Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Sistem Informasi Geografis Dengan Tools Qgis Dalam Pemetaan Penurunan Lahan Pertanian Kabupaten Karawang (Studi Kasus Kabupaten Karawang) Rangga Nur Baehaqi; Agung Susilo Yuda Irawan; Didi Juardi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2942

Abstract

Sektor pertanian merupakan komponen ekonomi nasional yang sangat strategis dan penting, karena menghasilkan sebagian besar dari produk domestik bruto negara, memberikan sebagian besar pendapatan ekspor dan mempekerjakan jutaan orang. Kabupaten Karawang mendapatkan julukan “Lumbung Padi Nasional” dikarenakan Kabupaten Karawang menjadi penyuplai beras terbesar di Jawa Barat, dimana pendapatan terbesar setelah Indramayu. Selain itu, karakteristik fisik yang sangat cocok untuk menanam padi dan mayoritas lahan di Kabupaten Karawang yaitu persawahan-persawahan yang produktif. Luas daerah Kabupaten Karawang seluas 175.259 ha dilengkapi uraian sebagai berikut, yaitu tanah sawah sebesar 95.287 ha. Lahan pertanian bukan sawah sebanyak 38.805 ha, dan Lahan bukan pertanian sebanyak 41.167 ha (Badan Pusat Statistik, 2019). Bukan hanya padi Karawang juga menjadi salah satu kabupaten yang terkenal dalam pertanian biji kopi dan pertanian buah-buahan, pertanian itu semua juga didukung dengan lahan pertanian di Kabupaten Karawang yang cukup luas. Akan tetapi beberapa tahun belakangan ini luas areal lahan pertanian di Kabupaten Karawang semakin menurun karena adanya perubahan lahan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan terkena penurunan lahan pertanian padi dengan cara melakukan observasi secara langsung. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan upaya untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan terkena penurunan lahan pertanian padi dengan cara melakukan observasi secara langsung. Menurut hasil dari pemetaan dengan QGIS dihasilkan dengan rumus interval kelas, dapat disimpulkan bahwa 30 kecamatan terbagi menjadi 6 banyak kelas dan 138 dalam interval kelas. 15 kecamatan kelas 1, 6 kecamatan kelas 2, 3 kecamatan kelas 3, 2 kecamatan kelas 4,1 kecamatan kelas 5, 3 kecamatan kelas 6. Dari 6 kelas tersebut dibuatkan 6 kategori yaitu sangat rendah, rendah, sedang, siaga, tinggi, sangat tinggi. Hasil pemetaan sendiri di uji dengan metode SUS yang mana data di dapatkan dari penyebaran kuesioner kepada masyarakat karawang, didapatkan data sebesar 30 data responden yang mengisi kuesioner, lalu pengujian dilakukan dengan menerapkan rumus pertanyaan ganjil di kurangi 1 dan pertanyaan genap 5- angka dipertanyaan ganjil. Dan menghasilkan jumlah rata-rata 62. Sesuai dengan grade scale hasil pengujian ini berada pada grade D dengan rentang angka 60 sampai 70.
Implementasi Virtual Reality Pandu Unsika Dimas Fathu Ramdhani; Didi Juardi; Aries Suharso
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi realitas virtual pada objek PANDU UNSIKA menggunakan metode MDLC, dengan tujuan meningkatkan efektivitas akses bagi mahasiswa yang ingin mengakses PANDU UNSIKA dan dapat diakses bersama-sama. Implementasi teknologi Virtual Reality dalam PANDU UNSIKA tidak hanya berhasil memberikan solusi efektif bagi kebutuhan akses mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi dalam mengenalkan inovasi teknologi Virtual Reality pada era digitalisasi saat ini. Melalui pendekatan MDLC, penelitian ini berhasil menghasilkan hasil yang positif dengan mengatasi berbagai masalah yang sering dirasakan oleh mahasiswa dalam mengakses informasi di PANDU UNSIKA. Hasil penerapan metode ini tidak hanya memberikan solusi bagi masalah yang ada, tetapi juga membantu mahasiswa dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi Virtual Reality. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi teknologi Virtual Reality PANDU UNSIKA dengan metode MDLC memberikan dampak positif dalam meningkatkan efektivitas akses mahasiswa dan memberikan pengenalan yang lebih baik tentang pemanfaatan teknologi Virtual Reality. Metode MDLC berhasil menghasilkan solusi-solusi yang bermanfaat dan efektif dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa. Sebagai hasil kesimpulan, rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut adalah dengan memberikan interaksi yang lebih ditingkatkan dalam penggunaan teknologi Virtual Reality pada PANDU UNSIKA, agar mahasiswa dapat merasakan pengalaman yang lebih nyata dan bermanfaat. Selain itu, penerapan teknologi Virtual Reality ini juga dapat menjadi inspirasi untuk memanfaatkan teknologi dalam solusi yang lebih luas dalam era digitalisasi saat ini
Perbandingan Lexicon Based Dan Naïve Bayes Classifier Pada Analisis Sentimen Pengguna Twitter Terhadap Gempa Turki Ahmad Faizal; Agung Susilo Yuda Irawan; Didi Juardi
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7360

Abstract

Peristiwa bencana Gempa Turki yang menelan banyak korban jiwa sedang ramai saat ini baik di media nasional maupun media internasional, hal ini menyebabkan munculnya banyak opini pengguna sosial media teruma dalam Platform Twitter. Tweet yang diposting oleh pengguna sosial media Twitter tersebut kemudian dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat. Dikarenakan hal tersebut, analisis sentimen dapat digunakan sebagai solusi untuk mengolah suara tersebut dengan menggunakan pendekatan Lexicon Based dan Naïve Bayes Classifier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan pendapat tentang peristiwa Bencana Gempa yang terjadi di Turki pada 6 Februari 2023 berdasarkan kelas sentimen positif, sentimen netral dan sentimen negatif. Skenario 90:10 digunakan untuk pengujian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengujian pendekatan Lexicon Based dan Naïve Bayes Classifier menghasilkan nilai akurasi sebesar 65%. Sedangkan Naïve Bayes Classifier tanpa pendekatan Lexicon Based menghasilkan nilai akurasi sebesar 64%.
INTEGRASI ODOO 16 DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI ABSENSI MAHASISWA (STUDI KASUS: UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG) Adrian Wibisono; Didi Juardi; Asep Jamaludin
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4822

Abstract

Dalam era perkembangan teknologi informasi, integrasi Odoo menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dalam sistem absensi di institusi pendidikan. Universitas membutuhkan sistem manajemen yang efisien untuk mendukung kegiatan administratif dan akademis. Odoo, sebuah sistem Enterprise Resource Planning (ERP), menawarkan solusi terintegrasi untuk berbagai aspek manajemen, termasuk absensi mahasiswa. Pemilihan Odoo 16 dalam pengembangan aplikasi absensi mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem, pengelolaan data, dan pengalaman administrasi kehadiran mahasiswa. Evaluasi dilakukan menggunakan metode analisis usability dengan lima indikator: Learnability, Memorability, Efficiency, Errors, dan Satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Odoo 16 dalam pengembangan aplikasi absensi mahasiswa, mengatasi permasalahan efisiensi dan akurasi yang ada. Dampak positif dari penelitian ini adalah peningkatan pengelolaan administrasi universitas dan mendukung tujuan pendidikan dengan teknologi terkini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memecahkan masalah manajemen absensi mahasiswa, tetapi juga menghadapi tuntutan teknologi di dunia pendidikan. Keywords: Absensi, Odoo 16, Website, Usability Testing