Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penatalaksanaan Hipersensitivitas Dentin Rasni, Novia D. P.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33885

Abstract

Abstract: Dentin hypersensitivity is one of the most common dental problems. It can be found in both sexes, especially in the elderly. The discomfort or pain experienced in cases of dentin hypersensitivity occurs due to the unprotected surface by enamel in the crown or by cementum in the tooth root area. The characteristic of dentin hypersensitivity is that the pain suffered is acute, sharp but short in the unprotected dentin. This review was aimed to discuss about the etiology, stimulatory transmission mechanisms, and management of dentine hypersensitivity.Keywords: dentin hypersensitivity; pain  Abstrak: Hipersensitivitas dentin merupakan salah satu masalah gigi yang paling sering dijumpai, dapat ditemui pada laki-laki maupun perempuan utamanya pada orang yang sudah lanjut usia. Ketidaknyamanan atau rasa ngilu yang dialami pada kasus hipersensitivitas dentin terjadi karena adanya permukaan yang tidak terlindungi oleh email di mahkota atau sementum di daerah akar gigi. Ciri khas hipersensitif dentin yaitu rasa sakit yang diderita bersifat akut, tajam tapi singkat pada dentin yang tidak terlindungi. Penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai etiologi, mekanisme penjalaran rangsang dan tata kelola kasus hipersensitivitas dentin.Kata kunci: hipersensitivitas dentin; rasa ngilu
Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies pada Anak Muntu, Ladiza F. J.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Abstract

Abstract: Caries is an oral disease that is often found in the community. Riset Kesehatan Dasar (Basic Health Research) showed that 54.0% of the caries problems were found in the ge of 5-9 years. One of the government's efforts to reduce the risk score of caries causes is to promote a dental and oral health education program; one of them is the Irene's Donut method. This study was aimed to obtain an overview of the use of Irene's Donut method in reducing the caries risk score. This was a literature review study using databases of Google Scholar and Digital Reference Garba. The results showed that there were five journals fulfilling the inclusion and exclusion criteria.  There was a change in the level of cleanliness and significant increases of knowledge, attitude, and practice of the respondents. In conclusion, the Irene Donut method is effective in reducing the caries risk score in children by installing knowledge to the parents to guide their children related to good oral health maintenance behavior.Keywords: Irene's donut, dental caries in children, caries risk score Abstrak: Karies merupakan masalah penyakit mulut yang sering ditemukan pada masyarakat. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 54,0% masalah karies ditemukan pada kelompok usia 5-9 tahun. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan skor risiko penyebab karies yakni menggalakan program pendidikan kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah metode Irene’s Donut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metode Irene’s Donut terhadap penurunan skor risiko karies. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan perubahan tingkat kebersihan gigi serta peningkatan yang bermakna secara statistik pada pengetahun, sikap, dan praktik responden. Simpulan penelitian ini ialah metode Irene’s Donut dinilai efektif dalam menurunkan skor risiko karies pada anak dengan cara menanamkan pengetahuan pada orang tua untuk membimbing anak dalam hal menanamkan perilaku pemelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci: Irene’s donut, karies gigi pada anak, skor risiko karies
Efektivitas Permen Karet Xylitol dalam Menurunkan Plak Saputera, Baban; Wicaksono, Dinar A.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33896

Abstract

Abstract: Oral and tooth problem that often occurs is caries worldwide. According to Riset Kesehatan Dasar (Baseline Health Research) in 2018, the largest proportion of oral and tooth problems in Indonesia is caries (45,3%). Caries could be caused inter alia by the presence of bacterial accumulation attached to plaque. One of the ways to control plaque is xylitol chewing gum which is proven to be quite effective in cleaning teeth from debris and plaque, preventing periodontal diseases, increasing salivary pH, and stimulating saliva excretion. This study was aimed to evaluate the effectiveness of xylitol chewing gum in reducing plaque. This was a literature review study using two databases, namely Google Scholar and Indonesia One Search. The results showed that samples used in the literatures were 10-24 years old. The xylitol doses used were 3.4 g/day, 4.05 g/day, 6 g/day, and 45 g/day. Xylitol dose below 3.4 g/day was not effective and dose above 10 g/day was less effective to reduce S. mutans. In conclusion, xylitol chewing gum at a dose of 3.4 g-10 g per day is quite effective in reducing plaque.Keywords: xylitol chewing gum; dental plaque Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies merupakan penyakit yang dialami oleh sebagian besar penduduk di dunia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi dan mulut di Indonesia ialah karies (45,3%). Penyebab terjadinya karies ialah antara lain adanya kumpulan bakteri yang terikat dalam plak. Salah satu pengendalian plak ialah dengan tindakan mengunyah permen karet xylitol yang terbukti cukup efektif membersihkan gigi dari debris dan plak, mencegah terjadinya penyakit periodontal, meningkatkan pH saliva, dan merangsang pengeluaran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas efektivitas permen karet xylitol dalam menurunkan plak. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Indonesia One Search. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kelompok eksperimen penelitian yang dikaji berkisar 10-24 tahun. Dosis xylitol yang dipakai dalam penelitian berkisar 3,4 gr/hari, 4,05 gr, 6 gr/hari, dan 45 gr per hari. Dosis xylitol di bawah 3,4 gr/hari tidak efektif dan dosis yang melebihi 10 gr/hari juga kurang efektif terhadap reduksi S. mutans. Simpulan penelitian ini ialah mengunyah permen karet xylitol dengan dosis 3,4 gr-10 gr per hari cukup efektif dalam menurunkan plak.Kata kunci: permen karet xylitol; plak
Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar Pontoluli, Zefanya G.; Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32366

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene could cause a variety of diseases in the oral cavity. Oral diseases can occur in various age groups, including children. World Health Organization survey showed that 90% of the world population suffer from gingivitis; 80% of them are children under 12 years of age. Gingivitis is an early stage of periodontal disease in the form of gingival inflammation due to poor oral dental hygiene. Therefore, biofilms are accumulated on the plaques along the gingival margins. This study was aimed to determine the oral dental hygiene and the incidence of gingivitis in elementary school children. This was a literature review study using three databases, namely: Google Scholar, PubMed, and Digital Reference Garba. The results obtained nine journals that were relevant to the topic of discussion. Moreover, oral dental hygiene was influenced by knowledge of oral dental health and oral dental hygiene maintenance behavior such as tooth brushing and diet. The incidence of gingivitis among elementary school children ranged from 74.4% to 91.94%. In conclusion, oral hygiene status of elementary school children was in the medium category and the incidence of gingivitis among them was high.Keywords: oral hygiene, incidence of gingivitis, elementary school children Abstrak: Kebersihan gigi mulut yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam rongga mulut. Penyakit gigi mulut dapat dialami oleh semua kelompok usia, tidak terkecuali pada anak. Hasil survei World Health Organization menumjukkan 90% penduduk di dunia menderita penyakit gingivitis dan 80% di antaranya merupakan anak usia di bawah 12 tahun. Gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal berupa peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh kebersihan gigi mulut yang buruk sehingga terjadi akumulasi biofilm pada plak di sepanjang margin gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersihan gigi mulut dan kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan sembilan jurnal yang relevan dengan topik bahasan. Kkebersihan gigi mulut dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan gigi mulut dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut seperti menyikat gigi dan pola makan. Distribusi kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar antara 74,4%-91,94%. Simpulan penelitian ini ialah status kebersihan gigi mulut anak sekolah dasar termasuk dalam kategori sedang dan angka kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar tergolong tinggi.Kata kunci: kebersihan gigi mulut, kejadian gingivitis, anak sekolah dasar
Perawatan Kuretase Gingiva pada Gigi Premolar Kiri Rahang Atas: Laporan Kasus Khoman, Johanna A.; Singal, Gabriella A.
e-GiGi Vol 8, No 2 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.31464

Abstract

Abstract: Periodontal disease has still a high prevalence in the community. It occurs due to the accumulation of plaque or calculus on the tooth surface. The plaque, a thin layer of biofilm, contains a collection of pathogenic microorganisms that cause periodontal tissue and bone disease. The initial treatment of periodontal disease is to eliminate the etiological factors, namely scaling, root planning, and curettage. Curettage is a mechanical cleaning action in periodontitis therapy to remove inflammatory tissue, calculus, and bacterial colonies. This study was aimed to discuss the management of gingival curettage treatment in a 26-year-old female patient who had gingivitis with a 4 mm deep periodontal pocket in her maxillar left premolar, treated with scaling and gingival curettage. Clinical further examination after treatment revealed that the gingiva looked normal without any swelling, and the pocket depth had decreased by about 2 mm.Keywords: periodontal disease, periodontal pocket, gingival curettage Abstrak: Prevalensi penyakit periodontal masih cukup tinggi di masyarakat. Penyakit periodontal diawali ketika plak atau kalkulus terakumulasi pada permukaan gigi. Plak merupakan lapisan tipis biofilm berisi kumpulan mikroorganisme patogen yang menyebabkan kerusakan jaringan periodontal dan tulang. Perawatan awal pada penyakit periodontal ialah dengan menghilangkan faktor etiologi yaitu dengan scalling, root planning, dan kuretase. Kuretase merupakan tindakan pembersihan secara mekanis dalam terapi periodontitis untuk menghilangkan jaringan inflamasi, kalkulus, dan koloni bakteri. Studi ini bertujuan untuk membahas tentang penatalaksanaan perawatan kuretase gingiva pada seorang pasien perempuan berusia 26 tahun yang mengalami gingivitis dengan poket periodontal sedalam 4 mm pada gigi premolar sebelah kiri rahang atas, yang kemudian dilakukan perawatan scalling dan kuretase gingiva. Hasil pemeriksaan klinis perawatan mendapatkan gingiva sudah tampak normal, tidak ada pembengkakan seperti kondisi sebelum kuretase dan kedalaman poket telah berkurang sekitar 2 mm.Kata kunci: penyakit periodontal, poket periodontal, kuretase gingiva
Perawatan Kuretase Gingiva Gigi Anterior pada Periodontitis: Laporan Kasus Khoman, Johanna A.; Minanga, Miranti A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32932

Abstract

Abstract: In general, periodontal disease is caused by bacterial plaque on the tooth surface.  Bacterial elimination by curettage will reduce periodontal inflammation. This case report was aimed to review the immune response to chronic periodontitis as well as case management with curettage. We reported a 22-year-old female patient came to the Dental and Oral Hospital of University of Sam Ratulangi (Unsrat) with complaints of swollen front gum, frequent gum bleeding, and gum bleeding during tooth brushing. The gum bleeding had occurred since 6 months ago. Tartar cleaning was performed on her three weeks ago. Based on anamnesis, the patient did not suffer from any systemic disease. Intraoral examination revealed that there were reddish gingiva, swelling in region I, II, III, and IV, and probing depth of teeth 21-25 with a mean of 4 mm. Oral Hygiene Index measurement obtained a value of 1.7 (medium category). This case was diagnosed as chronic periodontitis. The treatment consisted of scaling, irrigation with NaCl solution and aquadest, root planing, gingival curettage, and periodontal pack application. At the first control (one week after gingival curettage), the patient did not complain of any pain on the curettage area, periodontal pack was loose. The objective examination still revealed redness, debris, and calculus, OHI-S: 0,8+0,3=1,1 (good category). The prognosis was good since the patient was cooperative, did not have any systemic disease, and had high motivation to maintain oral hygiene.Keywords: curettage, chronic peridontitis  Abstrak: Secara umum penyakit periodontal disebabkan oleh bakteri plak pada permukaan gigi. Eliminasi bakteri dengan kuretase akan menurunkan peradangan periodontal. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan respon imun terhadap penyakit periodontitis kronis serta penatalaksanaan kasus dengan kuretase. Kami melaporkan kasus seorang pasien perempuan berusia 22 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dengan keluhan gusi bagian depan bengkak, gusi sering berdarah, dan perdarahan gusi saat menyikat gigi. Gusi berdarah sejak sekitar 6 bulan lalu dan pasien melakukan pembersihan karang gigi sekitar 3 minggu lalu. Dari hasil anamnesis didapatkan bahwa pasien tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik. Pada pemeriksaan intraoral terdapat gingiva berwarna kemerahan dan pembengkakan di region I, II, III, IV, probing depthgigi 21-25 dengan rerata sebesar 4 mm. Hasil pengukuran Oral Hygiene Index(OHI) ialah 1,7 (kategori sedang). Diagnosis klinis kasus ini ialah periodontitis kronis. Tindakan yang dilakukan ialah scaling, irigasi dengan NaCl dan akuades, root planing, kuretase gingiva, dan pemasangan periodontal pek. Kontrol pertama dilakukan satu minggu pasca kuretase gingiva, dan pada pemeriksaan subjektif pasien tidak mengeluhkan rasa nyeri di daerah yang telah dilakukan kuretase gingiva, pek periodontal sudah terbuka malam hari pasca kuretase gingiva. Pemeriksaan objektif gingiva masih kemerahan, terdapat debris dan kalkulus, OHI-S: 0,8+0,3=1,1 (kategori baik). Prognosis baik karena pasien kooperatif, tidak memiliki riwayat penyakit sistemik, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk menjaga kebersihan rongga mulut.Kata kunci: kuretase; peridontitis kronis
Pengaruh Kebiasaan Merokok terhadap Pembentukan Stain pada Gigi Dondokambey, Serena D. V.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34878

Abstract

Abstract: Smoking is a bad habit that has become a necessity of life for some people. Moreover, smoking is found almost everywhere regardless of age, gender, and occupation. One of the consequences of smoking is the formation of stain on the teeth. This study was aimed to obtain the effect of smoking on the formation of stain on teeth. This was a literature review using various databases, such as Google Scholar, PubMed, and Wiley. The most frequent smoking frequency found was light smokers with the number of cigarettes smoked 1-4 cigarettes per day. All literatures showed that more stain formation occurred than no stain formation. Based on the frequency of smoking, the formation of stain on the teeth was most common in smokers with light category. In conclusion, smoking habits can affect the formation of stain on teeth. Based on the frequency of smoking the formation of stain on teeth is most commonly found in light-category smokers.Keywords: smoke; stain; discoloration  Abstrak: Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sudah menjadi kebutuhan hidup oleh sebagian orang. Selain itu, merokok banyak ditemukan tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Salah satu akibat dari kebiasaan merokok yaitu terjadinya pembentukan stain pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap pembentukan stain pada gigi. Jenis penelitian ialah suatu literature review menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Wiley dengan topik terkait. Terdapat tujuh literatur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta telah melewati tahap penilaian jurnal menggunakan instrumen critical appraisal. Hasil penelitian mendapatkan frekuensi merokok yang paling banyak ditemukan ialah perokok kategori ringan dengan jumlah rokok yang dihisap 1-4 batang per hari. Pembentukan stain gigi secara keseluruhan pada semua literatur menunjukkan bahwa lebih banyak terjadinya pembentukan stain dibandingkan dengan yang tidak terjadi pembentukan stain. Berdasarkan frekuensi merokok, pembentukan stain pada gigi paling banyak terjadi pada perokok dengan kategori ringan. Simpulan penelitian ini ialah kebiasaan merokok dapat berpengaruh terhadap pembentukan stain pada gigi. Berdasarkan frekuensi merokok pembentukan stain pada gigi paling banyak ditemukan pada perokok dengan kategori ringan.Kata kunci: merokok; stain; pewarnaan gigi
Angular Cheilitis pada Anak yang Mengalami Defisiensi Nutrisi Ekarisma, Verena M.; Mintjelungan, Christy N.; Supit, Aurelia S. R.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34871

Abstract

Abstract: Nutritional problems in Indonesia and developing countries in general are still dominated by the protein energy malnutrition (PEM) and other micronutrient problems such as iron deficiency and vitamin B complex deficiency. Nutritional deficiency is always accompanied by malnutrition in childhood. Children face the greatest risk of developing malnutrition. This can lead the children to become susceptible to infectious diseases. One of the most common oral infections in children with nutritional deficiencies is angular cheilitis. This study was aimed to review nutritional deficiencies in children with angular cheilitis. This was a literature review study. This study reviewed topics related to nutritional deficiencies in children from previous studies. There were 12 literature reviewed in this study consisting of 11 cross-sectional studies and one simple experimental study. The results showed that angular cheilitis was more common in children with malnutrition based on BMI for age measurement and moderate nutritional status based on MUAC measurements. Angular cheilitis type 1 were most commonly found in children with mild nutritional status, while types 2, 3 and 4 were most commonly found in children with moderate nutritional status. None of types 2, 3, and 4 were seen in children with good nutritional status. In conclusion, children with angular cheilitis are mostly deficient in vitamin B complex.Keywords: angular cheilitis, children, nutritional deficiencies Abstrak: Masalah nutrisi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah kurang energi dan protein (KEP) serta masalah nutrisi mikro lainnya seperti defisiensi zat besi dan defisiensi vitamin B kompleks. Defisiensi nutrisi selalu dihubungkan dengan kekurangan gizi pada masa anak-anak. Anak-anak menghadapi risiko paling besar untuk mengalami kurang gizi. Defisiensi nutrisi dapat menyebabkan anak rentan terhadap penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi rongga mulut yang sering terjadi pada anak dengan defisiensi nutrisi ialah angular cheilitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran defisiensi nutrisi pada anak dengan angular cheilitis. Jenis penelitian ialah suatu literature review. Penelitian ini mempelajari topik terkait defisiensi nutrisi pada anak dengan angular cheilitis dari penelitian-penelitian sebelumnya. Pustaka yang diulas dan dipelajari dalam penelitian ini sebanyak 12 pustaka yang terdiri dari 11 studi potong lintang dan satu eksperimental sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lesi angular cheilitis lebih sering ditemukan pada anak dengan status gizi kurang berdasarkan pengukuran IMT/U dan status kurang nutrisi sedang berdasarkan pengukuran LLA. Lesi angular cheilitis tipe 1 paling banyak ditemukan pada anak dengan status kurang nutrisi ringan, sedangkan tipe 2, 3 dan 4 paling banyak ditemukan pada anak dengan status kurang nutrisi sedang dan tidak satu pun lesi tipe 2, 3, 4 terlihat pada anak dengan status nutrisi baik. Simpulan penelitian ini ialah anak dengan angular cheilitis paling banyak mengalami defisiensi nutrisi mikro vitamin B kompleks.Kata kunci: angular cheilitis, anak, defisiensi nutrisi
Penyakit Periodontal pada Masa Kehamilan dan Perawatannya Slat, Gabriela C.; Khoman, Johanna A.; Bernadus, Janno B. B.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34900

Abstract

Abstract: Hormonal changes occur during pregnancy and affect the response of periodontal tissue to local factors, therefore, the risk of periodontal disease increases. Dentists have to know the treatment options that can be given to pregnant patients with periodontal disease especially the current treatments. This study was aimed to summarize the triggering factors that could worsen and the current treatment of periodontal disease during pregnancy. This was a literature review study using databases of Google scholar, Pubmed, and Science direct. After selection, there were 10 literatures; seven literatures discussed about the worsening factors of periodontal disease during pregnancy and three literatures discussed about the current treatment. The results showed several factors that could worsen periodontal disease during pregnancy, as follows: plaque, gestational age, caries, maternal age, education level, knowledge, oral hygiene behavior, treatment costs, frequency and time of tooth brushing, socio-economic status, occupation, irregular arrangement of teeth, and tobacco use. Current treatments of periodontal disease during pregnancy included the consumption of Lactobacillus reuteri-containing lozenges for preg-nancy gingivitis, a water-cooled Nd: YAG (neodymium-doped yttrium aluminum garnet) pulsed laser, and transarterial embolisation for pregnancy pyogenic granuloma. In conclusion, periodontal treatment can improve periodontal status, therefore, pregnant woman with periodontal disease need to be treated.Keywords: pregnancy; periodontal disease; worsening factors; recent treatment  Abstrak: Selama kehamilan terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi respons jaringan periodontal terhadap faktor lokal sehingga risiko terjadinya penyakit periodontal semakin besar. Dokter gigi perlu mengetahui pilihan perawatan yang dapat diberikan kepada pasien hamil dengan penyakit periodontal khususnya perawatan terkini. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum faktor-faktor yang dapat memperburuk dan perawatan terkini penyakit periodontal pada masa kehamilan. Jenis penelitian ini ialah suatu literature review menggunakan tiga database yaitu Google cendekia, Pubmed dan Science direct. Setelah melalui tahapan seleksi studi, didapatkan 10 literatur; tujuh literatur mengenai faktor-faktor yang dapat memperburuk penyakit periodontal pada masa kehamilan dan tiga literatur lainnya membahas perawatan terkini. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memperburuk penyakit periodontal pada masa kehamilan yakni: plak, usia kehamilan, karies, usia ibu hamil, tingkat pendidikan, pengetahuan, perilaku kebersihan gigi dan mulut, biaya perawatan, frekuensi dan waktu menyikat gigi, status sosial-ekonomi, pekerjaan, susunan gigi yang tidak beraturan, dan penggunaan tembakau. Perawatan terkini penyakit periodontal pada masa kehamilan dapat berupa konsumsi tablet hisap yang mengandung Lactobacillus reuteri untuk gingivitis kehamilan, laser berdenyut Nd: YAG (neodymium-doped yttrium aluminium garnet) berpendingin air, dan embolisasi transarterial untuk granuloma piogenik kehamilan. Simpulan penelitian ini ialah perawatan periodontal dapat memperbaiki status periodontal sehingga wanita hamil dengan penyakit periodontal perlu menerima perawatan.Kata kunci: penyakit periodontal; kehamilan; faktor yang memperburuk; perawatan terkini
Penggunaan Asam Lemak Omega-3 sebagai Terapi Pendukung dalam Perawatan Periodontitis Lengkong, Pingkan A.; Khoman, Johanna A.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34873

Abstract

Abstract: Periodontitis is an inflammation of periodontal tissue characterized by clinical attachment loss, periodontal pocket formation, gingival recession, and periodontal tissue destruction. Periodontitis can be treated by surgical or non-surgical methods. One of the non-surgical methods is host modulation therapy which can reduce the damage by treating the chronic inflammatory response. Host modulation therapy is in the form of drugs or supplements that have anti-inflammatory properties. Omega-3 fatty acids have anti-inflammatory properties that serve as a protection against inflammation and infection including periodontitis. This study was aimed to obtain the effect of using omega-3 fatty acids as supportive therapy in the treatment of periodontitis. This was a literature review study by using PubMed, Clinical Key and Google Scholar databases. The keywords used were omega-3 fatty acids and periodontitis. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out to obtain seven randomized control trial literature. The results showed that the use of omega-3 fatty acids had an effect on the mean value of decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment of periodontal tissues. In conclusion, omega-3 fatty acids have an effect and can be used as a supportive therapy in the treatment of periodontitis. Omega-3 fatty acids lead to a better increase in the resolution of inflammation and can accelerate the healing of periodontal tissues by decreasing probing pocket depth and increasing clinical attachment.Keywords: omega-3 fatty acids; periodontal tissue; periodontitis  Abstrak: Periodontitis adalah inflamasi jaringan periodontal yang ditandai dengan kehilangan perlekatan klinis, pembentukan saku periodontal, resesi gingiva, dan kerusakan jaringan peridontal. Periodontitis dapat diobati dengan metode bedah maupun non bedah. Salah satu metode non bedah yaitu terapi modulasi host yang dapat mengurangi kerusakan dengan mengobati aspek respons inflamasi kronis. Terapi modulasi host berupa pemberian obat maupun suplemen yang memiliki sifat anti inflamasi. Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti inflamasi yang berfungsi sebagai perlindungan dalam melawan peradangan dan infeksi termasuk periodontitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh penggunaan asam lemak omega-3 sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Jenis penelitian ialah suatu literature review menggunakan database PubMed, Clinical Key. dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu omega-3 fatty acids and periodontitis. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan tujuh literatur randomized control trial. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penggunaan asam lemak omega-3 memengaruhi nilai rerata penurunan kedalaman probing poket dan meningkatkan perlekatan klinis jaringan periodontal. Simpulan penelitian ini ialah asam lemak omega-3 memiliki pengaruh dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam perawatan periodontitis. Asam lemak omega-3 menyebabkan peningkatan yang lebih baik dalam resolusi peradangan dan dapat mempercepat penyembuhan jaringan periodontal dilihat dari penurunan kedalaman probing poket dan meningkatnya perlekatan klinis.Kata kunci: asam lemak omega-3; jaringan periodontal; periodontitis