Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Karakteristik Kuantitas Konten Seluler Apus Mukosa Bukal Antara Perokok dan Non Perokok Azlia Salsabila Rahadian Putri; Kharisma, Yuktiana; Rachmawati, Meike
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10688

Abstract

Abstract. Cigarettes are a health problem that is the main focus in Indonesia, Indonesia is still in 3rd place with the highest number of smokers in the world. The habit of consuming cigarettes can cause serious problems such as stroke, cancer and coronary heart disease. Long-term exposure to dangerous compounds in cigarettes such as tar, nicotine, bensopyrene can cause dysplasia that occurs in the mucosal epithelium of the oral cavity. This study aims to see differences in the quantity of cellular content of buccal mucosal smears between smokers and non-smokers. This research uses an analytical observational method through an approachcross sectional which was carried out on 20 people in the work environment of Bandung Islamic University. Data were obtained from the results of buccal mucosal swabs stained with dyepap smear(Pap) and observed under a light microscope. Data were analyzed using univariate and bivariate tests and tests were carried outT Independent andmann whitney. This research found that the characteristics of non-smokers were an average age of 46 years, a bachelor's degree, married with a middle income. Characteristics of smokers, the average age is 38 years, high school education, married with low income, Ujit independent get no difference in cell numbers between smokers and non-smokers, testmann whitney shows that there is a difference in the number of lymphocyte cells between the two populations with a P value of 0.009 (<0.05). Smoking does not cause changes in the quantity of cellular content of the buccal mucosa, but smoking can cause chronic inflammation and lead to mutations and malignancy in buccal mucosal cells. Abstrak. Rokok merupakan masalah kesehatan yang menjadi fokus utama di Indonesia, Indonesia masih menempati posisi ke 3 dengan angka perokok tertinggi di dunia. Kebiasaan mengkonsumsi rokok dapat menyebabkan masalah serius seperti stroke, kanker, dan penyakit jantung koroner. Paparan jangka panjang terhadap senyawa berbahaya dalam rokok seperti tar, nikotin, bensopiren dapat menimbulkan displasia yang terjadi pada epitel mukosa rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kuantitas konten selular apus mukosa bukal antara perokok dan non perokok. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 20 orang di lingkungan kerja Universitas Islam Bandung. Data diperoleh dari hasil swab mukosa bukal yang diwarnai oleh pewarna papanicolaou (Pap) dan diamati dibawah mikroskop cahaya. Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dan dilakukan uji T Independent dan mann whitney. Penelitian ini didapatkan karakteristik non perokok berusia rata rata 46 tahun, berpendidikan S1, sudah menikah dengan penghasilan menengah. Karakteristik perokok rata-rata berusia 38 tahun, berpendidikan SMA, sudah menikah dengan pendapatan rendah, Uji t independent mendapatkan tidak adanya perbedaan jumlah sel antara perokok dan non perokok, uji mann whitney menunjukan adanya perbedaan jumlah sel linfosit antara kedua populasi dengan nilai P sebesar 0.009 (<0.05). Merokok tidak menyebabkan perubahan kuantitas konten selular mukosa bukal, namun merokok dapat menyebabkan inflamasi kronis dan mengarah ke mutasi dan berujung keganasan pada sel mukosa bukal.
Hubungan Derajat Merokok dengan Gambaran Manifestasi Inflamasi Kronik pada Rongga Mulut Perokok Raissa Khais Azmi; Kharisma, Yuktiana; Damayanti, Meta Maulida
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10847

Abstract

Abstract. Smoking is a major health problem that is considered the leading cause of preventable death in many countries. Tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, stomatitis, gingivitis, and dental caries are some of the negative effects on oral health that smoking can cause. Aim of this study was to determine how the degree of smoking correlates with symptoms of chronic inflammation in the oral cavity of people who smoke. This research was designed quantitatively using a cross-sectional approach. Focus of the research is young adults who actively smoke who work at the Bandung Islamic University (UNISBA) in 2023. The total number of respondents for this research is 60 respondents. The instrument used is a questionnaire that shows the degree of smoking and signs of chronic inflammation. Data obtained were analyzed using the Pearson correlation test. Results of this study show that among young adult active smokers working at Bandung Islamic University, there is a significant correlation between the degree of smoking and dental caries (respectively p=0.015 and p=0.002), but there is no correlation between stomatitis (p=0.152). Conclusion of this study is that chronic inflammatory manifestations of dental caries and gingivitis are associated with the degree of smoking. Cigarette smoke remaining in the mouth for a long time reduces the amount of saliva, making the oral cavity and teeth more susceptible to caries. In addition, cigarette ingredients can affect the connective tissue and gingival epithelium, increasing the likelihood of gingivitis. Abstrak. Kebiasaan merokok adalah masalah kesehatan utama yang dianggap sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah di berbagai negara. Kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, stomatitis, gingivitas, dan karies gigi adalah beberapa efek negatif pada kesehatan mulut yang dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana derajat merokok berkorelasi dengan gejala inflamasi kronis pada rongga mulut orang yang merokok. Penelitian ini dirancang secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Fokus penelitian adalah orang dewasa muda yang aktif merokok yang bekerja di Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada tahun 2023. Jumlah total responden penelitian ini 60 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang menunjukkan derajat merokok serta tanda inflamasi kronik. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada individu perokok aktif dewasa muda tenaga kerja di Universitas Islam Bandung, terdapat korelasi signifikan antara derajat merokok dan karies gigi (berturut-turut p=0,015 dan p=0,002), tetapi tidak ada korelasi antara stomatitis (p=0,152). Simpulan dari penelitian ini, manifestasi inflamasi kronik karies gigi dan gingivitis dikaitkan dengan derajat merokok. Asap rokok menetap di mulut selama waktu yang lama mengurangi jumlah saliva, membuat rongga mulut dan gigi lebih rentan terhadap karies. Selain itu, kandungan rokok dapat mempengaruhi jaringan ikat dan epitel gingiva, meningkatkan kemungkinan gingivitis.
Karakteristik Klinis pada Pasien Limfadenitis Granulomatus Non-Tuberkulosis di RS Muhammadiyah Bandung Fasyah Rizki Putri; Kharisma, Yuktiana; Rachmawati, Meike
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12531

Abstract

Abstract. Tuberculosis disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis is a global health problem with more than 10 million cases reported by the World Health Organization (WHO) throughout the world. Indonesia also has a significant prevalence rate, especially pulmonary TB, which is ranked fourth highest globally. This study aims to gain a comprehensive understanding of the clinical characteristics of non-tuberculous granulomatous lymphadenitis patients at the Muhammadiyah Hospital in Bandung. This research uses a descriptive method, with research time from January-December 2022. The sample for this research is medical record data from patients with non-tuberculous granulomatous lymphadenitis at Muhammadiyah Hospital in Bandung who meet the inclusion criteria using total sampling. The results of this research were 46 people, but only 40 people met the inclusion criteria. This study discusses the clinical characteristics of patients with non-tuberculous granulomatous lymphadenitis. From this research, it can be concluded that the clinical characteristics based on age are 22-31 years, based on gender the majority are women, the most frequent location of the KGB is the right neck and the symptoms that often appear are pain in the lump, fever and shortness of breath. Abstrak. Penyakit tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan masalah kesehatan global dengan lebih dari 10 juta kasus dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) di seluruh dunia. Indonesia juga memiliki tingkat prevalensi yang signifikan, terutama TBC paru yang menduduki peringkat global tertinggi keempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang karakteristik klinis pada pasien limfadenitis granulomatus non-tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode descriptive, dengan waktu penelitian dari Januari-Desember 2022. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien limfadenitis granulomatous non tuberkulosis di RS Muhammadiyah Bandung yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 46 orang, namun hanya 40 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini mendiskusikan tentang karakteristik klinis pada pasien limfadenitis granulomatus non-tuberkulosis. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa karakteristik klinis berdasarkan usia adalah 22-31 tahun, berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu perempuan, letak KGB yang paling sering adalah leher kanan dan gejala yang sering muncul yaitu nyeri pada benjolan, demam, dan sesak nafas.