Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

POTENSI AIR HUJAN UNTUK KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI DAERAH GEOTHERMAL (STUDI KASUS DESA PENTADIO BARAT) Putri, Putri Syaferina Djafar; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Composite Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v4i1.50

Abstract

Water is essential for human life, and its scarcity can significantly impact communities. In West Pentadio village, located on the lakeshore, residents struggle with obtaining clean water due to the murky, sulfurous geothermal water. To address this, a study was conducted to evaluate rainwater harvesting as a solution. Analyzing data from DAS Bionga over 13 years, the study used Normal, Log Normal, Log Pearson III, and Gumbel distributions for rainwater distribution and the Mononobe method for rainfall intensity. Population projections from 2021 to 2026, ranging from 1,026 to 1,118 people, indicate increasing daily clean water needs from 71,820 liters to 78,260 liters. The analysis revealed Cv = 0.32, Cs = 1.98, and Ck = 0.32, with Log Pearson III as the most appropriate distribution. The potential rainwater volume is 2,611,497.52 liters per hour with an intensity of 166.268 mm/hour. Conservation rates are 16.5% for one family and 15.2% for 4-5 families. Budgeting using 2020 prices in Gorontalo Regency, a container for one family (1.2 x 1.2 x 1.2 meters) costs Rp. 3,044,703, while a larger container for 4-5 families (2 x 2 x 2 meters) costs Rp. 7,944,877. This rainwater harvesting system offers a viable solution to improve access to clean water for the village.
ALTERNATIF PENGURANGAN LIMPASAN AIR HUJAN DAN KONSERVASI AIR TANAH MENGGUNAKAN SUMUR RESAPAN (STUDI KASUS: KOMPLEKS LORONG MAESA KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO) Olii, Rachma Ditha; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Composite Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v3i1.85

Abstract

Sumur resapan adalah upaya untuk meningkatkan penetrasi air hujan ke dalam tanah dan mengurangi limpasan yang menyebabkan genangan ataupun banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai laju infiltrasi tanah, debit masukan sumur resapan, dan dimensi sumur resapan yang dibutuhkan di Kompleks Lorong Maesa. Lokasi penelitian berada di Kompleks Lorong Maesa. Analisis hidrologi menggunakan data hujan tahun 2011-2020 dari Stasiun Bone Alale, Boidu, dan Tumbihe. Pengujian permeabilitas menggunakan Metode Sumur Uji. Metode untuk menentukan laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer dan untuk mencari infiltrasi konstan (fc) menggunakan Metode Horton. Metode Rasional digunakan untuk memperoleh debit banjir kawasan. Penentuan dimensi sumur resapan menggunakan Metode Sunjoto. Nilai laju infiltrasi konstan (fc) menggunakan metode double ring infiltrometer diperoleh 6 cm/jam, nilai koefisien permeabilitas tanah (k) adalah 5,833x10-4 cm/det. Intensitas hujan menggunakan Metode Mononobe yang dikomprasi dengan Sherman yaitu 22,33 mm/det. Nilai debit banjir kawasan sebesar 0,138 m3/det dan debit banjir satu unit rumah 8,3x10-4 m3/det. Direncanakan sumur resapan berbentuk lingkaran dengan diameter 0,8 m dan tinggi 1 m dengan Qresapan 1,32x10-3 m3/det. Pengurangan limpasan oleh sumur resapan untuk satu unit rumah sebesar 88,3% dan untuk total seluruh kawasan 47,57% sehingga debit banjir untuk satu unit rumah berkurang menjadi 1,0x10-4 m3/det dan debit banjir untuk kawasan berkurang menjadi 7,28x10-2 m3/det. Konservasi air tanah oleh sumur resapan untuk satu unit rumah yaitu 7,3x10-4 m3/det, untuk kawasan sebesar 6,6x10-2 m3/det. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit sumur resapan berdiameter 0,8 m dengan kedalaman 1 m adalah Rp. 1.052.000 (Satu Juta Lima Puluh Dua Ribu Rupiah).
BULANGO ULU RESERVOIR OPERATIONAL PATTERN MODEL Nani, Elma; Nani, Elma Tiani; Labdul, Barry Yusuf; Husnan, Rawiyah
INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD) Vol 7 No 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/cesd.v7i2.21525

Abstract

The Bulango Ulu Reservoir is located in Gorontalo Province, the construction of the Bulango Ulu Reservoir is to meet the needs of raw water, irrigation water, and hydropower, to ensure whether the need and availability of water in the rainy and dry seasons can meet the initial planning goals. In this study, the method used is to simulate the operation pattern of the reservoir with variations in the wet season with the probability of discharge (66.67%), the normal season with the probability of discharge (50%), and the dry season with the probability of discharge (33.33%) so as to determine the availability of the Bulango Ulu Reservoir during the rainy season and dry season whether the needs can be met. The results obtained can be used as input for the regulation of the Bulango Ulu Reservoir operation pattern.
MODEL POLA OPERASI WADUK BULANGO ULU Nani, Elma Tiani; Labdul, Barry Yusuf; Husnan, Rawiyah
Composite Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v4i2.131

Abstract

Waduk Bulango Ulu berada di Provinsi Gorontalo, pembangunan Waduk Bulango Ulu adalah untuk pemenuhan Kebutuhan air baku, air irigasi, dan PLTA, untuk memastikan apakah penggunaan sumber daya air termasuk penjadwalan dan pembebasan air untuk pemenuhan kebutuhan air baku, air irigasi, dan PLTA dengan menyesuaikan ketersediaan air pada musim hujan dan musim kering dapat memenuhi tujuan awal perencanaanya. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah simulasi pola operasi waduk dengan variasi musim basah dengan probabilitas debit (66,67%), musim normal dengan probabilitas debit (50%), dan musim kering dengan probabilitas debit (33,33%) sehingga dapat diketahui ketersediaan Waduk Bulango Ulu pada saat musim hujan dan musim kering untuk memenuhi kebutuhan air, karena itu perancangan dan pengoperasian waduk yang tepat sangat dibutuhkan karena kecenderungan persediaan air yang terbatas, sementara kebutuhan air terus meningkat dari tahun ke tahun sebagai dampak dari laju pertumbuhan penduduk. Hasil yang diperolah dapat dijadikan masukan bagi pengaturan pola operasi Waduk Bulango Ulu.
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Popayato Eka, Eka Saputri; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Composite Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v4i2.137

Abstract

Kecamatan Popayato dan Popayato Timur merupakan wilayah yang didominasi oleh pemukiman dan pertokoan. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan bertambahnya konsumsi air bersih, sehingga dilakukan penelitian tentang analisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih masyarakat Popayato. Metode analisis yang digunakan adalah dengan analisa proyeksi jumlah penduduk menggunakan metode geometrik, metode antartika, metode eksponensial serta pemilihan metode proyeksi penduduk. Analisis juga dilakukan pada kebutuhan air bersih berupa kebutuhan air domestik, kebutuhan air non domestik, kebutuhan air total, hingga kebutuhan air rata-rata. Hasil analisis menunjukkanBesarnya kebutuhan air total daerah Kecamatan Popayato dan Popayato Timur di tahun 2034 adalah 0,0385 m3/det. Neraca Air di Sungai Popayato maleo menunjukkan bahwa debit Sungai Popayato Maleo tidak terjadinya defisit debit jika dilihat dari data ketersediaan air yang ada dengan kebutuhan air masyarakat Kecamatan Popayato dan Popayato Timur.
Peningkatan Kualitas Infrastruktur Pemukiman Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Salilama Berbasis Manajemen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Husnan, Rawiyah; Desei, Frice L.; Mahmud, Marike
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i2.22787

Abstract

Salilama Village is one of the villages in Mananggu District, Boalemo Regency. This village is included in the list of slum villages in Mananggu District because much of the infrastructure in this village does not comply with specified standards or requirements. The aim of implementing this KKN activity is to identify problems related to Salilama Village infrastructure through IMAP (Problem Identification and Potential Analysis), as well as making plans related to waste management and sustainable community-based residential infrastructure. The implementation method is carried out through socialization, Focus Group Discussions (FGD) with the community regarding waste processing, community-based and sustainable waste management, assistance in planning waste management facilities and the formation of the Salilama Village Waste Management Task Force. Based on the IMAP process carried out, problems were found, namely that the majority of people did not have permanent waste bins and there was still a lack of public knowledge about how to manage waste properly and correctly. The survey was carried out on 201 families out of 436 families who were residents of Salilama Village.  Based on the survey results, it was found that 144 families (72%) had toilets, while 57 families (28%) did not have toilets. Regarding trash bin ownership, based on data collection results, 83 families (41%) have trash bins, while 118 families (59%) do not have trash bins.The main program implemented is Community Empowerment-Based Waste Infrastructure Development (Construction of Permanent Trash Sites, Formation of a Waste Management Task Force, which is preceded by socialization and Focus Group Discussions (FGD), as well as assistance with design planning and Budget Plans (RAB) for residential infrastructure, ( latrines/WC, rubbish bins and rebated roads), which are community-based and comply with regulations. Desa Salilama merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Desa ini termasuk dalam daftar desa kumuh yang ada di Kecamatan Mananggu karena banyaknya infrastruktur di desa ini yang belum sesuai dengan standar atau persyaratan ditentukan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan KKN ini adalah mengidentifikasi permasalahan terkait infrastruktur Desa Salilama melalui IMAP (Identifiksi Masalah dan Analisis Potensi), serta pembuatan rencana terkait pengelolaan sampah dan infrastruktur pemukiman berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat mengenai pengolahan sampah, pengelolaaan sampah berbasis masyarakat dan berkelanjutan, pendampingan perencanaan fasilitas pengelolaan sampah serta pembentukan Satgas Pengola Sampah Desa Salilama. Berdasarkan proses IMAP yang dilakukan, di dapati permasalahan yakni sebagian besar masyarakat belum memiliki tempat sampah permanen dan serta masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar. Pelaksanaan survei dilakukan terhadap 201 KK dari 436 KK yang penduduk Desa Salilama.  Berdasarkan hasil survei, didapati   sebanyak 144 KK (72%) memiliki jamban sedangkan sebanyak 57 KK (28 %) belum memiliki jamban. Untuk kepemilikan tempat sampah, berdasarkan hasil pendataan ada sebanyak 83 KK (41%) yang memiliki tempat sampah sedangkan 118 KK (59%) tidak memiliki tempat sampah. Program utama yang dilaksanakan yakni Pembangunan Infrastruktur Persampahan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Pembangunan Tempat Sampah Permanen, Pembentukan Satuan Tugas Pengelola Sampah, yang didahului dengan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan perencanaan disain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) infrastruktur pemukiman, (jamban/MCK, tempat sampah dan jalan rabat), yang berbasis masyarakat dan sesuai ketentuan.
ANALISIS POLA DISTRIBUSI DAN INTENSITAS CURAH HUJAN DI DAS BOLANGO BONE Karim, Meldiana; Labdul, Barry Yusuf; Husnan, Rawiyah
Composite Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.457 KB) | DOI: 10.37905/cj.v1i1.7

Abstract

Heavy precipitation is among the causes of flooding. Bone Bolango is one of the flooding areas in Gorontalo. Since the parameters determining the discharge of the flood is precipitation, an analysis method for determining the distribution pattern and precipitation that fits the situation in the watershed area of Bolango Bone is required. Thereby, the present study aimed at analyzing the distribution pattern and the precipitation in the area. The analysis methods of rainfall distribution were the normal, log-normal, log Pearson type III, and Gumbel methods. In addition, the precipitation was examined using Talbot method, Sherman method, and Ishiguro method. The data consisted of daily precipitation data (the data from the last 10 years at minimum) from Alale station, Boidu, Longalo, Dulamayo Selatan, and Sogitia Permata. According to the results of parameter statistical analysis, the value of Cs, Cv, and Ck of the precipitation in 5 stations did not meet the requirements for normal distribution, log-normal, and Gumbel. The Cv value of Alale station, Boidu station, Longalo station, Dulamayo Selatan station, and Sogitia station is 0.3, 0.32, 0.19, 0.23, and 0.28, respectively. The Cs value of those stations, in consecutive order, is 3.45, 2.21, 1.33, 0.92, and 1.11, and the Ck value is 18.58, 6.64, 4.55, 2.08, and 3.99. On that ground, the distribution pattern that best fits the watershed area of Bone Bolango us the Log Pearson III. Further, the most appropriate measurement of the precipitation in the area is the Sherman method. This method has the lowest standard deviation value at 67.3 mm and the best correlation value at 1. The heaviest rainfall occurred in the duration of 5 minutes and the return period of 100 years. The precipitation in Alale station, Boidu, Longalo, Dulamayo Selatan, and Sogitia is 378.15 mm/hr, 250.78 mm/hr, 188.98 mm/hr, 300.76 mm/hr, and 358.82 mm/hr, respectively.
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI BONE TERHADAP ELEVASI DASAR JEMBATAN MOLINTOGUPO Kaharu, Aan Nurhandiat; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Composite Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v2i2.102

Abstract

Jembatan adalah struktur yang menghubungkan jalur lalu lintas yang terputus oleh sungai, danau, kanal, jalan, dan persimpangan lainnya. Dalam perencanaan jembatan faktor hidrolika harus diperhitungkan untuk menganalisis ruang bebas atau clearance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir dan tinggi muka air Sungai Bone terhadap elevasi dasar Jembatan Molintogupo. Lokasi penelitian berada di Jembatan Molintogupo. Data sekunder yang digunakan berupa data curah hujan, luas DAS Bolango-Bone, potongan melintang sungai, dan profil memanjang jembatan berupa panjang jembatan, lebar jembatan dan elevasi dasar jembatan. Metode analisis data antara lain analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rencana serta analisis hidrolika yang dibantu dengan mengggunakan HEC-RAS 6.0 untuk memperoleh tinggi muka air banjir. Hasil analisis hidrologi diperoleh debit banjir rencana yang dihitung menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu untuk Q25 sebesar 2567,13 m3/detik, Q50 sebesar 2943,97 m3/detik, dan Q100 sebesar 3356,85 m3/detik yang masing-masing terjadi pada jam ke 8. Hasil analisis hidrolika pada HEC-RAS 6.0 diperoleh elevasi tinggi muka air banjir kala ulang 50 dan 100 tahun di ruas Jembatan Molintogupo berada pada 35,08 m dan 35,54 m sedangkan dasar Jembatan Molintogupo berada pada elevasi 38,72 m, maka ruang bebas (C) masing-masing sebesar 3,64 m dam 3,18 m, sehingga jembatan tersebut aman terhadap banjir rencana dengan kala ulang 50 dan 100 tahun.
EVALUASI ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG PADA SUNGAI BONE DI PROVINSI GORONTALO Putri, Wardah; Utama, Komang Arya; Husnan, Rawiyah
Composite Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v5i2.145

Abstract

Sungai Bone mengalami pendangkalan di bagian muaranya. Tingginya angkutan sedimen melayang pada Sungai Bone terlihat dari kondisi fisik air yang keruh di sepanjang tahun baik musim kemarau maupun penghujan yang disebabkan oleh banyak faktor diantaranya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi besar laju angkutan sedimen melayang pada daerah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bone. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan membandingkan pengukuran sesaat dan tiga Metode Empiris berupa Metode Lane and Kalinske, Metode Einstein dan Metode Chang Simon and Richardson. Pengambilan sampel yang dilakukan di lapangan berupa sampel sedimen melayang, sampel sedimen dasar dan pengukuran hidrometri pada sungai. Sampel diuji di Laboratorium untuk mendapatkan parameter yang diperlukan pada formulasi yang dipilih. Hasil perhitungan laju angkutan menggunakan Metode Sesaat berkisar antara 925,40-1.179,81 ton/tahun, menggunakan metode Lane and Kalinske berkisar antara 2.180,51- 3.492,05 ton/tahun, menggunakan Metode Einstein berkisar antara 22,23-33,32 ton/tahun, dan menggunakan Metode Chang Simon and Richardson berkisar antara 45,12-68,35 ton/tahun. Persentase beda perbandingan hasil perhitungan antara Metode Sesaat terhadap Metode Empiris sebesar 152,55% lebih besar untuk Sesaat-Lane and Kalinske, 97,52% lebih kecil untuk Sesaat-Einstein dan 94,99% lebih kecil untuk Sesaat-Chang Simon and Richardson.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi Desa Makmur Abadi Kecamatan Tolangohula Husnan, Rawiyah; Desei, Frice L.; Mahmud, Marike
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.27

Abstract

Desa Makmur Abadi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Desa ini termasuk dalam daftar desa kumuh yang ada di Kecamatan Tolangohula karena banyaknya infrastruktur di desa ini yang belum sesuai dengan standar atau persyaratan  di tentukan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan KKN ini adalah mengidentifikasi permasalahan terkait infrastruktur Desa Makmur Abadi melalui IMAP( Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi), serta pembuatan rencana terkait pengelolaan sampah dan infrastruktur pemukiman berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat mengenai pengolahan sampah, pendampingan perencanaan fasilitas pengelolaan sampah serta pembentukan Satgas Pengelola Sampah Desa Makmur Abadi. Program utama yang dilaksanakan yakni Pembangunan Infrastruktur Persampahan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Pembangunan Tempat Sampah Permanen, Pembentukan Satuan Tugas Pengelola Sampah, yang didahului dengan  sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan data Desa Makmur Abadi Tahun 2023 jumlah penduduk Desa Makmur Abadi sebanyak 1729 jiwa dengan jumlah laki-laki 856 jiwa dan perempuan 873 jiwa. Jumlah KK pada Desa Makmur Abadi yaitu 515 Kepala Keluarga yang terdiri atas lima dusun yakni yaitu Dusun Idaman Makmur, Dusun Suka Damai, Dusun Jaya Makmur, Dusun Pioner, Dusun Mekar Sari. Desa Makmur Abadi berada di Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo yang berada di wilayah Provinsi Gorontalo. Selain permasalahan kepemilikan jamban dan kepemilikan tempat sampah kami juga melakukan pendataan terkait rumah layak huni di masyarakat. Makmur Abadi Village is one of the villages in Tolangohula District, Gorontalo Regency. This village is included in the list of slum villages in Tolangohula District because many of the infrastructure in this village do not meet the standards or requirements set. The purpose of implementing this KKN activity is to identify problems related to the infrastructure of Makmur Abadi Village through IMAP (Problem Identification and Potential Analysis), as well as making plans related to waste management and community-based settlement infrastructure. The implementation method is carried out through socialization, Focus Group Discussion (FGD) with the community regarding waste processing, assistance in planning waste management facilities and the formation of the Makmur Abadi Village Waste Management Task Force. The main program implemented is the Development of Community Empowerment-Based Waste Infrastructure (Construction of Permanent Waste Bins, Formation of a Waste Management Task Force, which was preceded by socialization and Focus Group Discussion (FGD). Based on data from Makmur Abadi Village in 2023, the population of Makmur Abadi Village was 1729 people with 856 men and 873 women. The number of families in Makmur Abadi Village is 515 Heads of Families consisting of 5 hamlets, namely Idaman Makmur Hamlet, Suka Damai Hamlet, Jaya Makmur Hamlet, Pioner Hamlet, Mekar Sari Hamlet. Makmur Abadi Village is located in Tolangohula District, Gorontalo Regency, which is in the Gorontalo Province. In addition to the problem of toilet ownership and trash bin ownership, we also collect data related to habitable houses in the community.