Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Duwanga Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo: Analysis of Flood Discharge and Water Level Duwanga River Dungaliyo District Gorontalo District Dwi, Dwi Ramadan; Husnan, Rawiyah; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v4i1.79

Abstract

Sungai Duwanga merupakan sungai yang berada di Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2020 Sungai Duwanga meluap dan menyebabkan banjir hingga tanggul Sungai Duwanga jebol yang mengakibatkan rumah-rumah terutama rumah yang berada disekitar Sungai Duwanga terendam dan mengalami kerusakan. Maka dari itu diperlukan analisis debit banjir dan tinggi muka air dari Sungai Duwanga. Titik tinjau untuk penelitian ini terletak di Jembatan Duwanga. Data yang diaplikasikan berupa data primer dan sekunder yaitu data penampang sungai sebagai data primer, kemudian data curah hujan harian maksimum, data debit tahunan, luas DAS, peta topografi, dan data penutup lahan untuk data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis hidrologi dengan mengunakan model HEC-HMS untuk mendapatkan besaran debit banjir rencana dan Model Hidrolika HEC-RAS untuk analisis tinggi muka air menggunakan program serta simulasi tinggi muka air banjir. Hasil analisis hidrologi yang didapat debit banjir yang dihitung dengan metode HSS SCS pada program HEC-HMS yaitu kala ulang 5 tahun sebesar 35,6 m3/detik, kala ulang 10 tahun sebesar 42,1 m3/detik, kala ulang 25 tahun sebesar 47,5 m3/detik, kala ulang 50 tahun sebesar 52,8 m3/detik, dan kala ulang 100 tahun sebesar 56,2 m3/detik. Hasil analisis hidrolika dengan memasukkan hasil data debit banjir dan data penampang sungai pada program HEC-RAS memperlihatkan pada sta 0+50 dan sta 0+100 kala ulang 5 tahun tidak terjadi luapan, sedangkan pada kala ulang 10 tahun luapan banjir terjadi hanya pada bantaran kanan sungai. Sungai Duwanga tidak mampu membendung debit banjir pada sta 0+150, sta 0+200, sta 0+250 untuk kala ulang 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun
Erosi Lahan Sub DAS Mongiilo dan Prediksi Sedimentasi Waduk Bulango Ulu Usu, Zuhriyah Raihanah; Rawiyah Husnan; Labdul, Barry Yusuf
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.82

Abstract

Sub DAS Mongiilo sebagai daerah tangkapan air hujan untuk Waduk Bulango Ulu rentan terhadap permasalahan erosi dan sedimentasi. Erosi yang larut dalam sungai akan mengendap menjadi sedimen kemudian terbawa hingga ke waduk. Endapan sedimen pada waduk yang melampaui batas kapasitas akan menyebabkan volume efektif waduk berkurang dan membuat kerusakan sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi, tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan pada Sub DAS Mongiilo serta laju sedimentasi menuju Waduk Bulango Ulu. Data sekunder yang digunakan berupa data curah hujan (R), peta jenis tanah (K), peta kemiringan lereng (LS) dan peta pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Pada penelitian ini perhitungan erosi dilakukan dengan metode USLE dan MUSLE dengan bantuan perangkat ArcGIS 10.4 serta perhitungan SDR untuk mengetahui laju sedimentasi ke waduk.  Dari hasil penelitian, pada metode USLE besar laju erosi sebesar 4.325/766,83 ton/tahun dan nilai SDR sebesar 0,1574 dengan laju sedimentasi sebesar 680.898,22 ton/tahun. Untuk metode MUSLE didapatkan laju erosi sama dengan laju sedimentasi sebesar 6.574.766,83 ton/tahun. Sehingga berdasarkan hasil analisis, tingkat bahaya erosi pada Sub DAS Mongiilo adalah Sedang dengan kondisi lahan Semi Kritis.  
Evaluasi Perencanaan Temporary Cofferdam Hulu pada Bendungan Bulango Ulu Pandjab, Nabil Raihan; Labdul, Barry Yusuf; Husnan, Rawiyah
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.91

Abstract

Bendungan Bulango Ulu memiliki dua sistem bangunan pengelak utama, yaitu terowongan pengelak dan bendungan pengelak. Terowongan pengelak berfungsi sebagai pengalihan air sungai dari hulu hingga ke hilir selama konstruksi tubuh Bendungan berlangsung, berbeda dengan Bendngan Pengelak yang mempunyai fungsi menjadi penghalang air yang mengakibatkan area pada pekerjaan konstruksi menjadi kering. Penelitian ini adalah untuk Evaluasi Teomporary Cofferdam Hulu dengan menggunakan data curah hujan 2007-2021, dikarenakan perencanaan sebelumnya menggunakan data curah hujan dari tahun 2007-2017 sehingga perbedaan debit banjir yang akan berpengaruh dalam proses pembangunan Bendungan Bulango Ulu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghitung debit banjir Q25 dengan data curah hujan terbaru, keamanan bendungan pengelak terkait tinggi tubuh bendungan pengelak, dan kapasitas prowongan pengelak terhadap debit banjir Q25. Lokasi penelitian ini berada di Bendungan Bulango ulu yang berada di Desa Tulo’a Kecamatan Bulango Utara, Desa Mongiilo dan Desa Owata di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data curah hujan. Metode analisis data yaitu analisis hidrologi dan hidarulika. Perencanaan terowongan pengelak di desain dengan menggunakan bentuk tapal kuda, dengan panjang terowongan 466,9 m, diameter terowongan 6,9 m, dan kemiringan terowongan 0,008 m. Hasil penelitian menunjukkan debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu dengan kala ulang 25 tahun sebesar 481,9 m3/detik dan untuk perencanaan sebelumnya sebesar 434,8 m3/detik. Tinggi bendungan pengelak yang di dapat dari hasil penelitian sebesar 62,016 dan untuk perencanaan sebelumnya sebesar 61,33 m dapat disimpulkan bahwa perencanaan bendungan pengelak pada bendungan bulango ulu harus dilakukan penambahan ketinggian. Kata Kunci: Debit Banjir, Terowongan Pengelak, Bendungan Pengelak
ANALISIS KUALITAS AIR PDAM UNIT TIRTA MOOLANGO POHUWATO Husain, Irawaty Indriyani; Mahmud, Marike; Husnan, Rawiyah
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 2 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i2.6449

Abstract

ABSTRACT: Water is a basic necessity for all living beings. Poor water quality can lead to health issues. This study aims to evaluate water quality based on physical, chemical, and microbiological parameters according to quality standards, analyze factors affecting water quality, and assess the water status of the Popayato Maleo River using the Pollution Index. Samples were collected from the Popayato Maleo River (raw source), PDAM Tirta Moolango reservoir, and community water taps. Tested parameters included temperature, TDS, salinity, turbidity, pH, manganese, hardness, E. coli, and coliform. Chemical tests were conducted at LPPT UGM, while physical and microbiological tests were performed at the Regional Health Laboratory of Gorontalo. River water quality was assessed using Government Regulation No. 22 of 2021, while PDAM and tap water followed Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The Pollution Index referred to MOEF Regulation No. 27 of 2021. Results showed the Popayato Maleo River met the quality standard, with a Pollution Index of 0.587. However, reservoir water failed in turbidity, salinity, and coliform, while tap water failed in turbidity, salinity, E. coli, and coliform. Contributing factors include distribution systems, environmental contamination, and inadequate treatment. Regular monitoring and system improvements are recommended.Keywords: River Water Quality; PDAM; Pollution Index ABSTRAK: Air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup. Kualitas air yang buruk dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas air berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai baku mutu, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air, serta menilai status mutu air Sungai Popayato Maleo menggunakan Indeks Pencemaran. Sampel diambil dari Sungai Popayato Maleo (sumber air baku), reservoir PDAM Unit Tirta Moolango, dan keran masyarakat. Parameter uji meliputi suhu, TDS, salinitas, kekeruhan, pH, mangan, kesadahan, E. coli, dan coliform. Parameter kimia dianalisis di LPPT UGM, sementara parameter fisik dan mikrobiologi di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Gorontalo. Penilaian mutu air sungai mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021, sedangkan air PDAM dan keran masyarakat berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Indeks pencemaran merujuk Permen LHK No. 27 Tahun 2021. Hasil menunjukkan air Sungai Popayato Maleo memenuhi baku mutu dengan nilai Indeks Pencemaran 0,587. Namun, air di reservoir PDAM tidak memenuhi pada kekeruhan, salinitas, dan coliform. Air keran masyarakat tidak memenuhi pada kekeruhan, salinitas, E. coli, dan coliform. Faktor yang memengaruhi penurunan kualitas meliputi sistem distribusi, kontaminasi lingkungan, dan proses pengolahan. Diperlukan pemantauan berkala dan perbaikan sistem pengolahan serta distribusi air.Kata kunci: Kualitas Air Sungai; PDAM; Indeks Pencemaran
ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROGRAM STUDI DESAIN PEMODELAN & INFORMASI BANGUNAN DI WILAYAH PROVINSI GORONTALO Talib, Purwanto Putra A; Husnan, Rawiyah; Desei, Frice Lahmudin
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.6.2.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru ideal pada Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh guru pengajar Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo yang berjumlah 20 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah sekolah yang memiliki Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK se-Provinsi Gorontalo, yaitu berjumlah 6 sekolah. Jumlah penyediaan guru yang mengajar di Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan berjumlah 20 guru, dengan jumlah kebutuhan guru ideal yang dibutuhkan di SMK yaitu berjumlah 28 guru, dari kebutuhan 28 orang guru tersebut pada Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan terdapat 13 orang guru yang sudah bersertifikasi dan bisa dikatakan sebagai guru ideal, sedangkan masih dibutuhkan 15 orang guru yang harus mengikuti sertifikasi keahlian sesuai dengan Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, ini menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan guru ideal pada SMK Program Studi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di Provinsi Gorontalo masih kurang.
Pemanfaatan Kapur Padam dan Sedimen Danau Limboto Sebagai Bahan Dasar Penyusun Dinding Batu Bata Hulop, Risrianto; Desei, Frice L.; Husnan, Rawiyah; Kadarningsih, Rahmani
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 13 No 01 (2024): Vol 13 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtb.v13i01.266

Abstract

This study is based on knowing the compressive strength of bricks. The objectives that can be achieved are to analyze the characteristics of brick walls using lime, sedimentary soil and clay as well as conventional bricks and evaluate the comparative cost of making conventional bricks and lime-mixed bricks plus sedimentary soil. In this study, Data obtained from testing and analyzed quantitatively using appropriate statistical methods. This analysis will help in understanding the relationship between the composition of the mixture, the manufacturing process, and the characteristics of the resulting bricks. From the results of the analysis, the water absorption of bricks mixed with sedimentary materials, clay and lime. variation of sample 1, where the sample mixture (75% / 20% / 5%) water absorption is (29.72%) variation of sample 2, where the sample mixture (50% / 45% / 5%) water absorption is (9.45%) and Sample 3, (25% / 70% / 5%) water absorption is (9.22%). and clay bricks or without a mixture (100%) is (8.25%). This shows that the absorption capacity of mixed bricks of sediment, clay and lime materials which only have two variations 2 and 3. Meet the requirements of SNI 15-2094-2000 which requires a maximum water absorption capacity of 20% of bricks. While the average compressive strength comparison value of mixed bricks of sediment, clay and lime materials. sample variation 1, which sample mixture (75%/20%/5%) compressive strength value (13.6 kg/cm2) sample variation 2, (50%/45%/5%) which compressive strength value (19.8 kg/cm2) and sample 3, (25%/70%/5%) which compressive strength value (7.4 kg/cm2). and clay bricks without a mixture (100%) namely (36.4 kg/cm2). The compressive strength value of mixed bricks of sediment, clay and lime materials. Does not meet the minimum compressive strength requirements for building earthquake-safe houses (≥30).
Instalasi Air Bersih dan Air Kotor pada Rusunawa Telaga Gorontalo Nento, Ilyas Rivaldi U.; Husnan, Rawiyah; Alitu, Aryati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 13 No 01 (2024): Vol 13 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtb.v13i01.269

Abstract

Clean water is water that is used for daily purposes and can be consumed, while dirty water is wastewater resulting from human activities and cannot be consumed. The existence of clean water and dirty water distribution is needed for the benefit of the residents. This study aims to analyze the need for clean water and dirty water in the Telaga Gorontalo Flat Building in accordance with the calculations carried out and the installation of clean water and dirty water.. The results were analyzed using the survey method and looking at the available siteplan. There are 42 housing units with type 36 which are divided into 3 floors with a total unit area of 1,512 m2, has a total occupancy of 168 people, with a water demand value per person (Qr) of 100 liters / person / day. The analysis shows that the clean water demand of Telaga Gorontalo Flat is 20.16 m3/day, the waste water generated is 13.44 m3/day and the volume of septic tank generated is 35.12 m3. For the installation of clean water pipes, some pipes are not in accordance with the results of calculations such as flush toilet pipes and ablution urinal pipes while for the installation of dirty water pipes and waste water installed are in accordance with the calculation results.