perempuan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran whole brain teaching dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran PPKn materi keberagaman karakteristik individu pada siswa kelas IV SDN Guha. Dari hasil penelitian pada siklus I terdapat 17 siswa yang memiliki motivasi belajar dalam kategori baik (62,96%) dan 10 siswa memiliki motivasi belajar dalam kategori rendah. Siklus II terdapat 24 siswa (88,88%) memiliki motivasi belajar dalam kategori baik dan 3 siswa (11,11%) memiliki motivasi belajar dalam kategori rendah. Dengan demikian model pembelajaran whole brain teaching mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PPKn di SD Guha.
Penerapan Model Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pelajaran PPKn Di Kelas VI SD Anti Siti Fatmala; Hatma Heris Mahendra; Febri Fajar Pratama
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22021/pacu.v3i1.346

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keaktifan siswa kelas VI-A SD Negeri 2 Setiamulya yang rendah, dari jumlah siswa 39 orang hanya 8 siswa (20,51%) yang sudah memenuhi indikator keaktifan, sedangkan 31 siswa (79,49%) belum memenuhi indikator keaktifan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dengan menerapkan model Snowball Throwing pada mata pelajaran PPKn di kelas VI-A SD Negeri 2 Setiamulya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI-A SD Negeri 2 Setiamulya dengan jumlah 39 siswa, 12 laki-laki dan 18 orang perempuan. Dari hasil penelitian pada siklus I diperoleh hasil persentase keaktifan siswa yaitu 48,71% dengan kategori “cukup baik”. Siklus II diperoleh hasil persentase keaktifan siswa yaitu 87,17% dengan kategori “baik”. Dengan demikian model Snowball Throwing mampu meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas VI-A SD Negeri 2 Setiamulya.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Group Investigation(GI) Siswa Sekolah Dasar Anisa Nisatul Muharam; Fajar Nugraha; Febri Fajar Pratama
Jurnal Pacu Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : PGSD UNU NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22021/pacu.v3i1.351

Abstract

Tujuan penelitiann ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS pada materi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam dengan menggunakan model group investigation(GI). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan prosedur penelitian perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan model group investigation(GI) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS pada materi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam. Persentase kenaikan keaktifan siswa pada siklus I sebesar 58,08% dengan kategori “cukup baik” dan untuk siklus II sebesar 85,41% dengan kategori “sangat baik”. Peningkatan hasul belajar untuk persentase jumlah siswa pada siklus I yaitu sebesar 52,08% (25 siswa), dan pada siklus II meningkat menjadi 81,25% (39 siswa) dari 48 siswa.
Kajian Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam Membentuk Sikap Moral Kewarganegaraan Febri Fajar Pratama; T Heru Nurgiansah; Raisa Rafifiti Choerunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3449

Abstract

AbstrakMasyarakat Sunda kental dengan nuansa nilai-nilai filosofis kehidupan yang di dalamnya mencakup aspek hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Kearifan masyarakat Sunda tersebut dapat tercermin dari laku lampah, papatah atau paribasa, dan kabuyutan yang terikat dengan sistem tritangtu. Nilai-nilai karakter masyarakat Sunda yang ingin dikaji dalam penelitian ini berfokus pada karakter cageur, bageur, pinter, bener, singer. Kelima karakter tersebut dianggap dapat menjadi pembentuk sikap moral kewarganegaraan yang meliputi tiga muatan utama pendidikan kewarganegaraan, yakni: (1) Civic Knowledge; (2) Civic Skill; dan (3) Civic Disposition. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji karakter kearifan lokal masyarakat Sunda dalam membentuk sikap moral kewarganegaraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi etnopedagogi melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal dan buku. Hasil dari kajian ini mengungkapkan bahwa karakter kearifan lokal masyarakat Sunda memiliki makna yang sangat dalam. Setiap karakternya dapat merepresentasikan prilaku ideal sikap moral warga negara.Kata Kunci: Moral kewarganegaraan, Kearifan Lokal, Masyarakat Sunda. AbstractSundanese society is identical with nuances of philosophical values of life which include aspects of the relationship between God, humans, and nature. The wisdom of the Sundanese people can be reflected in the practice of lampah, papatah or paribasa, and kabuyutan which are tied to the tritangtu system. The character values of the Sundanese people who want to be studied in this study focus on the characters of cageur, bageur, pinter, bener, singer. The five characters are considered to be able to form the moral attitude of citizenship which includes three main contents of civic education, namely: (1) Civic Knowledge; (2) Civic Skills; and (3) Civic Disposition. The purpose of this study is to examine the character of the local wisdom of the Sundanese people in shaping the moral attitude of citizenship. The method used in this research is an ethnopedagogical study through a descriptive qualitative approach by analyzing secondary data sourced from journal articles and books. The results of this study reveal that the character of local wisdom of the Sundanese people has a very deep meaning. Each character can represent the ideal behavior of citizens' moral attitudes.Keywords: Moral Citizenship, Local Wisdom, Sundanese People.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukarasa melalui Kolaborasi Lintas Bidang Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Febri Fajar Pratama; Syahik Najil Zibran; Syarla Almira; Herawati Herawati; Mawardah Mawardah; Rafly Rachman; Haidar
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i1.2691

Abstract

Sustainable rural development requires active community participation and cross-sector collaboration to strengthen local social and economic capacity. Sukarasa Village, Salawu District, Tasikmalaya Regency, has considerable untapped potential. This community service program aims to enhance residents' capacity and wellbeing through participatory and collaborative approaches. In 2025, Universitas Perjuangan Tasikmalaya's Community Service Team conducted a Community Service (KKN) initiative emphasizing six key areas: education, health, economy, environment, institutional development, and disaster mitigation. A descriptive participatory approach using Participatory Rural Appraisal (PRA), observation, and interviews was applied to identify community needs. The results indicate improvements in literacy, health awareness, economic independence, environmental concern, and disaster preparedness. Cross-sector collaboration effectively strengthened village capacity and supported the achievement of SDGs 3, 4, 8, and 13.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Nurapni Juliati; Febri Fajar Pratama; Hatma Heris Mahendra
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14220

Abstract

The learning of Natural and Social Sciences (IPAS) in grade IV of SDN 2 Pengadilan is still dominated by one-way lecturing, causing students to be passive and to achieve less than optimal learning outcomes, particularly on the topic of buying and selling as a way of fulfilling needs. Prior studies on the Role Playing method are abundant, yet most focus on Social Studies (IPS), while research on its effect on IPAS a subject newly introduced under the Merdeka Curriculum for fourth-grade students remains scarce. This study's novelty lies in applying the Role Playing method specifically within the IPAS learning context, aiming to describe its effect on the IPAS learning outcomes of fourth-grade elementary school students. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method employing a Nonequivalent Control Group Design involving an experimental group and a control group of fourth-grade students at SDN 2 Pengadilan. Learning outcome data were collected through tests that had been tested for validity and reliability, then analyzed using prerequisite tests and the Independent Sample T-Test. The results showed that the increase in learning outcomes of the experimental group taught with the Role Playing method was higher and significantly different from the control group taught with conventional learning. These findings confirm that the Role Playing method has a significant effect on the IPAS learning outcomes of fourth-grade elementary school students and can be used as an alternative, more active and meaningful learning variation, contributing new empirical evidence on Role Playing in the still-underexplored IPAS subject. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 2 Pengadilan masih didominasi oleh metode ceramah satu arah sehingga siswa cenderung pasif dan hasil belajarnya belum optimal, khususnya pada materi kegiatan jual beli sebagai salah satu cara pemenuhan kebutuhan. Penelitian mengenai metode Role Playing telah banyak dilakukan, namun sebagian besar berfokus pada mata pelajaran IPS, sedangkan kajian mengenai pengaruhnya terhadap hasil belajar IPAS sebagai mata pelajaran baru dalam Kurikulum Merdeka pada siswa kelas IV sekolah dasar masih sangat terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Role Playing secara khusus dalam konteks pembelajaran IPAS, sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh metode Role Playing terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas IV SDN 2 Pengadilan. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji prasyarat serta uji hipotesis Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar kelompok eksperimen yang menerapkan metode Role Playing lebih tinggi dan berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa metode Role Playing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar dan dapat dijadikan alternatif variasi pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna, sekaligus melengkapi kajian empiris tentang penerapan Role Playing pada mata pelajaran IPAS yang masih jarang diteliti.