Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Kebijakan Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Airawati, Maria Nooza; Fauzi, Ibnu; Mardiatno, Djati; Khakhim, Nurul
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v13i2.12487

Abstract

Udang vaname merupakan komoditas unggul Kabupaten Purworejo. Budi daya ini dilaksanakan oleh masyarakat lokal yang berada di wilayah pesisir Kecamatan Grabag, Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Purwodadi. Kegiatan budi daya udang saat ini diakomodir Peraturan Daerah No. 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purworejo tahun 2011 - 2031. Budi daya udang vaname menyebabkan sejumlah dampak negatif dengan timbulnya pencemaran limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan limbah dari tambak untuk mendukung keberlanjutan usaha budi daya udang vaname. Status keberlanjutan ditentukan berdasarkan lima dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, hukum dan kelembagaan serta teknologi. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan survey dan wawancara petambak yang ada di wilayah pesisir kemudian diolah menggunakan RAPFISH MDS. Jumlah responden yang diwawancarai ditentukan berdasarkan teknik sampling yang dikembangkan oleh Issac dan Michael yaitu 182 responden dengan tingkat kesalahan 5% yang kemudian dibagi sesuai dengan proporsi total petambak di 3 kecamatan. Responden dipilih menggunakan metode random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Mei 2021 hingga Bulan Juni 2022. Dimensi yang kurang berkelanjutan menjadi titik berat dalam perumusan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keberlanjutan usaha budi daya udang vaname di Kabupaten Purworejo sebesar 54,12 dan termasuk kategori cukup berkelanjutan. Dimensi yang statusnya kurang berkelanjutan adalah hukum dan kelembagaan serta teknologi. Untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak udang, diperlukan kebijakan yang mengarah pada penguatan dimensi hukum dan kelembagaan berupa upaya mendapatkan kepastian hukum mengenai status tanah tambak serta penggunaan teknologi pengolahan limbah yang efisien dan sederhana. Title: Policy Analysis of Sustainability of Vanammei Shrimp Farming in Purworejo Regency, Central JavaVaname shrimp is a superior commodity in Purworejo Regency. This cultivation is carried out by local communities in the coastal areas of Grabag, Ngombol and Purwodadi Subdistrict. Shrimp cultivation are currently accommodated by Regional Regulation Number 27 of 2011 concerning Purworejo Regency Regional Spatial Planning for 2011 - 2031. Vaname shrimp cultivation causes negative impacts by generating waste pollution. This research aims to analyze the problem of waste from ponds to support the sustainability of vaname shrimp cultivation. Sustainability status is determined based on five dimensions, namely ecological, economic, social, legal institutional and technological. The primary data collection method was carried out by surveying and interviewing farmers in coastal areas and then processing it using RAPFISH MDS. The number of respondents interviewed was determined based on the sampling technique developed by Issac and Michael, namely 182 respondents with an error rate of 5%, which was then divided according to the total proportion of farmers in the three sub-districts. Respondents were selected using a random sampling method. The research was carried out from May 2021 to June 2022. The research results show that the sustainability index for vaname shrimp cultivation in Purworejo Regency is 54.12 (quite sustainable category). Dimensions whose status is less sustainable are legal and institutional and technological. To maintain the sustainability of the shrimp farming, policies are needed to strengthen the legal and institutional dimensions to obtain legal certainty regarding the status of pond land and the use of efficient and straightforward waste processing technology. 
Pemetaan Dinamika Perubahan Tutupan Kawasan Mangrove Berbasis Pendekatan Komputasi Awan di Teluk Pacitan: Mapping of The Dynamic Changes Coverage of Mangrove Area Based on A Cloud Computation Approach in Pacitan Bay Hasrul, Ahmad; Khakhim, Nurul; Suadi, Suadi
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i1.279

Abstract

Mangrove sebagai kawasan yang dicirikan sebagai lahan basah di wilayah intertidal di sepanjang garis pantai memiliki peran penting bagi kehidupan dan penghidupan manusia karena layanan yang diberikannya sebagai daerah pemijahan ikan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), daerah pentangkapan ikan (fishing ground), serta cagar alam, retensi sedimen dan pelindung alami terhadap berbagai bencana alam seperti siklon dan tsunami. Peran penting tersebut belum terjaga dengan memadai sehingga dibeberapa lokasi di belahan bumi kawasan mangrove mengalami penyusutan akibat proses antropogenik maupun perubahan lingkungan global. Monitoring secara berkala diperlukan untuk menjaga ekosistem mangrove. Penginderaan jauh menjadi metode yang efektif dalam memetakan areal mangrove secara cepat dan efisien, terutama dengan berkembangnya teknologi pemetaan berbasis komputasi awan (cloud computing). Melalui perangkat google earth engine (GEE) artikel ini melakukan studi di Teluk Pacitan dengan ekstraksi terhadap luasan tutupan mangrove pada tahun 2016 sampai dengan 2022 menggunakan citra satelit Sentinel-2 MSI Level-2A, dengan menggunakan algoritma random forest. Luasan mangrove yang dapat diekstraksi adalah 0,57 Hektar di tahun 2016 dan meningkat menjadi 2,2 hektar di tahun 2022. Berdasarkan sampel yang digunakan, dipilih 80% dari total sampel digunakan untuk training, dan 20% untuk testing. Berdasarkan hasil perhitungan Validation overall accuracy, hasil ekstraksi tahun 2016 mencapai nilai 0,996, dan pada tahun 2022 mencapai nilai 0,966.
Variasi Sentimen Pantai Wisata dari Tweet Berbahasa Indonesia: Studi Kasus: Pantai Wisata Di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul Wicaksono, Arief; Khakhim, Nurul; Farda, Nur Mohammad
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v6i1.326

Abstract

Twitter menjadi wadah bagi netizen untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya terhadap situasi yang terjadi di masyarakat, termasuk fenomena pembatasan berkerumun dan bepergian untuk wisata. Analisis sentimen menjadi pendekatan untuk memperoleh, mengubah, dan menginterpretasi pendapat netizen dalam tweet mengenai pantai wisata. Penelitian ini mengkaji ketersediaan data Twitter untuk analisis variasi sentimen pantai wisata di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul pada tiga periode analisis, yaitu sebelum Covid-19, selama penutupan lokasi wisata, dan setelah pembukaan kembali lokasi wisata. Crawling tweet dilakukan dengan menjalankan script Python GetOldTweets. Kata kunci pencarian tweet menggunakan nama pantai yaitu Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Cemara Sewu, Pelangi, dan Depok. Analisis sentimen dilakukan dengan metode lexicon-based menggunakan kosa kata positif dan negatif berbahasa Indonesia yang disusun oleh masdevid. Kata dominan pada tweet setiap pantai wisata divisualisasikan dengan wordcloud. Tweet yang digunakan untuk analisis hanya sebanyak 4.848 tweet (25,64%) dan tidak satupun memuat informasi koordinat. Isi tweet bervariasi mulai dari ciri khas, daya tarik wisata, kenangan netizen, serta fenomena yang terjadi di pantai wisata. Sentimen semua pantai wisata, selain Pantai Parangkusumo, pada tiga periode analisis bervariasi dan cenderung memiliki sentimen negatif setelah pembukaan wisata. Pantai Parangkusumo selalu memiliki sentimen positif pada tiga periode analisis.
Groundwater Identification Employing Electromagnetic Very Low Frequency (EM-VLF) Technology for Drought Mitigation in Keben Village, Tambakromo District, Pati Regency, Central Java Province Khakhim, Nurul; Adji, Tjahyo Nugroho; Febriarta, Erik
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 4 (2025): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.101753

Abstract

Groundwater potential can be effectively assessed through geophysical surveys utilizing the Very Low Frequency (VLF) electromagnetic method. This technique employs low-frequency electromagnetic waves (15–30 Mhz) to detect subsurface conductive lithologies indicative of groundwater presence. This study, conducted in Bugel Hamlet, Keben Village, Tambakromo District, Pati Regency, Central Java, aimed to delineate the spatial distribution and depth of potential groundwater resources. The region faces intensifying drought conditions; in 2023, the affected population rose from 26,791 to 37,114. Furthermore, Tambakromo presents complex geological challenges, with lithology dominated by consolidated rocks (claystone, marl, and sandstone) of the Lidah and Mundu Formations. Consequently, existing aquifer systems exhibit low productivity and limited discharge rates (< 5 liters/second) due to the impermeability of the host rocks. VLF measurements revealed conductive anomalies at depths ranging from 26.4 to 60 meters, suggesting the presence of a potential aquifer. This layer is interpreted as coarse-grained sandstone intercalated with clay, overlying a claystone bedrock. Based on this interpretation, specific coordinates were recommended for drilling. The study concludes that the Bugel area possesses a minimum groundwater potential of 3,500 liters per hour with good water quality and a dissolved solids content of 24%. Drilling at the recommended site yielded coarse sand, confirming the existence of an unconsolidated aquifer with high porosity and sustainable reserves. Project sustainability relies on collaboration between the village administration and the local farming community. Future development plans propose storing extracted water in reservoirs for distribution via piping systems to irrigate agricultural land, thereby breaking the cycle of annual water crises and enhancing local economic resilience.