Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Erosi Lahan Sub DAS Mongiilo dan Prediksi Sedimentasi Waduk Bulango Ulu Usu, Zuhriyah Raihanah; Rawiyah Husnan; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.82

Abstract

Sub DAS Mongiilo sebagai daerah tangkapan air hujan untuk Waduk Bulango Ulu rentan terhadap permasalahan erosi dan sedimentasi. Erosi yang larut dalam sungai akan mengendap menjadi sedimen kemudian terbawa hingga ke waduk. Endapan sedimen pada waduk yang melampaui batas kapasitas akan menyebabkan volume efektif waduk berkurang dan membuat kerusakan sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi, tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan pada Sub DAS Mongiilo serta laju sedimentasi menuju Waduk Bulango Ulu. Data sekunder yang digunakan berupa data curah hujan (R), peta jenis tanah (K), peta kemiringan lereng (LS) dan peta pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Pada penelitian ini perhitungan erosi dilakukan dengan metode USLE dan MUSLE dengan bantuan perangkat ArcGIS 10.4 serta perhitungan SDR untuk mengetahui laju sedimentasi ke waduk.  Dari hasil penelitian, pada metode USLE besar laju erosi sebesar 4.325/766,83 ton/tahun dan nilai SDR sebesar 0,1574 dengan laju sedimentasi sebesar 680.898,22 ton/tahun. Untuk metode MUSLE didapatkan laju erosi sama dengan laju sedimentasi sebesar 6.574.766,83 ton/tahun. Sehingga berdasarkan hasil analisis, tingkat bahaya erosi pada Sub DAS Mongiilo adalah Sedang dengan kondisi lahan Semi Kritis.  
Evaluasi Perencanaan Temporary Cofferdam Hulu pada Bendungan Bulango Ulu Pandjab, Nabil Raihan; Labdul, Barry Yusuf; Husnan, Rawiyah
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.91

Abstract

Bendungan Bulango Ulu memiliki dua sistem bangunan pengelak utama, yaitu terowongan pengelak dan bendungan pengelak. Terowongan pengelak berfungsi sebagai pengalihan air sungai dari hulu hingga ke hilir selama konstruksi tubuh Bendungan berlangsung, berbeda dengan Bendngan Pengelak yang mempunyai fungsi menjadi penghalang air yang mengakibatkan area pada pekerjaan konstruksi menjadi kering. Penelitian ini adalah untuk Evaluasi Teomporary Cofferdam Hulu dengan menggunakan data curah hujan 2007-2021, dikarenakan perencanaan sebelumnya menggunakan data curah hujan dari tahun 2007-2017 sehingga perbedaan debit banjir yang akan berpengaruh dalam proses pembangunan Bendungan Bulango Ulu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung debit banjir Q25 dengan data curah hujan terbaru, keamanan bendungan pengelak terkait tinggi tubuh bendungan pengelak, dan kapasitas prowongan pengelak terhadap debit banjir Q25. Lokasi penelitian ini berada di Bendungan Bulango ulu yang berada di Desa Tulo’a Kecamatan Bulango Utara, Desa Mongiilo dan Desa Owata di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data curah hujan. Metode analisis data yaitu analisis hidrologi dan hidarulika. Perencanaan terowongan pengelak di desain dengan menggunakan bentuk tapal kuda, dengan panjang terowongan 466,9 m, diameter terowongan 6,9 m, dan kemiringan terowongan 0,008 m. Hasil penelitian menunjukkan debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 481,9 m3/detik dan untuk perencanaan sebelumnya sebesar 434,8 m3/detik. Tinggi bendungan pengelak yang di dapat dari hasil penelitian sebesar 62,016 dan untuk perencanaan sebelumnya sebesar 61,33 m dapat disimpulkan bahwa perencanaan bendungan pengelak pada bendungan bulango ulu harus dilakukan penambahan ketinggian. Kata Kunci: Debit Banjir, Terowongan Pengelak, Bendungan Pengelak
ANALISIS KUALITAS AIR PDAM UNIT TIRTA MOOLANGO POHUWATO Husain, Irawaty Indriyani; Mahmud, Marike; Husnan, Rawiyah
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 2 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i2.6449

Abstract

ABSTRACT: Water is a basic necessity for all living beings. Poor water quality can lead to health issues. This study aims to evaluate water quality based on physical, chemical, and microbiological parameters according to quality standards, analyze factors affecting water quality, and assess the water status of the Popayato Maleo River using the Pollution Index. Samples were collected from the Popayato Maleo River (raw source), PDAM Tirta Moolango reservoir, and community water taps. Tested parameters included temperature, TDS, salinity, turbidity, pH, manganese, hardness, E. coli, and coliform. Chemical tests were conducted at LPPT UGM, while physical and microbiological tests were performed at the Regional Health Laboratory of Gorontalo. River water quality was assessed using Government Regulation No. 22 of 2021, while PDAM and tap water followed Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The Pollution Index referred to MOEF Regulation No. 27 of 2021. Results showed the Popayato Maleo River met the quality standard, with a Pollution Index of 0.587. However, reservoir water failed in turbidity, salinity, and coliform, while tap water failed in turbidity, salinity, E. coli, and coliform. Contributing factors include distribution systems, environmental contamination, and inadequate treatment. Regular monitoring and system improvements are recommended.Keywords: River Water Quality; PDAM; Pollution Index ABSTRAK: Air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup. Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas air berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai baku mutu, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air, serta menilai status mutu air Sungai Popayato Maleo menggunakan Indeks Pencemaran. Sampel diambil dari Sungai Popayato Maleo (sumber air baku), reservoir PDAM Unit Tirta Moolango, dan keran masyarakat. Parameter uji meliputi suhu, TDS, salinitas, kekeruhan, pH, mangan, kesadahan, E. coli, dan coliform. Parameter kimia dianalisis di LPPT UGM, sementara parameter fisik dan mikrobiologi di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Gorontalo. Penilaian mutu air sungai mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan air PDAM dan keran masyarakat berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Indeks pencemaran merujuk Permen LHK No. 27 Tahun 2021. Hasil menunjukkan air Sungai Popayato Maleo memenuhi baku mutu dengan nilai Indeks Pencemaran 0,587. Namun, air di reservoir PDAM tidak memenuhi pada kekeruhan, salinitas, dan coliform. Air keran masyarakat tidak memenuhi pada kekeruhan, salinitas, E. coli, dan coliform. Faktor yang memengaruhi penurunan kualitas meliputi sistem distribusi, kontaminasi lingkungan, dan proses pengolahan. Diperlukan pemantauan berkala dan perbaikan sistem pengolahan serta distribusi air.Kata kunci: Kualitas Air Sungai; PDAM; Indeks Pencemaran
ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROGRAM STUDI DESAIN PEMODELAN & INFORMASI BANGUNAN DI WILAYAH PROVINSI GORONTALO Talib, Purwanto Putra A; Husnan, Rawiyah; Desei, Frice Lahmudin
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.6.2.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru ideal pada Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh guru pengajar Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo yang berjumlah 20 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah sekolah yang memiliki Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo, yaitu berjumlah 6 sekolah. Jumlah penyediaan guru yang mengajar di Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan berjumlah 20 guru, dengan jumlah kebutuhan guru ideal yang dibutuhkan di SMK yaitu berjumlah 28 guru, dari kebutuhan 28 orang guru tersebut pada Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan terdapat 13 orang guru yang sudah bersertifikasi dan bisa dikatakan sebagai guru ideal, sedangkan masih dibutuhkan 15 orang guru yang harus mengikuti sertifikasi keahlian sesuai dengan Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, ini menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan guru ideal pada SMK Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di Provinsi Gorontalo masih kurang.
Pemanfaatan Kapur Padam dan Sedimen Danau Limboto Sebagai Bahan Dasar Penyusun Dinding Batu Bata Hulop, Risrianto; Desei, Frice L.; Husnan, Rawiyah; Kadarningsih, Rahmani
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 13 No 01 (2024): Vol 13 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtb.v13i01.266

Abstract

This study is based on knowing the compressive strength of bricks. The objectives that can be achieved are to analyze the characteristics of brick walls using lime, sedimentary soil and clay as well as conventional bricks and evaluate the comparative cost of making conventional bricks and lime-mixed bricks plus sedimentary soil. In this study, Data obtained from testing and analyzed quantitatively using appropriate statistical methods. This analysis will help in understanding the relationship between the composition of the mixture, the manufacturing process, and the characteristics of the resulting bricks. From the results of the analysis, the water absorption of bricks mixed with sedimentary materials, clay and lime. variation of sample 1, where the sample mixture (75% / 20% / 5%) water absorption is (29.72%) variation of sample 2, where the sample mixture (50% / 45% / 5%) water absorption is (9.45%) and Sample 3, (25% / 70% / 5%) water absorption is (9.22%). and clay bricks or without a mixture (100%) is (8.25%). This shows that the absorption capacity of mixed bricks of sediment, clay and lime materials which only have two variations 2 and 3. Meet the requirements of SNI 15-2094-2000 which requires a maximum water absorption capacity of 20% of bricks. While the average compressive strength comparison value of mixed bricks of sediment, clay and lime materials. sample variation 1, which sample mixture (75%/20%/5%) compressive strength value (13.6 kg/cm2) sample variation 2, (50%/45%/5%) which compressive strength value (19.8 kg/cm2) and sample 3, (25%/70%/5%) which compressive strength value (7.4 kg/cm2). and clay bricks without a mixture (100%) namely (36.4 kg/cm2). The compressive strength value of mixed bricks of sediment, clay and lime materials. Does not meet the minimum compressive strength requirements for building earthquake-safe houses (≥30).
Instalasi Air Bersih dan Air Kotor pada Rusunawa Telaga Gorontalo Nento, Ilyas Rivaldi U.; Husnan, Rawiyah; Alitu, Aryati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 13 No 01 (2024): Vol 13 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtb.v13i01.269

Abstract

Clean water is water that is used for daily purposes and can be consumed, while dirty water is wastewater resulting from human activities and cannot be consumed. The existence of clean water and dirty water distribution is needed for the benefit of the residents. This study aims to analyze the need for clean water and dirty water in the Telaga Gorontalo Flat Building in accordance with the calculations carried out and the installation of clean water and dirty water.. The results were analyzed using the survey method and looking at the available siteplan. There are 42 housing units with type 36 which are divided into 3 floors with a total unit area of 1,512 m2, has a total occupancy of 168 people, with a water demand value per person (Qr) of 100 liters / person / day. The analysis shows that the clean water demand of Telaga Gorontalo Flat is 20.16 m3/day, the waste water generated is 13.44 m3/day and the volume of septic tank generated is 35.12 m3. For the installation of clean water pipes, some pipes are not in accordance with the results of calculations such as flush toilet pipes and ablution urinal pipes while for the installation of dirty water pipes and waste water installed are in accordance with the calculation results.
Pengawetan Metode Hidrostatis Terhadap Serangan Serangga Bubuk Pada Tanaman Bambu di Desa Otopade Husnan, Rawiyah; Desei, Frice L.; Mahmud, Marike; Supriyatno, Arif
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.58

Abstract

Bambu tumbuh melimpah di seluruh kepulauan Indonesia, dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat  selama berabad-abad. Tak terkecuali di wilayah Gorontalo yang hampir menyebar di seluruh  desa. Pertumbuhan bambu yang cepat membuat bambu sebagai sumber daya alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Desa Otopade  merupakan salah satu desa di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo, yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan non hayati yang kaya dan tersebar di wilayah desa, diantaranya adalah tanaman bambu, namun belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Pemanfaatan bambu sebagai green material yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi pemakaian kayu yang dalam pengambilannya merusak hutan dan cenderung menimbulkan banjir dan waktu pertumbuhan relatif lama lebih dari 5 tahun, sementara bambu cepat tumbuh dalam jangka waktu 3 tahun sudah bisa digunakan. Kendala yang sering dihadapi warga masyarakat adalah keawetan bambu, karena bambu rentan terhadap serangan kumbang Bubuk.Tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pengetahuan tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya, dimana bambu bisa menggantikan material kayu yang mahal dan mulai langka. Kegiatan  yang dilaksanakan berupa pelatihan pengawetan  bambu dari serangan serangga Bubuk dengan memasukkan bahan pengawet bertekanan hidrostatis kedalam bambu, agar tanaman bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan yang  dapat bertahan lama. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masyarakat petani dan tukang /pekerja konstruksi. Hasil pelatihan menunjukan peserta mendapat nilai tambah berupa pengetahuan  tentang bambu, manfaat dan cara pengawetannya.  Pelatihan ini telah mampu memberikan ketrampilan kepada warga dalam hal pemecahan permasalahan pengawetan bambu dan dapat mengembangkan pemakaian bambu secara lebih luas dan lebih berguna, serta  diharapkan dapat menumbuh kembangkan motivasi masyarakat terhadap berbagai macam pemanfaatan bambu yang bernilai ekonomis
Analysis of Sedimentation in the Mongiilo River Using the HEC-RAS Program: Analisis Sedimentasi di Sungai Mongiilo Menggunakan Program HEC-RAS Indarwati, Syukron; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.80

Abstract

The river flow that enters the dam has great potential in transporting large amounts of sediment from land erosion that occurs upstream. Sediment material that dissolves with the river flow will then settle in the dam as long as the water structure is in operation. Sedimentation occurs through the process of deposition of soil material which is transported by water or wind. Sedimentation in the riverbed are identified as the causing siltation of river body, irrigation canals, river mouths downstream, and can damage the cross section of the river and have an impact on the effective age of water buildings in the river, in this case the Bulango Ulu Dam. The research location is at the Mongiilo River, Owata Village, North Bulango District, Bone Bolango Regency. This study aims to analyze the sedimentation rate that occurs in the Mongiilo River using the HEC-RAS program. The data used in this study are primary and secondary data. The primary data used for this research was carried out by means of field surveys for sampling, while the secondary data used was obtained by means of literature review and interviews with related agencies such as the Balai Wilayah Sungai Sulawesi II. The results of the analysis in this study obtained that the sediment characteristics in Mongiilo River according to American Geophysical Union are dominated by medium sand, and the sediment transport rate obtained and close to the project data with a value of 200.674,83 tons/year which is using the Meyer-Peter Muller method is 175.484,796 tons/year.
Analisis Arus Balik Pada Hilir Sungai Bolango Menggunakan Metode Integrasi Numerik Salsadilla, Namira; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.81

Abstract

Rivers are graphic phenomena that form naturally where water flows continuously to lower areas. The downstream or estuary is the end of the river flow which leads to the sea, lake, ocean, or even to a larger river. High-intensity rainfall can lead to overflow because it increases the discharge of water flow in the river beyond the capacity. The overflows that occur downstream and turn upstream are called backflow. This study aimed to examine the occurrence of backflow in downstream of the Bolango River. The research utilized secondary data, such as rainfall and tidal data, and the Bolango-Bone watershed map. Those data were analyzed through hydrological method to obtain design of flood discharges that were collaborated with hydraulics analysis using the Numerical Integration Method to obtain the water level profiles. The results of the hydrological analysis obtained: the design of flood discharge using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph Method for a 25-year return period was 2046,81 m3/second, a 50-year return period was 2135,72 m3/second, and a 100-year return period was 2209,06 m3/second, and each occurred at the 8th hour. The result of the hydraulics analysis disclosed that the downstream of the Bolango River belonged to the type of sloping surface flow profile or M (Mild) profile because the riverbed slope was smaller than the critical slope.
EVALUASI ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG PADA SUNGAI BONE DI PROVINSI GORONTALO Wardah Putri; Komang Arya Utama; Rawiyah Husnan
Composite Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v5i2.145

Abstract

Sungai Bone mengalami pendangkalan di bagian muaranya. Tingginya angkutan sedimen melayang pada Sungai Bone terlihat dari kondisi fisik air yang keruh di sepanjang tahun baik musim kemarau maupun penghujan yang disebabkan oleh banyak faktor diantaranya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi besar laju angkutan sedimen melayang pada daerah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bone. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan membandingkan pengukuran sesaat dan tiga Metode Empiris berupa Metode Lane and Kalinske, Metode Einstein dan Metode Chang Simon and Richardson. Pengambilan sampel yang dilakukan di lapangan berupa sampel sedimen melayang, sampel sedimen dasar dan pengukuran hidrometri pada sungai. Sampel diuji di Laboratorium untuk mendapatkan parameter yang diperlukan pada formulasi yang dipilih. Hasil perhitungan laju angkutan menggunakan Metode Sesaat berkisar antara 925,40-1.179,81 ton/tahun, menggunakan metode Lane and Kalinske berkisar antara 2.180,51- 3.492,05 ton/tahun, menggunakan Metode Einstein berkisar antara 22,23-33,32 ton/tahun, dan menggunakan Metode Chang Simon and Richardson berkisar antara 45,12-68,35 ton/tahun. Persentase beda perbandingan hasil perhitungan antara Metode Sesaat terhadap Metode Empiris sebesar 152,55% lebih besar untuk Sesaat-Lane and Kalinske, 97,52% lebih kecil untuk Sesaat-Einstein dan 94,99% lebih kecil untuk Sesaat-Chang Simon and Richardson.